111 research outputs found

    AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXTS

    Get PDF
    This paper reports on the results of a study  focusing  on the analysis of students’ ability in writing narrative texts in terms of schematic structure and linguistic features. A qualitative case was used in this study. The data of this study were nine junior high school students’ narrative texts that came from low, middle, and high levels of achievement. The analysis of the data indicate that the students from low and middle achievers have insufficient knowledge of writing narrative. It can be seen from the schematic structure and  linguistic features of the texts. Moreover, the students from these levels of achievement still need a lot of writing guidance from the teacher. Furthermore, for high achiever student, the teacher only needs to remind the student to read again the text for several times to avoid minor mistakes. Hence, appropriate teaching techniques and approaches should be implemented. Keywords:Narrative text, schematic structure, linguistic feature

    PENGARUH PENERAPAN MODEL THINKING ALOUD PAIRS PROBLEM SOLVING (TAPPS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHANMASALAH MATEMATIS DI KELAS VII MTs PUI CIWEDUS KABUPATEN KUNINGAN

    Get PDF
    Dini Citra Norma Utami : ‚ÄúPengaruh Penerapan Model Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis di Kelas VII MTs PUI Ciwedus Kabupaten Kuningan‚ÄĚ. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman, dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas selalu didominasi oleh guru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar dan ruwet. Hal ini menyebabkan peserta didik enggan mengerjakan soal-soal, padahal peserta didik dapat melatih kemampuan memecahkan masalah dari setiap tipe soal yang diberikan guru. Perubahan yang sangat penting adalah kemampuan guru dalah memilih model pembelajaran yang disesuaikan dengan materi, khususnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir sehingga peserta didik dapat menggunakan kemampuan pemecahan masalah dalam soal matematika dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan model TAPPS, hasil belajar siswa setelah menggunakn model TAPPS, dan menjelaskan tentang pengaruh penggunaan model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Model TAPPS yaitu suatu model pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir konstruktivisme, dimana fokus pembelajaran tergantung masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah. Dalam pembelajaran TAPPS ada satu pihak siswa menjadi problem solver dan satu pihak menjadi listener. Langkahlangkah dalam memecahkan masalah yaitu: memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, memeriksa kembali. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas VII MTs PUI Ciwedus Kabupaten Kuningan yang berjumlah 4 kelas, sedangkan sampel yang diambil adalah kelas VII B. Pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata skor respon siswa terhadap penerapan model TAPPS yaitu sebesar 63,23, interpretasi skor mendapatkan kategori respon baik. Nilai rata-rata posttest sebesar 67,41. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,277, berarti pengaruh penerapan model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 27,7 % berada pada interval kategori rendah, sedangkan sisanya 72,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel (3,724 > 1,701). Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya bahwa terdapat pengaruh penerapan model TAPPS tehadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Persamaan regresinya adalah Y = 9,455 + 0,706 X. Kata Kunci: Model TAPPS, dan Pemecahan Masalah

    Komparasi Algoritma Na√ɬĮve Bayes dan Support Vectors Machine pada Analisis Sentimen SMS HAM dan SPAM

    Get PDF
    SMS merupakan bentuk komunikasi berupa SMS yang dikirimkan menggunakan handphone antar nomor yang di tuju. SMS saat ini sudah jarang digunakan karena fungsinya banyak berubah digantikan oleh aplikasi chat. Tetapi ditur SMS tidak dihilangkan karena satu dah lain hal, SMS resmi dari berbagai aplikasi untuk melakukan verifikasi ataupun info-info resmi  lainnya masih menggunakan SMS sebagai tanda nomer telepon yang digunakan itu ada. Tetapi sejak 2011 banyak sekali penyelahgunaan fungsi tersebut sehingga disinyalir banyak penipuan yang menggunakan SMS sebagai alat mempengaruhi korban. Kategori penyalahgunaan sms ini masuk kepada SMS spam. Maka dari itu SMS perlu diklasifikasikan agar pengguna dapat mengetahui SMS tersebut termasuk kedalam kategori Spam atau ham (kebalikan dari spam). Dengan menggunakan 400 dataset yang diambil dari UCI repository yang dibagi kedalam dua class yaitu spam dan ham kami membandingkan dua metode klasifikasi yaitu Naive Bayes dan Support vector Machine agar dapat mendapatkan filtering sms dengan benar. Dan setelah dilakukan perhitungan didapatkan accurasy yang akurat pada naive Bayes Yaitu sebesar 90.00% sedangkan Support Vector Machine 81.00%

