21,686 research outputs found

    Penegakan Hukum Terhadap Penyimpangan Metrologi Legal

    Get PDF
    Metrologi adalah ilmu yang mempelajari masalah pengukuran, sementara legal adalah suatu keabsahan yang mempunyai kekuatan hukum jadi mertologi legal adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran yang distandarkan oleh standar nasional ukur. Hal-hal yang berkaitan dengan metrologi diatur dengan Undang-undang no. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Undang-undang ini mengatur hal-hal mengenai perbuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian, dan pemeriksaan alat-alat ukur, takar timbang, dan perlengkapanya. Metrologi juga dapat diartikan suatu ilmu yang mengelola satuan-satuan ukuran,metoda-metoda pengukuran dan alat-alat ukur, yang menyangkut persyaratan teknik dan peraturan berdasarkan undang-undang yang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran, sedangkan metrologi adalah ilmu pengetahuan tentang ukur mengukur secara luas. Tujuan utama metrologi legal adalah menjamin terlaksananya pengukuran yang benar bagi warga negara bilamana pengukuran itu dilakukan dalam transaksi resmi dan niaga dan yang kedua berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, dan keselamtan kerja. Di luar lingkup metrologi legal, ada juga peraturan-peraturan lain yang mengharuskan dilakukanya pengukuran untuk menguji kesesuaian dengan peraturanya, misalnya penerbangan, lingkungan dan pengendalian pencemaraan. Berdasarkan hal itu maka terdapat beberapa masalah yang perlu diselesaikan yakni bagaimana alasan yang mendukung tindak pidna metrologi legal, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi praktek penyimpangan metrologi legal dan hambatan dalam penegakan hukum terhadap praktek pemyimpangan metrologi legal. Sementara pengertian penegak hukum merupakan pusat dari seluruh aktivitas kehidupan hukum yang dimulai dari perencanaan hukum, pembentukan hukum pada hakikatnya merupakan interaksi antara berbagai perilaku manusia yang mewakili kepentingan-kepentianganyang berbeda dalam bingkai aturan yang telah disepakati bersama

    A DESCRIPTIVE STUDY ON TEACHING PRONOUN TO THE FIFTH YEAR STUDENT AT SD N 3 JENENGAN, BOYOLALI IN 2010/2011 ACADEMIC YEAR

    Get PDF
    This research paper is intended to describe (1) curriculum used by the teacher in teaching pronouns, (2) the method used by the teacher in teaching pronouns, (3) the media used by the teacher in teaching pronouns, and (4) system of evaluation used by the teacher in teaching pronouns. This study is a qualitative research. In collecting the data, the writer uses observation, interview, and document. The technique to analyzing the data involves (1) describing the process of teaching pronouns, (2) discussing the finding of the research, and (3) drawing conclusion, and proposing suggestion. The results of the study show that (1) curriculum used by the teacher in teaching pronoun process is School Level-based Curriculum, (2) the method used by the teacher in teaching pronoun is Grammar Translation Method (GTM), (3) the media used by the teacher in teaching learning pronouns are board, board marker and concrete objects in class surrounding and the classroom, and (4) the evaluation system used by the teacher consist, of 3 kinds of test: periodical test, mid test and final test. Besides, the teacher takes the evaluation from assignment, homework, and student activity in the classroom

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus MULTIRESISTEN ANTIBIOTIK

    Get PDF
    Masalah resistensi bakteri terhadap obat-obatan mendorong pentingnya penggalian sumber antibakteri dari bahan alam yang lebih poten, memiliki efek samping yang kecil dan tersedia dalam jumlah besar sehingga resistensi bisa diatasi. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan obat alam seperti buah stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli multiresisten antibiotik serta mengetahui golongan senyawa kimianya. Ekstrak etanol buah stroberi diperoleh melalui ekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak tersebut diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli multiresisten dengan metode dilusi padat dan parameter yang digunakan adalah Kadar Bunuh Minimal (KBM). Seri konsentrasi yang digunakan adalah 2% b/v, 1% b/v, 0,5% b/v, 0,25% b/v, 0,125% b/v. Untuk mengetahui golongan senyawa kimia dari ekstrak tersebut, maka dilakukan analisis KLT dengan fase gerak etil asetat:metanol (8:2) dan fase diam yang digunakan silika gel GF254. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol buah stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli multiresisten antibiotik dengan KBM 1% b/v untuk S. aureus dan 2% b/v untuk E. coli. Hasil pengamatan KLT menunjukkan bahwa golongan senyawa kimia yang ada pada buah stroberi adalah kelompok senyawa flavonoid dan fenolik

    PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI STRATEGI MIND MAPPING DENGAN MENGOPTIMALKAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA KELAS V SD NEGERI 01 BLULUKAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA melalui strategi mind mapping dengan mengoptimalkan barang bekas sebagai media pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blulukan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 01 Blulukan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan kegiatan siswa selama KBM berlangsung. Hasil penelitian menyimpulkan adanya peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan jumlah rerata seluruh indikator kreativitas saat pra siklus 36% setelah adanya tindakan sebesar 75,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui pembelajaran IPA dengan strategi mind mapping dan mengoptimalkan barang bekas sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas siswa

    CHALKING UP THE BENEFITS' PROJECT: THE ECONOMIC VALUATION OF ECOSYSTEM SERVICE IN LEWES, EAST SUSSEX, ENGLAND

    Get PDF
    The economic valuation of ecosystem services has promoted awareness from within the society to both the ecological and economic consequences of biodiversity loss. This has emerged with reference to the debate about its usefulness. This study, however, reviewed the concept of ecosystem services as a discourse within its metaphor about human dependence on the natural world. Some literature, reports or strategic plans, historical archives and websites were reviewed to conduct the sociopolitical analysis of the institutionalization of the concept in the prior review. It depicts specifically the context of the local communities’ movement to value the natural capital at the Lewes area, East Sussex, England as part of the programs to decouple ‘green payment’ from agricultural sector. Based on the collected evidences, this research argues, there have been a similar pattern of the institutional settings towards the environmental protections between changes related to agricultural pressures and urban pressures. Finally, it can be concluded that, the discourse of ecosystem services using the economic valuation process has also been shaped by the elite capture

    Gerakan As-Sunnah dalam Masyarakat Perkotaan: Studi Terhadap Yayasan Ihya As-Sunnah Labuhan Batu

    Get PDF
    Abstract: Before As-Sunnah entered the Ihyaus Sunnah Foundation, some of his followers were members of the Al-Washliyah organization. Tuan Guru H. Rahmat Gufron is a figure who started the renewal movement at the Ihyaus Sunnah Foundation. This article will examine the history of the development of the As-sunnah Movement in Labuhan Batu, the concept and religious practices of the As-Sunnah Movement in Labuhan Batu, and the Community's Response to the As-Sunnah Movement in Labuhan Batu. The method used in this research is field research (Fiel Research) with a qualitative approach. The data were obtained from direct observation by looking at the activities at the Ihyaus Sunnah Foundation, field interviews with informants at the Foundation and documentation. While data analysis was carried out using descriptive analysis which included: data collection, data filtering, data classification, and drawing conclusions. This article concludes that the development of the As-Sunnah Movement first appeared in urban communities due to the splitting of the Al-Washliyah organization. The concept and religious practice of the As-sunnah Movement in Urban Communities at the Ihyaus Sunnah Labuhan Foundation is to apply the concept of Hayatan tayyibatan. The practice of understanding the Religion of the As-sunnah Movement contained in the Ihyaus Sunnah Foundation refers to two doctrines, namely the Sunnah doctrine and the salaf doctrine. Responses to the As-sunnah Movement in the Ihyaus Sunnah Foundation came from various communities around Labuhan Batu and of course they have different opinions.Abstrak: Sebelum masuknya As-Sunnah di Yayasan Ihyaus Sunnah, sebagian pengikutnya merupakan anggota organisasi Al-Washliyah. Tuan Guru H. Rahmat Gufron merupakan tokoh yang mengawali gerakan pembaharuan di Yayasan Ihyaus Sunnah. Artikel ini akan mengkaji sejarah perkembangan Gerakan As-sunnah di Labuhan batu, konsep dan praktek keagamaan Gerakan As-sunnah di Labuhan Batu, dan Respon Masyarkat terhadap Gerakan As-sunnah di Labuhan batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Fiel Research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari observasi langsug dengan melihat aktivitas yang ada pada Yayasan Ihyaus Sunnah, wawancara kelapangan dengan informan yang terdapat pada Yayasan dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan deskriptif analisis yaitu meliputi: pengumpulan data, penyaringan data, pergolongan data, dan penarikan kesimpulan. Artikel ini menyimpulkan bahwa perkembangan Gerakan As-sunnah pertama kali muncul ditengah masyarakat perkotaan karena factor terpecahnya organisasi Al-washliyah. Konsep dan Praktek keagamaan dari Gerakan As-sunnah dalam Masyarakat Perkotaan di Yayasan Ihyaus Sunnah Labuhan siantarnya adalah menerapkan konsep Hayatan tayyibatan. Praktek paham Keagamaan Gerakan As-sunnah yang terdapat di Yayasan Ihyaus Sunnah mengacu dalam dua doktrin, yaitu doktin Sunnah dan doktrin salaf. Respon terhadap Gerakan As-sunnah yang ada di Yayasan Ihyaus Sunnah ini datang dari berbagai pihak masyarakat sekitar Labuhan Batu dan tentunya mereka mempunyai pendapat yang berbeda-beda

