Salah satu kebudayaan tradisional Jepang yang cukup terkenal dan masih ada hingga saat ini
sejak abad ke-16 adalah chanoyu (upacara minum teh), yakni upacara minum teh yang disajikan
untuk tamu dan dilaksanakan di chasitsu. Teh mulai diperkenalkan ke negara Jepang sekitar abad ke-
16 oleh biksu Zen. Awalnya teh hanya digunakan sebagai suatu sarana stimulasi ringan untuk
menolong mereka dalam bermeditasi,sebagai ramuan obat, sebagai alat untuk menyebarkan agama
Buddha Zen, dan meletakkan dasar spiritual bagi chanoyu. Sen no Rikyu, salah seorang master
upacara ini selalu menggunakan empat prinsip dasar dalam chanoyu, yakni keharmonisan (wa),
penghormatan (kei), kemurnian (sei) dan ketenangan (jaku). Artikel menjabarkan empat prinsip dasar
dalam unsur Budha Zen yang terdapat dalam chanoyu aliran Urasenke. Metode penelitian
rnenggunakan metode kepustakaan dan deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan data yang diperoleh
kemudian menganalisisnya. Hasil penelitian ini adalah bahwa di dalam setiap rangkaian upacara
minum teh atau chanoyu terdapat unsur Zen yaitu unsur wa-kei-sei-jaku dan konsep wabi sabi