    COMPARATION OF CLASSIFICATION ALGORITHM ON SENTIMENT ANALYSIS OF ONLINE LEARNING REVIEWS AND DISTANCE EDUCATION

    Get PDF
    As of January 27, 2021, confirmed cases of COVID-19 nationally stood at 1,024,298 people, this data is data that has been officially announced by the Indonesian Ministry of Health. Meanwhile, in Jakarta, there are 256,416 confirmed cases of COVID-19. In July 2021, there was a very significant increase, seeing the data caused the Central government to make a decision to continue the Large-Scale Social Restrictions (PSBB), followed by the Enforcement of Restrictions on Community Activities (PPKM), which affected all aspects, especially the education aspect. In the education aspect, the government applies distance and online learning. Of course, many people agree or disagree with this decision, because there must be sacrifices, both in terms of time and cost. Seeing these conditions makes the authors interested in discussing and processing public opinions on distance and online learning systems which certainly have positive and negative responses from learning implementers, to process the data the author uses Data Mining, namely using the Text Mining Classification method with several The classification algorithms are the Na√Įve Bayes Algorithm (NB), the k-Nearest Neighbor (k-NN) Algorithm and the Support Vector Machine (SVM) Algorithm to see which classification algorithm has the highest accuracy and diagnostic value in processing this opinion. After the calculations are done, the algorithm that is more suitable for analyzing reviews or opinions in this study is to use the Support Vector Machine (SVM) classification algorithm with the highest accuracy value of 87.67% and an AUC value of 0.939 with an Excellent Classification diagnostic level

    DAMPAK BEROPERASINYA JEMBATAN SURABAYA TERHADAP KONDISI SOSIAL- EKONOMI DAN KONDISI LINGKUNGAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) PANTAI KENJERAN LAMA

    Get PDF
    AbstrakJembatan Surabaya merupakan jembatan yang berhadapan langsung dengan objek wisata Pantai KenjeranLama. Pemerintah Kota Surabaya membangun Jembatan Surabaya difungsikan untuk menambah daya tarik masyarakatterhadap wisata pesisir serta mengangkat kesejahteraan warga sekitar yakni Kenjeran. Kebijakan pembangunan yangdiambil pemerintah kota ternyata menimbulkan berbagai dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampakberoperasinya Jembatan Surabaya terhadap kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi lingkungan, dan pola persebaranpedagang kaki lima Pantai Kenjeran Lama Surabaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu Pantai Kenjeran LamaSurabaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 pedagang kaki lima. Teknik pengumpulan data denganmenggunakan wawancara dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase sertauntuk mengetahui pendapatan sebelum dan sesudah pedagang kaki lima digunakan Uji T sampel berpasangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dampak sosial terjadi perubahan sesudah beroperasinyaJembatan Surabaya pada kondisi sosial yakni PKL mengurangi waktu operasional setiap harinya dengan mulaiberaktivitas dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pada kondisi ekonomi yakni pendapatan PKL mengalamipenurunan. Pada kondisi lingkungan terjadi perubahan pada kondisi lingkungan yakni kondisi akses jalan yang semakinlebar dan tidak menyebabkan kemacetan, kios pedagang yang tertata lebih rapi, tempat parkir yang daya tampungnyabertambah. Pola persebaran PKL di Pantai Kenjeran Lama yaitu mengelompok.Kata Kunci : Jembatan Surabaya, PKL, kondisi sosial-ekonomi, kondisi lingkunga

