22 research outputs found

    A needs analysis on the utilization of learning management systems as blended learning media in elementary school

    Get PDF
    In Indonesia, educational activities have shifted to home-based learning after the COVID-19 epidemic broke out.  Consequently, digital learning has become a necessary option for many teachers. This study aims to understand teachers’ experiences, digital platform mastery, digital-based learning pedagogy and the role of parents in learning at home in implementing the teaching process using learning management system-based blended learning media during the   COVID-19 epidemic. A questionnaire was used in this study to gather data on the experiences of the teachers, parents' participation in home learning during COVID-19, the digital pedagogy and the mastery of digital platforms using a qualitative approach.  This study involved 16 students’ parents and 96 elementary school teachers. The data was analyzed using NVivo Pro software. The testing of data validity was carried out through data triangulation. Results of this recent study revealed that based on their experience, teachers still used videos as the main teaching material in digital learning and they carried out the learning assessment process using digital platforms. This was impacted by the process of changing from distant learning to the new normal. Additionally, the selection of digital media was carried out by considering media effectiveness, the learning process, available facilities and digital literacy. Moreover, parents not only provided learning facilities at home but were also more active as facilitators and supervisors during the learning process at home. This study contributes to provide some considerations for mathematics teachers in designing learning management system-based blended learning media in elementary schools during the COVID-19 epidemic

    Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berintegrasi Nilai-Nilai Keislaman Pada Topik Skala di Kelas V SDIT Kota Padang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah-sekolah dasar yang berbasis keislaman terhadap bahan ajar yang mengintegrasikan materi pembelajaran di dalamnya dengan nilai-nilai keislaman. Pengintegrasian tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan yang dimiliki peserta didik dengan kondisi spiritualnya. Untuk itu, dilakukan pengembangan bahan ajar berintegrasi nilai keislaman pada salah satu muatan pelajaran, yaitu matematika, dengan spesifikasi topiknya adalah materi skala di kelas V. Penelitian ini merupakan salah satu penelitian Research and Development, dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap. Tahap tersebut dimulai dari analysis (analisis), lalu design (desain), development (pengembangan), implementation (penerapan), dan ditutup dengan evaluation (evaluasi). penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V di SDI Khaira Ummah, SD Sabbihisma 2, dan SDIT Nurul Ikhlas. Produk yang dihasilkan telah valid secara materi, bahasa, media, dan keagamaan dengan rata-rata skor validitas sebesar 89,71 %., dan terbilang praktis dengan rata-rata skor praktikalitas sebesar 90,64 %

    Development of Learning Management System Model and Numerical Literacy-based Message Content

    No full text
    The objective of this research was how to efficiently create message content that will be given to primary students through LMS (Learning Management System). The research method used was a sequential mixed method by combining qualitative and quantitative research. The qualitative method used Research and Development research with the ADDIE model to see the quality of the products being developed, while the quantitative method was done to see the effectiveness of the product through testing the average similarity and proportions through. Some instruments such validation sheet, questionnaires, and learning achievement test were used to collect the data. 84 second grade elementary students from three different schools were involved in this research whereby they were selected by using convenient sampling. Results of this research revealed that the validity of LMS model was valid for learning tools, and very valid for model books, media presentations, and e-learning. Additionally, the practicality test showed that teacher assessment in one-to-one, small group, and field was very practical for each of assessment. Meanwhile, z test showed that the proportion of students who had learning outcomes above the minimum passing criteria at the posttest was higher than at the pretest in Classes A, B, or C

    PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN STEM PADA KURIKULUM MERDEKA UNTUK GURU SEKOLAH DASAR

    No full text
    Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka. Subjek pengabdian ini adalah guru SD yang berada di Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Guru yang terlibat sebanyak 40 orang guru. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan seminar dan pelatihan kepada guru. Hasil kegiatan ini mendapatkan rata-rata pemahaman guru tentang kurikulum merdeka sebesar 87,66, kemampuan guru dalam mengembangan pembelajaran kurikulum merdeka berbasis STEM sebesar 86,37 dan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis STEM sebesar 83,32. Hal ini membuktikan guru sekolah dasar mampu mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka untuk guru sekolah dasar. Implikasi pengabdian ini dapat dijadikan upaya untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka

    The Influence of a STEM-Based Digital Classroom Learning Model and High-Order Thinking Skills on the 21st-Century Skills of Elementary School Students in Indonesia

    Get PDF
    The aim of the current research is to develop a STEM-based digital classroom learning model based on the 21st-century skills and characteristics of elementary school students. To enable the dissemination of this learning model, further research is needed to determine the effect of the STEM-based digital classroom learning model on the 21st century skills of elementary school students. The lack of 21st-century skills among elementary school students and the necessity for a study of the influence of higher-order thinking skills as one of the capabilities that primary school students must develop are contributing factors to this research. This advancement would lead to an understanding of how STEM and HOTS affect student’s skills. This was experimental research with 100 fourth-grade students. The data analysis methods employed by SPSS included two-way ANOVA tests, homogeneity tests, normality tests and descriptive tests. The study's findings revealed that: (1) students who are taught with STEM-based digital and conventional learning models have different 21st-century skills, (2) students with high and low higher- order thinking skills have different 21st-century skills, and (3) students with high and low higher- order thinking skills who are taught with STEM-based digital and conventional learning models have a connection to 21st-century skills. Education professionals can use the implications of this research as a guide to develop 21st-century skills for elementary school students

    Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis STEM Sebagai Solusi Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 Bagi Guru Sekolah Dasar

    No full text
    Pengabdian ini dilatar belakangi oleh beberapa factor yaitu lemahnya pengetahuan guru mengenai sistem belajar dari rumah untuk siswa sekolah dasar, lemahnya keterampilan guru dalam merancangan dan melaksanakan pembelajaran dari rumah  serta lemahnya keterampilan guru dalam membuat bahan ajar digital untuk proses pembelajaran dari rumah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru mengenai konsep pembelajaran dari rumah serta meningkatkan keterampilan guru untuk mendesaian bahan ajar digital berbasis STEM untuk pembelajaran pada masa pandemic covid-19. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu pelatihan mengenai system belajar dari rumah, pelatihan STEM dan pelatihan pengambangan bahan ajar. Hasil pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan kemampuan guru SD dalam melaksanakan proses pembelajaran dari rumah serta mampu mengembangkan  bahan ajar digital berbasis STEM untuk pembelajaran pada masa pandemic covid-19 ini. Implikasi pengabdian ini dapat dijadikan sebagai landasan bagi praktisi pendidikan untuk meningkatkan kualitas guru dalam menghadapi pembelajaran pada masa pandemic covid-19 ini.&nbsp

    Penggunaan Media Power Point Interaktif Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Siswa di SD Negeri 19 Kuamang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan informasi dan membahas tentang penggunaan media power point interaktif untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa SD Negeri 19 Kuamang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 19 Kuamang Kabupaten Pasaman. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 17 orang. Prosedur penelitian terdiri dari dua siklus dengan empat tahap peneletian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media power point interaktif dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa di kelas VI SD Negeri 19 Kuamang. Hal ini dibuktikan dari peningkatan aktivitas belajar siswa yang meningkat mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II

    Peningkatan Hasil Belajar Keliling dan Luas Bangun Datar Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas IV SD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peningkatan Hasil Belajar pada Materi Keliling dan Luas Bangun Datar dengan menggunakan pendekatan PMRI bagi peserta didik kelas IV SD Negeri 01 Sawahan Kota Padang.  Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru (peneliti) dan peserta didik berjumlah 28 orang. Penelitian dilaksanakan dua siklus. Hasil penelitian yaitu pada siklus I dalam penilaian RPP memperoleh rata-rata 80% (B) dan meningkat 92,5% (SB) pada siklus II. Pada aktifitas guru siklus I dengan rata-rata 74,99% (C) dan meningkat 94,63% (SB) pada siklus II. Sedangkan pada aktifitas peserta didik siklus I memperoleh nilai rata-rata 74,99% (C) dan meningkat 94,63% (SB) pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan PMRI dapat meningkatkan hasil belajar matematika di kelas IV SD

    Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Tema 8 Menggunakan Model Project Based Learning (PJBL) Di Kelas V SD Negeri 20 Indarung Kota Padang

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 20 Indarung Kota Padang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh guru belum menggunakan model pembelajaran yang sesuai untuk hasil belajar peserta siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan hasil belajar di kelas V SDN 20 Indarung Kota Padang.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian berupa hasil pengamatan dan tindakan serta hasil tes. Sumber data adalah proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model PjBL pada materiurutan peristiwa atau tindakan yang terdapat pada teks nonfiksi dan siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup.Penelitian ini dilaksanakan pada Semester II Tahun Ajaran 2020/2021. Subjek penelitian adalah guru selaku observer, peneliti selaku praktisi, dan siswa kelas V sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 78,46% menjadi 85,53% pada siklus II. Hasil penilaian proyek siswa menunjukkan peningkatan rata-rata pada siklus I 69,42% menjadi 83,18% pada siklus II. Hasil pengamatan RPP pada siklus I dari 83,90% menjadi 92,9% pada siklus II. Hasil pengamatan aspek guru dan siswa pada siklus I adalah 78,1% menjadi 93,8% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa, model PjBL dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar di kelas IV SD Negeri 20 Indarung Kota Padang

    Peningkatan Hasil Belajar Penyajian Data Menggunakan Model Project Based Learning (PJBL) di Kelas IV SD Negeri 20 Indarung Kota Padang

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar penyajian data menggunakan model PJBL di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 20 Indarung,yang  berjumlah 28 siswa. Data penelitian ini berupa hasil observasi dan Lembar Kerja Project (LKP). Dengan penilaian pada langkah-langkah pembelajaran menggunakan model PJBL. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan pada perencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan model PjBLyaitu pada siklus I memperoleh persentase 78,5% meningkat pada siklus II menjadi 92,9% dengan kualifikasi sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 14,4%. Peningkatan juga terjadi pada pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan model PjBL baik dari aspek guru maupun siswa.pada aspek guru pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan model PjBL mengalami peningkatan dari 75% menjadi 87,5% hal ini menandakan adanya peningkatan dari siklus I sebesar 12,5%. Dari aspek siswa pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan model PjBL mengalami peningkatan dari siklus I rata-rata yang didapat siswa adalah 70,1 dengan kualifikasi cukup meningkat pada siklus 2 menjadi 95,8dengan kualifikasi sangat baik. Peningkatan juga terlihat dari hasil belajar siswa menggunakan model PjBL yaitu pada siklus I rata-rata yang didapat siswa 62,75 meningkat menjadi 91,07.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar penyajian data siswa
    corecore