100,694 research outputs found

    Literasi sastra di usia prapubertas untuk membentuk insan Indonesia yang berkarakter melalui pendekatan psikologi bahasa

    Get PDF
    Literasi merupakan kemampuan individu menggunakan segenap potensi ketrampilan yang dimilikinya, mencakup kemampuan membaca ‚Äúkata‚ÄĚ dan membaca ‚Äúdunia‚ÄĚ, lalu menuliskannya sehingga ketrampilan kognitifnya menjadi terasah. Apabila ini dilakukan di usia prapubertas (6 -- 12/13 tahun) dan menjadi kebijakan suatu bangsa, maka akan bersifat ‚Äúmultiple effect‚ÄĚ terhadap kemajuan suatu bangsa yang berkarakter. Untuk mencapai hal itu diperlukan berbagai pendekatan dalam pembelajaran, salah satunya adalah melalui pendekatan psikologi bahasa dengan menggunakan karya sastra sabagai alat dalam mengasah kecerdasan kognitif, baik di otak kiri apalagi di otak kanan

    Optimisme Mengkristalkan Kearifan Lokal

    Get PDF
    Kearifan lokal banyak bertaburan di bumi Indonesia sebagai kekayaan intelektual, emosial dan spiritual yang dimiliki bangsa Indonesia, namun belum begitu banyak digali dan disatukan sebagai bentuk rangkaian kekayaan intelektual untuk diabdikan kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat lokal. Optimisme dalam pendekatan psikologi positif adalah harapan ke depan bahwa sesuatu yang baik akan terjadi. Optimisme sebuah visi bahwa dengan pendekatan dan pemahaman yang baik terhadap masyarakat dan budaya lokal di Asia, maka hasil pengetahuan ini dapat duduk sejajar dan berdampingan dengan pengetahuan dan budaya-budaya lain yang ada di dunia. Efikasi Kolektif dari tinjauan psikologi sosial adalah persepsi yang dibagi bersama oleh anggota kelompok tentang kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan suatu tugas dengan sukses atau mencapai keberhasilan. Psikologi Indigenous menawarkan salah satu alternatif pendekatan dalam mengkristalkan dan merangkai fenomena mutiara-mutiara kearifan lokal dengan memahami pengetahuan, sikap, keyakinan, perasaan dan perilaku orang lokal, seperti bangsa Indonesia sendiri, maupun orang-orang di benua Asia pada umumnya

    Optimisme Mengkristalkan Kearifan Lokal

    Get PDF
    Kearifan lokal banyak bertaburan di bumi Indonesia sebagai kekayaan intelektual, emosial dan spiritual yang dimiliki bangsa Indonesia, namun belum begitu banyak digali dan disatukan sebagai bentuk rangkaian kekayaan intelektual untuk diabdikan kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat lokal. Optimisme dalam pendekatan psikologi positif adalah harapan ke depan bahwa sesuatu yang baik akan terjadi. Optimisme sebuah visi bahwa dengan pendekatan dan pemahaman yang baik terhadap masyarakat dan budaya lokal di Asia, maka hasil pengetahuan ini dapat duduk sejajar dan berdampingan dengan pengetahuan dan budaya-budaya lain yang ada di dunia. Efikasi Kolektif dari tinjauan psikologi sosial adalah persepsi yang dibagi bersama oleh anggota kelompok tentang kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan suatu tugas dengan sukses atau mencapai keberhasilan. Psikologi Indigenous menawarkan salah satu alternatif pendekatan dalam mengkristalkan dan merangkai fenomena mutiara-mutiara kearifan lokal dengan memahami pengetahuan, sikap, keyakinan, perasaan dan perilaku orang lokal, seperti bangsa Indonesia sendiri, maupun orang-orang di benua Asia pada umumnya

    Psikologi seni pengurusan - momentum dinamika organisasi

    Get PDF
    egala pujian dan syukur ke hadrat Ilahi yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang atas rahmatNya sehingga buku yang bertajuk PSIKOLOGI SENI PENGURUSAN: Momentum Dinamika Organisasi, akhirnya sampai ke tatapan para pembaca. Dengan harapan agar ilmu dapat terus dikongsi bersama dan berupaya untuk meletakkan ketinggian ilmu di tempatnya sebagai panduan hidup. Buku ini ditulis dengan tujuan agar pembaca memperoleh sedikit sebanyak ilmu berkisar tentang psikologi dalam organisasi dan pengurusan. Dengan itu, pembaca dapat melihat suatu dimensi manusia yang mempunyai tiga domain utama iaitu minda, jiwa dan fizikal. Kekuatan dimensi itu diyakini berupaya membantu menjadikan manusia sebagai modal insan yang unggul dari sisi agama, bangsa dan negara. Buku ini menelusuri topik-topik utama yang merangkumi seni kepimpinan, seni organisasi, seni pengikut, seni pengendalian emosi dan cabaran dalam organisasi. Perbincangan bersifat ilmiah ini adalah sebagai suatu gambaran pada kesatuan epistemologi ilmu yang menjadi antara elemen utama dalam pembangunan organisasi yang terdiri daripada golongan manusia. Keupayaan dalam kerangka membangunkan sumber manusia sebagai modal insan yang berkualiti dalam dimensi minda, emosi dan tingkah laku kelas pertama adalah suatu tuntutan yang memerlukan usaha serta perhatian bersama semua pihak secara lebih kolektif dan proaktif. Perkongsian dalam buku ini juga dihasilkan secara sederhana sebagai suatu pemahaman asas dan seterusnya secara terperinci dan spesifik pada topik yang dibincangkan. Semoga input yang disediakan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca dalam meneroka kepentingan menguatkan modal insan dalam organisasi. Semoga buku ini mampu menjadi panduan secara ilmiah dan dapat memberikan pengalaman yang berguna kepada para pembaca

