Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2710 research outputs found

    Comparative Study of Islamic Learning Practices in Early Childhood Institutions in Indonesia and Malaysia

    Get PDF
    Islamic Religious Education (IRE) at the early childhood level plays a crucial role in shaping children’s religious character from an early age. Although both Indonesia and Malaysia strongly emphasize Islamic education in preschool institutions, differences in curriculum policies and socio-cultural contexts are likely to produce distinct learning cultures. However, comparative studies specifically examining IRE learning culture at the early childhood level in both countries remain limited. Therefore, this study aims to comparatively analyze the learning culture of Islamic Religious Education at TK Aisyiyah Muhammadiyah in Indonesia and Tadika Alfikh Orchard in Malaysia. This research employed a descriptive qualitative comparative approach using observation, interviews, and document analysis, with data analyzed through the Miles, Huberman, and Saldana model. The findings indicate that Tadika Alfikh Orchard implements a modern and structured learning culture characterized by discipline, adab-oriented practices, and the integration of digital technology. In contrast, TK Aisyiyah Muhammadiyah demonstrates a more humanistic and flexible learning culture through religious habituation, teacher role modeling, and play-based learning. The study concludes that the differences in learning culture are shaped by national education policies and socio-cultural values. Malaysia emphasizes structure and standardization, while Indonesia prioritizes character formation through emotional closeness and religious habituation.Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam membentuk karakter religius anak sejak dini. Meskipun Indonesia dan Malaysia sama-sama mengembangkan pendidikan Islam pada tingkat prasekolah, perbedaan kebijakan kurikulum dan konteks sosial-budaya diduga membentuk kultur belajar yang berbeda. Namun, kajian komparatif yang secara khusus membahas kultur belajar PAI pada tingkat PAUD di kedua negara masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif kultur belajar PAI pada TK Aisyiyah Muhammadiyah di Indonesia dan Tadika Alfikh Orchard di Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tadika Alfikh Orchard menerapkan kultur belajar yang modern dan terstruktur dengan penekanan pada disiplin, adab, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Sebaliknya, TK Aisyiyah Muhammadiyah menampilkan kultur belajar yang lebih humanis dan fleksibel melalui pembiasaan religius, keteladanan guru, dan pendekatan bermain sambil belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan kultur belajar di kedua lembaga dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan dan nilai budaya masing-masing negara. Malaysia lebih menonjol dalam struktur dan standarisasi pembelajaran, sedangkan Indonesia lebih kuat dalam pembentukan karakter melalui interaksi emosional dan pembiasaan nilai religius

    Analisis Integrasi Rekonstruksi Desain Kurikulum Kolaboratif Pesantren dan Al-Azhar di PP. Daarul Ukhuwwah Putri 2 Malang

