Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai perbedaan daya tahan
kandungan kadar karbohidrat pada nasi putih yang berasal dari Garut dan Cianjur. Penelitian ini
dilakukan pada bulan Juli 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen dengan metode luff schoorl uji karbohidrat yang resmi ditetapkan oleh BSN. Penelitian ini
terdiri dari 5 perlakuan dan 4 pengulangan yaitu setiap perlakuan akan diambil masing-masing 500
gram/sampel nasi dari nasi Garut dan Cianjur untuk diteliti. Perlakuan yang dilakukan berupa
perbedaan variasi waktu yaitu jam 0; 6; 12; 18; 24;. Parameter yang diukur yaitu kemampuan nasi
dalam menyimpan kadar karbohidrat setelah dimasak dan disimpan dalam magic jar yang dianalisis
dengan menggunakan aplikasi SPSS 24. Uji karbohidrat pada nasi putih dari Garut dan Cianjur
dilakukan di Laboratorium Balai Kesehatan Profinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menujukkan bahwa
tidak terdapat perbedaan yang terlalu signifikan mengenai kadar karbohidrat pada nasi Garut dan
Cianjur meskipun nasi dari Cianjur masih lebih unggul dari nasi Garut. Yaitu hanya 40.33% untuk
total rata rata pada nasi Garut dan 42.61% untuk nasi Cianjur, tetapi meskipun perbedaan kedua nasi
tidak terlalu jauh nasi dari Cianjur masih lebih unggul dari nasi Garut dalam menyimpan kandungan
karbohidrat.
Kata kunci: Nasi Putih, Magic Jar, Karbohidra