    Pengembangan Kurikulum Pendidikan Matematika

    Get PDF
    Pengembangan suatu kurikulum, termasuk kurikulum pendidikaan matematika tentulah harus mempunyai landasan. Landasan pengembangan kurikulum dapat meliputi landasan filsafat, landasan ideologi, landasan budaya, dan atau landasan psikologi. Landasan filsafat pengembangan kurikulum diperoleh dari sejarah pikiran para filsuf yang diekstraksikan ke dalam narasi besar kecenderungan arah pendidikan dalam timeline sejarah perkembangan pendidikan dunia. Landasan ideologi pengembangan kurikulum berkaitan dengan konteks kebangsaan suatu negara di mana dipengaruhi oleh utamanya adalah sistem politiknya. Landasan budaya adalah landasan yang digali dari nilai nilai luhur suatu bangsa; sedangkan landasan psikologi adalah bagaimana kurikulum dikembangkan berdasar teori belajar mengajar

    Pewarisan budaya dan kepribadian

    Get PDF
    ABSTRAK Hubungan antara kebudayaan dan kepribadian sangat erat. Relasi ini ditunjukkan oleh studi-studi antropologi dan psikologi yang dilakukan melalui penelitian secara empiris dengan cara-cara observasi, tes-tes proyeksi, dan life history dalam masyarakat dan kebudayaan tertentu di berbagai kawasan di Eropa, Amerika, Asia, dan Pasifik. Hasil dari penelitianpenelitian itu menyimpulkan bahwa konsep dan teori psikologi tentang masalah-masalah kepribadian tidak berlaku umum. Ada aneka warna kepribadian dasar (base personality structure) serta watak umum suatu bangsa (national character) yang ditumbuhkembangkan dari pola adat pengasuhan anak (child rearing) dan pendidikan yang diteruskan melalui proses enkulturasi dan sosialisasi. Demikianlah, peranan latar belakang kebudayaan dalam pembentukan watak dan kepribadian amat dominan. Kata kunci : kebudayaan - enkulturasi - sosialisasi - kepribadia

    A SOCIAL CONTEXTOF SASAK PERSONAL PRONOUNS

    Get PDF
    Forms, meanings, dialects, and characteristics of Sasak language Pronouns were discussed by Nurhadi This ethnographical research gathered the information from the informants in a Bayan community in North Lombok, west Nusa Tenggara, Indonesia. The informants were selected in terms of their age, mobile and their speaking Indonesia ability. The language practices were observed and the informants were in-depth interviewed. Personal pronoun sentences were analysedby employing a referential identity method with deviding-key-factors techniques. Bayan people communicate pronouns in two directions: from low-to-high pronouns and high-to-low pronouns. low-to-high pronouns refers raden-to-menak and menak-to-jajar karang. high-to-low pronouns refers to jajar karang-to-menak and raden, menak-to-raden. Amonst the levels, they may speak pronouns variously, considering ages, position, and status. The personal pronouns they seem to apply are aku, tiang and dawek diq, kamu, epe, sida, pelinggih, and pelungguh. Social relation, and gender so far do not indicate an effect on applying personal pronouns

    Konstruksi alat ukur karakter nasionalisme

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah melakukan validitas konstruk dengan menggunakan analisis faktor pada alat ukur karakter, khususnya karakter nasionalisme.¬†Populasi penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas¬†(SMA). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 337¬†responden, dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling¬†di setiap wilayah yaitu pada SMA 1 Kabupaten¬†Kerinci, SMA¬†Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, SMA¬†Negeri 5 Kota Kabupaten Tebo dan SMA¬†Negeri 12¬†Kabupaten Merangin, dan SMA Negeri 1 Kota Jambi¬†dengan rentang usia 15¬†hingga 18¬†tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validitas konstruk yang menggunakan ¬†analisis Principal Component Analysis ¬†dengan rotasi orthogonal dan ekstraksi varimaks¬†menghasilkan lima faktor yang berhasil diekstraksi yang berupa komponen cinta tanah air, menghargai keragaman budaya, apresiasi budaya bangsa, taat hukum, serta unggul dan berprestasi. Hasil uji reliabilitas konsistensi internal dengan Metode Guttman őĽ=0.862. Norma alat ukur menggunakan standar deviasi hipotetik baik untuk setiap komponen maupun alat ukur keseluruhan. Alat ukur ini didukung oleh validitas konstruk yang baik serta reliabilitas yang memuaskan
    • ‚Ķ
    corecore