    No full text
    Penelitian implementasi kurikulum Al-Azhar di lembaga pendidikan Islam Indonesia umumnya berfokus pada aspek bahasa Arab dan administratif, sementara integrasi sistemik dengan tradisi pesantren masih terbatas. Penelitian ini menganalisis desain, implementasi, dan implikasi integrasi kurikulum kolaboratif pesantren dan Al-Azhar di PP Daarul Ukhuwwah Putri 2 Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa integrasi kurikulum dirancang secara sistemik dengan menyelaraskan kurikulum nasional, sistem pesantren, dan kurikulum Al-Azhar dalam satu orientasi mutu lulusan. Implementasi dilakukan melalui tahfiz Al-Qur’an, pendalaman turāṡ, penguatan bahasa Arab akademik, serta pembiasaan nilai adab dalam kehidupan pesantren. Kurikulum kolaboratif ini meningkatkan kompetensi akademik dan keagamaan santriwati, memperkuat jejaring kerja sama pendidikan, serta meningkatkan kesiapan lulusan melanjutkan studi di Al-Azhar University. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kurikulum pendidikan Islam integratif berbasis mutu lulusan dalam konteks pesantren perempuan.Berbagai kajian tentang implementasi kurikulum Al-Azhar di lembaga pendidikan Islam Indonesia umumnya menitikberatkan pada aspek bahasa Arab atau administratif kelembagaan, namun belum banyak mengkaji bagaimana kurikulum Al-Azhar yang berbasis Al-Qur’an dan keilmuan Islam dapat diintegrasikan secara sistemik dengan tradisi pesantren Indonesia hingga menghasilkan lulusan tahfiz dan penguasaan kitab turāṡ yang memenuhi standar seleksi Al-Azhar University. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya model kurikulum kolaboratif yang tidak sekadar bersifat adopsi, tetapi integratif dan kontekstual sesuai karakter pesantren.   Penelitian ini bertujuan menganalisis desain, implementasi, evaluasi, dan implikasi integrasi kurikulum kolaboratif pesantren dan Al-Azhar di PP. Daarul Ukhuwwah Putri 2 Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, pengelola kurikulum, guru, dan santriwati, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis temuan dikaitkan dengan teori kurikulum Ralph W. Tyler, pendekatan integrasi kurikulum Robin Fogarty, konsep ta’dīb Al-Attas, serta manajemen mutu pendidikan berbasis 5M.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain integrasi kurikulum disusun secara sistemik dengan menyelaraskan kurikulum nasional, sistem pesantren, KMI Gontor, dan kurikulum Al-Azhar dalam satu orientasi mutu lulusan. Implementasi kurikulum kolaboratif diwujudkan melalui integrasi pembelajaran tahfiz Al-Qur’an, pendalaman keilmuan Islam (turāṡ), penguatan bahasa Arab akademik, serta pembiasaan nilai adab dalam kehidupan pesantren. Evaluasi dan pengawasan kurikulum dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan, mencakup evaluasi akademik, keagamaan, dan karakter, serta didukung evaluasi berkala oleh asātidz Al-Azhar sebagai penjaminan mutu eksternal. Implikasi penerapan kurikulum kolaboratif terlihat pada peningkatan kompetensi akademik dan keagamaan santriwati, penguatan jejaring kerja sama lintas pesantren dan internasional, serta kesiapan lulusan pesantren putri untuk memenuhi standar dan diterima melanjutkan studi di Al-Azhar University. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kurikulum pendidikan Islam integratif berbasis mutu lulusan dan pengelolaan kurikulum kolaboratif dalam konteks pesantren perempuan. &nbsp

    INSTILLING RELIGIOUS MODERATION: A STUDY OF PAI AND ETHICS LEARNING AT SD ANGKASA 3 SULTAN HASANUDDIN AIR BASE

    No full text
    As a pluralistic nation, Indonesia continues to face the challenge of fostering harmony amid religious and cultural diversity. Schools play a vital role in cultivating inclusive values. This study examines how religious moderation values are internalized in Islamic Religious Education and Character (PAI dan Budi Pekerti) at SD Angkasa 3 Lanud Sultan Hasanuddin, a primary school with a diverse student population. Although national policies promote religious moderation, empirical studies at the elementary level remain scarce. The research aims to analyze how religious moderation values are integrated into learning, identify factors that support or hinder the process, and assess their influence on students\u27 social behavior. Using a qualitative descriptive method, data were gathered through interviews, observations, and documentation involving teachers, the principal, and students. Results show that values such as tolerance (tasamuh), justice (i\u27tidal), and balance (tawazun) are instilled through both curriculum content and daily routines. Teachers apply contextual strategies and act as role models in inclusive classrooms. Nonetheless, challenges appear among younger students who struggle with abstract concepts. The study concludes that structured learning and real-life school culture successfully promote moderation. This research offers valuable insights for educators and policymakers to strengthen tolerance education from an early age.Indonesia sebagai negara yang majemuk senantiasa menghadapi tantangan dalam membangun harmoni di tengah keberagaman agama dan budaya. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai inklusif sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Angkasa 3 Lanud Sultan Hasanuddin, sebuah sekolah dasar yang dihuni oleh siswa dari berbagai latar belakang agama. Meskipun kebijakan nasional mendorong moderasi beragama, bukti empiris pada tingkat sekolah dasar masih minim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa dari beberapa jenjang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti toleransi (tasamuh), keadilan (i’tidal), dan keseimbangan (tawazun) diintegrasikan melalui materi ajar dan praktik keseharian. Guru mempraktikkan strategi pembelajaran kontekstual dan menjadi teladan dalam menciptakan ruang kelas yang inklusif. Kendati demikian, ditemukan tantangan di kelas rendah, di mana peserta didik masih kesulitan memahami konsep abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran yang terstruktur dan dikombinasikan dengan budaya sekolah yang nyata efektif membentuk sikap moderat. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam memperkuat pendidikan toleransi sejak pendidikan dasar

