9042 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Fmea Dan Fta Dalam Analisis Penyebab Produk Cacat Air Minum Pada Kemasan 240ml (Studi Kasus: PT. Swabina Gatra)
Penelitian ini berfokus dalam menganalisis masalah yang menjadi faktor esensial serta urutan risiko yang berhubungan Dengan kecacatan produk yang terjadi dalam produksi pembuatan air minum dalam kemasan 240 ml di PT Swabina Gatra. Teknik yang diterapkan adalah kombinasi antara Analisis Mode dan Efek Kegagalan (FMEA) serta Analisis Pohon Kesalahan (FTA) untuk menemukan dan mengidentifikasi sumber mendasar dari jenis kegagalan yang telah diamati. Data untuk penelitian ini diperoleh dengan cara pengamatan langsung pada lokasi produksi serta melalui pengamatan dibagian produksi serta wawancara dengan pimpinan produksi, departemen Kontrol Kualitas. Analisis berhasil mengindikasikan bahwa cacat dengan RPN tertinggi terjadi pada jenis cacat lid cup miring, dengan nilai 216. kegagalan ini diakibatkan dari masalah mesin penutup atau segel tidak presisi dan suhu pemanas yang kurang konsisten atau berubah ubah. (FTA) digunakan untuk mengetahui penyebab mendasar dalam cacatnya produk. Rekomendasi untuk perbaikan meliputi perawatan dan pengecekan rutin pada mesin penyegelan, penyaringan air, pengisian air, serta melakukan program pelatihan dan bimbingan operator mengenai pentingnya SOP, serta perawatan rutin terhadap standar peralatan produksi. Penelitian selama kerja praktek diharapkan bisa membantu perusahaan dalam memperkecil tingkat kecacatan produk serta mengembangkan kinerja dalam langkah-langkah pengendalian kualitas
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Botol 600 Ml Menggunakan Metode Fuzzy EOQ Di PT. Swabina Gatra
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku botol 600 ml di PT. Swabina Gatra menggunakan metode Fuzzy Economic Order Quantity (Fuzzy EOQ). Metode ini diterapkan untuk mengatasi ketidakpastian dalam permintaan dan biaya yang tidak dapat dijelaskan secara deterministik oleh model EOQ klasik. Data yang digunakan meliputi permintaan tahunan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan selama periode Mei 2024–April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ klasik menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp 12.868.501, sedangkan metode Fuzzy EOQ menghasilkan total biaya sebesar Rp 1.868.271 dengan kuantitas pesanan optimal 16.700 unit (167 ball). Dengan demikian, metode Fuzzy EOQ mampu menurunkan biaya persediaan sebesar 85,5% dibandingkan metode EOQ klasik. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan metode Fuzzy EOQ dapat meningkatkan efisiensi biaya dan keandalan sistem pengendalian persediaan di perusahaan manufaktur
Manajemen Agrowisata
Perkembangan sektor pariwisata yang pesat dalam beberapa
dekade terakhir telah menghadirkan berbagai bentuk inovasi, salah satunya adalah agrowisata yang menggabungkan aktivitas pertanian dengan pengalaman wisata yang edukatif dan rekreatif. Agrowisata tidak hanya menawarkan diversifikasi usaha bagi petani dan masyarakat pedesaan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan kembali masyarakat urban dengan sistem produksi pangan dan kehidupan pedesaan yang semakin terpinggirkan dalam era modernisasi.
