361,175 research outputs found

    Kajian Frasa Nomina Beratribut Pada Teks Terjemahan Al Quran Surat Al Ahzab

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis frasa nomina yang mengandung atribut pada terjemahan Al Quran surat Al-Ahzab, (2) Mendeskripsikan struktur frasa nomina yang mengandung atribut pada terjemahan Al Quran surat Al Ahzab. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif. Subjek yang akan dikaji pada penelitian ini adalah terjemahan Al Qur’an surat Al- Ahzab, sedangkan objek dalam penelitian adalah frasa nomina yang mengandung atribut pada terjemahan Al Qur’an surat Al-Ahzab.Sumber data dalam penelitian adalah sumber data tertulis pada teks terjemahan Al Qur’an surat Al-Ahzab yang berupa frasa nomina beratribut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode catat.Teknik pengujian keabsahan data yang digunakan adalah triangualasi data dan triangulasi teori. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan metode agih. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Frasa Nomina beratribut pada teks terjemahan Al Qur’an surat Al-Ahzab memiliki jenis dan struktur yang meliputi (1) frasa nomina beratribut dua unsur, yakni frasa nomina berstruktur Inti + Determinator, dan frasa nomina berstruktur Inti + Modifikator, (2) frasa nomina beratribut tiga unsur, yakni frasa nomina berstruktur Inti + Determinator + Modifikator, frasa nomina berstruktur Inti + Modifikator + Modifikator, frasa nomina berstruktur Inti + Modifikator + Determinator, dan frasa nomina berstruktur Modifikator + Inti + Modifikator, (3) frasa nomina beratribut empat unsur, yakni frasa nomina berstruktur Berstruktur Inti + Determinator + Modifikator + Modifikator, frasa nomina berstruktur Modifikator + Inti + Determinator + Modifikator, dan frasa nomina berstruktur Inti + Modifikator + Determinator + Modifikator, (4) frasa nomina beratribut lima unsur, yakni frasa nomina berstruktur Inti + Determinator + Modifikator + Determinator + Modifikator, frasa nomina berstruktur Inti + Modifikator + Determinator + Modifikator + Modifikator, frasa nomina berstruktur Berstruktur Inti + Determinator + Modifikiator + Modifikator + Modifikator, dan frasa nomina bertsruktur Determinator + Modifikator + Inti + Determinator + Modifikator, dan (5) frasa nomina beratribut delapan unsur, yakni frasa nomina berstruktur Inti + Determinator + Modifikator + Modifikator + Modifikator + Determinator + Modifikator + Modifikator

    HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN KEDISIPLINAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN SPINNING I PT. APAC INTI CORPORA SEMARANG TAHUN 2006

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT Apac Inti Corpora Tahun 2006, (2) Hubungan antara kedisiplinan dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT Apac Inti Corpora Tahun 2006, (3) Hubungan antara kepuasan kerja dan kedisiplinan dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT Apac Inti Corpora Tahun 2006. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bentuk penelitian kuantitatif. Populasi penelitian seluruh karyawan spinning I PT APAC INTI CORPORA Semarang tahun 2006, sejumlah 822. Sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling sejumlah 99 karyawan. Teknik pengumpulan data untuk variabel kepuasan kerja, kedisiplinan dan komitmen organisasi karyawan menggunakan angket. Adapun teknik analisis data digunakan adalah korelasi ganda. Berdasarkan hasil perhitungan dalam penelitian ini dapat disimpulkan : (1) Ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT Apac Inti Corpora Semarang tahun 2006. Terbukti dari rhit > rtabel atau 0,509 > 0,195 pada taraf signifikansi 5 %. (2) Ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT Apac Inti Corpora Semarang tahun 2006. Terbukti dari rhit > rtabel atau 0,597 > 0,195 pada taraf signifikansi 5 %. (3) Ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dan kedisiplinan dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT Apac Inti Corpora Semarang tahun 2006. Terbukti Fhit > Ftabel atau 57,773 > 3,09

