8 research outputs found

    Religiosity And Resilience Among Indonesian Muslim Society during Covid-19 Pandemic

    Get PDF
    Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic impacts almost all aspects of people's social life in Indonesia. COVID-19 pandemic requires the people to stay and do their home activities and adjust to health protocol. Changes in the situations due to pandemic must be followed with special efforts to keep people healthy, both physically and mentally. Resilience is a psychological resource that can help people cope with bad situations and adapt flexibility to stressful situations. Religiosity is one of several resources that can help people to develop resilience. This research aims to describe the correlation between religiosity and resilience among Indonesian Muslim society during the COVID-19 pandemic. The number of participants is 101 participants (N=101) who were selected by using convenience sampling. Data collection in this research was conducted online using google form—this research using the religiosity scale, which was designed based on dimensions of religious orientation from Allport and Ross. Also, the researcher used the Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The result of the research showed religiosity had a significant correlation with resilience (r = 0.731, p = 0.000). The result indicates that religiosity has a role in developing resilience during the COVID-19 pandemic. The suggestion from this research is that the result of this study can be used as a basis for providing further interventions for people exposed by COVID-19 and for a further researcher to examine the others psychological resources as an effort to developing resilience during the COVID-19 pandemic.Keywords: religiosity; resilience; covid-19 pandemi

    KONSTRUKSI RELASI EQUILIBRIUM - HUMANISME DALAM ETIKA EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang adanya konstruksi nilai equilibrium dan humanisme yang dikemas dalam standar etik ekonomi dan bisnis Islam. Konstruksi tersebut seringkali saling bertolak belakang akibat naluri manusia sebagai homoeconomicus yang cenderung serakah. Padahal dalam setiap kegiatan ekonomi dibutuhkan kerelaan para pelaku ekonomi untuk bertindak seimbang dan manusiawi supaya tercipta kemaslahatan dan kesejahteraan sosial, atau paling tidak para pelaku ekonomi sadar bahwa mereka harus mempraktikkan fitrah mereka sebagai homososialis. Sehingga dalam artikel ini akan memuat penjelasan tentang relasi nilai equilibrium dan humanisme untuk mendorong terciptanya kesejahteraan seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Penulisan artikel ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Hal ini dikarenakan acuan dari penulisan artikel ini adalah dokumen ilmiah baik buku atau jurnal tentang etika bisnis Islam. Hasil kajian dan analisa tentang konstruksi relasi equilibrium dan humanisme adalah setiap pelaku ekonomi wajib mempraktikkan etika bisnis Islam yang mengkombinasikan keseimbangan dengan kemanusiaan sesuai yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yang dalam artikel ini disebut dengan konsep Prophetic Inteligenc

    Efek Mediasi Dukungan Sosial terhadap Religiusitas dan Resiliensi Mahasiswa Santri selama Pandemi COVID-19

    Get PDF
    This study aims to examine the relationship between religiosity and resilience and the role of social support as a mediating variable. This study used correlational quantitative method. There were 367 participants who were selected based on the cluster random sampling technique. Data analysis used mediation regression analysis. The results showed that religiosity has a positive and significant relationship with resilience and social support has a role as a partial mediator in the relationship between religiosity and resilience. Resilience development can be done by developing religiosity as an individual psychological resource accompanied by the provision of social support by religious institutions as an external resource

    Efikasi diri dan performansi akademik siswa sekolah menengah kejuruan

    Get PDF
    The aim of this research is to examine the role of self-efficacy on academic performance of Vocational High School students. This research uses a quantitative approach with a correlational research design. The participants of this research are at 115 students of the Vocational High School, Department of Electrical and Industrial Engineering who were obtained based on convenience sampling technique. The data analysis is used by regression analysis with Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP). The result of this research indicated that selfefficacy has a significant role on academic performance

    Religiusitas, Regulasi Emosi dan Resiliensi Santri selama Pandemi COVID-19 dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Mediator

    Get PDF
    Resiliensi merupakan salah satu sumber daya psikologis yang dikembangkan oleh individu maupun masyarakat sebagai salah satu upaya untuk mencegah dampak negatif pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Resiliensi dipengaruhi oleh religiusitas, regulasi emosi, dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peranan dukungan sosial dalam hubungan antara religiusitas, regulasi emosi, resiliensi. Populasi penelitian ini santri yang terdaftar sebagai siswa aktif di Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah. Partisipan penelitian ini berjumlah 216 santri yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan bantuan program Jefferey’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan regulasi emosi memiliki korelasi positif dan signifikan dengan resiliensi, sehingga religiusitas dan regulasi emosi dapat menjadi sumber daya yang dapat dikembangkan oleh individu sebagai upaya mengembangkan resiliensi selama pandemi COVID-19

