5,924 research outputs found

    Kinerja Pelayanan Mobil Penumpang Umum Kota Semarang pada Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus Trayek C.8

    Get PDF
    Kota Semarang merupakan kota metropolitan yang semakin bertumbuh aktivitas masyarakatnya, hal ini dapat dilihat dari kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan Kota Semarang. Kemacetan tersebut disebabkan oleh menurunnya kinerja ruas jalan yang dipengaruhi oleh peningkatan volume lalu lintas. Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut ialah masyarakat disarankan untuk menggunakan kendaraan publik. Mobil penumpang umum atau disebut juga MPU merupakan salah satu komponen dari sistem transportasi perkotaan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sedikit masyarakat yang memanfaatkan pelayanan moda tersebut dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena berbagai kondisi ketidaknyamanan dalam menggunakan moda MPU terlebih pada saat pandemi covid- 19. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana unjuk kinerja pelayanan MPU trayek C.8 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data yang dilakukan adalah : preferensi masyarakat dalam menggunakan MPU, unjuk kinerja pelayanan MPU yang meliputi : faktor muat, frekuensi, waktu antara, waktu tunggu, waktu perjalanan serta kecepatan menurut World Bank dan Kementrian Perhubungan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui survei yaitu : wawancara dan penilaian unjuk kinerja MPU, sedangkan data sekunder berupa dokumen yang terkait dengan unjuk kinerja MPU di Kota Semarang khususnya trayek C.8. Sampel pada penelitian ini akan ditentukan sesuai dengan jumlah populasi penelitian. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan unjuk kinerja MPU yang kemudian disesuaikan dengan permintaan masyarakat pada masa pandemi covid-19 sehingga semakin banyak masyarakat menggunakan MPU dan akan berdampak signifikan pada permasalahan kemacetan lalu lintas di Kota Semarang

    Studi Optimalisasi Geometrik Jalan Provinsi Dan Biaya Menggunakan AutoCAD Civil 3D Pada Ruas Kota Baru - Air Nanang Kabupaten Seram Bagian Timur

    Get PDF
    Ruas Kota Baru – Air Nanang yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan satu-satunya jalan penghubung antarkota kabupaten yang terlerak di Pulau Seram. Memiliki panjang ruas 60 km dan berstatus Jalan Provinsi, ruas ini belum terhubung oleh akses transportasi jalan raya. Akan di lakukan perencanaan geometrik jalan baru sepajang 5.800 m pada Sta. 00+000 s/d Sta. 05+800 menggunakan software AutoCAD Civil 3D. Berdasarkan hasil pengukuran topografi, jalan ini mempunyai jenis medan bukit serta situasi eksisting jalan yang cukup tajam, sehingga harus direncanakan jalan yang aman dan ekonomis untuk menunjang pembangunan dan pemerataan di daerah tersebut. Studi ini merencanakan beberapa alternatif desain dengan metode optimalisasi desain pada alinyemen vertikal jalan, untuk memperoleh bentuk medan jalan yang aman sesuai dengan standar Bina Marga. Selain itu akan dilakukan pengoptimalan pada volume galian dan timbunan tanah agar memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan dan mendapatkan prediksi biaya yang ekonomis. Pedoman yang di pakai dalam perencanaan ini mengacu kepada Pedoman Desain Geometrik Jalan Bidang Bina Marga Tahun 2021 dan menggunakan Analisa Harga Satuan Bidang Bina Marga Provinsi Maluku, Kabupaten Seram Bagian Timur Semester II Tahun 2022. Hasil analisa perencanaan menghasilkan panjang jalan 5.762 m dari panjang semula 5.800 m dan diperoleh lengkung alinyemen horisontal sebanyak 18 buah lengkung, 8 buah lengkung Full Circle dan 10 buah lengkung Spiral Circle Spiral. Untuk alinyemen vertikal dipilih alternatif ketiga sebagai desain yang optimal, diperoleh 16 buah kurva dimana masing-masing berjumlah 8 buah kurva cekung dan kurva cembung dengan presentase landai positif (tanjakan) sebesar 3,50% dan landai negatif (turunan) sebesar -4,89%, serta diperoleh volume galian sebesar 55.749,28 m3 dan volume timbunan sebesar 55.991,28 m3 dengan selisih volume 1.758 m3 sehingga didapat estimasi biaya pekerjaan sebesar Rp 3.888.473.000 (Tiga Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Rupiah)

