8 research outputs found

    PENYULUHAN ANTIBAKTERI DARI TANAMAN DAUN MANGKOKAN (Polyscias scutellaria) TERHADAP BAKTERI PATOGEN

    Get PDF
    Daun mangkokan (Polyscias Scutellaria) sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat atau tanaman herbal, salah satunya antibakteri karna mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemanfaatan daun mangkokan  untuk obat yang diinfeksi bakteri. Hasil pelaksaan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan daun mangkokan  dapat diolah menjadi ramuan sebagai antibakteri. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa daun mangkokan  yang selama ini hanya dijadikan sebagai tanaman liar ternyata sangat bagus untuk pengobatan antibakteri

    Pengenalan Paprika Hijau (Capsicum annuum L.) Yang Mengandung Vitamin C Sebagai Antioksidan

    Get PDF
    Paprika hijau (Capsicum annum L.) banyak mengandung karoten (provitamin A), vitamin E serta vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengetahui daya antioksidan dari buah paprika hijau (Capsicum annum L) yang mengandung Vtamin C. Hasil kegiatan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenalkan paprika hijau yang diketahui mengetahui Vitamin C yang memiliki potensi sebagai Antioksidan. Kesimpulan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan sosialisasi pengenalan paprika hijau telah terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik dari pemerintah setempat dan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat sekitar Puskesmas Sibiru-Biru, mendapatkan informasi serta pengetahuan dan menerapkan informasi tersebut bagi keluarga dan masyarakat lainnya

    Penetapan Kadar Vitamin C Secara Iodimetri Pada Paprika Hijau (Capsicum annuum L. Var. Grossum) Yang Tumbuh Disekitar Gunung Sinabung Setelah Erupsi

    Get PDF
    Vitamin C is found in many fruits and vegetables, one of which is chilies and peppers. Paprika is thought to have the highest vitamin C content among other types of chili. This study aimed to determine vitamin C levels in green bell peppers (Capsicum annuum L. Var. Grossum) which grew around Mount Sinabung exposed to eruptions and green peppers that grew. far from Mount Sinabung which was not affected by the eruption Compared with the literature the content of vitamin C in fresh green bell peppers is 120 mg/100 g. The method used was an iodometric quantitative analysis method to determine vitamin C levels. The standard solution used was sodium thiosulfate 0 solution. .1 N and the titer solution used was 0.1 N iodine solution. The results of the determination of vitamin C levels in green peppers growing around Mount Sinabung which were affected by the eruption using quantitative analysis methods obtained levels of 104.67 mg/100 g and Green peppers growing far from Mount Sinabung that were not affected by the eruption were found to be 113.71 m g/100 g. The results of the study concluded that both samples experienced a decrease, from the original vitamin C content of fresh green peppers, which was 120 mg/100 g. This is caused by exposure to volcanic ash and hot steam generated by Mount Sinabung

    UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) (Burm. F) Alston SEBAGAI ANTIDIARE PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI

    Get PDF
    Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair, dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare Ekstrak  Etanol Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) SSebagai  Antidiare Pada Tikus  Putih Jantan Yang Diinduksi Oleum Ricini. Umumnya diare akut di Indonesia disebabkan oleh masalah kebersihan lingkungan, kebersihan makanan, dan juga infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur). Jambu air termasuk kedalam suku Myrtaceae yang diketahui memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Daun jambu air mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida,triterpenoid/steroid dan saponin yang memiliki khasiat antidiare. EEDJA diperoleh dari Teknik maserasi dengan pelarut etanol 96% dan digunakan pada 24 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok Kelompok  1  (normal), kelompok 2 (negative), 0,5% Na-CMC, kelompok 3 (positif), loperamide HCL dosis 0,18 mg/kgBB, kelompok 4, 5, 6, EEDJA dosis 100, 200, 400 mg/kgBB diberikan secara oral selama 6jam, Data analisis dengan ANOVA dan uji Post Hoc Tuckey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDJA dengan dosis terbaik adalah 400mg/kgBB yang memiliki khasiat sebagai antidiare. Karena adanya pengaruh terhadap waktu timbul terjadinya diare, konsistensi feses, berat feses, frekuensi diare, dan lama terjadinya diare terhadap tikus jantan yang diinduksi oleh oleum ricini. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa EEDJA memiliki khasiat sebagai antidiare pada tikus jantan yang telkah diinduksi oleh minyak jarak (oleum ricini) sebagi  model tikus diare

    PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MEDAN SUNGGAL EKSTRAK ETANOL DAUN ADAM HAWA (Rheo Vulgaris L.) SEBAGAI SHAMPOO ANTKETOMBE

