85 research outputs found

    ANALISIS TANGGAPAN KONSUMEN TENTANG PELAYANAN JASA DITINJAU DARI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA DEALER PUTRA UTAMA MOTOR DI JL. RAYA NGUTER SUKOHARJO

    Get PDF
    Semakin meningkatnya persaingan di bidang otomatif, menyebabkan perusahaan memperhitungkan berbagai strategi guna bersaing di pasar. Pelayanan adalah keseluruhan kegiatan yang membuat pelanggan secara mudah mencapai atau memenuhi keinginannya. Dengan adanya pelayanan yang baik diharapkan akan dapat membangun kepuasan pelanggan melalui kualitas pelayanan, sehingga meningkatkan penjualan jasa perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelayanan jasa yang diberikan oleh Dealer Putra Utama Motor dan mengetahui kepuasan konsumen Dealer Putra Utama Motor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan populasi semua konsumen yang menggunakan jasa dealer Putra Utama Motor, sampel diambil sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel incidental sampling menggunakan angket tertutup. Hasil pengujian dan analisis terhadap model regresi linier sederhana didapatkan: y = 19.258 – 0.091x. Koefisien regresi x sebesar -0.091 menunjukkan hubungan negatif untuk pelayanan jasa (x) terhadap perubahan kepuasan konsumen ( y). Sedangkan konstanta 19.258 menunjukkan perubahan kepuasan konsumen (y) jika variabel pelayanan jasa (x) dianggap nol atau tidak ada. Dengan demikian apabila pelayanan jasa ditingkatkan, maka akan menurunkan kepuasan konsumen. Sedangkan berdasarkan uji t didapat hasil thitung sebesar -2.036 ttabel sebesar ±2.000, maka t hitung > t tabel (-2.036 > -2.000) sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang negatif dan signifikan antara pelayanan jasa terhadap kepuasan konsumen. Dalam penelitian ini nilai t hitung negatif, hal ini menunjukkan bahwa apabila pelayanan jasa ditingkatkan 1 satuan, maka akan menurunkan tingkat kepuasan konsumen sebesar 2.036

    PENGEMBANGAN PERMAINAN TALK CARD PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan komunikasi siswa setelah pembelajaran menggunakan media permainan talk card pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang telah dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu pengembangan sesuai prosedur pengembangan 4-D tetapi tahap desseminate atau tahap penyebaran tidak dilakukan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode validasi dan metode observasi, angket serta tes melalui uji coba terbatas kepada 16 siswa kelas VII SMP Negeri 5 sidoarjo. Analisis data hasil validasi media permainan talk card yang telah dikembangkan memperoleh presentase kevalidan dari segi isi sebesar 92,5%, penyajian 87,5%, kebahasaan sebesar 85% , permainan 92,5%, dan proses komunikasi sebesar 97% dengan kategori sangat valid. media permainan talk card yang telah divalidasi layak digunakan dalam pembalajaran untuk melatihkan keterampilan komunikasi siswa kelas VII SMP. Hasil keterampilan komunikasi siswa mengalami peningkatan yang dilihat dari hasil nilai post-test terhadap nilai pre-test keterampilan komunikasi siswa. Rata-rata peningkatan keterampilan komunikasi siswa sebesar 60% dengan nilai N-Gain (<g>=0,6) kategori peningkatan sedang. Siswa memberikan respon positif terhadap media permainan talk card, dengan presentase siswa yang memberikan respon positif sebesar 99,4% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa Media Permainan Talk Card Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan tersebut dapat melatihkan keterampilan komunikasi siswa serta layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Kata kunci: Media Permainan Talk Card, Materi Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, Keterampilan Komunikasi sisw

    SURVEI KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI TAHUN AJARAN 2014-2015 (Studi Pada Siswa Kelas IV, V, VI SDN Kutorejo II Kertosono)