Buku "Manajemen Agrowisata" ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan akan literatur komprehensif dalam bahasa Indonesia yang secara khusus membahas pengelolaan agrowisata secara profesional dan berkelanjutan. Sebagai dosen di Program Studi Agribisnis, saya melihat adanya kesenjangan antara potensi pengembangan agrowisata yang luar biasa di Indonesia dengan ketersediaan panduan praktis yang dapat
diakses oleh mahasiswa, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Indonesia dengan kekayaan sumber daya alamnya, keragaman
pertanian dan budaya, serta posisi strategisnya dalam pariwisata global, memiliki potensi besar untuk mengembangkan agrowisata sebagai salah satu pilar ekonomi pedesaan. Namun, pengembangan agrowisata yang berkelanjutan memerlukan pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai aspek manajemen, mulai dari perencanaan, pengembangan produk, pemasaran, pengelolaan operasional, keuangan, hingga aspek
legal dan keberlanjutan
Pengukuran Kinerja Operator Dump Truck Dengan Pendekatan AHP Dan Rating Scale Di PT. Gukusu
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja operator dump truck di PT. Gukusu dengan menggunakan kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Rating Scale. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas dari lima kriteria penilaian, yaitu kedisiplinan, produktivitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, dan perawatan alat. Sementara itu, metode Rating Scale dengan skala 1–9 digunakan untuk memberikan penilaian terhadap performa masing-masing operator berdasarkan persepsi supervisor. Hasil pembobotan AHP menunjukkan bahwa kriteria kedisiplinan memiliki bobot tertinggi sebesar 0,474, diikuti oleh produktivitas (0,256), keselamatan kerja (0,121), ketepatan waktu (0,085), dan perawatan alat (0,065). Nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,06, yang berarti lebih kecil dari 0,1, sehingga hasil pembobotan dinyatakan konsisten. Berdasarkan Rating Scale, operator A memperoleh skor tertinggi sebesar 8,839, diikuti operator B (6,877) dan operator C (5,117). Dengan demikian, operator A memiliki kinerja terbaik, sementara operator C memerlukan pembinaan. Kombinasi AHP dan Rating Scale terbukti memberikan penilaian kinerja yang objektif dan terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial
MANAJEMEN OPERASIONAL AGRIBISNIS
Perkembangan agribisnis dewasa ini telah mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan bisnis global. Manajemen operasi agribisnis sebagai salah satu disiplin ilmu penting dalam pengelolaan usaha pertanian menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks. Buku "Manajemen Operasional Agribisnis" ini hadir untuk memberikan perspektif komprehensif tentang pengelolaan operasi dalam konteks
agribisnis modern yang terus berkembang. Dalam menghadapi era disruptif, pengelolaan operasi agribisnis tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan konvensional semata. Integrasi teknologi informasi, prinsip keberlanjutan, dan kolaborasi
rantai nilai menjadi prasyarat untuk membangun sistem agribisnis yang tangguh dan berdaya saing. Buku ini mengupas secara mendalam berbagai aspek manajemen operasi agribisnis mulai dari perencanaan strategis hingga implementasi taktis dengan mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan bisnis. Materi dalam buku ini disusun secara sistematis untuk memudahkan pemahaman konsep dan aplikasi manajemen operasi dalam konteks agribisnis. Dimulai dari pengenalan konsep dasar manajemen operasi agribisnis, buku ini kemudian membahas aspek-aspek penting seperti perencanaan operasi, desain produk dan proses, manajemen rantai pasok, penjadwalan dan pengendalian produksi, serta
manajemen sumber daya manusia dan keuangan. Pembahasan
dilengkapi dengan contoh kasus dan ilustrasi yang relevan dengan kondisi agribisnis di Indonesia
Evaluasi Schedule Lintel Setuntuk Terowongan Bawah Tanah
Penjadwalan (scheduling) merupakan salah satu aspek paling krusial dalam manajemen proyek kontruksi. Penerapan metode kurva-s dalam monitoring dan pengendalian jadwal proyek merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi efektivitas dalam memantau kemajuan proyek. Kurva-s digunakan sebagai alat visual untuk memetakan progres aktual di bandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Data yang di peroleh melalui laporan harian dievaluasi dan diplot pada kurva-s untuk memberikan gambaran visual mengenai proyek. Dari kurva S perencanaan dan aktual mulai terjadi deviasi pada hari ke 2. Hal ini dikarenakan karena keterlambatan pengiriman material dan kondisi cuaca tidak yang tidak mendukung. Selisih deviasi antara rencana dan aktual terdapat terbesarterdapat pada hari ke 9 dengan selesih 2,59. Dari selisih tersebut, dilakukan penambahan operator pada proses fit up drilling dan welding di hari ke 10 untuk menyelesaikan proyek sesuai rencana awal. Melalui penerapan kurva-s, tim management proyek dapat dengan cepat mengidentifikasi dan mengatasi penyebab keterlambatan, termasuk penyesuaian alokasi sumber daya dan percepatan aktivitas kritis. Laporan ini menunjukan bahwa penggunaan kurva s sebagai alat kontrol dan monitoring dapat membantu dalam pengambilan keputusan yag lebih cepat dan efektif terutama dakam menjaga agar proyek tetap berada pada jalur yang di rencanakan
REKAYASA GENETIK TEBU UNTUK KETAHANAN PANGAN: Dari Laboratorium hingga Lahan Petani
Tebu, sebagai salah satu komoditas strategis dunia, tidak hanya berperan sebagai sumber gula tetapi juga bioenergi dan berbagai produk turunan industri. Indonesia, dengan luas areal perkebunan tebu yang mencapai ratusan ribu hektar, menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan gula nasional yang terus meningkat. Produktivitas tebu yang masih rendah, serangan hama penyakit, perubahan iklim, dan keterbatasan lahan subur menjadi faktor-faktor pembatas yang
