1 research outputs found

    Efek ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) sebagai penghambat pembentukan biofilm pada Streptococcus mutans secara in vitro

    No full text
    Streptococcus mutans merupakan bakteri patogen utama pada dental karies pada manusia. Salah satu sifat virulensinya adalah kemampuannya untuk membentuk biofilm pada permukaan gigi. Lebih dari 65% infeksi pada manusia diperkirakan berhubungan dengan mikrobial biofilm. Plak gigi pada permukaan enemel yang padat adalah contoh klasik dari biofilm. Pemanfaatan bahan alam dapat dipilih sebagai salah satu alternatif pencegahan karies gigi. Mahkota dewa banyak digunakan sebagai obat tradisional. Mahkota dewa memiliki kandungan kimia yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) memiliki efek penghambat pembentukan biofilm pada Stretococcus mutans secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan design eksperimental yaitu, True Experiment-Post Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Streptococcus mutans yang diisolasi dari karies gigi pasien dan diidentifikasi di Universitas Airlangga Surabaya yang kemudian dikultur ulang kembali di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Brawijaya Malang. Pembentukan biofilm diamati dengan microtiter plates kemudian diukur optical density (OD) dengan ELISA reader. Konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa yang digunakan 0.015%, 0.0075%, 0.00375%, 0.00188% dan 0.00093%. Hasil pengukuran data didapatkan nilai p = 0.000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat sedikitnya dua kelompok data yang memiliki perbedaan OD biofilm secara bermakna. Selanjutnya, dari uji Korelasi Pearson didapatkan korelasi kuat antara konsentrasi ekstrak dengan hasil OD biofilm ( nilai korelasi = -0,580). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak buah mahkota dewa dapat menghambat biofilm dengan Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) adalah 0,00093%
    corecore