126 research outputs found

    Gender Bias in a Patriarchal Society a Media Analysis on Virginity and Reproductive Health

    Full text link
    Women and health are two very close issues as family health lies most often in the hands of women. Ironically, their awareness toward their own health is still low. Cultural constraints have made single, unmarried women or virgins feel reluctant to go to obgyn clinics, though there is an increasing prevalence of cervical cancer in Indonesia. Related to the role of the media to reduce the number of women with cervical cancer, a question rises. How do the media represent this conflict? The object of the study is a documentary film about several problems faced by women. The unit of analysis is the episode that contains issues related to the virtue of virginity, and data were collected through an analysis of the media text. The findings show that the media seem to have an awareness of the problems, but they have not fully adopted gender perspectives, and this leads to the strengthening of myths, taboos and traditional values surrounding virginity

    Perencanaan Pengembangan Wisata Alam dan Pendidikan Lingkungan (Studi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Cikampek)

    Full text link
    KHDTK Cikampek merupakan kawasan hutan yang difungsikan untuk tempat penelitian dan pengembangan kehutanan. Dalam perkembangannya, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata bagi masyarakat sekitar. Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan (Pusprohut), sebagai pengelola kawasan merespon dinamika perkembangan yang terjadi dengan mewacanakan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan. Pengembangan kawasan dilakukan agar kegiatan wisata dapat dikelola sekaligus dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis proses perencanaan pengembangan kawasan, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses perencanaan, 3) aktor yang terlibat dalam proses perencanaan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan di KHDTK Cikampek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Perencanaan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan di KHDTK Cikampek melalui tahapan 1) Penyiapan Kondisi Pemungkin, 2) Kajian Studi Pengembangan Potensi dan Program Wisata, serta Kajian Feasibility Pengusahaan Wisata, 3) Penyiapan Sumberdaya Manusia, 4) Penguatan Kelembagaan, 5) Penyiapan infrastruktur dan fasilitas, 6) Penyusunan Program, 7) Sosialisasi, 8) Pelaksanaan dan Implementasi Kegiatan, 9) Monitoring dan Evaluasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perencanaan pengembangan kawasan adalah faktor sumberdaya manusia, faktor lingkungan, faktor kebijakan, serta faktor dana dan anggaran. Pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan adalah Pemerintah, akademisi dan masyarakat. Pemerintah adalah Pusprohut sebagai pengelola, Disbudpar, akademisi tim pengkaji dari universitas, serta masyarakat sekitar kawasan. Pemerintah memiliki peran yang penting khususnya di bidang pembuatan kebijakan, akademisi menjadi konsultan pembantu dan masyarakat dapat memberikan masukan, saran serta pemikiran dalam proses perencanaan melalui diskusi atau pertemuan

    Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Camat dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah

    Full text link
    Secara fundamental inti pelaksanaan otonomi daerah adalah keleluasaan pemerintah daerah (discretionary power) menyelenggarakan pemerintahan sendiri atas dasar prakarsa, kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam memajukan daerahnya. Refleksi Perubahan keleluasaan kewenangan menuntut adanya penataan kembali kelembagaan pemerintahan, termasuk kelembagaan Kecamatan yang berubah status dari lingkungan administrasi pemerintahan menjadi wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Tujuan penelitian adalah: 1) mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pelimpahan urusan pemerintahan; 2) mengetahui koordinasi yang dilakukan Camat; 3) mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat implementasi pelimpahan urusan pemerintahan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena metode inilah yang tepat untuk menjangkau, menjelaskan dan menggambarkan segala permasalahan lebih mendalam, serta sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, implementasi pelimpahan urusan pemerintahan dari Bupati Pasuruan kepada Camat Purwosari sesuai berdasarkan Perbup 27 Tahun 2006 masih belum efektif dilaksanakan. Pada 4 urusan yang dilimpahkan, tugas pemerintahan umum, pemerintahan desa dan urusan pertanahan merupakan urusan yang telah dilaksanakan Kecamatan sebelum adanya Peraturan pelimpahan wewenang. Sedangkan urusan perijinan merupakan wewenang baru, tetapi dibatasi pada ijin yang kurang strategis. Koordinasi vertikal Camat belum maksimal karena terhambat hirarki jabatan, tetapi koordinasi horisontal sudah efektif dilaksanakan karena Camat mampu melakukan pendekatan persuasif kepada pihak terkait di lingkungan Kecamatan. Kata Kunci : Otonomi, Keleluasaan, Pemerintah Daera