memerlukan solusi inovatif melalui pendekatan rekayasa genetik. Buku ini mengintegrasikan pengetahuan fundamental biologi molekuler tebu dengan aplikasi praktis teknologi rekayasa genetik yang telah teruji di laboratorium maupun lahan percobaan. Pembahasan dimulai dari karakteristik genom tebu yang kompleks, teknik transformasi genetik, hingga evaluasi tanaman transgenik di lapangan. Setiap bab dirancang untuk membangun pemahaman bertahap, mulai dari konsep dasar genetika tanaman tebu, metodologi rekayasa genetik,
pengembangan varietas unggul tahan cekaman biotik dan abiotik, hingga aspek regulasi dan bioetika yang menyertainya
Classroom Dynamics And Speaking Mastery In Ai-Integrated Mobile-Assisted Language Learning: A Study In Indonesian Efl Context
This study aims to empirically examine the effect of the implementation of Artificial Intelligence (AI)-integrated Mobile-Assisted Language Learning (MALL) on classroom dynamics and students’ speaking proficiency in the Indonesian EFL context. The study is grounded in the persistent issues of low oral participation and high speaking anxiety in conventional classroom instruction. Addressing these challenges requires instructional approaches that promote interactive engagement while providing individualized learning support. An explanatory sequential mixed-method design was employed, involving 96 eleventh-grade students from the Explore Program at SMA NU 1 Gresik. Quantitative data were collected through pre- and post-speaking tests assessed using an analytic rubric covering fluency, accuracy, pronunciation, and vocabulary, while qualitative data were gathered through semi-structured interviews and classroom observations. The experimental group participated in AI-supported speaking activities for eight weeks, whereas the control group received conventional instruction with limited AI integration. The findings indicate that the experimental group demonstrated greater improvement in speaking scores compared to the control group, particularly in pronunciation and vocabulary development. Qualitative results reveal increased student engagement, more participatory classroom interaction patterns, a shift in the teacher’s role toward facilitation, and reduced speaking anxiety associated with individualized AI-generated feedback. These findings suggest that AI-supported learning environments may foster more responsive and interactive speaking instruction within classroom settings. Thus, the implementation of AI-integrated MALL contributed positively to classroom dynamics and students’ speaking proficiency within the eight-week intervention period, without extending claims beyond the duration of the study
Classroom Dynamics and Speaking Mastery in AIIntegrated MALL: A Study in Indonesian EFL Context
This study investigates the relationship between classroom dynamics and students’ speaking mastery within the implementation of AI-integrated Mobile-Assisted Language Learning (MALL) in an Indonesian EFL context. Employing an explanatory sequential mixed-methods design, the study involved 96 eleventh-grade students enrolled in the Explore Class Program at SMA NU 1 Gresik. Quantitative data were collected through pre-test and post-test speaking performance tasks assessed using an analytic rubric targeting fluency, accuracy, pronunciation, and vocabulary. The experimental group received embedded AI-mediated speaking activities over an eight-week period, while the control group followed conventional instruction with limited AI use. Qualitative data were obtained through semi-structured interviews with teachers and students, complemented by classroom observations. Quantitative findings showed numerical improvements in speaking scores, particularly in pronunciation and vocabulary, with greater score shifts observed in the experimental group compared to the control group. Qualitative findings revealed shifts in interaction patterns, increased learner engagement, and a transition in teacher roles from direct controllers of talk toward facilitators of interaction and rehearsal. Students also reported reduced anxiety and increased willingness to participate, supported by private AI-based feedback. Taken together, the study highlights how AI-integrated MALL reshapes classroom interactional processes and aligns with improvements in speaking performance
Analisis Waste pada Proses Distribusi Menggunakan Metode Lean Distribution Guna Mengurangi Keterlambatan Distribusi Hose Industri (Studi Kasus: CV Victory)
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada proses distribusi hose industri di CV Victory yang sering mengalami keterlambatan dari target waktu pengiriman. Pendekatan Lean Distribution diterapkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner kepada 15 responden, serta pemetaan proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time distribusi mencapai 144 jam, didominasi oleh aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA) berupa waktu menunggu dan transportasi. Berdasarkan pembobotan kuisioner, tiga waste paling kritis adalah Waiting, Motion, dan Transportation. Analisis Diagram Fishbone mengungkap akar penyebab berupa ketidakefisienan alur kerja, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan informasi. Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W1H, meliputi digitalisasi dokumen, perbaikan layout gudang, optimasi rute distribusi, serta penjadwalan ulang proses loading. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan lead time dan meningkatkan efektivitas distribusi perusahaan