    Studi Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder beberapa Ekstrak Tai Anging (Usnea sp.) dan Uji Bioaktivitasnya terhadap (Candida albicans)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan mengetahui kandungan seyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak kloroform, etil asetat, dan methanol dari tumbuhan tai anging (Usnea sp.) dan uji bio aktivitasnya sebagai anti jamur Candida albicans yang merupakan jamur penyebab penyakit Candidiasis. Metode penelitian yang dilakukan meliputi maserasi, uji golongan, KLT, dan uji bioaktivitas antijamur. Hasil uji golongan ekstrak kloroform mengindikasikan mengandung senyawa golongan flavanoid dan ekstrak etil asetat mengandung senyawa golongan alkaloid dan flavanoid serta ekstrak methanol mengandung senyawa golongan steroid, alkaloid dan flavanoid. Berdasarkan hasil uji bioaktivitas antijamur, ekstrak kloroform memiliki potensi yang paling besar sebagai antijamur, dengan rata-rata diameter hambat 15,284 mm terhadap Candida albicans pada konsentrasi 5% (m/v).Kata kunci :Tai anging, Usnea sp., Candida albicans, Candidiasis ABSTRACTThis study is an experiment research that aimed to know the content of secondary metabolites compound in extract of chloroform, ethyl acetate and methanol from  taianging plants (Usnea sp.) And test the of bioactivity as antifungal Candida albicans is thats caused candidiasis. The method of include maceration, phytochemical test, TLC and antifungal bioactivity test. The result indicate compound containing chloroform extract group and the ethyl acetate extract flavanoid compounds containing alkaloids and flavonoids, and the methanol extract contains compounds steroids, alkaloids and flavonoids. The result indicated flavonoid compound of  extract, alkaloid and flavonoid compound of ethyl acetate extract, and steroid, alkaloid  and  flavonoid compound of methanol extract. Based on antifungal bioactivity, test chloroform extract was  greatest  as an antifungal, with average diameter of 15,284 mm inhibition against Candida albicans at a concentration of 5% (m/v).Keywords: Tai anging, Usnea sp., Candida albicans, Candidiasi

    Pengaruh Penerapan Model Thinking Aloud Pairs Problem Solving (Tapps) Dalam Pembelajaran Matematikaterhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Di Kelas VII Mts Pui Ciwedus Kabupaten Kuningan

    Full text link
    Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman, dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas selalu didominasi oleh guru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar dan ruwet. Hal ini menyebabkan peserta didik enggan mengerjakan soal-soal, padahal peserta didik dapat melatih kemampuan memecahkan masalah dari setiap tipe soal yang diberikan guru. Perubahan yang sangat penting adalah kemampuan guru dalah memilih model pembelajaran yang disesuaikan dengan materi, khususnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir sehingga peserta didik dapat menggunakan kemampuan pemecahan masalah dalam soal matematika dengan baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan model TAPPS, hasil belajar siswa setelah menggunakn model TAPPS, dan menjelaskan tentang pengaruh penggunaan model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Model TAPPS yaitu suatu model pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir konstruktivisme, dimana fokus pembelajaran tergantung masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah. Dalam pembelajaran TAPPS ada satu pihak siswa menjadi problem solver dan satu pihak menjadi listener.Langkahlangkah dalam memecahkan masalah yaitu: memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana,memeriksa kembali.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas VII MTs PUI Ciwedus Kabupaten Kuningan yang berjumlah 4 kelas, sedangkan sampel yang diambil adalah kelas VII B. Pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap dan tes.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata skor respon siswa terhadap penerapan model TAPPS yaitu sebesar 63,23, interpretasi skor mendapatkan kategori respon baik. Nilai rata-rata posttest sebesar 67,41. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,277, berarti pengaruh penerapan model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 27,7 % berada pada interval kategori rendah, sedangkan sisanya 72,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel (3,724 > 1,701). Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya bahwa terdapat pengaruh penerapan model TAPPS tehadap kemampuan pemecahan masalah matematis.Persamaan regresinya adalah Y = 9,455 + 0,706 X

    Analisis Mutu Fillet Ikan Lele (Clarias sp.) pada Penyimpanan Suhu Chilling dan Digoreng