    Internalisasi Nilai Musāwah (Kesetaraan) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas VII di SMP Giki 1 Surabaya

    Get PDF
    This study aims to comprehensively examine the internalization of the value of Musāwah (equality) in Islamic Religious Education (PAI) for seventh graders at SMP Giki 1 Surabaya, emphasizing the process of internalization of the value of musāwah. A descriptive qualitative approach was used to collect data through in-depth interviews with the principal, vice principal for curriculum, PAI teachers, and Muslim and non-Muslim students, supplemented by direct observation of the dynamics of the school environment. The results show that the internalization of the value of musāwah occurs through three main stages: value transformation through material delivery, value transactions through dialogue and group discussions, and transinternalization through teacher role models and habituation in inclusive school policies. The school consistently applies the principle of non-discrimination, provides equal participation space, and assesses not only academic achievement but also students\u27 social attitudes. These findings indicate that the value of equality does not stop at the conceptual level, but grows into a dynamic school culture, reflected in mutual respect, interfaith cooperation, and minimal conflict based on differences. Thus, the internalization of the value of Musawah in Islamic Religious Education (PAI) learning has proven effective in shaping students\u27 character to be tolerant, inclusive, and able to live harmoniously in diversity.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara menyeluruh internalisasi nilai Musāwah (kesetaraan) dalam Pembelajaran Agama Islam (PAI) kelas VII di SMP Giki 1 Surabaya, dengan menekankan proses internalisasi nilai musawah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru PAI, dan siswa Muslim maupun non-Muslim, dilengkapi dengan observasi langsung terhadap dinamika lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Musāwah terjadi melalui tiga tahapan utama: transformasi nilai melalui penyampaian materi, transaksi nilai melalui dialog dan diskusi kelompok, dan transinternalisasi melalui teladan guru dan pembiasaan dalam kebijakan sekolah inklusif. Sekolah secara konsisten menerapkan prinsip non-diskriminasi, menyediakan ruang partisipasi yang setara, dan menilai tidak hanya prestasi akademik tetapi juga sikap sosial siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai kesetaraan tidak berhenti pada tingkat konseptual, melainkan tumbuh menjadi budaya sekolah yang dinamis, tercermin dalam rasa saling menghormati, kerja sama antaragama, dan minimnya konflik yang didasarkan pada perbedaan. Dengan demikian, internalisasi nilai Musāwah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) telah terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa agar toleran, inklusif, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Kata Kunci: Internalisasi, Niali Musawah, Pembelajaran, Pendiidkan Agama Islam &nbsp

