2 research outputs found

    Studi Optimalisasi Geometrik Jalan Provinsi Dan Biaya Menggunakan AutoCAD Civil 3D Pada Ruas Kota Baru - Air Nanang Kabupaten Seram Bagian Timur

    Get PDF
    Ruas Kota Baru – Air Nanang yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan satu-satunya jalan penghubung antarkota kabupaten yang terlerak di Pulau Seram. Memiliki panjang ruas 60 km dan berstatus Jalan Provinsi, ruas ini belum terhubung oleh akses transportasi jalan raya. Akan di lakukan perencanaan geometrik jalan baru sepajang 5.800 m pada Sta. 00+000 s/d Sta. 05+800 menggunakan software AutoCAD Civil 3D. Berdasarkan hasil pengukuran topografi, jalan ini mempunyai jenis medan bukit serta situasi eksisting jalan yang cukup tajam, sehingga harus direncanakan jalan yang aman dan ekonomis untuk menunjang pembangunan dan pemerataan di daerah tersebut. Studi ini merencanakan beberapa alternatif desain dengan metode optimalisasi desain pada alinyemen vertikal jalan, untuk memperoleh bentuk medan jalan yang aman sesuai dengan standar Bina Marga. Selain itu akan dilakukan pengoptimalan pada volume galian dan timbunan tanah agar memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan dan mendapatkan prediksi biaya yang ekonomis. Pedoman yang di pakai dalam perencanaan ini mengacu kepada Pedoman Desain Geometrik Jalan Bidang Bina Marga Tahun 2021 dan menggunakan Analisa Harga Satuan Bidang Bina Marga Provinsi Maluku, Kabupaten Seram Bagian Timur Semester II Tahun 2022. Hasil analisa perencanaan menghasilkan panjang jalan 5.762 m dari panjang semula 5.800 m dan diperoleh lengkung alinyemen horisontal sebanyak 18 buah lengkung, 8 buah lengkung Full Circle dan 10 buah lengkung Spiral Circle Spiral. Untuk alinyemen vertikal dipilih alternatif ketiga sebagai desain yang optimal, diperoleh 16 buah kurva dimana masing-masing berjumlah 8 buah kurva cekung dan kurva cembung dengan presentase landai positif (tanjakan) sebesar 3,50% dan landai negatif (turunan) sebesar -4,89%, serta diperoleh volume galian sebesar 55.749,28 m3 dan volume timbunan sebesar 55.991,28 m3 dengan selisih volume 1.758 m3 sehingga didapat estimasi biaya pekerjaan sebesar Rp 3.888.473.000 (Tiga Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Rupiah)

    Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Organik Cair (POC) dengan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms-4) Terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum)

    No full text
    tahunan yang memiliki umbi berlapis atau bertingkat. Tanaman ini memiliki akar serabut yang berserat dan daunnya berbentuk silinder berongga. Dalam pertumbuhannya bawang merah membutuhkan kandungan unsur hara yang mudah diserap agar nutrisi tercukupi. Pupuk Organik Cair (POC) diharapkan dapat menjadi alternatif dalam usaha budidaya bawang merah, karena bersifat cair maka unsur hara di dalamnya mudah diserap tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa pengaruh 3 jenis POC dan menganalisa POC yang efektif dan optimal, serta mengetahui dosis pupuk yang sesuai bagi bawang merah. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk yang terdiri dari P0 = Perlakuan Kontrol, P1 = POC kulit pisang dan cangkang telur ayam, P2 = POC limbah buah dan sayur, serta P3 = POC urin sapi dan air kelapa. Faktor kedua adalah dosis pupuk yang terdiri atas D1 = 100 ml/polybag dan D2 = 50 ml/polybag. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat basah dan berat kering umbi. Data hasil penelitian dilakukan analisis menggunakan ANOVA pada taraf nyata 5% dengan uji lanjut BNT atau LSD pada taraf 5%. Berdasarkan penelitian ini didapatkan tinggi tanaman tertinggi adalah pada perlakuan P3D1 sebesar 67 cm, jumlah daun tertinggi pada perlakuan P3D2 sebesar 101 helai, kemudian untuk jumlah umbi tertinggi sebesar 27 buah pada perlakuan P3D2, dan diameter umbi tertinggi pada perlakuan P2D2 sebesar 2,7 cm, berat basah umbi tertinggi pada P2D1 sebesar 49 gr, dan berat kering umbi tertinggi pada perlakuan P2D1 sebesar 29 gr. Kemudian untuk perlakuan terbaik pada perlakuan P3D2 berdasarkan pada parameter-parameter penelitian
    corecore