    Get PDF
    Fresh fish is food that is easily damaged by enzymes, bacteria, and chemical activity after the fish dies. Proper handling and storage at chilling temperatures are ways that can be done to inhibit the process of quality deterioration. The purpose of this study was to analyze the quality and changes of catfish fillets during chilling temperature storage and storage time at chilling temperature. The study consisted of 4 treatments with 2 replications. The treatment used in this study is the shelf life. Data analysis used analysis of variance (ANOVA). Treatments that gave significantly different effects during storage were continued with the Least Significant Difference (BNT) test. Based on the research results, the handling and processing of fish fillets is able to maintain the quality of fish fillets stored at chilling temperatures. The protein content of catfish fillet stored for 3 weeks was 17.07%, 16.64%, 16.22%, and 17.04%, respectively. The water content of catfish fillet stored for 3 weeks was 75.07%, 77.06%, 76.84% and 76.46%, respectively. The TVB of catfish fillet stored for 3 weeks had values of 13.31 mgN/100 g, 11.42 mgN/100 g, 11.55 mgN/100 g, and 13.47 mgN/100 g, respectively. The TPC of catfish fillets stored for 3 weeks were respectively 1.93√É‚ÄĒ105 colonies/g, 3.01√É‚ÄĒ105 colonies/g, 3.06√É‚ÄĒ105 colonies/g, and 3.25√É‚ÄĒ105 colonies/g. In accordance with the TVB and TPC values, catfish fillets stored at chilling temperature for 3 weeks still have a safe limit for consumption, but organoleptically, catfish fillets are no longer accepted.Ikan segar adalah bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas enzim, bakteri dan kimiawi setelah ikan mati. Penanganan yang tepat dan penyimpanan pada suhu chilling menjadi cara yang dapat dilakukan untuk menghambat proses kemunduran mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis mutu dan perubahan fillet ikan lele selama penyimpanan suhu chilling serta lama penyimpanan pada suhu chilling. Penelitian terdiri dari 4 perlakuan dengan 2 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian yaitu masa simpan. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam atau analysis of variance (ANOVA). Perlakuan yang memberikan pengaruh berbeda nyata selama penyimpanan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian penanganan dan proses fillet ikan mampu mempertahankan mutu fillet ikan yang disimpan pada suhu chilling. Kadar protein fillet ikan lele yang disimpan selama 21 hari nilainya berturut-turut yaitu 17,07%, 16,64%, 16,22% dan 17,04%. Kadar air fillet ikan lele yang disimpan selama 21 hari nilainya berturut-turut yaitu 75,07%, 77,06%, 76,84% dan 76,46%. TVB fillet ikan lele yang disimpan selama 21 hari nilainya berturut-turut yaitu 13,31 mgN/100 g, 11,42 mgN/100 g, 11,55 mgN/100 g dan 13,47 mgN/100 g. TPC fillet ikan lele yang disimpan selama 21 hari nilainya berturut-turut 1,93√É‚ÄĒ105 koloni/g, 3,01√É‚ÄĒ105 koloni/g, 3,06√É‚ÄĒ105 koloni/g dan 3,25√É‚ÄĒ105 koloni/g. Sesuai dengan nilai TVB dan TPC, fillet ikan lele yang disimpan pada suhu chilling selama 21 hari masih memiliki batas aman untuk dikonsumsi, namun secara organoleptik fillet ikan lele sudah tidak diterima

    PENGEMBANGAN HANDOUT KURIKULUM 2013 BERBASIS KOMPETENSI PESERTA DIDIK ABAD 21 KELAS IV DI SD NEGERI KEMBARAN

    Get PDF
    Bahan ajar yang sering digunakan peserta didik di sekolah adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) karena harganya yang ekonomis dan relatif terjangkau. Banyak sekolah yang hanya menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) saja tanpa adanya handout atau buku penunjang sebagai pegangan peserta didik sehingga yang digunakan anak untuk belajar secara mandiri masih kurang atau terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout berbasis kompetensi peserta didik abad 21 menggunakan model pembelajaran TPS (Think-Pair-Squre), mengetahui kelayakan handout, mengetahui respon guru dan peserta didik. Metode yang digunakan peneliti adalah pengembangan (research and development). Proses penelitian pengembangan handout ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari: (1) tahap pendefinisian, (2) tahap perancangan, (3) tahap pengembangan dan (4) tahap penyebaran. Instrumen dan pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara guru, lembar angket penilaian validasi, lembar angket respon guru dan lembar angket peserta didik. Uji coba yang dilakukan pada penelitian ini adalah ujicoba produk pada kelas IV SD Negeri Kembara. Hasil penelitian menyatakan bahwa perolehan respon guru terhadap penilaian bahan ajar handout mendapatkan nilai rata-rata yaitu 4,75 dengan kriteria ‚Äúsangat baik‚ÄĚ, sehingga dapat disimpulkan bahan ajar handout tersebut layak digunakan. Hasil penilaian respon peserta didik terhadap bahan ajar handout diperoleh rata-rata 4,51 maka dikategorikan ‚Äúsangat baik‚ÄĚ. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar handout dapat diterima oleh peserta didik sebagai bahan ajar yang mampu membantu proses pembelajaran
    • ‚Ķ
    corecore