    Dampak Perkawinan Dibawah Tangan Terhadap Akses Pemenuhan Hak Anak

    Get PDF
    Unregistered marriages remain prevalent in several rural areas in Indonesia, despite the implementation of mandatory marriage registration regulations. Previous studies have generally focused on the legal validity aspects of such marriages, while empirical research examining their impact on children’s access to rights at the local level remains limited. This study aims to fill this gap by analyzing the driving factors and impacts of unofficial marriages on the fulfillment of children’s rights in Wonosari Village, Mesuji Timur District, Mesuji Regency. This research is a field study employing a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis involving couples in unofficial marriages, parents, community leaders, and local government officials. The findings reveal that economic vulnerability, premarital sexual activity, and environmental and family pressure are the primary factors driving the occurrence of unofficial marriages. Children born from such unions face significant obstacles in obtaining legal identity documents, accessing formal education, and securing adequate legal protection. This situation places both children and women in a socially and juridically vulnerable position. While these unofficial marriages are considered religiously valid, they lack legal force. This study provides an empirical contribution by presenting local evidence regarding the linkage between unofficial marriages and the fulfillment of children’s rights. Consequently, it underscores the importance of policy interventions, including simplifying marriage registration procedures, improving access to civil registration services, and strengthening collaboration among the government, religious institutions, and community stakeholders in protecting children’s rights.Perkawinan dibawah tangan masih banyak terjadi di sejumlah wilayah pedesaan di Indonesia meskipun telah diberlakukan regulasi wajib pencatatan perkawinan. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya menitikberatkan pada aspek keabsahan hukum perkawinan dibawah tangan, sementara kajian empiris yang mengulas dampaknya terhadap akses pemenuhan hak anak pada tingkat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis faktor pendorong dan dampak  perkawinan dibawah tangan terhadap pemenuhan hak anak di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen yang melibatkan pasangan perkawinan dibawah tangan, orang tua, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan ekonomi, pergaulan bebas, serta tekanan lingkungan dan keluarga menjadi faktor utama pendorong terjadinya perkawinan dibawah tangan. Anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut menghadapi hambatan signifikan dalam memperoleh dokumen identitas hukum, mengakses pendidikan formal, dan mendapatkan perlindungan hukum yang memadai. Kondisi ini menempatkan anak dan perempuan dalam posisi rentan secara sosial dan yuridis. Praktik perkawinan dibawah tangan ini secara agama sah, namun tidak memiliki kekuatan hukum. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menghadirkan bukti lokal mengenai keterkaitan antara perkawinan dibawah tangan dan pemenuhan hak anak. Dengan demikian pentingnya intervensi kebijakan berupa penyederhanaan prosedur pencatatan perkawinan, peningkatan akses layanan administrasi kependudukan, penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan pemangku kepentingan masyarakat dalam melindungi hak-hak anak

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI MTS MIFTAHUL ‘ULUM CIJAMBE PURWAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan manajemen pembiayaan pendidikan di Mts Miftahul Ulum Cijambe, Purwakarta, guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembiayaan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis untuk menggambarkan realitas empiris di lapangan. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembiayaan di MTs Miftahul Ulum dilaksanakan melalui rapat tahunan yang melibatkan kepala sekolah, bendahara, staf tata usaha, dan guru. Kendati demikian, terdapat kendala dalam menyelaraskan antara rencana anggaran dengan realisasi keuangan. Oleh karena itu, pihak sekolah mengantisipasinya dengan menyiapkan dana darurat sebagai langkah preventif. Pada tahap pelaksanaan, pembiayaan dikelola secara transparan melalui sistem pembukuan yang tertib, meliputi buku kas umum, daftar gaji, buku tabungan sekolah, dan pencatatan iuran SPP. Sumber pembiayaan utama berasal dari SPP siswa dan Dana BOS. Evaluasi pembiayaan dilakukan secara internal oleh kepala sekolah, bendahara, dan tim tata usaha, serta secara eksternal oleh komite sekolah dan pengawas Kemenag setiap semester. Penelitian ini menyimpulkan ternyata pengelolaan pembiayaan pendidikan di MTs Miftahul Ulum dilaksanakan secara terencana, transparan, dan akuntabel melalui perencanaan tahunan, pelaksanaan dengan sistem pembukuan yang tertib, serta evaluasi berkala, meskipun masih terbatas pada kendala penyesuaian anggaran dan realisasi keuangan yang diantisipasi dengan penyediaan dana darurat

    Krisis Ekologi dan Resistensi Budaya: Integrasi Ekospiritualitas Islam dan Indigenous Knowledge dalam Pola Asuh Anak Suku Kajang

