54 research outputs found

    Kecenderungan “Framing” Media Massa Indonesia dalam Meliput Bencana Sebagai Media Event

    Get PDF
    Mass media industries always frame their news based on their perspective and interest. This paper will examine the framing of disaster event and issues of contemporary Indonesia: the media framing on the natural disaster event (Yogyakarta’s earth quake, Mei 2006 and Padang’s earth quake, March 2007); the media framing on the disaster because of human factor (Senopati Tragedy, December 2006 and Adam Air Tragedy, January 2007); the media framing on the natural disaster because of natural and human factor (Lapindo Case, May 2006–March 2007). Based on framing analysis, this paper presents some interesting findins and discussion the different framing of each mass media as friends, foe, adversarial agent and empowerment agent

    Pandemic in the complexity of the Digital Era: How online media in Indonesia construct the reality of COVID-19

    Get PDF
    This article aims to examine the reality of the COVID-19 pandemic constructed by online media outlets in Indonesia as one of the primary sources of information during the crisis. It uses qualitative content analysis to determine how online media in Indonesia construct the reality of COVID-19. The country’s eight most accessed online media websites are the objects of this study with a three-unit analysis: context, message and tone. The result shows that Indonesian media coverage has predominantly emphasised the pandemic’s political context over the health and economic context. Informants have predominantly been politicians; epidemiologists and scientists have been given little space. In this case, the media system in Indonesia through online news media were not able to play an optimal role in the early phases of the pandemic due to the tendency of this news construction

    Bonding, bridging and linking relationships of the CSR target communities of PT Pertamina Refinery Unit II Sungai Pakning

    Get PDF
    PT Pertamina (Persero) Sungai Pakning Refinery Unit II as one of Indonesia's state-owned oil and gas companies has contributed to the empowerment of communities around its operational areas through the Corporate Social Responsibility (CSR) scheme. In carrying out CSR programs, the company pays attention to the social relations of the target communities. This study focuses on analyzing the forms of social relations of the CSR target communities and their impacts on the implementation of CSR programs of PT Pertamina (Persero) Refinery Unit II Sungai Pakning. Social relations in this study are defined into three forms of relations, namely bonding, bridging and linking, each of which has different impacts on the social conditions of the beneficiary communities. This research is based on qualitative approach, conducted in three target communities in different areas within Bengkalis Regency, Riau Province, namely Sungai Pakning Village, Sungai Selari Village, and Pangkalan Jambi Village, during the period of 2017-2018. The data were collected through in-depth interviews, observations, and documentations. The study finds various forms of social relations. Bonding relations show that intra-group bonds are important to maintain group cohesiveness. Bridging relations show that ties between groups need to be developed in order to connect each others and work together. While the linking relationships show that there is a good impact for groups that have closer relationships with the higher power institutions. These results indicate that the forms of social relations have important impacts on the implementation of CSR programs and need to be maintained through participatory communication activities in order to create sustainable social relations. This study also finds that good social relations will be strong support to raise community awareness and participation in practicing sustainable environmental management

    Nilai-Tanda sebagai Jantung Makna Relasi Konsumen dan Merek

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas konstelasi pembentukan relasi konsumen dan merek dalam dimensi simbolik. Metode yang digunakan adalah reflektivitas dan kajian literatur mendalam untuk mengonstruk teori merek Lury dan nilai-tanda Baudrillard atau konsep berkaitan dengan konteks isu yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi konsumen dan merek terbentuk melalui proses penandaan (signifikansi). Merek merupakan institusi nilai-tanda yang menstimuli produksi dan konsumsi makna-makna simbolik oleh konsumen yang secara hasrati menciptakan berbagai kesenangan simbolik. Makna merek sering digunakan sebagai simbol gaya hidup tertentu, simbol kesuksesan, simbol kejantanan, simbol kepedulian sosial, simbol kekerenan dalam pergaulan, simbol percaya diri, simbol prestise, dan makna-makna simbolik lain. Merek menjadi obyek kenyamanan dan kesenangan individual yang secara terus-menerus direproduksi oleh konsumen melalui berbagai akrobat makna yang dikonstruknya. Penelitian ini juga menunjukkan relasi konsumen dan merek berkelindan dalam ruang-ruang simbolik perseptual konsumen melalui kekuasaan nilai-tanda yang terartikulasikan dalam berbagai kharisma. Nilai-tanda hadir untuk mengalienasi subyek dari obyek riil dan membiak di tataran pemaknaan konsumen. Kajian ini memberi implikasi bagi pengembangan teori komunikasi merek dari perspektif kajian-kajian budaya

    Peran “Sintalitas” dalam Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Pertanian Padi pada Kelompok Tani Sedyo Luhur di Boyolali