    ANALISIS RUTE TERBAIK MENGGUNAKAN SHORTEST ROUTE PROBLEM UNTUK MEMINIMALISIR WAKTU TEMPUH TRANSPORTASI

    Get PDF
    Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui rute terbaik yang dapat meminimalkan waktu tempuh transportasi pada jalur Pasar Wameo menuju Lippo Plaza Buton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu pertama studi lapangan dilakukan dengan segera menuju lokasi penelitian dan mengajukan persoalan penentuan rute dari lokasi awal yaitu Pasar Wameo ke Lippo Plaza Buton, guna mempersingkat waktu perjalanan transit. Untuk tahap pengolahan dan pembahasan data hal yang dilakukan adalah mengambil data jarak setiap rute dengan menggunakan bantuan google maps selanjutnya melakukan pengambilan dan pengolahan data waktu tempuh dan tahap akhir adalah pengambilan data kecepatan dari titik awal sampai titik akhir. Hasil penelitian ini adalah untuk kenderaan motor untuk waktu siang rute  dengan waktu tempuh 7,11 menit dengan kecepatan rata-rata 32,58 km/jam yang memiliki total jarak tempuh 3860 m, yaitu Pasar Wameo-Jl. Raja Wakaaka -Jl. Murhum-Jl. Kartini ( Jembatan Gantung) -Jl. Yos Sudarso-Jl. Leter Buton-Jl. Cut Nya Dien -Jl. Sultan Hasanuddin.

    PENEGAKAN HUKUM ADMINISTRATIF OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENCEGAHAN PENCEMARAN DAN PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

    Get PDF
    Kegiatan pembangunan nasional demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh Rakyat Indonesia dilakukan melalui eksploitasi sumber daya alam yang ada. Pemenuhan kebutuhan ekonomi nasional maupun daerah membawa dampak yang tidak diinginkan bagi keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan hidup yang timbul seperti, pencemaran air sungai dan danau, rentanya perubahan iklim, kebakaran hutan, sampah yang menumpuk menunjukkan penurunan kualitas lingkungan hidup, dan merupakan ancaman serius bagi kelangsungan lingkungan hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan penegakan Hukum Lingkungan melalui pemberian sanksi (administratif) yang tepat dan pengawasan yang konsisten menjadi tolak ukur keberhasilan penegakan hukum lingkungan. Penelitian ini bertujuan memberikan masukan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memastikan setiap kegiatan pembangunan yang dijalankan mengedepankan lingkungan hidup. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, bertujuan untuk memastikan penerapan UU No 32 tahun 2009 secara factual pada peristiwa hukum in concreto itu sesuai atau tidak pada setiap akiifitas pengelolaan lingkungan hidup

    PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU GEOGEBRA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BUMIJAWA

    Get PDF
    Devi Rezha Sonia. 2023. “Pengembangan Modul Ajar Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantu Geogebra Materi Persamaan Garis Lurus Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bumijawa”. Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pascasarjana. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I Dr. Burhan Eko Purwanto, M.Hum. Pembimbing II Dr.Munadi, M.Si. Kata kunci :. Modul Ajar, Problem Based Learning, Geogebra Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui analisis pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra (2) Mengetahui desain modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra (3) Mengetahui validitas pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Geogebra (4)Mengetahui hasil uji coba lapangan pada modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Geogebra materi persamaan garis lurus pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bumijawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D). Langkah�langkah dalam penelitian ini mengikuti langkah-langkah penelitian model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carry. Karena keterbatasan waktu penelitian, maka alur penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini hanya pada tiga tahapan, yaitu (1)Analysis(analisis), (2)Design(desain), (3)Development (4)Implementation dan (5)Evaluation. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bumijawa berjumlah 164 siswa.Pada Analisis pengembangan modul ajar menggunakan 5 tahapan antara lain analisis awal,analisis siswa,analisis konsep,analisis tugas dan analisis tujuan pembelajaran. Desainnya dengan merancang instrumen yang akan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media yang kemudian diolah dengan uji Aiken. Yang kemudian akan diuji coba lapangan terbatas dengan menggunakan Rasch Model Simpulan penelitian adalah (1) Analisis dalam pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra terdiri dari 5 tahapan antara lain: analisis Awal-Akhir (Font-end Analysis), analisis siswa (Learner Analysis), analisis Konsep (Concept Analysis), analisis Tugas (Task Analysism dan Spesifikasi Tujuan Pembelajaran (Specifying Instructional Objectives), (2) Desain modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra yaitu: pembuatan instrumen penilaian modul ajar berupa angket kelayakan produk dan perancangan melalui beberapa tahapan yakni: deskripsi modul ajar sebelum dikembangkan dan hasil pengembangan modul ajar untuk memperbaiki pembelajaran. (3) Validitas pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra terdiri dari dua langkah yaitu Expert Jugdment (penilaian ahli) yang disertai revisi dan delopmental testing (uji coba pengembangan) menggunakan Validasi Ahli (Expert Jugdment), Uji Validasi Isi Aiken, dan Permodelan Rasch untuk mengukur krakteristik butir pada uji coba angket respon siswa butir soal materi persamaan garis lurus. (4) Berdasarkan rekapitulasi ketuntasan belajar diketahui bahwa dari 6 kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, dan VIII F yang berjumlah 164 siswa, jumlah siswa yang tuntas sebanyak 143 atau 87,20%, siswa yang belum tuntas sebanyak 21 atau 12,80