    Get PDF
    Abstrak Kemampuan motorik (motor ability) memegang peranan yang sangat penting dalam setiap kegiatan manusia. Dengan kemampuan motorik seseorang dapat melakukan semua kegiatan dengan baik. Melalui pendidikan jasmani peserta didik mempunyai kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam berbagai pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa kelas IV,V dan IV SDN Kutorejo II Kertosono. 2) Mengetahui hasil keseluruhan tingkat kemampuan motorik siswa kelas atas SDN Kutorejo II Kertosono. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas atas (IV,V,VI) SDN Kutorejo II Kertosono dengan jumlah siswa dari kelas IV sebanyak  45 siswa, kelas V sebanyak 38 siswa,kelas VI sebanyak 36 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan beberapa tes yang meliputi tes kelincahan, tes koordinasi  mata dan tangan,keseimbangan dan kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwaHasil keseluruhan kemampuan motorik siswa kelas IV,V dan VI SDN Kutorejo II Kertosono dapat dikategorikan sedang dengan rata - rata 200, dengan presentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori sedang 73,95% Kata kunci: Kemampuan Motorik, Siswa Sekolah Dasar Abstract Motor ability hold very important role in every human activity. By motor ability someone able to executed all activities well. Through physical education students has opportunity to directly engage on various learning experiences. The purpose of this research were: 1) to determine 4,5,6th grade elementary school student’s motor ability of SDN Kutorejo II Kertosono. 2) to determine whole results of  advanced class student’s motor ability of SDN Kutorejo II Kertosono. Research population were advanced class students (4,5,6th graders) of SDN Kutorejo II Kertosono with the amount of fourth grade as many 45 student, fifth grade as many 38 students, sixth grade as many 36 students. Analysis method in this research applied descriptive quantitative statistical method, while data collecting technique conducted by performed several test which covered agility, hand and eye coordination tests, balance and speed tests.  Based on research results it can be conclude thatthe whole results of 4,5,6th grade elementary school student’s motor ability of SDN Kutorejo II Kertosono can be categorized moderate with mean of 200, withstudent’s motor ability criterion classification percentage namely: moderate category 73.95%. Keywords: motor ability, elementary school student&nbsp

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE Teams Games Tournament (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAKBOLA

    Get PDF
    Abstrak Pembelajaran sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah dasar. Materi sepakbola sendiri terdapat beberapa keterampilan dasar sepakbola, salah satunya adalah keterampilan dribbling atau menggiring. Oleh karena itu, memahami dan menguasai keterampilan dasar dribbling dirasa sangat penting bagi siswa. Dalam pembelajaran penjasorkes terdapat beberapa pendekatan yang dapat diterapkan diantaranya adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu menguasai materi dan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari hasil pretest dan posttest keterampilan dribbling sepakbola menggunakan tes slalom dribble Bobby Charlton dan tes pengetahuan melalui ujian tulis. Dalam penelitian ini menggunakan metode statistik T-Test Dependent dalam SPSS yang memiliki istilah lain yaitu paired samples T-Test. Selanjutnya dihitung T-Test Independent sebagai uji beda untuk mengetahui peningkatan siswa dalam keterampilan dribbling sepakbola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada hasil belajar dribbling sepakbola siswa kelas V SDN Tanjungan Driyorejo Gresik, dibuktikan berdasarkan pada hasil SPSS T-Test Dependent dengan p-value (0.000) < alpha (0.05). (2) model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan peningkatan sebesar sebesar 37.7% pada aspek pengetahuan sedangkan pada aspek keterampilan sebesar 76.9 % terhadap hasil belajar dribbling sepakbola. Kata Kunci : Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT), dribbling               Abstract Football learning is one of the sport branches that included to elementary school education curriculum.Football matter contained several football basic skill, one of them is dribbling. Therefore, understanding or mastering dribbling basic skill considered very important to student. On physical education learning consisted several approach that applied and one of the, is Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament (TGT). Every learning approach have advantageous and disadvantageous that can affect learning process and student learning process. Therefore, a teacher must be able to mastering matter and choose appropriate learning model with student characteristic, so learning process more effective and can improve better student learning results. This was a descriptive quantitative research method. Data collected from football dribbling skill pretest and posttest result by applying slalom dribble Bobby Charlton test. In this research applying t-test dependent statistical method in SPSS that have other term namely paired sample t-test. Later, it applied t-test independent as a differ test to found out student improvement on football dribbling learning result. Research result showed that: 1) there was significant effect of Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament (TGT) to football dribbling learning resulton fifth grade student of SDN TanjunganDriyorejoGresik, it proven based on SPSS T-test dependent value woth p-value (0.000) < alpha (0.05). 2) Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament (TGT) give an increase of 37.7% on the knowledge on the skills of 76.9 % of study results dribbling football Keywords: cooperative type Team Games Tournament (TGT), football dribblin

    Relationship Between Eco-Efficiency on Firm Value Moderated with Profitability and Leverage

    Get PDF
    A large number of potential investors begin to consider the idea of responsible investment social responsibility. However, the debate over whether the value should be added as an environmental consideration for the stock selection process is still being debated. This study tries to improve the efficiency, profitability and leverage hypothesis of firm value. The sample used was 81 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange and sent in 2014-2018 and using the rupiah. The data analysis tool used in this study is multiple linear regression estimated with OLS (Ordinary Least Square). The collected data is then processed and tested using SPSS 22 software. Based on the results of research analyzing the effect of eco-efficiency on firm value with profitability and leverage on the manufacturing industry listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2012 to 2016, it can be concluded that there is a significant positive effect between eco-efficiency on firm value

