23 research outputs found

    KARYA FOTOGRAFI MAKANAN OBYEK MENU HIDANGAN PADANG HWK Zukhruf Riverto 076020001

    Get PDF
    Rumah makan padang adalah rumah makan yang keberadaannya hampir ada disetiap daerah di Indonesia, bahkan sampai keluar negeri. Ciri khas masakan Padang adalah pedas dengan cabai keriting, beraroma, dan lezat dengan bumbu yang beragam. Umumnya proses pembuatan lauk pauk umumnya membutuhkan waktu yang lama dan pemakaian santan yang banyak membuat masakan menjadi gurih dan lezat. Untuk mendapatkan hasil karya fotografi makanan yang terlihat hidup dan seolah melihat masakan yang aslinya, penguasaan teknik food photography mutlak diperlukan. Baik dari segi pencahayaan, komposisi, maupun dalam menata masakan. Selain itu kesabaran dan ketelitian seorang fotografer juga mempengaruhi keberhasilan dalam membuat karya fotografi masakan Padang

    Dampak Negatif Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Tubuh Manusia Di Kota Bandung Melalui Still Life Photography. Nama : Angga Dwi Valoka NIM : 126020011

    Get PDF
    Saat ini masyarakat di kota Bandung sudah sangat akrab dengan fast food dan junk food. Peneliti melihat bahwa masyarakat di kota Bandung tidak begitu peduli dengan apa yang mereka makan. Padahal makan merupakan kebutuhan paling utama untuk kelangsungan hidup. Para pakar menyebutkan bahwa fast food dan junk food menjadi salah satu ancaman utama bagi kesehatan. Hasil penelitian ini akan di visualisasikan melalui media fotografi still life untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa fast food dan junk food sangat tidak baik apabila dikonsumsi terus menerus

    MOTIF KAIN TENUN ADAT AMARASI BUDAYA TIMOR KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR MENGGUNAKAN GAYA FOTOGRAFI ESSAI. THELEMATOS KRISTO HERE 106020024

    Get PDF
    The purpose of this thesis entitled “ Photogaphy Essay on Amarasi Traditional Woven Fabric Patterns from East Nusa Tenggara”, is to learn about Amarasi woven fabric, and to maximize the using of phytography essay as a means to introduce woven fabric patterns of Amarasi.The method of the research is descriptive by qualitative research paradigm. Data collecting is done by field observation, interviewing experts and using the research subject itself. The result of the research shows that there are some patterns that should be known by people are King and Garuda Bird Patterns. Coloring process of the threads is using natural colors, such as leaves or tree roots. In the writer’s point of view, Amarasi patterns are very interesting; through photography, the writer as a photographer presents this in an essay. Based on the result of the research, it is concluded that Amarasi woven pattern can be an identity that symbolizes Indonesia. The local government does not give enough attention to woven fabric, it makes weaver groups are difficult to grow. As a result they find it difficult to show their existence and potentials in the community. In the process of the work, photography creates photos which tKeywords: photography, essay, woven fabriche photographer’s point of view involved

    DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY DALAM FILM DOKUMENTER PERANG TOMAT DI RW.03 CIKAREUMBI KAB. BANDUNG BARAT SANTI AMERIYANI.106020017

    Get PDF
    Indonesia memiliki beragam kebudayaan, yang masing-masing daerah mempunyai ciri khas yang berbeda. Salah satunya berada di daerah Lembang Bandung yang bertepat di Cikareumbi Lembang Kab. Bandung Barat. Keindahan dan kekayaan alamnya membuat masyarakat di daerah tersebut bergerak dibidang agraris. Perang tomat adalah salah satu contoh kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Perang tomat terlahir dari tradisi ruatan yang sudah ada secara turun temurun. Tomat busuk dipakai dalam perayaan perang tomat sebagai symbol buang sial, membuang segala sifat buruk dari manusianya itu sendiri. Penulis yang bertugas sebagai Director of Photography (D.o.P) menampilkan keseluruhan proses dari awal sampai terjadinya perang tomat dalam bentuk film dokumenter. Menyajikan visual yang baik dapat menjadikan sebuah metode dalam film dokumenter untuk dapat menyampaikan informasi dan pesan yang bermanfaat

    Film Dokumenter Biografi Kresnadea Saraga Freestyle Inline skater dari Bandung Dalam Departemen Penyutradaraan. Dedi Sopian; 146020019

    Get PDF
    Penulisan ini mengambil tema tentang biografi seorang atlit freestyle inline skater di kota bandung yang mempunyai ambisi dan semangat yang luar biasa. Permasalahan yang diangkat diantaranya, latar belakang dimana kresnadea saraga dibesarkan oleh bapak angkatnya, serta pendidikan hingga pada puncak karir sebagai pemaian serta kehidupan yang ia jalani, Kisahnya mampu menjadi inspirasi dikalangan anak muda. Tujuan penelitian ini sendiri untuk membuat karya film dokumenter biografi upaya memberi inspirasi. Film dokumenter kami pilih karena menceritakan kembali sebuah kejadian atau realita menggunakan fakta dan data. Metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah metode penelitian kualitatif pendekatan historis dengan tujuan untuk memahami secara mendalam dan mendetail pada topik penelitian. Proses pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara ke beberapa narasumber. Kata Kunci : Film Dokmenter, Biografi, Kresnadea Saraga, Inline Skate

