Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
    2807 research outputs found

    EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN IBU MELALUI EDUKASI GIZI DALAM PENCEGAHAN STUNTING BADUTA

    No full text
    Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronik yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Ibu sebagai pengasuh utama memegang peran kunci dalam pemenuhan gizi baduta selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Hasil studi pendahuluan di Desa Cintaraja menunjukkan 60% ibu baduta memiliki pengetahuan gizi yang kurang dan 52% belum menerapkan praktik pemberian makan sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas pemberdayaan ibu melalui edukasi gizi terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan stunting pada baduta di Desa Cintaraja. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test yang dilaksanakan pada November 2025. Sebanyak 25 ibu yang memiliki baduta usia 0–23 bulan.  Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi ibu yang mengikuti program edukasi gizi di posyandu Desa Cintaraja. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi gizi (α = 0,05). Terdapat peningkatan bermakna pada skor pengetahuan ibu (pre: 52,4 ± 9,1 → post: 79,6 ± 7,3) dan skor sikap (pre: 60,8 ± 8,4, post: 82,3 ± 6,7). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 pada pengetahuan dan p = 0,001 pada sikap, keduanya signifikan (p < 0,05). Praktik pemberian makan yang sesuai meningkat dari 40% menjadi 72%.  Pemberdayaan ibu melalui edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan kapasitas ibu dalam pencegahan stunting baduta di Desa Cintaraja. Edukasi gizi terstruktur perlu diintegrasikan ke dalam kegiatan posyandu rutin dan kader kesehatan perlu dilatih sebagai fasilitator gizi di tingkat desa.   Kata kunci: pemberdayaan ibu, edukasi gizi, stunting, baduta, pencegahan  

    Program Jakpreneur dan Dinamika Transformasi Digital UMKM: Analisis Implementasi dan Optimalisasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Jakpreneur dalam mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM binaan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada teori efektivitas kebijakan publik William N. Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Jakpreneur telah mencakup dimensi pelatihan, perizinan, akses digital, dan jejaring pasar melalui pendekatan 7P. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM, namun masih menghadapi hambatan seperti kesenjangan literasi digital, resistensi terhadap pembiayaan, dan kendala administratif. Diskusi memperlihatkan pentingnya pendekatan kebijakan yang adaptif, partisipatif, dan berbasis umpan balik dalam meningkatkan efektivitas program. Penelitian ini menyarankan penguatan peran fasilitator, penyempurnaan desain program, dan evaluasi longitudinal sebagai strategi optimalisasi

    Analisis SWOT Usaha Keripik Mbothe (Talas) Lestari Di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek

    Get PDF
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in local economic growth by leveraging regional potential, such as the Lestari Mbothe (Taro) Chips MSME in Srabah Village, Trenggalek Regency, which uses local taro as its primary raw material. This study analyzed the business\u27s internal and external conditions and formulated a development strategy using a SWOT analysis. A mixed-methods approach was applied, with a qualitative component through interviews and observations, and a quantitative component using the IFE and EFE Matrices. The analysis results indicate that strengths and opportunities outweigh weaknesses and threats, placing this MSME in Quadrant I (Strengths–Opportunities). The main strengths are the abundant availability of raw taro, its distinctive taste, and the appeal of traditional products. Opportunities are supported by the trend of consuming local food and healthy snacks. Weaknesses include limited production capacity, simple equipment, and suboptimal marketing, while threats come from competition and fluctuations in consumer purchasing power. An aggressive development strategy (SO) focuses on maximizing strengths to seize opportunities by improving product quality, packaging, marketing innovation, and expanding distribution. This is expected to increase competitiveness, support sustainable growth, and empower the rural economy. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi wilayah, seperti UMKM Keripik Mbothe (Talas) Lestari di Desa Srabah, Kabupaten Trenggalek, yang menggunakan talas lokal sebagai bahan baku utama. Penelitian ini menganalisis kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Metode campuran (mixed methods) diterapkan, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, serta kuantitatif menggunakan Matriks IFE dan EFE. Hasil analisis menunjukkan kekuatan dan peluang lebih dominan daripada kelemahan dan ancaman, menempatkan UMKM ini di Kuadran I (Strength–Opportunities). Kekuatan utama adalah ketersediaan bahan baku talas melimpah, cita rasa khas, dan daya tarik produk tradisional. Peluang didukung tren konsumsi pangan lokal dan camilan sehat. Kelemahan meliputi kapasitas produksi terbatas, peralatan sederhana, dan pemasaran suboptimal, sementara ancaman dari persaingan dan fluktuasi daya beli konsumen. Strategi pengembangan agresif (SO) difokuskan pada memaksimalkan kekuatan untuk menangkap peluang, melalui peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, inovasi pemasaran, dan perluasan distribusi. Ini diharapkan meningkatkan daya saing, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan memberdayakan ekonomi pedesaa