    KAJIAN JARINGAN DAERAH IRIGASI MEROWI KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU

    Get PDF
    Daerah irigasi Merowi merupakan irigasi terbesar di Kalimantan barat yang terlertak di Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. D.I Merowi saat perencanaannya memiliki luas lahan potensial 1.660 Hektare mengalami perubahan fungsi lahan produktif hanya tersisa tersisa 499,88 Hektare. Tujuan penelitian mengetahui luasan lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian dan mengetahui penyebab air dari Bendung Merowi tidak dapat mengaliri jaringan D.I Merowi. Hasil Analisis kondisi saluran menunjukan kondisi Saluran mengalami kerusakan parah dengan indeks kerusakan 48 % dan hasil analisis elevasi dasar saluran menunjukan saluran mengalami kenaikan elevasi pada saluran yang berjarak 1898,2 m dari intake dengan elevasi 43,846 mengalami kenaikan sebesar 2,158 m pada saluran yang berjarak 1981,2 m dari intake dengan elevasi 46,004. Kenaikan elevasi terjadi pada pengukuran saluran terakhir, kenaikan elevasi berpengaruh dengan kondisi elevasi mercu 47,000 dan posisi muka air pada elevasi 46,892 sedangkan elevasi dasar saluran tertinggi terjadi pada saluran yang berjarak 2558,2 m dari intake dengan elevasi 50,798 yang dimana posisi ini berada diatas mercu dengan beda tinggi 3,798 m dan berada diatas elevasi muka air, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap aliran air dikarenakan posisi dasar saluran berada diatas elevasi mercu bendung. Hasil analisis pengukuran luas lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian seluas 80,10 Hektare. Kata Kunci: Bendung Merowi, Kondisi Jaringan, Elevasi dasar saluran, Luas lahan fungsional

    Investing in Mutual Funds Before and During the Covid-19 Pandemic: An Analysis using Markov Chain

    Get PDF
    Indonesian people's interest in stocks and mutual funds is still low compared to other investment instruments. This study aims to evaluate the performance of mutual funds in Indonesia before and during the COVID-19 pandemic. Markov chain is used to assess the performance of each type of mutual fund because of its accuracy and suitability for data showing volatility. The results showed that all types of mutual funds experienced an increase with a probability of more than 50% in the long term. Money market mutual funds, both Islamic and conventional, have the highest probability of increasing by more than 90%. The first passage time can indicate how much price volatility is, wherein in this study, stock mutual funds and sharia stock mutual funds have high volatility. Before conducting further technical analysis, the Markov chain can be used to choose the type of mutual fund that is anticipated to increase

    ANALISIS KETERLAMBATAN PENYAMBUNGAN BARU LISTRIK MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS (STUDI KASUS DI PLN UID JATENG & DIY)

    Get PDF
    ABSTRACT PLN as a BUMN in the field of electricity assigned by the government as the holder of an electricity supply business license (IUPTL) based on the law of the Republic of Indonesia (NKRI) number 30 in 2009, the PLN in providing the best service should commit to continue to make service improvements, especially for new prospective customer connection service. The purpose of this qualitative research is to understand the Business Model Canvas of new electrical connection services in the company PT PLN (Persero) Central Java and D.I Yogyakarta Distribution Unit (UID JTY) and identify the causes of new connection delays. The resources person is the manager of the construction section of 13 (thirteen) Customer Service Implementation Units (UP3) / Area, the resources person is one of the structural officials who is seen to know the most and is directly related to the new electricity connection contract work. Implementation techniques using the Focus Group Discussion (FGD), method are divided into 2 (two) question sections, namely FGD pre-test and FGD interviews, where in the pre-test questions will be asked regarding the value proposition of the new customer's connection service, then the FGD will be conducted from the question new connection services especially in 3 (three) business model canvas blocks (blocks of key activites, key partners and key resources) The results of the coding interview conducted the focus group discussion with the speakers concluded that the dominant factors that occurred and impacted the delay in the new connection of PLN UID Central Java& DIY was related to the availability of the main distribution material (MDU) such as kWh meters and house connection cables in UP3 and ULP warehouse, is also constrained by external customers such as SLO (operation worthiness certificate) from the late Engineering Inspection Agency (LIT) and building installations from prospective customers not ready. So that 9 (nine) blocks of Business Model Canvas (BMC) from new electrical connection services can be identified and the main causes of new connection delays are in key activites and key resources blocks. Keywords : Business Model Canvas, Focus group Discussion, MD