    What People Revealed through Greetings

    Get PDF
    Greeting is an important part of communicative competence that each member of speech community must know hence s/he can be function appropriately in the speech community. It is culturally bonded that it becomes the first and formemost part of language skill taught to children in learning in their native language and students in learning their second or foreign language. The study is aimed at finding out what people may reveal when they greet each other as well as the kind of greeting they used. The study is conducted to Indonesian who live in United States, by observing and filming their interactions during a party. During their interaction, the participants do not only used popular term of greetings such as ‗hallo‘ or ‗how are you‘ but they also greet each other by other forms such as giving compliments, hence it suggest more than acknoledging other‘s presence. Beside verbal greetings, there are also types of body gestures used as greeting suggesting the different types of background relationships. The most obvious observable fact is that greeting is consistently used as mark of solidarity with the consistent similar respond, though it may as well use to reveal power and authority. One of important means of greeting is that it is used to maintain their cultural identity. Male and female respondents also show different ways in using verbal greetings and gesture showing that they greet each other. They also use different ways in giving compliments and in responding toward them

    Formula Analysis in JK Rowling’s Harry Potter and the Sorcerer’s Stone and Rick Riordan’s Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief: A Comparative Study on Fantasy Fiction

    No full text
    Budaya populer sebagai bagian dari budaya masa telah mengalami pergerakan yang cepat pada awal abad ke-20. Salah satu produk budaya populer ada di bidang sastra—yang kemudian lazim disebut sastra populer—yang juga telah mengalami perkembangan pesat termasuk perkembangan genre dan formulanya. Fiksi fantasi adalah salah satu genre sastra populer yang banyak mendapatkan respon positif baik di pasar maupun diskusi-diskusi akademik. Contoh fiksi fantasi adalah Harry Potter and the Sorcerer’s Stone karya JK Rowling dan Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief karya Rick Riordan. Tulisan ini akan menganalisis formula yang digunakan dalam kedua fiksi tersebut, meliputi persamaan dan perbedaannya, dan juga faktor-faktor yang membuat keduanya disukai pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua fiksi fantasi tersebut secara umum mempunyai formula yang sama pada penokohan, struktur narasi, dan motif tindakan. Sedangkan perbedaannya terutama terletak pada cara penulis menyajikan mitologi dan metafor di dalamnya. Formula merupakan salah satu faktor utama yang membuat suatu fiksi disukai dan mendapat respon positif di pasaran, termasuk juga konsistensi, orisinalitas, kemampuan menarik keajaiban, tempat (setting) dan gaya (style). Kata kunci : sastra populer, fiksi fantasi, formul

    Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian mp - asi pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak

    Get PDF
    Retno Wulandari ”Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian mp - asi pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak” (xi+59 Halaman+6 Tabel+9 Lampiran) ASI adalah nutrisi utama bayi Namun bila sudah tidak dapat lagi memenuhi semua kebutuhan bayi yaitu saat bayi mulai berusia 6 bulan, maka MP-ASI lah yang menunjangnya. Kenyataannya banyak bayi usia 0–6 bulan sudah diberi MP-ASI oleh ibu, dan itu berakibat bayi obesitas dan rentan terhadap penyakit. Sikap ibu dipengaruhi oleh kebiasaan yang turun temurun yang ada di masyarakat. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan studi korelasi. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang dibagikan kepada 59 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik sampel jenuh, karena populasi yang sedikit dan semua memenuhi kriteria inklusi. Subyek penelitian adalah ibu–ibu yang mempunyai bayi berumur 0–12 bulan. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 59 responden, pengetahuan responden tentang MP-ASI (55,9%) dan sikap responden tentang pemberian MP-ASI yang baik (50.8%). Pendidikan formal responden yang terbanyak adalah SMP (49,2%) sedangkan yang paling sedikit adalah PT (6,8%). Hasil dari korelasi pearson chi square pengetahuan dengan sikap sebesar 0.420 signifikan pada 0.001, hubungan sebesar 0.420 tersebut adalah signifikan dan dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu.dalam pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-12 bulan
    • 

    corecore