    Perbaikan Manajemen Pengendalian Mutu Pada Proses Produksi Teh Hitam Berbasis Statistical Quality Control (SQC)

    No full text
    PT. XYZ, a black tea factory located in Pemalang Regency, continues to grapple with product defect issues arising during its production process. This study aims to identify the root causes of quality degradation and propose strategic improvements to elevate black tea product standards. The research employs Statistical Quality Control (SQC) techniques, utilizing precise and measurable statistical analysis instruments. Data were assessed descriptively, focusing on quality conditions derived from available records. The quality control stages were executed using various SQC tools, including check sheets, Pareto diagrams, histograms, control charts, and cause-and-effect diagrams (fishbone diagrams). Based on the research findings, out of a total black tea output of 84,380 tons, 4,432 tons of products failed to meet standards, primarily due to non-compliant moisture levels and inconsistent tea leaf sizes. According to the Pareto diagram analysis, the most frequent defect is moisture content non-conformity. This finding confirms that weaknesses in moisture control are the primary factor in quality decline. Recommendations for improvement focus on enhancing moisture control procedures, standardizing harvesting operations, providing labor training, and optimizing the use of quality control tools to significantly reduce defects and strengthen the company\u27s competitiveness in the future

    Optimalisasi Perawatan Pesawat Terbang dengan CPM, PERT, dan Linear Programming pada Perusahaan MRO

    No full text
    Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) companies face significant challenges in completing aircraft maintenance projects on time and within budget. The existing gap lies in the optimization of planning methods integration to minimize project duration and cost. This study aims to assess the balance between time and cost in aircraft maintenance projects by showing the benefits of combining CPM, PERT, and Linear Programming. Data were obtained from the A02-CHECK activity at a national MRO company. CPM and PERT were used to find the critical path and estimate project duration, while LP was used to optimize time and cost on that path. The project duration decreased from 6,199 to 4,547 minutes, with the critical path in activities A-C-E-G-H and an 84.13% success probability. Using LP, the duration dropped further to 4,090 minutes at a total cost of $202. It can be concluded that the integration of these three methods is effective in accelerating projects without exceeding the budget. The main contribution of this research is the development of an integrated approach to aircraft maintenance project planning which can capable of reducing the risk of delays and budget overruns. in addition, it also provides practical solutions for MRO companie

    Rice Demand Dynamics in Manggarai Regency, Indonesia: A VECM Approach

    No full text
    Rice is recognized as the principal food commodity for the inhabitants of Manggarai, characterized by high per capita consumption and serving as the main source of energy. This research examined the patterns of rice consumption in Manggarai regency, employing a Vector Error Correction Model (VECM) and utilizing monthly data from 2020 to 2024. The data-gathering process involved coordination with the Department of Agriculture and Food Security, the Department of Trade and Industry, the Population and Civil Registration Office, and the Manggarai Regency Statistics Bureau. Stationary tests confirmed that the variables were integrated of order one, and Johansen cointegration analysis indicated several long-run equilibrium linkages among rice consumption, food prices, population, and ceremonial festivities. The research implies rice consumption is not significantly affected by short-run fluctuations in food prices, population, or cultural factors. Instead, adjustment occurs through the long-run equilibrium mechanism. In the long run, rice consumption is significantly influenced by rice prices, demographic changes, and ceremonial practices: rising rice prices reduce consumption, population growth increases demand, and cultural rituals suppress consumption. These outcomes emphasize the need for policies that stabilize food prices, promote dietary diversification, and integrate demographic and cultural considerations into regional food security strategies

    PENERBITAN SERTIPIKAT DENGAN DASAR SURAT KETERANGAN WARIS TIDAK SAH (Studi Kasus Putusan Nomor 194/PDT.G/2022/PN Amb)

