PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI MAKAN MAKANAN PANAS BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SLB AMALIA BHAKTI, SLB YPBD BUAHDUA DAN SLB MIROOJUTTAQWA

Abstract

Anak tunagrahita belum mampu secara mandiri dalam makan makanan panas sehingga memerlukan program pengembangan diri makan makanan panas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran bagaimana pelaksanaan program pengembangan diri makan makanan panas untuk  menumbuhkan rasa percaya diri dan menanamkan kemandirian dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai individu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara di tiga sekolah yaitu SLB Amalia Bhakti, SLB YPBD Buahdua dan SLB Mirrojuttaqwa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada saat pelaksanaan program pengembangan diri makan makanan panas guru menyusun tujuan, materi, metode, media dan alokasi waktu berdasarkan hasil assesmen. Kegiatan diawali dengan kegiatan awal, inti dan akhir. Kesulitan yang ditemukan berupa ketidakmampuan anak tunagrahita dalam menyebutkan jenis-jenis, ciri-ciri dan cara mendinginkan makanan panas. Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu dengan memperbanyak latihan dirumah dengan melibatkan orang tua agar proses pembelajaran dapat tercapai

    Similar works