Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6393 research outputs found
Sort by
Implementasi Kearifan Lokal Bali Tri Hita Karana dalam Pembelajaran Sekolah Dasar di Bali: Implementasi Kearifan Lokal Bali Tri Hita Karana dalam Pembelajaran Sekolah Dasar di Bali
The purpose of the study is to apply the application of Tri Hita Karana in elementary school learning. The research method is a literature review. The results of the study found eight articles containing the application of Tri Hita Karana in elementary school learning, in the study one type of classroom action research, two experimental studies and five types of development research. The conclusion in this study found classroom action research, experiments and development regarding Tri Hita Karana in elementary schools, where Tri Hita Karana can improve learning outcomes, attitudes, and character of students. It is recommended that further research can teach Tri Hita Karana with inclusive school research samples so that Tri Hita Karana-based learning can be carried out evenly.
 
Integrasi keterampilan mendengar dan berbicara bahasa Arab melalui ekstrakurikuler AC di pesantren
Arabic language education in Islamic boarding schools tends to use a traditional approach that focuses on memorizing language rules and understanding Arabic with a translation system. This traditional approach is considered to be the cause of students becoming bored in the process of learning Arabic. Therefore, to improve students' Arabic language skills, the H. Muhammad Nadis Bukittinggi Islamic Boarding School implements an extracurricular Arabic Club (AC). AC is an Arabic language learning program that is interactive, innovative and practical. This study aims to explore the implementation of AC extracurricular as a whole and its impact on improving students' listening and speaking skills, as well as explore various obstacles faced in its implementation. This study uses a descriptive qualitative method, where data is collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the study show that AC extracurricular can improve students' listening and speaking skills, so that they are more confident in communicating using Arabic and improve their learning achievement. However, the implementation of this program still faces several obstacles, such as limited facilities, difficulty in controlling student focus, and schedule constraints that affect student participation. To overcome the existing obstacles, cooperation between teachers, students, and pesantren managers is needed so that the implementation of AC extracurricular can achieve optimal results.
Abstrak
Pendidikan bahasa Arab di pesantren cenderung menggunakan pendekatan tradisional yang berfokus pada hafalan kaidah-kaidah bahasa dan pemahaman bahasa Arab dengan sistem terjemah. Pendekatan tradisional ini dianggap sebagai penyebab siswa menjadi jenuh dalam proses belajar bahasa Arab. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa, Pondok Pesantren H. Muhammad Nadis Bukittinggi menerapkan ekstrakurikuler Arabic Club (AC). AC merupakan program pembelajaran bahasa Arab yang bersifat interaktif, inovatif dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan ekstrakurikuler AC secara menyeluruh dan dampaknya terhadap peningkatan keterampilan mendengar dan berbicara siswa, serta mengeksplorasi berbagai kendala yang dihadapi pada pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler AC dapat meningkatkan keterampilan mendengar dan berbicara siswa, sehingga mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan meningkatkan prestasi belajar mereka. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, sulitnya mengontrol fokus siswa, dan kendala jadwal yang memengaruhi partisipasi siswa. Untuk mengatasi kendala yang ada, diperlukan kerja sama antara guru, siswa, dan pengelola pesantren agar pelaksanaan ekstrakurikuler AC dapat mencapai hasil yang optimal.Arabic language education in Islamic boarding schools tends to use a traditional approach that focuses on memorizing language rules and understanding Arabic with a translation system. This traditional approach is considered to be the cause of students becoming bored in the process of learning Arabic. Therefore, to improve students' Arabic language skills, the H. Muhammad Nadis Bukittinggi Islamic Boarding School implements an extracurricular Arabic Club (AC). AC is an Arabic language learning program that is interactive, innovative and practical. This study aims to explore the implementation of AC extracurricular as a whole and its impact on improving students' listening and speaking skills, as well as explore various obstacles faced in its implementation. This study uses a descriptive qualitative method, where data is collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the study show that AC extracurricular can improve students' listening and speaking skills, so that they are more confident in communicating using Arabic and improve their learning achievement. However, the implementation of this program still faces several obstacles, such as limited facilities, difficulty in controlling student focus, and schedule constraints that affect student participation. To overcome the existing obstacles, cooperation between teachers, students, and pesantren managers is needed so that the implementation of AC extracurricular can achieve optimal results.
