KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI BERBASIS BUDAYA DITINJAU DARI GENDER DAN GAYA BELAJAR

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah geometri berbasis budaya pada mahasiswa pendidikan matematika ditinjau dari perbedaan gender dan gaya belajar David Kolb. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Tidar pada mata kuliah Geometri Ruang sebanyak delapan mahasiswa (gaya belajar diverging, assimilating, converging, dan accommodating) yang masing-masing gaya belajar terdiri dari laki-laki dan perempuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket tes gaya belajar David Kolb, soal tes kemampuan pemecahan masalah geometri berbasis budaya dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kualitatif kemudian dibandingkan hasil tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya belajar diverging, subjek laki-laki berada pada kategori kurang dan subjek perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kemampuan mahasiswa dengan gaya belajar assimilating, baik subjek laki-laki maupun perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kemampuan mahasiswa dengan gaya belajar converging, baik subjek laki-laki maupun perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kemampuan mahasiswa dengan gaya belajar accommodating, baik subjek laki-laki maupun perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kata kunci: Budaya; gaya belajar; gender; geometri; pemecahan masalah. Abstract The purpose of this study is to describe the culturally-based geometry problem-solving ability of mathematics education students based on gender differences and David Kolb's learning style. This type of research is qualitatively descriptive with the study subjects of Mathematics Education Study Program Universitas Tidar on the Space Geometry of eight students (diverging, assimilating, converging, and accommodating learning styles) whose respective learning styles consist of male and female. The instrument in this study is David Kolb's study style test questionnaire, a culturally-based geometry problem-solving ability test, and interview guidelines. Data is qualitatively analyzed and then compared the results of test and interview. The results showed that students with diverging learning styles, male subjects were in the poor category, and female subjects were in fair categories in problem-solving. The ability of students with an assimilating learning style, both male and female subjects is in the category of fair in problem-solving. The ability of students with a converging learning style, both male and female subjects is in fair categories in problem-solving. The ability of students with accommodating learning styles, both male and female subjects is in the category of fair in problem-solving. Keywords: Culture; gender; geometry; learning style; problem solving

    Similar works