research

Efektivitas metode pembelajaran inquiry discovery learning terhadap hasil belajar mata pelajaran PAI pada siswa kelas VIII semester 1 SMP NU 01 Muallimin Weleri tahun pelajaran 2010-2011

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini adalah Bagaimana efektivitas model pembelajaran Inquiry Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Siswa Kelas VIII Semester 1 SMP NU 01 Muallimin Weleri Kendal Tahun Pelajaran 2010-2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Inquiry Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Siswa Kelas VIII Semester 1 SMP NU 01 Muallimin Weleri Kendal, dengan indikator efektivitas hasil belajar kognitif dan aktivitas siswa dilihat ranah psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk true experiment design yaitu eksperimen yang berbentuk pretest-posttest control design. Pada bentuk ini terdapat dua kelompok. Pertama, kelompok eksperimen yaitu kelompok yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry Discovery Learning. Kedua, kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberi pembelajaran dengan model pembelajaran Inquiry Discovery Learning. Pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis uji hipotesis diketahui bahwa kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung = 2,81. Hasil tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel di mana derajat kebebasan (α) adalah 5% dengan dk = n1+n2-2 (34 + 34 – 2) diperoleh t(0,95)(66) = 2.00 karena thitung > (1 – α)(n1+n2–2), berarti Ha diterima, atau signifikan. Maka, hipotesis menyatakan bahwa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Inquiry Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik efektif digunakan yaitu ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata hasil belajar kognitif dan psikomotorik siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan analisis keefektifan pembelajaran Inquiry Discovery Learning didapatkan bahwa persentase rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif dan ranah psikomotorik kelas eksperimen adalah 75,30%. Perolehan tersebut mempunyai kriteria efektif. Kemudian, dalam kelas kontrol yaitu kelas yang tidak memakai pembelajaran Inquiry Discovery Learning didapatkan 64,66% yang mempunyai kriteria cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan

    Similar works