Abstrak
Pendidikan bahasa Arab di pesantren cenderung menggunakan pendekatan tradisional yang berfokus pada hafalan kaidah-kaidah bahasa dan pemahaman bahasa Arab dengan sistem terjemah. Pendekatan tradisional ini dianggap sebagai penyebab siswa menjadi jenuh dalam proses belajar bahasa Arab. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa, Pondok Pesantren H. Muhammad Nadis Bukittinggi menerapkan ekstrakurikuler Arabic Club (AC). AC merupakan program pembelajaran bahasa Arab yang bersifat interaktif, inovatif dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan ekstrakurikuler AC secara menyeluruh dan dampaknya terhadap peningkatan keterampilan mendengar dan berbicara siswa, serta mengeksplorasi berbagai kendala yang dihadapi pada pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler AC dapat meningkatkan keterampilan mendengar dan berbicara siswa, sehingga mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan meningkatkan prestasi belajar mereka. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, sulitnya mengontrol fokus siswa, dan kendala jadwal yang memengaruhi partisipasi siswa. Untuk mengatasi kendala yang ada, diperlukan kerja sama antara guru, siswa, dan pengelola pesantren agar pelaksanaan ekstrakurikuler AC dapat mencapai hasil yang optimal
PERSPEKTIF HUKUM TERHADAP KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS DAN PERSEKUTUAN FIRMA
Kepailitan merupakan suatu kondisi di mana debitor tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya, yang berujung pada proses hukum untuk penyelesaian utang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif hukum terhadap kepailitan pada dua jenis badan usaha, yakni Perseroan Terbatas (PT) dan Persekutuan Firma. Kedua badan usaha ini memiliki karakteristik hukum yang berbeda, yang mempengaruhi mekanisme penyelesaian kepailitan dan dampaknya terhadap kreditor serta pemegang saham atau anggota. Dalam konteks PT, terdapat pembatasan tanggung jawab pemegang saham terhadap utang perusahaan, sementara dalam Persekutuan Firma, anggota persekutuan memiliki tanggung jawab penuh terhadap kewajiban bisnis, baik secara pribadi maupun bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis terhadap undang-undang yang relevan, serta literatur yang berkaitan dengan kepailitan dan hukum perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan mendasar dalam pengaturan tanggung jawab hukum antara PT dan Firma, keduanya memiliki mekanisme yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi kreditor sekaligus memastikan kelangsungan usaha. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai perbedaan dan persamaan dalam pengaturan kepailitan kedua badan usaha ini sangat penting bagi pengusaha, praktisi hukum, serta pihak-pihak terkait dalam upaya mengelola risiko hukum yang mungkin timbul
Batasan Inovasi Pendidikan Islam dalam Pandangan Ushul Al-Fiqh
Innovation in Islamic education often raises dilemmas when it conflicts with the limits of Islamic law. This study aims to define the permissible boundaries of educational innovation based on the principles of Ushul al-Fiqh. Using a qualitative approach and library research method, data were collected from primary and secondary sources on educational innovation and Islamic legal theory. The findings indicate that innovation is permissible in areas where textual evidence (nash) is either ambiguous (zhanniy) or absent, provided it is based on valid ijtihad. Five key areas of innovation deemed acceptable include educational personnel, curriculum, management, learners, and institutional structure. Conversely, innovation is prohibited in areas established with absolute certainty (qathβi), such as Islamic creed (aqidah), core acts of worship, and fundamental rulings in fiqh. This research offers a normative framework for educators and policymakers to design Islamic educational innovations that are both contextually relevant and aligned with Sharia principles.
