PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS :Studi Tentang Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran PPKn di SMAN 1Ciparay Kabupaten Bandung

Abstract

Penelitian ini berangkat dari latar belakang pemikiran adanya isu rendahnya kualitas atau mutu pendidikan di Indonesia termasuk mutu Pendidikan Kewarganegaraan. Rendahnya kualitas pendidikan ini salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya kualitas pembelajaran termasuk di dalamnya pembelajaran PPKn. Hal ini tentu saja bukan persoalan yang sederhana, karena akan berkait erat dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia dan lebih jauh lagi akan berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. PPKn merupakan mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, warga negara dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Dikbud; 1995 :7). Melalui mata pelajaran PPKn ini diharapkan bangsa kita khususnya peserta didik mampu mengembangkan nilai-nilai budaya sendiri serta berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Namun dalam proses pembelajarannya, selama ini guru dalam proses belajar mengajar di kelas lebih banyak hanya menyampaikan pengetahuan kewarganegaraan yang bersifat kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotor kurang mendapat perhatian, pembelajaran PPKn lebih bersifat tekstual daripada kontekstual dan diberikan secara indoktrinasi, akibatnya kualitas pembelajaran PPKn rendah karena hanya bersifat hafalan saja dan kurang mengembangkan berpikir siswa termasuk berpikir kritis. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil dan menetapkan judulnya adalah Pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran PPKn/PKN dengan objek penelitian di SMAN 1 Ciparay Kabupaten Bandung. Menurut kurikulum Kewarganegaraan tahun 2004, bahwa berpikir kritis ini merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan dalam pembelajaran PKN. Oleh karena itu, sangat penting untuk adanya pembaharuan dalam pola/strategi pembelajarannya, di mana siswa bukan hanya belajar tentang materi pelajaran PKN melainkan juga belajar ber-PKN atau praktik, dilatih uji coba dan mahir serta mampu membakukan diri, bersikap perilaku sebagaimana isi pesan PKN. Jadi, dalam pembelajaran PPKn/PKN itu bukan hanya memberikan informasi yang bersifat kognitif semata, akan tetapi harus lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Dari hasil penelitian ke sekolah, hal inilah yang masih belum mampu dikembangkan oleh guru PPKn/PKN. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap sejumlah masalah yang mengacu pada tema sentral penelitian "Bagaimana kondisi PPKn/PKN dewasa ini dilihat dari pendekatan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa SMA", dan secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan merumuskan tentang gagasan konseptual dan operasional pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran PPKn/PKN di Sekolah Menengah Atas. ix Dalam penelitian ini, proses pembelajaran PPKn/PKN dijadikan pusat kajian baik secara filosofis maupun secara empiris dengan menggunakan data dari guru PPKn/PKN, para pakar Pendidikan Kewarganegaraan yang ditunjang dan kaiian program pembelajaran guru PPKn/PKN. Dari data-data yang diperoleh terungkap sejumlah temuan masalah bahwa dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran PPKn/PKN, di mana pengmbangan kemampuan berpikir kntis dalam pembelajaran PPKn/PKN sangat tergantung pada keprofesionalan guru hu sendiri terutama dalam menerapkan strategi pembelajarannya, dalam merekonstruksi materi pembelajaran, menerapkan pendekatan dan metode pembelajarannya, dan ketersediaan media pembelajaran yang baik atau memadai serta sistem evaluasi yang komprehensip. Dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ternyata masin terdapat beberapa kelemahan yang ditemukan penulis dalam penelitian ini, antara lain bahwa guru PPKn dalam merumuskan tujuan pembelajaran khususnya lebih banyak menekankan pada aspek kognitif daripada aspek afektif dan psikomotor, materi pembelajarannya terlalu teksbuk, metode pembelajarannya masih banyak menggunakan ceramah yang bersifat komunikasinya hanya satu arah dan belum banyak menggunakan pendekatan-pendekatan pemecahan masalah, sistem evaluasinya lebih menekankan pada tes-tes yang dominan kognitif. Dengan ditemukannya kelemahan-kelemahan sebagaimana tersebut, maka akan sangat sulit untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PPKn/PKN. Penelitian ini merekomendasikan bahwa kemampuan berpikir kritis perlu terus dikembangkan dalam pembelajaran PPKn/PKN, karena hal itu merupakan salah satu tujuan PPKn/PKN. Oleh karena itu, paradigma pembelajaran PPKn/PKN harus diubah dari teaching harus menjadi learning yang berpusat pada siswa, pendekatan pembelajaran yang demokratis dan problematis perlu dikembangkan, pengembangan aspek afektif dan psikomotor perlu mendapat perhatian di samping aspek kognitif

    Similar works