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIBIT UNGGUL POHON KARET MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE BERBASIS WEB

    Get PDF
    Dengan adanya sistem pendukung keputusan dapat meningkatkan kualitas sistem pendukung keputusan yang akan dibuat. Sebagai contoh, dalam pemilihan bibit pohon karet yang berkualitas baik yang digunakan untuk proses penanaman bibit pohon karet dilahan baru. Dalam menentukan bibit pohon karet, dilakukan perbandingan antara bibit satu dengan yang lain sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, sehingga didapatkan bibit terbaik yang sesuai dengan kriteria lahan sebagai dasar pertimbangan bibit yang akan ditanam. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu sistem pendukung keputusan dalam menentukan bibit pohon karet. Sistem ini dibangun dengan menggunakan metode Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Sistem ini dapat menghasilkan perangkingan bibit pohon karet terbaik dari jenis bibit pohon karet yang unggul. Kriteria yang digunakan meliputi harga, diameter batang, akar, daun, ketinggian bibit,usia bibit. Hasil yang diperoleh penjumlahan perbandingan setiap alternatif adalah bibit binjai 0.33,bibit lokal 0,bibit bangkok 0,bibit salamon -0.033. Nilai yang diperoleh harus diatas 0 buat hasil diterima dan dibawah 0 hasil akan ditolak

    Model Penjadwalan Tenaga Kerja Mempertimbangkan Faktor Ergonomi

    Get PDF
    Penjadwalan tenaga kerja merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh manajer operasional. Ketidaksesuan dalam penjadwalan tenaga kerja dapat berdampak negatif pada produktivitas, kepuasan pelanggan dan biaya. Hingga sekarang, penelitian berkaitan dengan penjadwalan tenaga kerja telah diteliti secara luas. Sebagian besar penelitian fokus pada beberapa faktor seperti ketersediaan tenaga kerja, kualifikasi pekerja, peramalan permintaan dan biaya, namun sedikit yang mempertimbangkan faktor ergonomi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan penjadwalan tenaga kerja dengan mempertimbangkan faktor-faktor ergonomi, seperti faktor manusia, batasan lingkungan, dan karakteristik tugas kerja. Pertimbangan terhadap ketiga faktor tersebut, dapat berdampak pada peningkatan performansi bisnis keseluruhan serta kesejahteraan pekerja. Penelitian lebih difokuskan pada pekerjaan monoton dan berulang, dimana aktivitas kerja tersebut memiliki risiko stress, kelelahan, kejenuhan, cedera dan dapat berdampak pada performansi pekerja. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap utama, (1) identifikasi faktor ergonomi, (2) pembuatan model matematis, dan (3) pengujian numerik. Mixed integer linear programming digunakan untuk menyelesaikan penjadwalan rotasi kerja dengan mempertimbangkan produktivitas sebagai fungsi tujuan. Model akan mempertimbangkan faktor manusia (variabilitas skill, produktivitas, beban kerja dan kelelahan), bahaya lingkungan (kebisingan dan temperatur) dan karakteristik tugas kerja (risiko tugas kerja). Hasil pengujian numerik menunjukkan bahwa penjadwalan tenaga kerja dengan pertimbangan terhadap faktor ergonomi memberikan hasil yang lebih baik, dilihat dari segi kesejahteraan tenaga kerja dan produktivitas pekerja. ============================================================ Workforce scheduling is one problem that have been faced by many operation managers. Inappropriate workforce scheduling could negatively impact productivity, customer satisfaction and cost. Until recently, large number of research has been done to deal this issue. Most of research focused on factors such as workforce availability, qualification, demand forecasting and cost, but limited on on Ergonomics-related-factors. This paper, therefore, aim to model the workforce scheduling problem which incorporating Ergonomics factors including human factor, environmental limitation and job charactheristic. By considering these three factors could potentialy improve business operation performance as well as increase human well-being. This paper will mainly focus on monotonous and repetitive job where worker stress, fatigue, boredom and occupational injuries increase due to the job characteristic and could impact worker performance. This research is conducted through three main stages, (1) identification of ergonomic factors, (2) mathematical modelling and (3) numerical testing. A mixed integer linear programming model is presented to determine job rotation schedules which considers productivity as a objective function. The model will consider human factors (i.e.skill variability, productivity, workload and fatigue), environmental hazards (i.e. noise and temperature) and job characteristic (i.e. the risk of task). The result of numerical testing indicate that workforce scheduling that is consider ergonomics factor give better results in terms of worker well-being for and worker productivity
    corecore