    Pemaknaan Kaum Perempuan Urban Terhadap Isu Pemanasan Global Dan Lingkungan Di Media

    Full text link
    Media telah menggambarkan kecilnya partisipasi perempuan dalam mengatasi dampakpemanasan global, walaupun perempuan memiliki peran penting dalam mengurangi dampak fenomenaini. Hal yang menarik untuk di pelajari adalah bagaimana perempuan memaknai pemberitaanlingkungan. Riset ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap Perubahan iklim.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan FGD dan hasilnya dianalisis dengan menggunakanparadigm konstruksionis kritis dan perspektif ekofeminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) ada tiga kelompok khalayak perempuan, (a) mereka yang memiliki pekerjaan terkait denganlingkungan, (b) mereka yang pekerjaannya tak terkait dengan lingkungan tetapi memiliki kepedulianuntuk menjaga lingkungan, (c) mereka yang pekerjaannya tak berhbungan dengan lingkungan dantak memiliki kepedulian terhadap dampak Perubahan iklim. (2) Bagi kelompok kedua dan ketiga,melestarikan lingkungan berarti menjaga lingkungan tetap bersih dan hal ini tak terkait dengankegiatan mengurangi dampak pemanasan global. (3) Kedua kelompok tersebut memiliki pemaknaanyang serupa dengan media: bagi mereka, perempuan adalah sosok yang bertanggungjawab ataskelestarian alam, dan proses sosialisasi terhadap ramah lingkungan dimulai dari rumah atau keluarga.Tentunya, kelompok yang pro terhadap lingkungan memiliki pemaknaan yang berbeda. Secarasingkat, pemaknaan para narasumber bervariasi dan tergantung pada perspektif, karakter dan perilakumasing-masing kelompok

    Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Melalui Kurmikro PT. Bri Unit Soekarno-hatta Kota Malang

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini adalah masih adanya permasalahan kemiskinan di Indonesia membutuhkan penanganan dari pemerintah untuk segera ditanggulangi. Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan menjadi kebijakan yang secara khusus mengatur tentang percepatan penanggulangan kemiskinan, dimana diantaranya memuat tentang kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat bagi pelaku USAha di Indonesia. Penelitian ini sebagai kajian khusus terhadap PT. BRI Unit Soekarno-Hatta kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PT. BRI Unit Soekarno - Hatta dalam implementasi kebijakan Kredit Usaha Rakyat Mikro ditinjau dari aspek isi dan lingkungan dari kebijakan menunjukkan hasil yang sangat baik. Faktor yang mendukung adalah karakteristik PT. BRI Persero Tbk yang merupakan profesional dibidang perbankan. Permasalahannya adalah keterbatasan PT. BRI Persero Tbk dalam melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi atas pengentasan kemiskinan sesuai dengan tujuan dari Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010. Kebijakan KUR Mikro membawa dampak yang positif bagi laju ekonomi dan USAha UMKM. PT. BRI dalam penyaluran KUR Mikro dengan target yang tinggi akan meningkatkan resiko terjadinya kerugian akibat munculnya kredit macet sehingga untuk menghindarinya maka permohonan kredit harus dinilai oleh sesuai profesionalisme lembaga perbankan

    Mereka Memanggilku “Kenthir”