AbstrakInovasi dalam pendidikan Islam sering kali menimbulkan dilema ketika berhadapan dengan batasan-batasan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan batas-batas sah inovasi pendidikan Islam berdasarkan prinsip-prinsip Ushul al-Fiqh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan mengenai inovasi pendidikan dan kaidah Ushul al-Fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi diperbolehkan selama berada dalam wilayah dalil yang bersifat zhanniy (tidak pasti) atau dalam perkara yang tidak memiliki nash eksplisit, serta dilakukan melalui proses ijtihad yang benar. Lima sasaran inovasi pendidikan Islam yang dapat diperbaharui secara syarβi meliputi pelaksana pendidikan, kurikulum, manajemen, peserta didik, dan kelembagaan. Sebaliknya, inovasi tidak diperkenankan dalam aspek yang telah ditetapkan secara qathβi (pasti), seperti akidah, ibadah pokok, dan hukum-hukum dasar dalam fikih. Temuan ini diharapkan menjadi acuan normatif bagi para pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang inovasi pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan tetap berlandaskan syariat
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 2 DAN 3 UU NO. 31 TAHUN 1999 JUNTO UU NO. 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DAN PERMA NO. 13 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA OLEH KORPORASI
Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime), korupsi merupakan perbuatan yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara, Korupsi juga merupakan salah satu tindak pidana tertentu yang bersifat serius, terorganisir yang dapat menimbulkan masalah dan ancaman serius, karena dapat membahayakan stabilitas dan keamanan negara. tindakan korupsi banyak dilakukan oleh pejabat-pejabat negara dengan cara menyalahgunakan wewenangnya demi untuk dapat memperkaya diri sendiri atau orang lain yang berkejasama dengan satu atau beberapa orang dengan maksut untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, sampai saat ini perkembangan korupsi telah begitu massive dengan pola yang ter-struktur dimana saat ini perbuatan korupsi sudah melibatkan korporasi sebagai tempat menyembunyikan hasil korupsi dan sebagai tempat melakukan korupsi, pemerintah tidak tinggal diam melihat fenomena ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pembernatasan tindak pidana korupsi yang kemudian di perbaharui menjadi Undang-Undang No 20 tahun 2001 dan yang terbaru adalah dengan di keluarkannya Perma No 13 Tahun 2016 tentang tata cara penanganan tindak pidana oleh korporasi. Adapun rumusan permasalahan yang dibahas dalam penulisan penelitian ini adalah mengenai implementasi dan pertanggungjawaban korporasi yang melakukan tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif yaitu asas-asas hukum serta mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam metode penelitian kepustakaan yakni penelitian dengan menggunakan data dari berbagai sumber bacaan seperti peraturan perundang-undangan, buku-buku, majalah dan internet yang dinilai relevan dengan permasalahan yang akan dibahas penulis dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Tindak Pidana, Korupsi, Korporas
Analysis of the Implementation of SAK EMKM in the CafΓ© Roxx Area MSMES in South Tondano District
This research aims to determine the application of SAK EMKM in the UMKM Cafe Roxx Area in Tondano Selata District, it is interesting to study to find out, the application of financial reports based on SAK EMKM in these MSMEs, The use oif finainciail repoirts baised oin SAK EMKM in these MSMEs. The reseairch wais coinducted using ai quailitaitive methoid which leaids toi the descriptioin aind aipplicaitioin oif finainciail recoirds baised oin SAK EMKM by coinducting interviews aiboiut finainciail repoirts toi be proicessed toi coimply with SAK EMKM. The results oif this reseairch shoiw thait: the UMKM Caiffe Roixx Areai oinly cointaiins recoirds oif incoime aind expenditure froim the results oif its business, the UMKM Caife Roixx Areai boioikkeeping repoirts doi noit haive ai sepairaitioin between liaibilities aind equity, aind there is noi sepairaitioin oif incoime taix, whereais the SAK EMKM explaiins thait there aire three coimpoinents. naimely the staitement oif finainciail poisitioin, proifit aind loiss staitement, aind noites toi the finainciail staitements in the staitement oif finainciail poisitioin, there is ai sepairaitioin between fixed aissets aind current aissets, liaibilities, aind, equity, while the proifit aind loiss repoirt hais ai sepairaitioin oif incoime, expenses aind incoime taixes
The Effect of Sustainability Report Disclosure and Leverage on Company Value with Environmental Performance as a Moderating Variable (case study of food and beverage sector manufacturing companies listed on the idx for the 2021-2023 period)
