Kegiatan Mengenal Diri Pada Remaja di Panti Asuhan

Abstract

Masalah yang terjadi pada remaja  panti asuhan adalah kurangnya rasa percaya diri . Tujuan Kegiatan mengenal diri ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri remaja di panti asuhan. Kegiatan mengenal diri dilakukan dalam 3 sesi yaitu ceramah, games/permainan dan diskusi. Sasaran Kegiatan ini adalah 20 Remaja berusia sekolah dasar sampai Sekolah menengah atas yang tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah dan 6 remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah. Dari pengamatan ketika acara berlangsung, peserta sangat antusias mengikuti Kegiatan mengenal diri terutama ketika dilakukan dengan metode permainan /games. Dari Kegiatan  ini seluruh  peserta menyukai pemberian materi dengan permainan, karena terjalin komunikasi dan keakraban. Dari hasil Permainan Edukatif terungkap   100% peserta mengungkapan kelebihan  diri dalam aspek psikomotorik seperti kepandaian  menyanyi dan olahraga, 60% pada aspek kognitif  seperti suka membaca dan mudah menghafal pelajaran dan 40% pada aspek afeksi  yaitu ramah, suka menolong dan peduli pada teman. Evaluasi dilakukan setelah 3 pekan. Dari hasil Evaluasi menggunakan kuisioner, 85% peserta menjawab semakin memahami makna percaya diri dan 100%   peserta memahami bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri dengan bersyukur dan terus menggali potensi yang mereka miliki. The problem that occurs in orphanages is a lack of self-confidence. The purpose of this self-knowledge activity is to increase the self-confidence of teenagers in the orphanage. Self-knowledge activities are carried out in 3 sessions, namely lectures, games, and discussions. The target of this activity is 20 teenagers from elementary school to senior high school who live in the Aisyiyah Orphanage and 6 teenagers at the Muhammadiyah Orphanage. From observations when the event took place, participants were very enthusiastic about participating in self-knowledge activities, especially when carried out with the game method. From this activity, all participants liked providing material with games, because communication and intimacy were established. From the results of the Educational Game, it was revealed that 100% of participants expressed their strengths in psychomotor aspects such as singing and sports skills, 60% on cognitive aspects such as reading and memorizing lessons easily and 40% on affective aspects, namely friendly, helpful, and caring for friends. Evaluation was carried out after 3 weeks. From the results of the evaluation using a questionnaire, 85% of participants answered that they understood the meaning of self-confidence more and 100% of participants understood how to grow self-confidence by being grateful and continuing to explore their potential

    Similar works