    Get PDF
    Latar belakang penelitian adalah terdapat pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh pemerintah, tetapi pemanfaatannya tidak efektif. Pemerintah juga menggelar sosialisasi UPJA, tetapi belum tumbuh di setiap kelompok tani (poktan). Masalah penelitian adalah tentang sintalitas Poktan Sedyo Luhur dalam optimalisasi pemanfaatan mesin tanam bibit padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sintalitas Poktan Sedyo Luhur dalam optimalisasi pemanfaatan mesin tanam bibit padi. Metode yang digunakan adalah deskriptif secara kualitatif. Lokasi penelitian di Poktan Sedyo Luhur yang berlokasi di Desa Dibal Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Poktan Sedyo Luhur memiliki sintalitas dalam optimalisasi pemanfaatan mesin tanam bibit padi yang ditunjukkan melalui sifat sintalitas, sifat struktur, dan sifat populasinya. Sifat sintalitas ditunjukkan oleh Poktan Sedyo Luhur yang memiliki pengaruh baik bagi individu anggota maupun anggota bagian dari poktan dan poktan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra dalam pengoptimalan pemanfaatan mesin tanam bibit padinya, tetapi jalinannya kurang baik dengan dinas pertanian. Sifat struktur poktan ditunjukkan oleh keberadaan seksi alsintan yang mengelola alsintan bertaraf UPJA dengan 75 persen anggota berperan dalam memanfaatkan alsintan tersebut. Poktan Sedyo Luhur juga mengelola mesin tanam bibit padinya yang disertai dengan batasan norma-norma. Sifat populasi poktan ditunjukkan oleh mayoritas anggota memiliki umur di atas 40 tahun dengan pekerjaan lain di luar pertanian. Poktan Sedyo Luhur harus meningkatkan hubungannya dengan dinas pertanian dan juga meregenerasi anggotanya

    Literasi Sampah Berbasis Komunikasi Pembangunan di Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Sampah telah menjadi permasalahan nasional terutama di kota-kota besar di Indonesia. Timbulan sampah dalam jumlah besar tidak saja menimbulkan masalah lingkungan tetapi juga permasalahan sosial, konflik sosial sering terjadi akibat sampah. Hal tersebut mendorong perlunya pendekatan komunikasi pembangunan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mengelola sampah dengan baik sejak dari sumbernya yaitu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pendekatan komunikasi pembangunan yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dan Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) “AMOR” dalam aktivitas literasi pengelolaan sampah menuju Bantul Bersih Sampah 2019 dan Indonesia Bebas Sampah 2020. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Pembangunan dan Ekoliterasi dari Fritjof Capra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sampah yang dilakukan berbasis pada pendekatan komunikasi pembangunan secara formal dan informal, mensinergikan antara top-down dan bottom-up yang didominasi oleh bentuk komunikasi antarpribadi. Tingkat literasi dalam masyarakat bervariasi dari yang rendah hingga ke level literate (melek sampah)

    Dinamika Peran Jejaring Pengelolaan Sampah Dalam Komunikasi Literasi Sampah

    Get PDF
    Sampah merupakan masalah ekologi yang harus ditangani secara komprehensif, baik oleh Pemerintah maupun oleh peran aktif masyarakat yang direpresentasikan dalam Jejaring Penggelolaan Sampah Mandiri (JPSM). Peran JPSM sangat dibutuhkan dalam mewujudkan masyarakat yang melek sampah. Oleh sebab itu  penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) “AMOR” di Kabupaten Bantul dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah mulai dari sumbernya yaitu rumah tangga serta untuk memetakan pola komunikasi dalam jejaring pengelolaan sampah tersebut. Untuk menjawab tujuan, maka digunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan focus group discussion dengan teori komunikasi partisipatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peran JPSM “AMOR” dalam komunikasi literasi sampah adalah sebagai fasilitator antara pemerintah dan masyarakat serta sebagai agen pemberdayaan melalui pola komunikasi pada level makro dan mikro. Kata kunci: JPSM, pengelolaan sampah, komunikasi partisipatif. Waste is an ecological problem which has to be overcome comprehensively, both by the government and society which manifested in independent waste management network (JPSM). The role of JPSM is very crucial in generating society awareness. Therefore  this study aims to explore the role of JPSM “AMOR” in Bantul district in developing society awareness to manage the waste started from the household and also to apply the communication pattern in in waste management networking. To achieve the goal, qualitative method was employed by using data collecting method such as interview, observation and focus group discussion with the theory of participative communication. From the study it was obtained that the role of JPSM “AMOR” in communication of waste literation as a facilitator between government and society and also as empowerment agent through communication group at macro and micro level. Keywords: JPSM, waste management, participative communication
    • …
    corecore