This study examines the impact of sustainability report disclosure and leverage on firm value with environmental performance as a moderating variable. Using a sample of 33 food and beverage manufacturing companies listed on the IDX in 2021-2023. The background of this study is based on the increasing attention of investors to the sustainability aspects and financial risks of companies, especially in sectors that have a direct impact on the environment and society. Data were obtained through purposive sampling and analyzed using moderated regression (MRA) with the help of SPSS 27. The results of the analysis indicate that sustainability report disclosure has an effect on firm value, while leverage has no effect. Environmental performance is able to moderate the relationship. This study emphasizes the importance of integration between sustainability reporting disclosure, leverage and environmental performance in increasing the perception and value of companies in the eyes of investors
PERAN ORANG TUA DALAM MEMPERSIAPKAN LITERASI PRA-MEMBACA PADA ANAK USIA DINI DI KECAMATAN KEDURANG KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan minat dan kesiapan literasi pra-membaca pada anak usia dini di TK Dzakkyyah, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Peran orang tua dalam penelitian ini mencakup pemberian motivasi, penyediaan fasilitas, peran sebagai mediator, evaluator, serta pengawas dalam mendukung perkembangan keterampilan membaca anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki kontribusi yang signifikan dalam tahap awal perkembangan literasi anak. Pendampingan yang dilakukan oleh orang tua sebelum anak mulai membaca berperan dalam pengembangan keterampilan kognitif, pembentukan sikap positif terhadap aktivitas membaca, serta peningkatan motivasi anak. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan berbagai kendala yang dihadapi orang tua dalam mendampingi anak, seperti keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman terhadap metode pendampingan yang efektif, dan minimnya akses terhadap bahan bacaan yang sesuai. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih optimal untuk mendukung peran orang tua guna meningkatkan kesiapan membaca anak usia dini secara efektif
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI KETERAMPILAN MEMBATIK
Belum adanya kegiatan untuk kreativitas kreativitas perempuan di Desa Jalatrang menjadi salah satu latar belakang terbentuknya program pemberdayaan ini. Pemerintah Desa Jalatrang berupaya membentuk Rumah Batik Jalatrang Kreatif untuk membangkitkan batik khas Ciamis yang kini sudah mulai redup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pemberdayaan perempuan melalui keterampilan membatik di Rumah Batik Jalatrang Kreatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan perempuan melalui keterampilan membatik di Rumah Batik Jalatrang Kreatif sudah berjalan sesuai rencana. Proses pemberdayaan yang dilakukan di Rumah Batik Jalatrang Creative diawali dengan mengidentifikasi potensi dan permasalahan melalui pertemuan, proses penyusunan rencana kegiatan dilakukan melalui diskusi untuk menentukan rencana yang tepat, kemudian proses penerapan rencana kegiatan dilakukan dengan fokus terhadap tujuan utama, yaitu pemberdayaan melalui keterampilan membatik dengan memberikan pelatihan agar proses produksi dapat berjalan dengan baik, proses terakhir adalah pertemuan proses dan hasil kegiatan yang dilakukan dengan cara berkumpul melalui dokumentasi, absensi, serta laporan kegiatan. Simpulan dari penelitian ini adalah proses pemberdayaan perempuan di Rumah Batik Jalatrang Creative ini diawali dengan proses identifikasi dan kajian potensi wilayah, penyusunan rencana kegiatan, penerapan rencana kegiatan, serta memadukan proses dan hasil kegiatan
DAMPAK PROGRAM MENTORING KARIR PADA PENINGKATAN KAPASITAS PENGETAHUAN DI RUANG BELAJAR AQIL
Ruang Belajar Aqil (RBA) merupakan lembaga dengan program dan kegiatan yang pembelajarannya berpusat pada kebutuhan penerima manfaat dan pengalaman, salah satunya adalah program Mentoring Karir dengan sasarannya relawan yang belum memiliki tujuan dalam perencanaan karir setelah lulus pendidikan maupun belum mengetahui minat dan skills yang dimiliki untuk mendukung karir yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak, faktor pendukung, dan faktor penghambat program Mentoring Karir pada peningkatan kapasitas pengetahuan relawan di Ruang Belajar Aqil (RBA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Mentoring Karir memberikan dampak positif pada peningkatan kapasitas pengetahuan relawan, yaitu mengetahui mengenai perencanaan karir, pengembangan keterampilan, pemanfaatan jejaring, serta penerapan pada kegiatan sehari-hari. Faktor pendukung program ini meliputi kesesuaian tema dengan kebutuhan peserta serta peran mentor yang komunikatif. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti belum adanya wadah refleksi pembelajaran, belum adanya wadah umpan balik bagi mentor, kurangnya pemanfaatan jejaring, dan sesi mentoring yang tidak berkelanjutan