DERAJAT PENETASAN TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DI INKUBASI PADA MEDIA AIR YANG BERBEDA

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media air yang berbeda yaitu air tanah, air gambut, air PDAM, dan air minum isi ulang (Ro) terhadap penetasan telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan, pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020. Tempat pelaksanaan di Laboratorium Basah Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemijahan ikan lele dengan perbandingan 1:1 menghasilkan jumlah pembuahan yang relatif tinggi mencapai 92 %. Presentase penetasan telur lele dumbo (Clarias gariepinus) terdapat pada perlakuan Air tanah (B) yaitu sebesar 69% dengan rata-rata pH sebesar 6,40 ± 0,20; diikuti perlakuan Air PDAM (C) sebesar 66,6% dengan rata-rata pH sebesar 6,43 ± 0,06; perlakuan Air isi Ulang Ro (D) sebesar 65,3% 6,83 dengan rata-rata pH ± 0,15 dan perlakuan Air Gambut (A) sebesar 63,3% dengan rata-rata pH 5,20 ± 0,20. Perlakuan berupa perbedaan media air yang terdiri dari Air Gambut, Air Tanah, Air PDAM dan Air isi ulang Ro yang digunakan untuk penetasan telur ikan lele (Clarias garphineus) menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap persentase telur lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dihasilkan, dikarenakan presentase penetasan pada setiap perlakuan tidak terlalu berbeda jauh (63,3% - 69%) dan nilai Fhitung = 0.264 < Ftabel5% = 5.14, nilai Sig. = 0.774 > α = 0.05, karena nilai Sig. > α atau Fhitung< Ftabel maka disimpulkan bahwa H0 diterima atau ragam tidak berbeda nyata

    Similar works