    PENGKARYAAN FILM DOKUMENTER ASEP NATA SEBAGAI PENGEMBANG KARINDING TOWEL. Banu Wijayanto 106020016

    Get PDF
    Sebuah alat musik hasil pengembangan dari seorang etnomusikolog yang bernama Asep Nata, nama alat musik tersebut adalah karinding towel. Alat musik ini pada awalnya terinspirasi dari alat musik logam yaitu jaw's harp

    FRODUKSI FILM CERITA YANG BERJUDUL "IMAJIMAN" DENGAN MENGGUNAKAN GAYA PENGGARAPAN SEQUENCESHOOT TOPAN DEWA GUGAT 106020021.HARRY REINALDI DAN RESTU DESSY MAULIDA

    Get PDF
    Karya film yang berjudul Imajiman ini mengemas sebuah sikap yang bentuk penggarapannya menggunakan style film yang tergolong unik yaitu depth of focus. Film ini bercerita tentang seorang seniman pantomime yang mengalami gangguan kejiwaan yaitu skizofernia, dimana problematika dan konflik yang hadir dalam film ini adalah sebuah karangan dari imajinasi oleh seniman pantomime itu sendiri. Pemilihan style film depth of focus didasari karna pendekatan gaya bertutur yang sangat dekat dengan suasana sebuah panggung teater. Dimana sebuah adegan dalam satu scene berdurasi lumayan panjang lalu pergerakan aktor yang sangat dominan dibandingkan dengan pergerakan kamera dalam film ini. Pembuatan film ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan secara langsung terhadap subject matter masyarakat . Dari wacana tersebut penulis menganalisis data dengan menggunakan pendekatan induktif dan melakukan pengumpulan data dari pengalaman seharihari penulis. Film Imajiman memperlihatkan bagaimana kehidupan sehari-hari para seniman yang lebih spesifik yaitu seniman panggung. Lalu penulis menganalis subyek yang bernama Wanggi sebagai seorang seniman muda yang sangat produktif melakukan seni pantomimnya sebagai media perlawanan, perlawanan yang dilakukan oleh Wanggi sering menyangkut tentang hak asasi manusia atau perlawanan terhadap seni itu sendiri. Setelah diaplikasikan dan dijalani, kecocokan dengan gaya penggarapan sebuah film dengan pendekatan depth of focus dalam film Imajiman Dikarenakan Isu yang kental adalah teatrikal, depth of focus menjadikan atmosphere panggung teater itu lebih hidup dalam setiap scene-nya, karena satu atau dua shoot dalam setiap scene-nya yang panjang memperkuat nuansa panggung dalam film ini. Dalam film Imajiman, isu-isu yang diangkat adalah isu tentang keseharian masyarakat dalam ruang lingkup seniman teater, hal yang dibicarakan adalah tentang isu-isu panggung dan konflik-konflik yang berada di ranah panggung tersebut. Dengan mengangkat isuisu tersebut bagaimana penulis berusaha untuk merepresentasikan sebuah realita kedalam film Imajiman ini, dan bagaimana penulis berusaha membuat sebuah karya dengan jujur

    FASHION ANDROGINI DALAM PENDEKATAN FOTOGRAFI EDITORIAL DI KOTA BANDUNG. Haerum Barkati 096020020

    Get PDF
    Kata kunci: fashion androgini, fotografi editorial, alter ego, Tugas Akhir Karya Fotografi; 12 karya fotografi editorial; 12 buku sumber, 2 jurnal penelitian; 5 sumber situs internet. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan peran fotografi editorial dalam memvisualisasikan fashion androgini yang lebih ditentukan melalui tema alter ego. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran fotografi editorial dalam memvisualisasikan fashion androgini. Fotografi editorial mengacu pada karya seni yang bercerita untuk mengkomunikasikan konsep atau ide. Gambar editorial yang sangat kuat harus bisa membangkitkan perasaan penikmatnya dan harus bisa berdiri sendiri tanpa penjelasan. Fashion androgini yang dalam konteks fashion, androgini merupakan peniruan sebagian atau keseluruhan gaya berpakaian lawan jenisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, agar lebih menggambarkan fenomena fashion androgini di Kota Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Pendekatan yang digunakan adalah fotografi editorial dengan mengutamakan mood atau suasana dengan tema alter ego. Pembuatan karya dimulai dengan penataan pencahayaan, pengaturan kamera, model, proses pemotretan, olah digital, presentasi dan konsep visual karya. Hasil penelitian menunjukan bahwa fotografi editorial dapat berperan dalam memvisualisasikan konsep androgini melalui tema alter ego. Hal ini dikarenakan fotografi editorial merupakan media yang mampu bercerita melalui susunan gambar-gambar hasil pemotretan, sehingga konsep androgini khususnya di Kota Bandung dapat lebih mudah untuk dipahami tanpa menimbulkan suatu persepsi yang salah di masyarakat. Adapun manfaat dari ilmu fotografi adalah, memperluas wacana ilmu fotografi sebagai ilmu pengetahuan dengan menjelaskan dan memvisualisasikan berbagai isu, teori, ide maupun gagasan dari disiplin ilmu yang berbeda-bed