    Get PDF
    ABSTRAKSIIndonesia sebagai negara agraris seringkali memiliki permasalahanterkait kepemilikan dan penguasaan tanah. Persoalan pertanahan tidakhanya menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengandimensi sosial, budaya, dan hukum dalam kehidupan masyarakat. Darilaporan Kementerian ATR/BPN, sengketa tanah merupakan salah satukasus pertanahan yang paling banyak terjadi. Hingga tahun 2024 tercatatada 11.083 sengketa, 506 konflik, dan 24.120 perkara tanah di seluruhIndonesia, namun hanya 46,88 persen yang berhasil diselesaikan. Bahkan,data Konsorsium Pembaruan Agraria menunjukkan, konflik agrariameningkat dari 207 kasus pada 2021 menjadi 295 kasus pada 2024.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengevaluasi penerbitansertipikat yang menggunakan surat keterangan waris tidak sah, sertamengidentifikasi konsekuensi hukum yang timbul dari penerbitansertipikat tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukumnormatif dengan pendekatan yuridis normatif, yakni penelitian yangberfokus pada analisis norma-norma hukum melalui pengkajian peraturanperundang-undangan, literatur, serta doktrin hukum yang berkaitandengan kewenangan dan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang HukumPerdata dalam sistem peradilan Indonesia. Dalam perspektif yuridis danadministrasi pertanahan, Surat Keterangan Waris memiliki kedudukansebagai dokumen pembuktian awal untuk membuktikan siapa ahli waisyang sebenarnya. Ketika sebuah sertipikat hak atas tanah diterbitkanberdasarkan SKW yang tidak sah, hal ini berpotensi menimbulkansengketa hukum dan mengakibatkan status sertipikat menjadi bermasalah.Kata Kunci: Penerbitan Sertipikat, Surat Keterangan, Waris&nbsp

    EVALUASI IMPLEMENTASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DAMPAK PENERAPAN MANAJEMEN STRATEGI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO DI NTB

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi implementasi Supply Chain Management (SCM) dan memahami secara mendalam bagaimana penerapan manajemen strategi berdampak pada perkembangan usaha mikro di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini melibatkan pemilihan informan secara purposive, yaitu pelaku usaha mikro yang telah beroperasi minimal dua tahun, menerapkan unsur rantai pasok dalam usahanya, serta memiliki pengalaman dalam menyusun atau menjalankan strategi bisnis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap aktivitas operasional, dan dokumentasi seperti catatan produksi, alur distribusi, pola pemasokan bahan baku, serta laporan perkembangan usaha. Dengan pendekatan ini, penelitian mampu memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana SCM dan manajemen strategi berkontribusi terhadap keberlangsungan, efisiensi, dan pertumbuhan usaha mikro di NTB.      

    EKSISTENSI KEWENANGAN PEMERINTAH DALAM PENEGAKAN HUKUM PERIZINAN BAGI PONDOK PESANTREN YANG MENYEBABKAN KERUGIAN TERHADAP SANTRI

    Get PDF
    ABSTRAKSIKegiatan Keagamaan dalam kehidupan berbangsa menyeimbangkan norma-normayang berlaku di negara, sehingga norma-norma itu juga dipelajari oleh para santridi suatu pondok pesantren , pondok pesantren dan santri penyeimbang normatersebut, dalam hal ini pula pada saat kegiatan pembelajaran keagamaan di dalampondok pesantren tidak kondusif atau kurang kondusif, dapat diartikan kondisibangunan yang kurang layak, izin pendirian pondok pesantren pun ikutdipertanyakan oleh khalayak Masyarakat, maka dari itu diperlukan peranpemerintah dalam hal ini kewenangan pemerintah dalam pemberian penegakkanhukum bagi pondok pesantren yang menyebabkan kerugian terhadap santri, dalampenelitian ini menggunakan penelitian normatif, dengan pendekatan teori hukumsebagai mempertajam analisis.Kata Kunci : Kewenangan, Pemerintah, Pondok Pesantren, Penegakkan Hukum&nbsp

    HUBUNGAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PROLONGED FASE LATEN

    No full text
    Abstrak Paritas merupakan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kemajuan persalinan, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas ibu bersalin dengan kejadian prolonged fase laten di RS Tk IV DKT Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025-Juni 2025 dengan teknik total sampling sebanyak 151 ibu bersalin tahun 2024. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar ibu berusia 20–30 tahun (70,86%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (42,38%). Distribusi paritas menunjukkan nulipara 53 responden (37,10%), primipara 49 responden (31,45%), dan multipara 49 responden (31,45%). Kejadian prolonged fase laten ditemukan pada 48 responden (31,78%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,931 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian prolonged fase laten. Kesimpulan: Paritas ibu bersalin tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian prolonged fase laten. Kondisi tersebut dapat terjadi pada semua kelompok paritas dan kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kekuatan kontraksi uterus, kondisi serviks, faktor janin, serta kondisi psikologis ibu.   Kata kunci : paritas, persalinan, prolonged fase laten, ibu bersalin.

    2,491

    full texts

    2,807

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kadiri Kediri is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