    Get PDF
    Tanaman adam Hawa merupakan tanaman yang populer di Indonesia. Masyrakat menggunaakn daun adam hawa sebagai obat tradisional antidiare, karena senyawa yang terkandung didalamnya dapat menghambat bakteri Eschericia coli. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dalam memanfaatkan daun adam hawa menjadi shampo antiketombe kepada masyarakat di Medan Sunggal. Hasil pelaksanaan ini pada masyarakat dalam bentuk informasi dan edukasi memanfaatkan daun adam hawa menjadi shampo yang penggunaanya lebih sederhana

    FORMULASI SEDIAAN SABUN CUCI TANGAN CAIR DARI MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL)

    Get PDF
    Virgin coconut oil is a modification of the manufacture of coconut oil so as to produce a product with a lower water content and acid content, with a clear color. The purpose of this study was to determine the formulation of liquid hand soap preparations using virgin coconut oil (VCO). The sample used in this study is old coconut which will be processed into pure coconut oil VCO (Virgin Coconut Oil). This research method was carried out experimentally, the processing of virgin coconut oil was carried out using the inducement method. The main ingredients used in the formulation of soap preparations are virgin coconut oil and potassium hydroxide using a stirrer. From the research results it is known that virgin coconut oil VCO (Virgin Coconut Oil) can be used as a basic ingredient for liquid hand soap formulations and inhibits the antibacterial activity of Staphylococcus aureus at a concentration of 3% with an inhibition zone of 2.75 mm, a concentration of 6% with an inhibition zone of 5, 50 mm and a concentration of 9% with an inhibition zone of 9.75 mm. Pure coconut oil liquid hand soap VCO (Virgin Coconut Oil) has antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria

    Activity Of A Gel Combination Of Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) and Snail Mucus (Achatina Fulica) On Burn Wounds In Male White Rats (Rattus Norvegicus) Wistar Strains

    Get PDF
    Burns are damage to skin tissue due to thermal trauma. This research aimed to determine the combination of¬†Pandan Wangi¬†and snail mucus used to treat burns and determine the optimal formula. The research was pure with only a randomized control design, including F1 being given placebo gel, F1 (10%:10%), F2 (10%:15%), F3 (10%:20%), and F4 being given bioplacenton. The gel evaluation and tested for the ability to treat burns on rats for about 21 days. The combination gel made a homogenous formulation with a pH 6 based on pH paper while pH meter results were around 6,27- 6,35 cm, a spread of 5,70-6,60 cm, and a viscosity value of 5.600-7.600 cps that was stable for 3 weeks of storage. This evaluation‚Äôs findings are consistent with the provisions of National Standard Indonesia (SNI). The activity optimal combination gel obtained by examining the average diameter and discoloration were 10%:20% (0,5560 cm), 10%:15% (0,8120 cm), 10%:10% (0,9860 cm), bioplacenton (0,4780 cm), and placebo gel (1,5340 cm). On the 21st day, the skin condition of K1, K2, K3, and K4 was normal, however, K0 was not normal. The statistical analysis data is normally distributed (p‚Č•0,05), homogeneous (p‚Č•0,05), and a significant difference in all groups (p0,05). According to the experiment, three gel combination of¬†Pandan Wangi¬†and snail mucus have an effect on healing burns but 10%:20% (F3) could accelerate the optimal healing process

    FORMULASI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) SEBAGAI ANTIKETOMBE

    Get PDF
    Background: Dandruff is a problem that is often experienced which is the role of microorganisms such as fungi. Pityrosporum ovale is a fungus that causes dandruff in hair. One way to increase activity is to make anti-dandruff shampoo preparations from adam hawa leaves which contain anthocyanins flavonoid compounds and leaf chlorophyll pigments that have antimicrobial activity. Methods: This type of research is an experimental study by conducting a preliminary test on the antifungal activity of the extract of the leaves of adam hawa (Rhoeo discolor) and continued with testing the antifungal activity of anti-dandruff shampoo preparations. The shampoo is made with a blank formula and with the best concentration of adam hawa leaf extract in inhibiting the fungus Pityrosporum ovale. Then the stability test was carried out by evaluating several parameters including organoleptic tests, pH tests, viscosity tests as well as high and foam stability tests. Results: The results showed that the leaf extract of adam hawa (Rhoeo discolor) had the best antifungal activity at a concentration of 90% and met the requirements of organoleptic test, pH test, high foam test and viscosity test. The presence of an inhibitory zone activity, the results of testing the antifungal activity of the shampoo preparations of adam hawa leaf extract (Rhoeo discolor) showed that the shampoo preparation with a concentration of 90% had antifungal activity although it was in the weak category and could be used as an anti-dandruff shampoo
    corecore