    IMPLIKASI MAKNA KLAUSA DALAM BERITA ONLINE DENGAN MATERI PEMBELAJARAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan (1) menelaah makna klausa inti dalam teks berita online edisi Mei 2023 dan (2) mengetahui implikasi teks berita online dengan materi pembelajaran Sintaksis di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan metode padan dan agih. Objek dalam penelitian ini adalah klausa inti yang terdapat dalam artikel berita online edisi Mei 2023. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang di dalamnya terkandung makna klausa inti. Sumber data penelitian ini adalah klausa inti yang terdapat dalam artikel berita online edisi Mei 2023. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam metode padan yaitu dengan teknik lanjutan pilah unsur penentu serta metode agih dengan teknik lanjutan dua bagi unsur langsung. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. 1). Makna klausa inti dalam teks berita online edisi Mei 2023. 2) implikasi klausa inti dalam teks berita online edisi Mei 2023 dengan materi pembelajaran Sintaksis di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang.Kata kunci: makna klausa, berita, sintaksi

    Peningkatan Ketuntasan Belajar Matakuliah Fisika Inti Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Madiun Melalui Kegiatan Lesson Study

    Get PDF
    Berdasarkan data tentang prestasi belajar mahasiswa untuk matakuliah Fisika Intimempunyai ketuntasan belajar 65% dengan nilai ketuntasan 65. Ketuntasan belajar mahasiswa uga ditentukan oleh keprofesionalan dosen dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan. Untuk itu setiap dosen diharapkan selalu merencanakan pembelajaran, merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan dan kemudian merencanakan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya yang dilakukan secara terus menerus. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran akan lebih baik jika dilakukan secara kolaboratif di antara dosen matakuliah serumpun. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Lesson Study (Sumar Hendayana,dkk.: 2006: 20). Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah kegiatan Lesson Study dapat meningkatkan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika? Untuk memperjelas rumusan masalah tersebut, perludiajukan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti? (2) Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study? (3) Bagaimanakah ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study?. Tujuan Penelitian (1) Mendeskripsikan interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswadosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti. (2) Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study. (3) Mendeskripsikan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study. Adapun manfaat penelitian ini adalah: (1) Dosen dapat memilih bentuk kegiatan yang menunjang keprofesionalannya melalui Lesson Study. (2) Sebagai masukan bagi dosen lain bahwa Lesson Study dapat meningkatkan aktivitas dan ketuntasan belajar mahasiswa. (3)Dapat terjalin kerjasama antar dosen matakuliah serumpun (kolegalitas), meningkatkan penguasaan materi dan cara pembelajarannya. Hasil penelitian: a) terjadinya interaksi yang efektif antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen dan mahasiswa dengan lingkungan belajar, ini berarti pengelolaan pembelajaran oleh dosen lebih baik dari sebelumnya, dan (b) sebagai akibatnya ketuntasan belajar mahasiswa meningkat menjadi 75%

    ANALISIS KURIKULUM 2013 DALAM MEMBANTUPENINGKATAN KECERDASAN SISWA

    Get PDF
    Kurikulum 2013 menitikberatkan struktur capaian pada sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara utuh, artinya, hasil capaian proses belajar diukur dari kesinambungan dan konsistensi antara apa yang di ketahui dengan apa yang dilakukan dan apa yang diamalkan. Kompetensi Inti (KI-1) merupakan cakupan nilai-nilai ketuhanan (Religius), Kompetensi Inti (KI-2) mencakup nilai-nilai sikap sosial, Kompetensi Inti (KI-3) mencakup pengetahuan yang bersifat faktual, konseptual, dan prosedural, dan metakognitif, Kompetensi Inti (KI-4) mencakup proses atau tahapan pembelajaran (keterampilan). Kecerdasan/inteligensi tidak dapat diamati secara langsung melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Ada perbedaan mendasar antara intelegensi dengan IQ, 1). Bagimanakah sistem pembelajaran yang menerapkan Kurikulum 2013 .2). Bagaimana tingkat perkembangan kecerdasan siswayang menerapkan kurikulum 2013 3). Bagaimana pengaruh penerapan Kurikulum 2013 terhadap perkembangan kecerdasan siswa . Kata kunci : penerapan kurikulum 2013, perkembangan kecerdasan sisw

    DUKUNGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL TERHADAP KURIKULUM INTI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