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis integrasi ekospiritualitas Islam dan indigenous knowledge dalam pola asuh anak masyarakat adat Kajang di Sulawesi Selatan serta implikasinya terhadap pembentukan karakter ekologis anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi etnografi melalui keterlibatan lapangan (live-in) selama dua pekan dengan dua belas keluarga Muslim Kajang Luar yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid, amanah, dan etika ekologis adat diinternalisasikan melalui pembiasaan keseharian, keteladanan orang tua, ritual adat, serta keterlibatan langsung anak dalam aktivitas lingkungan. Integrasi nilai Islam dan indigenous knowledge membentuk karakter ekologis anak yang ditandai oleh sikap hidup sederhana (kamase-mase), kepedulian terhadap alam, kontrol diri ekologis, dan tanggung jawab komunal. Penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh anak merupakan mekanisme utama transmisi nilai ekospiritual yang menopang keberlanjutan etika ekologis masyarakat Kajang. Disimpulkan bahwa pola asuh ekospiritual menjadi bentuk respons budaya yang efektif terhadap krisis ekologi dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam kontekstual.Penelitian ini menganalisis integrasi ekospiritualitas Islam dan indigenous knowledge dalam pola asuh anak masyarakat adat Kajang di Sulawesi Selatan serta implikasinya terhadap pembentukan karakter ekologis anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi etnografi melalui keterlibatan lapangan (live-in) selama dua pekan dengan dua belas keluarga Muslim Kajang Luar yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid, amanah, dan etika ekologis adat diinternalisasikan melalui pembiasaan keseharian, keteladanan orang tua, ritual adat, serta keterlibatan langsung anak dalam aktivitas lingkungan. Integrasi nilai Islam dan indigenous knowledge membentuk karakter ekologis anak yang ditandai oleh sikap hidup sederhana (kamase-mase), kepedulian terhadap alam, kontrol diri ekologis, dan tanggung jawab komunal. Penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh anak merupakan mekanisme utama transmisi nilai ekospiritual yang menopang keberlanjutan etika ekologis masyarakat Kajang. Disimpulkan bahwa pola asuh ekospiritual menjadi bentuk respons budaya yang efektif terhadap krisis ekologi dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam kontekstual

    MODEL PENGELOLAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS NILAI ISLAM DI SMP IT AL-MUBAROK KABUPATEN TASIKMALAYA

    Get PDF
    This study is motivated by the urgency of implementing multicultural education in pluralistic societies, particularly within the context of Islamic education. It aims to answer the research question: how is a model of multicultural education management based on Islamic values implemented at SMP IT Al-Mubarok, Tasikmalaya Regency? This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that multicultural education management at SMP IT Al-Mubarok is carried out through three main aspects: (1) planning based on the integration of Islamic and local cultural values; (2) teaching practices that foster tolerance and inclusivity; and (3) continuous evaluation of students\u27 social behavior. This model has a positive impact on strengthening students\u27 character and creating a harmonious school environment amid diversity. The study is relevant as a reference for developing Islamic education management strategies that are responsive to the challenges of multiculturalism in the global era.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penerapan pendidikan multikultural di tengah masyarakat yang plural, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana model pengelolaan pendidikan multikultural berbasis nilai-nilai Islam diterapkan di SMP IT Al-Mubarok Kabupaten Tasikmalaya? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan multikultural di SMP IT Al-Mubarok dilaksanakan melalui tiga aspek utama: (1) perencanaan berbasis integrasi nilai-nilai Islam dan budaya lokal; (2) pelaksanaan pembelajaran yang mendorong sikap toleransi dan inklusivitas; dan (3) evaluasi berkelanjutan terhadap sikap peserta didik dalam kehidupan sosial. Model ini berdampak positif terhadap penguatan karakter peserta didik dan terciptanya iklim sekolah yang harmonis di tengah keberagaman. Penelitian ini relevan sebagai rujukan dalam pengembangan strategi manajemen pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan multikulturalisme di era global

    PENERAPAN TEKNIK CINEMA THERAPY DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK

