PENGUATAN LITERASI DIGITAL MEDIA SOSIAL MAHASISWA PBS INDONESIA MELALUI PERKULIAHAN SOSIOLINGUISTIK BERBASIS RISET

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan smartphone berdampak pada derasnya terpaan hoax dan ujaran kebencian di media massa. Perkuliahan sosiolinguistik berbasis riset dirancang memberi landasan berpikir dan bersikap ilmiah terhadap mahasiswa agar mampu merespons terpaan informasi hoax dan ujaran kebencian dengan respons akademis. Perkuliaah dirancang dalam dua fase yaitu penguatan teoretis konsep sosiolinguistik dan praktik penelitian sosiolinguistik dengan objek kajian ujaran kebencian yang sedang viral. Praktik perkuliahan dirancang dalam disain penelitian berjenis penelitian tindakan (action research). Penelitian dilaksanakan di kelas  A semester V program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, FKIP Universitas Islam Nusantara. Hasil pembelajaran dengan model pembelajaran sosiolinguistik dengan berbasis riset menunjukkan bahwa ada penguatan literasi digital mahasiswa berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap ilmiah terhadap setiap terpaan berita di media sosial, khusunya ujaran kebencian. Penerapan pendekatan saintifik berupa pratik terbimbing penelitian terhadap kasus-kasus viral ujaran kebencian mampu membentuk penerapan kaidah-kaidah ilmiah oleh mahasiswa. Mahasiswa mampu memilah, memilih, dan menentukan topik penelitian. Mereka pun mampu merumuskan masalah penelitian, menyusun pedoman analisis berbasis hasil kajian teoretis, menentukan sumber data, melakukan pengumpulan dan pengolahan data bersumber dari media sosial, serta mampu menafsirkan dan mempresentasikan dalam bentuk seminar

    Similar works