    Kajian Pemilihan Rute Angkutan Wisata dalam Mendukung Pariwisata Kabupaten Kebumen dengan Metode All or Nothing

    Get PDF
    Salah satu daerah pariwisata yang sedang berkembang di Jawa Tengah adalah Kabupaten Kebumen. Namun, ada beberapa problematika terkait pengembangan wisata tersebut, salah satunya adalah aksesibilitas. Permasalahan aksesibilitas merupakan hal pokok yang menyebabkan wisatawan kesulitan untuk mengunjungi lokasi wisata di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan kajian terhadap kebutuhan angkutan wisata, seperti halnya pemilihan rute angkutan wisata. Metode penelitian dilakukan dengan pemilihan moda secara sederhana dengan menggunakan metode pembebanan pemilihan rute All or Nothing Assignment. Berdasarkan hasil analisis Matriks Asal Tujuan (MAT), sebanyak 89,55% wisatawan di Kabupaten Kebumen bersedia untuk memilih angkutan wisata sebagai moda transportasi menuju lokasi wisata. Hal ini dikarenakan pertimbangan faktor biaya dan kenyamanan. Terdapat 3 alternatif rute angkutan wisata terpilih yang memiliki jarak tempuh lebih dekat dan optimal dari segi biaya dan waktu untuk distribusi. Rute tersebut adalah A dengan jarak tempuh 49,6 km, rute B sejauh 32,80 km, dan rute C dengan jarak 51,40 km

    Analisis Koefisien Drag terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Bus Normal Deck dan Double Decker Menggunakan Metode CFD

    Get PDF
    Salah satu jenis transportasi darat yang sangat populer di kalangan masyarakat adalah bus. Perusahaan otobus sebagai penyedia mengeluarkan berbagai jenis bus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang mengatur ketentuan baru untuk jenis kendaraan buatan Indonesia. Oleh karena itu, muncul bus baru seperti high deck, super high decker, dan double bus tingkat. Perusahaan cenderung mengeluarkan bus baru dengan desain yang mendukung optimalisasi efisiensi bahan bakar, seperti meluncurkan bodi bus yang lebih ramping untuk mengurangi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk aerodinamis dua model bus (normal deck dan double decker) terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Solidworks 2013 untuk menghitung dan merancang CFD. Pada simulasi CFD, koefisien drag bus normal deck mencapai 0.863504 dan pada bus double decker mencapai 0.964067. Hasil koefisien drag tersebut diubah menjadi usaha perjalanan satu tahun, yaitu bus normal deck yang mencapai 660.577.482 kJ/tahun, sedangkan pada bus double decker dapat mencapai 972.861.070 kJ/tahun. Setelah memperhitungkan input energi hasil yang dibagi dengan efisiensi mesin yang dikeluarkan, persentase efisiensi konsumsi bahan bakar untuk normal deck mencapai 40,44% dan double decker mencapai 59,56%. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan kebijakan pemerintah dalam memberikan arahan kepada perusahaan bus dan karoseri agar selalu membuat desain bus dengan mengutamakan bentuk yang ramping untuk mengurangi konsumsi bahan bakar

    Kajian Pergantian Moda Angkutan Umum (Studi Kasus: Jalan Arteri Pusat Kota Karawang – Cikampek)

    Get PDF
    Kabupaten Karawang merupakan daerah strategis yang berada pada perlintasan Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur melalui jalan arteri jalur pantai utara (Pantura). Jalan arteri tersebut merupakan jalan yang menghubungkan antara pusat Kota Karawang menuju pusat kota Cikampek. Pada ruas jalan tersebut saat ini dilayani oleh empat trayek dengan total 464 kendaraan, namun jumlah penumpang yang menggunakan angkutan umum masih sangat rendah terlihat dari rata-rata load factor yang hanya 40%. Banyaknya mobil penumpang umum (MPU) yang tidak sesuai antara supply dan demand, menjadikan angkutan umum yang beroperasi kurang optimal sehingga perlu dilakukan analisis kinerja pelayanan angkutan umum pada ruas jalan arteri Karawang - Cikampek untuk mengetahui seberapa besar jumlah kebutuhan angkutan umum yang sesuai dengan permintaan masyarakat, selain itu untuk mengurangi tingkat kemacetan pada ruas jalan arteri yang menghubungkan pusat Kota Karawang menuju pusat Kota Cikampek, peneliti mencoba merencanakan untuk melakukan pergantian moda dengan kapasitas yang lebih besar (bus sedang kapasitas 30 kursi), harapannya dengan moda yang lebih besar akan mengurangi pergerakan kendaraan dengan tidak mengurangi permintaan yang ada. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi di lapangan serta dilakukan survei statis dan dinamis angkutan umum. Selain itu juga dilakukan wawancara pengguna sepeda motor yang melintasi jalur arteri Karawang – Cikampek, wawancara dilakukan dengan teknik stated preference yang bertujuan untuk mendapatkan demand potensial dari pengguna sepeda motor yang bersedia berpindah ke angkutan umum usulan (bus sedang). Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pelayanan angkutan umum saat ini, menganalisis jumlah kebutuhan kendaraan angkutan umum jenis mobil penumpang umum (MPU), usulan rencana pergantian moda serta pengembangan pola rute angkutan umum dengan kapasitas yang lebih besar (bus sedang), dan dari hasil analisis tersebut diperoleh jumlah kebutuhan armada ideal dengan kapasitas lebih besar (bus sedang) sebanyak 26 armada dengan pola rute trayek usulan dengan rute: terminal Tanjung pura-Karawang-Badami-Johar-Klari-Kosambi-Terminal Cikampek

