Keberhasilan proses konseling ditinjau dari kepercayaan diri konseli dan rasio jumlah konselor

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh para siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari, meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. Permasalahan ini dapat menjadi hambatan/tekanan yang mengganggu kelancaran studi siswa di sekolah. Di samping kegiatan pengajaran di sinilah dirasakan perlunya pelayanan konseling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun tahun ajaran 2013/2014 yang pernah mendapatkan layanan konseling bulan Januari-Oktober 2013 berjumlah 105 siswa. Teknik sampling yang digunakan penulis adalah menggunakan cara sampling jenuh. Data diperoleh dengan menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu skala keberhasilan konseling dan skala kepercayaan diri konseli, sedangkan rasio jumlah konselor menggunakan metode wawancara. Dalam penelitian ini penulis mengajukan 3 hipotesis yaitu:1) Hipotesis minor pertama yang berbunyi: kepercayaan diri konseli berpengaruh terhadap keberhasilan konseling, 2) Hipotesis minor kedua yang berbunyi: rasio jumlah konselor berpengaruh terhadap keberhasilan konseling, 3) Hipotesis mayor berbunyi: kepercayaan diri konseli dan rasio jumlah konselor berpengaruh terhadap keberhasilan konseling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Kuadrat. Dari tabulasi silang hasil analisis selanjutnya menunjukkan bahwa: 1) kepercayaan diri konseli berpengaruh terhadap keberhasilan konseling, yang terbukti nilai chi kuadrat diketahui= 5,875 dan chi kuadrat tabel= 3,841, 2) rasio jumlah konselor berpengaruh terhadap keberhasilan konseling, yang terbukti uji chi kuadrat= 39,146 dan chi kuadrat tabel= 3,841, 3) kepercayaan diri konseli dan rasio jumlah konselor berpengaruh terhadap keberhasilan konseling, yang terbukti harga chi kuadrat untuk kepercayaan diri konseli dan rasio jumlah konselor = 5,875a, dan chi kuadrat tabel = 3,841. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) karena ci kuadrat hit > chi kuadrat tabel=3.841 maka hipotesis minor pertama diterima. 2) karena chi kuadrat hit > chi kuadrat tabel =3,841 maka hipotesis minor kedua diterima. 3) karena chi kuadrat hit > chi kuadrat tabel = 3,841 maka hipotesis mayor diterima

    Similar works