Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa
upaya untuk mengintegrasikan dikotomi ilmu di Indone
sia dilakukan dengan perubahan status STAIN dan IAIN
menjadi UIN. Perubahan ini kemudian memaksa adanya
nuansa dan pemikiran baru di kalangan civitas akademika
UIN. Pandangan-pandangan tentang fenomena alam dan
pemikiran tentangnya yang selama ini tidak banyak dikenal
dalam tradisi ilmu-ilmu keagamaan mulai sering disam
paikan oleh dosen-dosen eksakta baik dalam diskusi maupun
perkuliahan. UIN sebenarnya telah melakukan langkah
langkah penyelesaian dengan “program integrasi ilmu
pengetahuan”. Namun, ternyata bukan tanpa masalah.
Menurut Mulyadhi Kartanegara, secara metodologis dan
keilmuan, mereka berbeda dengan pola dan sistem berpikir
dalam ilmu-ilmu keagamaan yang telah dikembangkan di
UIN. Hal ini dapat menimbulkan gap dan pertentangan
antara dosen agama dan umum. Paling tidak, dapat menye
babkan kebingungan di antara mahasiswa. Masalahnya,
jika seorang dosen menyatakan bahwa sumber ilmu adalah indera dan metodenya adalah observasi, sementara yang
lain menyatakan sumber ilmu adalah intuisi dan metode
nya adalah pembersihan hati (kasyf). Seorang dosen menye
butkan bahwa disiplin ilmunya murni bersifat empirik
tanpa berkaitan dengan dogma agama, sementara dosen
yang lain menyatakan bahwa tidak ada satupun disiplin
ilmu yang lepas dari pantauan teks suci.
Untuk mencari solusi dikotomi ilmu ini, peneliti merasa
perlu untuk melakukan penelitian di lapangan khususnya
di UIN SUSKA Riau. Kampus ini diharapkan menjadi solusi
pemecah kebuntuan dalam dikotomi ilmu tersebut. Di sam
ping itu, peneliti juga merasa perlu untuk melakukan studi
perbandingan dengan negara Islam lain yang barangkali
juga mengalami problema yang sama. Salah satu negara yang
penting untuk dijadikan perbandingan adalah Arab Saudi.
Rumusan permasalahan penelitian ini adalah bagai
mana karakteristik Universitas Ummul Qura Makkah dan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, bagai
mana tradisi ilmu Universitas Ummul Qura Makkah dan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, bagai
mana struktur keilmuan Universitas Ummul Qura Makkah
dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,
dan bagaimana model integrasi ilmu Universitas Ummul
Qura Makkah dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau. Mengingat objek penulisan dalam penelitian
ini adalah kurikulum dan proses pembelajaran, maka jenis
penelitian ini dapat penulis bagi kepada dua, yaitu jenis
penelitian content untuk data dari kurikulum dan jenis
penelitian field research. Jenis penelitian ini adalah content analisys. Maksudnya
penulis mencoba mengelaborasikan pemikiran mengenai
integrasi ilmu dalam kurikulum. Desain analisis isi secara
rinci terdiri dari langkah-langkah; pengadaan data, peng
urangan data, inferensi dan analisis data. Di samping itu,
penelitian ini juga menggunakan prosedur penelitian field
research, atau survey research, peneliti terjun langsung meng
gali data di lapangan dengan cara mengadakan survey, angket,
wawancara dan melakukan deskripsi di lapangan untuk ber
usaha menggambarkan sebuah kenyataan atau fenomena,
sehingga di sana bisa diketahui proses integrasi ilmu dalam
proses pembelajaran di Arab Saudi dan di Indonesia.
Penelitian ini dapat disimpulkan pada empat hal.
Pertama, karakteristik universitas. Universitas Ummul Qura
tidak menyebutkan integrasi dalam visi. Namun dalam misi
terlihat ada integrasi ilmu karena kampus ini memiliki misi
untuk menjadikan kampus ini sebagai rujukan akademik
yang diakui dunia untuk ilmu-ilmu syari‘at dan bahasa Arab.
Di dalam tujuan, kampus ini memperlihatkan integrasi
ilmu dengan Islam karena tujuan kampus ini adalah memper
siapkan generasi yang professional di bawah naungan prinsip
dasar Islam dan mempersiapkan kader ulama dan tenaga
spesialis. Sejarah kampus ini juga menggambarkan inte
grasi ilmu karena berawal dari fakultas syariah lalu mem
buka fakultas-fakultas lain seperti sains, dan kedokteran.
UIN SUSKA Riau menyebutkan secara ekplisit dalam
visi universitas tentang integrasi ilmu, yaitu pengem
bangan ajaran Islam yang terintegrasi dengan sains. Dalam
misi universitas, dinyatakan secara jelas tentang integrasi ilmu. Tujuan universitas juga menyebutkan tentang intgerasi
ilmu, Sejarah UIN SUSKA berawal dari fakultas syariah,
tarbiyah, dan ushuluddin, kemudian fakultas-fakultas lain
seperti sains, ekonomi, psikologi dan peternakan.
Kedua, tradisi ilmu universitas. Universitas Ummul
Qura memiliki masjid dan islamic centre untuk pembinaan
keagamaan di samping laboratorium untuk pengembangan
ilmu dan penelitian. Menjadikan akhlak Islami sebagai
kewajiban dosen. UIN SUSKA memiliki masjid dan islamic
centre untuk pembinaan keagamaan di samping labora
torium untuk pengembangan ilmu dan penelitian. UIN
SUSKA tidak menyebutkan integrasi ilmu dengan Islam
dalam kewajiban dosen.
Ketiga, struktur ilmu universitas. Universitas Ummul
Qura memiliki 3 fakultas “keagamaan” dan 18 fakultas
“umum”. memiliki 15 program studi yang ada sebutan
“Islam” sebagai nama program studi dari 78 program studi.
Universitas Ummul Qura meawajibkan mahasiswa program
studi “umum” mempelajari selama 4 semester mata kuliah
“keislaman,” yaitu Ats-Tsaqafah Al-Islamiyah, Al-Quran, dan
Sirah Nabawiyah.
UIN SUSKA Riau memiliki 4 fakultas “keagamaan”
dan 4 Fakultas “umum”. Kampus ini juga memiliki 17
program studi yang ada sebutan “Islam” sebagai nama pro
gram studi dari 40 program studi. UIN SUSKA mewajib
kan mahasiswa program studi “umum” mempelajari mata
kuliah “keislaman”, Pengantar Studi Agama Islam/Metodo
logi Studi Islam, Studi al-Qur’an, Studi Hadis, Aqidah, Akhlak
Tasawuf, Fiqih Ibadah, Fiqih Muamalah, Fiqih, Sejarah Peradaban Islam, Studi Islam Asia Tenggara, Islam dan
Tamaddun Melayu.
Keempat, model integrasi universitas. Dapat dinyata
kan mempunyai beberapa model intgerasi ilmu, yaitu model
integrasi klasifikasi ilmu Nanat M.Natsir atau Model Struk
tur Pengetahuan Islam Osman Bakar, Model Paradigma
Qurani, Model integrasi keilmuan IFIAS, Model Naquib al
Attas, dan Model pendekatan ulul albab Imam Munandar.
UIN SUSKA Riau dapat dinyatakan mempunyai
beberapa model intgerasi ilmu, yaitu model integrasi klasi
fikasi ilmu Nanat M.Natsir atau Model Struktur Penge
tahuan Islam Osman Bakar, Model kelompok Aligargh,
model yang purifikasi, Model Paradigma Qurani, dan Model
integrasi keilmuan IFIAS