KONTRIBUSI MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN PONDOK PESANTREN KHAIRUL UMMAH BATU GAJAH INDRAGIRI HULU DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT

Abstract

ABSTRAK Muhammad Syafaat (2021) : Kontribusi Manajemen Kewirausahaan Pondok Pesantren Khairul Ummah Batu Gajah Indragiri Hulu dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Latar belakang penelitian ini pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang pro rakyat atau pro masyarakat seharusnya memberdayakan masayarakat tidak hanya dari segi ukhrawi (spiritual) akan tetapi juga yang bersifat keduniawian seperti wirausaha, agrobisnis pesantren berbasis masyarakat. Pesantren Khairul Ummah Indragiri Hulu merupakan pesantren berbasis wirausaha yang tidak terlepas dari sikap dan dukungan masyarakat. Pemahaman masalah ekonomi masyarakat sekitar diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola kewirausahaan tersebut. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana manajemen kewirausahaan Pondok Pesantren Khairul Ummah, bagaimana model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan, dan apa kontribusi manajemen kewirausahaan Pondok Pesantren Khairul Ummah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menjawab rumusan tersebut dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif untuk dapat mengetahui dan menelaah kontribusi manajemen kewirausahaan Pondok Pesantren Khairul Ummah Batu Gajah Indragiri Hulu dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hasil penelitian manajemen kewirausahaan Pondok Pesantren Khairul Ummah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah secara manajerial, pimpinan mendelegasikan menajemen kewirausahaannya kepada orang yang ditunjuk oleh pimpinan pondok pesantren. Model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan pondok pesantren ialah perencanaa, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatn sumber daya manusia dan sumber lainnya. Kemudian, kontribusi manajemen kewirausahaan pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat terletak pada dua aspek yaitu aspek materil dan aspek moril. Pada aspek materil yaitu (a) pembiayaan operasional lembaga dan pondok pesantren, (2) pembangunan dan perawatan sarana dan prasarana pondok pesantren, (3) kesejahteraan hidup santri dan masyarakat. Sedangkan pada aspek moril yaitu (1) memberikan pengalaman kewirausahaan kepada santri, (2) pembelajaran bagi santri dan masyarakat untuk berwirausaha, (3) hubungan harmonis antara pondok pesantren dan masyarakat, (4) menjadi contoh pesantren entrepreneurship berbasis masyarakat. Kata Kunci: Manajemen, Kewirausahaan, Pemberdayaan Masyarakat

    Similar works