    FILM DOKUMENTER PENGELOLAAN LINGKUNGAN MASYARAKAT BADUY DI DESA KANEKES DALAM BIDANG PENYUTRADARAAN. Farhan Nur Siddicq: 146020022

    Get PDF
    Masyarakat Baduy salah satu kelompok masyarakat keturunan etnis Sunda yang hingga kini masih melestarikan dan memegang teguh adat leluhurnya. Terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.Masyarakat Baduy sangat menjaga kelestarian alam yang mereka huni, mereka selalu menjaga dan merawat alam supaya dapat terus dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan hasil panen yang cukup dan melimpah untuk menghidupi kebutuhan hidup. Film dokumenter ini sebagai gambaran kehidupan nyata masyarakat Baduy, Ditengah-tengah gempuran modernitas saat ini, suku Baduy berusaha untuk menjaga nilai-nilai budaya dasar yang dimiliki dan diyakininya.Masyarakat Baduy membagi wilayah perlindungan lingkungannya terdiri dari hutan lindung dan hutan tutup yang mutlak hanya untuk kawasan perlindungan.Kearifan lokal yang diterapkan dimasyarakat Baduy memberikan banyak pelajaran berharga untuk masyarakat kita yang sudah banyak sekali termakan oleh modernitas, oleh karena itu banyak sekali baik individu atau kelompok yangdatang dan berkunjung ke Baduy baik untuk melihat keindahan alam, maupun belajar akan nilai-nilai kearifan lokal yang ada dimasyarakat Baduy. Masyarakat Baduy untuk bisa mempertahankan kebudayaanya dari kebudayaan-kebudayaan luar yang masuk melalui para pengunjung yang datang.Peneliti ini menggunakan metodelogi penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan studi literatur. Peneliti memilih gaya bertutur dengan tipe pemaparan eksposisi (ekspository documentary) karena narator/wawancara sebagai penutur utama yang diperkuat dengan shot-shot/stock shot untuk memperkuat informasi yang disampaikan.Kata Kunci : Masyarakat Baduy, Lingkungan, Budaya, Film Dokumenter, Kanekes

    Visualisasi Cerita Rakyat Ramayana Dalam Fotografi Fashion Editorial. Radhya Prakasa Imbarraga. NPM : 156020049

    Get PDF
    Permasalahan yang diangkatdalam pembuatan tugas akhir ini berkaitan dengan peran fotografi fashioneditorial dalam memvisualisasikan cerita rakyat Ramayana versi Sujiwo Tejo.Tujuan tugas akhir ini ialah untuk mengetahui apakah fotografi fashioneditorial dengan berkolaborasi fotografer, fashion stylist, model,wardrobe, mak-eupartistdan digital artistmampumemvisualkan cerita rakyat Ramayana Versi Sujiwo Tejodengan menggunakan fashionadibusana yang diberi sentuhan tradisional dalam naskah pementasan wayang orang karya Sujiwo Tejo yang berjudul Rahwana Putih dengan metode pembacaan bahasa rupa. Melalui media ini, peneliti ingin membuat konsep kreatif fotografi fashioneditorial yang mampu memvisualisasikan cerita rakyat Ramayana dengan iimenggunakan bahasa rupa sebagai pembacaan fotografi yang mengandung sentuhan tradisional dan fashiondari naskah pementasan wayang rang Rahwana Putih karya Sujiwo Tejo. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan observasi.Pendekatan yang digunakan adalah fotografi editorial denganmengutamakan mood atau suasana dengan tema Ramayana. Pembuatan karya dimulai dengan persiapan pemotretan,mencari inspirasi pemotretan, seketsapemotretan, pembuatan tim, castingmodel, pemilihankostumadibusana, pemotretan, olah digital,image delivery. Hasil penelitian menunjukan bahwa fotografi editorial dapat berperan dalam memvisualisasikan konsep fashion editorial bertema cerita rakyat Ramayana dengan metode bahasa rupa dengan pembacaan fotografi. Hal tersebutdikarenakan fotografi editorial merupakan media yang mampu bercerita melalui susunan gambar-gambar hasil pemotretan,sehingga konsep cerita rakyat Ramayana versi Sujiwo Tejo dapat lebih mudah untuk dipahamitanpa menimbulkan suatu persepsi yang salah di masyaraka
    corecore