    Fungsi Komunikasi Edukasi Manajemen Pariwisata Regional-Internasional Dengan Learning by Doing bagi Anggota Bhakti Wanita Ikopin (BWI)

    Get PDF
    Fungsi Komunikasi Edukasi Manajemen Pariwisata Regional-Internasional   Dengan Learning by Doing bagi Anggota Bhakti Wanita Ikopin (BWI) One of the instrumental communication functions is to educate.  It means that the messages as well as the method conveyed are to make the receivers - the members of Bhakti Wanita Ikopin (BWI) - understand and practise them at once.  For this activity, Communication of Regional – International Tourism Management becomes the main message.   Because the purposes of the activity were to broaden knowledges and to enrich experiences of tourist destinations, accommodation, transportation system, communication system, culinary, and cultures, etc; they chose Singapore and Malaysia as their tourist destinations.  In this case the writer determined to encourage the participants to have willing in managing the travelling activities independently without travel agent service.   Using learning by doing or experiential learning method, the activity was initiated in two weeks by planning all elements, then conducting the travelling for a week, and last but not least evaluating the travelling program. During the whole activities, the participants were able to plan, and to implement all plannings pretty well not to mention having fun in every destination

    PENGARUH PENERAPAN BELOK KIRI LANGSUNG PADA SIMPANG BERSINYAL DI JL. SELAPARANG - JL. AHMAD YANI

    Get PDF
    Pada tahun 2020, jumlah penduduk Kota Mataram sebanyak 495.681 jiwa dan total kendaraan di Kota Mataram sebanyak 200.307 unit dan panjang jalan yang ada di Kota Mataram hanya 193,242 km maka kepadatan kendaraan di Kota Mataram mencapai 1036.56 kend/km (Badan Pusat Statistika Kota Mataram, 2020), tentu kondisi ini mengakibatkan timbulnya kemacetan dan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama. Kondisi ini seperti yang terjadi pada ruas Jl. Selaparang dan Jl. Ahmad Yani Kota Mataram, dimana jumlah volume tidak seimbang dengan kapasitas jalan sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang sehingga terjadi kemacetan pada jam-jam puncak dan terjadi juga tundaan. Penelitian ini menggunakan panduan MKJI 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) sebagai metode perhitungan untuk mencari solusi pemecahan masalah. Faktor utama sebagai parameter penelitian yaitu panjang antrian, tundaan, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan ruas. Kinerja ruas sangat terlihat pada kondisi eksisting kinerja simpang empat Selaparang Sweta berdasarkan jam puncak sore 17-18.00 WITA hari senin tanggal 26 Desember 2022, dengan panjang antrian (QL) total sebesar = 330,00 meter, mengalami tundaan rata – rata (D) sebesar = 165,7 det/smp dan derajat kejenuhan (DS) sebesar = 0,85, yang berarti tingkat pelayanan simpang termasuk ke dalam kategori tingkat pelayanan E. Setelah melakukan perencanaan alternatif pelebaran jalur pendekat, didapatkan waktu siklus baru untuk semua pendekat sebesar c = 75 detik, dengan panjang antrian (QL) total sebesar = 198,10 meter mengalami tundaan rata-rata (D) sebesar = 31,10 det/smp, dan derajat kejenuhan (DS) sebesar = 0,81 yang termasuk dalam kategori tingkat pelayanan D. Jadi dengan menggunakan perencanaan alternatif ini menjadi lebih optimal. hal ini dapat dilihat dari panjang antrian, tundaan dan derajat kejenuhan yang menurun walaupun kategori derajat kejenuhan masih pada kategori D
    corecore