    RELIGIUSITAS SEBAGAI PREDIKTOR PARANORMAL BELIEF MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM IBRAHIMY DI SITUBONDO

    No full text
    RINGKASAN Ubaidillah, Fauzul Adim 2017. Religiusitas sebagai Prediktor Paranormal Belief Mahasiswa Institiut Agama Islam Ibrahimy di Situbondo. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si  (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi   Kata Kunci : Religiusitas, Paranormal Belief, Mahasiswa   Religiusitas dan paranormal belief merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan adanya fenomena yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Dimensi religiusitas terdiri dari intrinsik dan ekstrinsik. Sedangkan, dimensi paranormal belief terdiri dari (1) Traditional Religious Belief (2) Psychokinesis (3) Witchcraft (4) Superstition (5)Spiritualism (6) Extraordinary Life Form (7)Precognition. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran religosity mahasiswa Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) (2) untuk mengetahui gambaran paranomal belief mahasiswa Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) (3) untuk mengetahui apakah religiusitas merupakan prediktor paranormal belief. Penelitian merupakan jenis penelitian  deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Partisipan penelitian ini berjumlah 204 orang yang terdiri dari 102 orang laki-laki dan 102 orang perempuan dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Religious Orientation Scale (ROS) yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,834 dan skala Paranormal Belief Scale (PBS) yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,837. Hasil dari penelitian adalah (1) Religiusitas dan Paranormal belief sebagian besar mahasiswa Institut Agama Islam berada pada klasifikasi sedang. (2) religiusitas memiliki pengaruh yang rendah (R Square = 0,053 atau 5,3%) namun signifikan terhadap paranormal belief (0,001 < 0,05). Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi masyarakat : Diharapkan agar tidak terlalu menjadikan sesuatu hal yang bersifat gaib sebagai landasan utama dalam bepikir dan mengambil keputusan. Selain itu, hendaknya masyarakat lebih selektif lagi dalam memilih sesuatu yang ingin dipercaya dan diyakini, terutama sesuatu hal yang bersifat gaib. (2) Untuk penelitian selanjutnya : diharapkan untuk peneliti selanjutnya mampu mengembangkan penelitian ini menjadi lebih variatif, terutama mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi paranormal belief. Peneliti selanjunya dapat mempertimbangkan variabel kognitif, kepribadian, orientasi kebahagiaan, sensation seeking, dan distrust in science sebagai faktor yang berpengaruh terhadap paranormal belief individu atau kelompok masyarakat. Selain itu, peneliti selanjutnya juga diharapkan memilih sampel penelitian yang lebih variatif dengan mempertimbangkan latar belakang agama, sosial, dan budaya.  

    Regulasi diri dan prokrastinasi akademik siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

    No full text
    This study aims to obtain empirical evidence the role of self-regulation on student's academic procrastination. The research method used is correlational quantitative. The sample in this study amounted to 120 students who came from students of SMK Ibrahimy 2. The scale used was Tuckman and Zimmermant. The method used to analyze the data in this study is to use statistical analysis methods using the Spearmen Test and Test . To simplify the calculation, the JAMOVI program is used. Based on the output of the hypothesis test results, the value is known, the significance value is p = 0.009 (&lt;0.001) it can be interpreted that there is a relationship between self-regulation and academic procrastination. The results of the hypothesis test on Spearman's rho resulted in a value of -0.215, from the results of the correlation coefficient test it was known that the relationship between self-regulation variables and academic procrastination was a negative relationship

    Religiusitas dan resiliensi santri selama pandemi COVID-19

    No full text
    The Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic impacts several aspects of the social life of students at Islamic Boarding Schools. Resilience is one of the psychological resources developed by individuals and communities to prevent the negative impact of the Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic. This study aims to examine the relationship between religiosity and resilience. This research uses the quantitative correlational method. The participants of this study amounted to 216 students who were selected based on a simple random sampling technique. This study uses a resilience scale from Wagnild &amp; Young to measure resilience, and the religiosity scale is based on the dimensions of Islamic worldview and religious personality from Krauss, Hamzah, Juhari, &amp; Hamid. Analysis of this research data using regression analysis with the help of Jeffrey's Amazing Statistics Program (JASP). The results of this study indicate that religiosity has a positive and significant relationship with resilience. Suggestions from this study are that the results of this study can be used as a basis for developing student resilience. Further researchers are expected to examine other psychological resources to develop resilience during the COVID-19 pandemic
    corecore