    Get PDF
    This study focuses on testing the effect of the application of cinema therapy techniques in group guidance services in increasing the learning motivation of students at SMP Negeri 26 Makassar. The objectives of the study include: (1) an overview of the level of student learning motivation, (2) an overview of the implementation of cinema therapy techniques in group guidance services, (3) the effect of the application of cinema therapy techniques in increasing learning motivation. This research approach is quantitative with a quasi-experimental design through a pretest-posttest control group design. The instrument used is a learning motivation scale. The study population was 50 students identified as having low learning motivation. The study sample was 20 grade VIII students who were divided into two groups, namely the experimental group and the control group, each consisting of 10 students. The sampling technique used proportional random sampling. Data collection techniques used were observation and a learning motivation scale. Data were analyzed using descriptive statistics, inferential statistics, and t-tests. The results of the study showed that before the intervention, students\u27 learning motivation was in the low to moderate category. After the intervention, the learning motivation of the experimental group increased to the high category, while the control group remained in the low category. The cinema therapy technique was implemented systematically over six sessions over a five-week period, through the stages of disassociation, identification, internalization, and transference. The t-test results showed a sig. (2-tailed) value of 0.002 < 0.05, so it can be concluded that the cinema therapy technique is effective in increasing students\u27 learning motivation.Penelitian ini berfokus menguji pengaruh penerapan teknik cinema therapy dalam layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik SMP Negeri 26 Makassar. Tujuan penelitian meliputi: (1) gambaran tingkat motivasi belajar peserta didik, (2) gambaran pelaksanaan teknik cinema therapy dalam layanan bimbingan kelompok, (3) pengaruh penerapan teknik cinema therapy dalam meningkatkan motivasi belajar. Pendekatan penelitian ini kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design melalui desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian berjumlah 50 peserta didik yang teridentifikasi memiliki motivasi belajar rendah. Sampel penelitian sebanyak 20 peserta didik kelas VIII yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 10 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan skala motivasi belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, statistik inferensial, dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, motivasi belajar peserta didik berada pada kategori rendah hingga sedang. Setelah intervensi, motivasi belajar kelompok eksperimen meningkat ke kategori tinggi, sedangkan kelompok kontrol tetap berada pada kategori rendah. Pelaksanaan teknik cinema therapy dilakukan secara sistematis melalui tahapan disassociation, identification, internalization, dan transference. Hasil uji t-test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik cinema therapy efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik

    PENGARUH PENERAPAN METODE UMMI FOUNDATION TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN 3

    Get PDF
    Penelitian  ini  dilatar  belakangi  oleh  fenomena  siswa siswi Pondok Pesantren Al-muhajirin 3 yang kurang fasih membaca Qur\u27an. Dengan data rinci tentang kondisi siswa yang disebutkan di atas, upaya dan tindakan yang nyata dalam bentuk pelatihan sebagai bentuk pengabdian. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam pembelajaran Tahfizh, adalah dengan melakukan pelatihan dengan metode Ummi untuk memperkuat kemampuan siswa-siswi membaca Al-qur’an.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Ummi Foundation terhadap santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey research untuk mengkaji pengaruh penerapan metode Ummi Foundation terhadap santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen survei yang disusun untuk mengukur persepsi, penerapan, dan faktor-faktor yang memengaruhi metode tersebut. Analisis data meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, analisis regresi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel, serta uji parsial untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor terhadap hasil belajar santri. Hasil analisis menunjukkan penerapan metode Ummi Foundation berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, dengan koefisien regresi 0,540 dan persamaan Y = 23,137 + 0,540X, serta nilai t-hitung (6,197) > t-tabel (1,99125) dan Sig. 0,001 < 0,05. Sehingga berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan metode ummi foundation terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Al-Muhajirin.Penelitian  ini  dilatar  belakangi  oleh  fenomena  siswa siswi Pondok Pesantren Al-muhajirin 3 yang kurang fasih membaca Qur\u27an. Dengan data rinci tentang kondisi siswa yang disebutkan di atas, upaya dan tindakan yang nyata dalam bentuk pelatihan sebagai bentuk pengabdian. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam pembelajaran Tahfizh, adalah dengan melakukan pelatihan dengan metode Ummi untuk memperkuat kemampuan siswa-siswi membaca Al-qur’an.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Ummi Foundation terhadap santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey research untuk mengkaji pengaruh penerapan metode Ummi Foundation terhadap santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen survei yang disusun untuk mengukur persepsi, penerapan, dan faktor-faktor yang memengaruhi metode tersebut. Analisis data meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, analisis regresi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel, serta uji parsial untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor terhadap hasil belajar santri. Hasil analisis menunjukkan penerapan metode Ummi Foundation berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, dengan koefisien regresi 0,540 dan persamaan Y = 23,137 + 0,540X, serta nilai t-hitung (6,197) > t-tabel (1,99125) dan Sig. 0,001 < 0,05. Sehingga berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan metode ummi foundation terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Al-Muhajirin. &nbsp

    2,326

    full texts

    2,710

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