    Get PDF
    Studi ini secara umum bertujuan untuk mengkaji dukungan kurikulum muatan lokal terhadap kurikulum inti program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak, dan secara lebih khusus bertujuan untuk menemukan bagaimanakan bentuk struktur kurikulum muatan lokal dalam mata kuliah keahlian (MKK) program studi PAI; dukungan tujuan mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti dalam sturktur kurikulum MKK program studi PAI; dukungan materi/isi mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti; ketepatan tata-urut mata kuliah muatan lokal lanjutan terhadap mata kuliah inti; dan bagaimanakah kedalaman, perluasan dan kelanjutan tujuan mata kuliah muatan lokal tersebut. Dukungan mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti dalam struktur kurikulum MKK program studi PAI ditandai dengan ada atau tidaknyajalinan fungsional antara tujuan dan materi/isi mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti. Ketepatan tata-urut dilihat dari kriteria 1) dari sederhana ke komplek, 2) prasyarat belajar, 3) keseluruhan menuju bagian dan 4) kronologis. Sedangkan untuk melihat pendalaman, perluasan dan kelanjutan tujuan menggunakan kriteria yang memiliki dan tidak memilki kriteria pendalaman, perluasan dan kelanjutan berdasakan kriteria yang telah ditentukan dalam tingkatan-tingkatan tujuanyang ada. Studi ini menggunakan metode deskriftif analitik dimana dirancang sesuai dengan maksud dari peneliti, yang mengungkapkan hal sesungguhnya difokuskan pada dukungan mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti dalam struktur kurikulum MKK program studi PAI STAIN Pontianak. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa dukungan tujuan dan materi/isi mata kuliah mutan lokal sangat bervariasi. Tujuan dan materi/isi mata kuliah muatan lokal yang sangat memberikan dukungan terhadap mata kuliah inti adalah IPI-2 dan MPAI, untuk tujuan mata kuliah BP, Media Pengajaran, Perbandingan Mazhab, Masailul Fiqihiyah, Ilmu Jiwa Agama dan PPMDI dan materi/isi mata kuliah Ilmu Jiwa Umum, BP, Masailul Fiqhiyah, Kesehatan Mental dan Ilmu Jiwa sosial kurang memberikan dukungan. Sedangkan tujuan mata kuliah Ilmu Jiwa Sosial dan materi/isi mata kuliah Materi PAI-2, PPMDI dan Perbandingan Agama tidak memberikan dukungan terhadap mata kuliah inti. Secara umum, jika dilihat dari jalinan fungsional tujuan dan materi mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti, dari ketepatan tata-urut materi mata kuliah muatan lokal lanjutan yang kurang sistimatis dan sebagian besar topik-topik tujuan tidak memiliki kriteria kedalaman, perluasan dan kelanjutan serta analisis mata kuliah muatan lokal terhadap kompetensi guru, maka dukungan mata kuliah muatan lokal terhadap mata kuliah inti masih kurang. Penyebaran mata kuliah muatan lokal yang demikian berimplikasi terhadap kualitas mahasiswa program studi PAI kurang mampu menguasai dan memahami kompetensi keahliannnya yang akan dipersiapkan menjadi lulusan guru pendidikan agama Islam yang profesional. Oleh karena itu, diharapkan kepada Jurusan Tarbiyah khususnya program studi PAI harus merevisi ulang tujuan dan materi mata kuliah : Perbandingan Mazhab, Masailul Fiqhiyah, Ilmu Jiwa Agama dan Filsafat Pendidikan Islam. Dan harus mengganti mata kuliah : Kesehatan Mental, Ilmu Jiwa Sosial, PPMDI dengan mata kuliah : Kapita Selekta Pendidikan Islam, Sejarah Pendidikan Islam, SBM, dan Teknologi Pendidikan. Dan dosen harus diwajibkan membut SAP apabila mengasuh mata kuliah muatan lokal dan mata kuliah inti tersebut

    Modul guru pembelajar SMK mata pelajaran kewirausahaan kelompok kompetensi J: evaluasi hasil usaha, refleksi pembelajaran.

    Get PDF
    Modul ini menjelaskan sub kompetensi inti yaitu mengevaluasi hasil usaha yang terdiri dari: (1). menganalisis hasil usaha yang meliputi evaluasi hasil usaha dan menindak lanjuti usaha. (2). menyajikan hasil usaha, menyusun laporan hasil usaha, mengitung rasio keuangan dan menyusun strategi pengembangkan usaha yang merupakan bagian akhir inti pada mata pelajaran kewirausahaan
    • …
    corecore