Matematika sering dianggap sebagai disiplin ilmu yang abstrak dan sulit dipahami, terutama oleh siswa di tingkat pendidikan dasar. Representasi visual merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk membantu siswa memahami konsep-konsep matematika secara konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana elemen-elemen dalam seni bordir dapat merepresentasikan konsep-konsep matematika secara visual, serta mengeksplorasi potensinya dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bordir tidak hanya ekspresi kreatif, tetapi juga ekspresi sejati dari konsep matematika. Artikel ini membahas hubungan antara prinsip sulaman dan matematika seperti pola, simetri, geometri, dan fraktal. Dalam bordir, pola berulang dan struktur geometris mencerminkan prinsip-prinsip seri dan transformasi, sementara penggunaan simetri menciptakan keseimbangan visual yang harmonis. Selain itu, konsep fraktal memperkaya desain bordir modern dengan kompleksitas reguler. Proses teknis bordir meliputi keterampilan matematika, seperti menghitung jarak, jumlah jahitan, dan persentase warna. Memahami hubungan ini mengungkapkan bahwa sulaman adalah bentuk seni yang bukan hanya estetika tetapi juga struktur logis dan matematika