    Full text link
    “Kenthir” is a stigma that commonly addressed to the psychosis sufferer in Javanese culture. This research studies about psychological dynamics of early phase of psychosis sufferer since they live in “kenthir's” stigma and some other Javanese stigmas, and also about the influence of this stigma to their effort in doing re-integration with society in the context of Javanese culture. This qualitative research was conducted by the case study approach. The researcher was observed the psychological dynamics of four psychosis sufferers that was distributed in two regencies in Yogyakarta Special Region (Daerah Istimewa Yogyakarta). Beside this psychological dynamics, the thing that is observed by the researcher is how the psychosis sufferers attempt to re-integrate to the society. The primary research data is acquired both through systematic and unsystematic interview to the sufferer and the informant (family, neighbours, village officials, clinic psychologist, Mental Hospital psychologist and significant others). The supporting data is investigated from medically records data from Mental Hospital, doctor's prescription, status update from facebook account and other notes. The data are codified thematically grouped to be analyzed. The result shows that stigma in the Javanese society gave to the psychosis sufferers, is not always affect them during their reintegration in to the society. It solely depends on how each subject view that stigma. In fact, a patient publically called “kenthir” by the surrounding people shows successful reintegration to the society. Keywords: kenthir, psikosis, reintegration, stigm

    Studi Pengendalian Banjir Sungai Kalidawir Tulungagung

    Full text link
    Studi Pengendalian Banjir Sungai Kalidawir Tulungagung merupakan studi penanggulangan terhadap masalah banjir yang terjadi di wilayah Kalidawir. Saat musim penghujan datang, terjadi debit banjir yang besar menyebabkan beberapa wilayah sepanjang kalidawir rawan terhadap banjir bandang tadi. Hal ini terjadi karena kapasitas penampang dari hulu yang semula mampu menampung debit banjir kemudian berubah semakin mengecil karena berada di dekat sawah dan pemukimam penduduk. Karena itu diperlukan analisa hidrologi untuk mengetahui debit banjir rencana dan analisa hidrolika dengan Hec.Ras 4.1.0 untuk mengetahui kapasitas sungai Kalidawir eksisting. Upaya Pengendalian banjir yang dilakukan dengan cara normalisasi. Upaya Normalisasi sejauh 8767.5 meter dilakukan dengan beberapa pekerjaan seperti pengerukan sedimen, perencanaan krib, perencanaan ambang (Ground sill) ditambah analisa hidrolika Perubahan penampang

    Deposisi Multi-Lapisan Katup-Spin nife/Cu/Co/nio DAN Co/Cu/Co/nio Papa Substrat Si

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian multi-lapisan katup-spin dari deposisi bahan NiFe1Cu/Co/Ni0 dan Co/Cu/Co/NiO pada bahan substrat Si. Proses deposisi menggunakan metoda radio frekuensi (RF) sputtering pada frekuensi 13,56 MHz. Hasil analisis menggunakan spektrum energi sinar-7 pada sampel yang telah di-aktivasi dengan netron cepat, menunjukkan bahwa elemen-elemen Ni, Fe, Cu dan Co telah terdeposisi dengan baik pada substrat. Sedangkan hasil fotografi menggunakan SEM memperlihatkan bagian permukaan dan tampang lintang dari struktur multi-lapisan. Anaiisis XRD menunjukkan bahwa multi lapisan mempunyai struktur kristal yang didominasi oleh unsur NiFe berbentuk kubik pusat permukaan dan berorientasi pada bidang 111. Kata kunci: multi-lapisan, katup-spin, sputtering

    Effect of Ph on the Synthesis of Cu-zno Catalysts by Sol Gel Process for Glycerolhidrogenolisis

    Full text link
    Cu-ZnO catalyst in this study made for the reaction of glycerol to propylene glycol hidrogenolysis with sol gel process fromacetate salts. pH is an important parameter in sol gel process in the synthesis of Cu-ZnO nanocatalyst. pH ajustment of the sol influencing the morphology and structure of Cu-ZnO catalyst, seen from the characterization performed by X-Ray Diffractometer (XRD) and Scanning ElectronMicroscope (SEM). Diffraction spectra showed that the particle size of Cu-ZnO material is strongly influenced by the preparation. Cu-ZnO materials prepared at pH 7 and 8 showed a stong peak, mean the peak is broadening on Cu-ZnO prepared at pH 9. SEM-EDS of Cu and Zn ratios is different, which at pH 7 and 8, the ratio of Cu greater than Zn, while at pH 9, the ratio of Zn is higher than Cu which shows the interaction that changes the structure of the material in the presence of pH treatment. Confirmed by GC-MS analysis, at pH 7 and 8 the structure of Cu is in the core material and surrounded by Zn, and vice versa at pH 9 the structure of Zn in the nucleus and surrounded by Cu
    corecore