14 research outputs found

    Profil Disposisi Matematis Siswa Pemenang Olimpiade Pada Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Disposisi Matematis Siswa pemenang Olimpiade pada Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Subjek Penelitian ini ada 2 orang yang masing-masing merupakan juara 2 dan juara 4 Olimpiade Matematika tingkat Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2014. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang di pandu oleh angket disposisi matematis siswa, dan pedoman wawacara. Setelah melakukan penafsiran data maka disimpulkan bahwa subjek memiliki disposisi positif terkait : (1) Minat dan Rasa ingin tahu, kedua subjek senang mengajukan pertanyaan dan subjek pertama lebih antusias disbanding subjek kedua, (2) Percaya Diri, kedua subjek tertantang dengan situasi-situasiyang rumit dan mempertahankan gagasan matematika, (3)Tekun, kedua subjek memiliki kesung-guhan dalam belajar dan tidak mudah putus asa, (4) Fleksibel, kedua subjek sering berbagi pengetahuan dan menghasilkan berbagai macam ide. Adapun faktor yang mempengaruhi disposisi matematis adalah lingkungan sekolah dengan menerapkan disiplin sekolah serta orang tua yang sering memberikan dorongan maupun motivasi agar menjadi siswa berprestasi didalam bidang pendidikan

    PROFIL KEMAMPUAN SPASIAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI SISWA YANG MEMILIKI KECERDASAN LOGIS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan spasial dalam menyelesaikan masalah geometri siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes kecerdasan logis matematis, tes linguistik, TKSMG dan pedoman wawancara yang valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kecerdasan logis matematis pada beberapa calon subjek untuk memperoleh subjek penelitian sebanyak 4 subjek terdiri dari 2 subjek laki-laki dan 2 subjek perempuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyelesaikan masalah geometri: (1) terkait kerangka acuan, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran logisnya secara bersama-sama (2) terkait konservasi jarak, subjek laki-laki dan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran analitiknya serta kemampuan menarik suatu kesimpulan, (3) terkait representasi spasial, subjek laki-laki dan subjek perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan kecerdasan logis matematisnya, (4) terkait rotasi mental, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya, (5) terkait hubungan proyektif, subjek laki-laki dan perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan penalaran logisnya, (6) kemampuan spasial subjek laki-laki dan subjek perempuan yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi berada pada level tinggi

    PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI, MINAT BELAJAR MATEMATIKA, DAN SIKAP BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMAN 2 WATAMPONE

    Get PDF
    Abstrak:Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi, minat belajar matematika, dan sikap belajar matematika terhadap hasil belajar  matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan empat instrumen, yaitu kuesioner motivasi berprestasi, minat belajar matematika, sikap  belajar matematika dan tes hasil belajar matematika. Data tersebut diperoleh menggunakan bantuan program pengolahan data statistik SPSS versi 20. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 76,5 dengan simpangan baku 12,8. Motivasi berprestasi siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 73,3 dengan simpangan baku 9,0. Minat belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 46,2 dengan simpangan baku 4,6. Sikap belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 53,4 dengan simpangan baku 5,7. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa motivasi berprestasi, minat belajar matematika dan sikap  belajar matematika secara bersama-sama berpengaruh  secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone, dengan persamaan regresi Y =  -39,937+ 0,625 X1 + 0,737 X2 + 0,685 X3. Dengan koefisien determinasi        r2 = 0,702. Dari hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi berprestasi, minat belajar matematika dan sikap belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone.Abstract:This research was an ex post facto that aims to determine the influence of achievement motivation, interest in learning mathematics, and the attitude of learning mathematics to the results of learning mathematics class X SMA Negeri 2 Watampone. The population in the study were all students of grade X of SMA Negeri 2 Watampone registered in academic year 2016/2017. Of decide the samples it was applied sampling. The data were collected by using four instruments, namely the achievement motivation koesioner, the interest of learning mathematics, the attitude of learning mathematics and the test of mathematics learning result. Data obtained by using statistical data processing program SPSS 20. The result of descriptive statistic analysis showed that the result of learning mathematics of class X students of SMA Negeri 2 Watampone was categorized high with average score 76,5 with standard deviation 12,8. The motivation of achievement of grade X students of SMA Negeri 2 Watampone is categorized as high with an average score of 73.3 with standard deviation of 9.0. Interest in learning mathematics class X students SMA Negeri 2 Watampone categorized high with an average score of 46.2 with standard simpangan 4.6. Mathematics learning attitude of grade X students of SMA Negeri 2 Watampone is categorized high with average score 53,4 with standard deviation 5,7. The result of inferential analysis shows that achievement motivation, mathematics learning interest and learning attitude of mathematics together significantly influence the learning outcomes of Mathematics of Grade X students of SMA Negeri 2 Watampone, with regression equation Y = -39,937 + 0,625 X1 + 0,737 X2      + 0,685 X3 . With coefficient of determination r2 = 0,702.From the results of the above research, it can be concluded that there is influence of achievement motivation, interest in learning mathematics and the attitude of learning mathematics on learning outcomes Mathematics class X SMA Negeri 2 Watampone

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING AND EXTENDING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X

    Get PDF
    This study aims at determining the influence of the CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending) Learning model on the students’mathematics learning outcomes at grade X SMA 5 Watampone. The research design used was posttest only control design (posttest subjects only control group design). This research was conducted at SMA 5 Watampone. The population was all students at class X and the samples were randomly selected; students at XII-2 and XII-3 classes. Data on learning outcomes obtained through posttest. Data is processed using the t-test. The results of data analysis indicated that the experimental class obtained an average value of learning outcomes (mean) is 85.28, the standard deviation (standard deviation) is 9.110, the variance is 82.993 and the standard error is 1.692, while in the control class the mean is 75.66, standard deviation 8,703, variance 75,734, and standard error mean 1,616. It is concluded that "there is influence of the CORE Learning model on the students’mathematics learning outcomes at grade X SMA 5 Watampone.Keywords: CORE Learning Models, Mathematics Learning Outcomes.

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN TIPE SOAL HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Dalam upaya meningkatkan kemampuasn belajar siswa secara signifikan, maka perlu diterapkan model pembelajaran yang presisi. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project merupakan salah satu model yang didesain dengan tujuan untuk membantu guru di dalam mengefektifkan pemakaian soal-soal latihan supaya siswa mempu mengalami peningkatan yang signifikan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan tipe soal High Order Thinking Skill (HOTS) pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan populasi seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Bone dan sampel terdiri dari kelas XI MIPA 1 dan kelas XI MIPA 2 yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari tes High Order Thinking Skill yang terdiri dari pretest dan posttest. Analisis data menggunakan Uji Independent Sample t-Test dengan alat bantu SPSS versi 23. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan tipe soal High Order Thinking Skill (HOTS) pada mata pelajaran matematika kelas XI UPT SMA Negeri 2 Bone, di mana uji hipotesis untuk data N-Gain memperlihatkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 atau thitung  (5,469) > ttabel (2,0195) sehingga  ditolak dengan nilai rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen 0,515 lebih dari kelas kontrol 0,236. Penerapan model pembelajaran MMP, banyaknya latihan yang menggunakan soal tipe HOTS yang diberikan kepada siswa baik dalam latihan kooperatif maupun latihan mandiri bukan saja meningkatkan keaktifan siswa mengikuti pembelajaran, tapi juga menyebabkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mengalami peningkatan melalui latihan tersebut

    Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Melalui Peningkatan Gizi Ibu Hamil dengan Mengkonsumsi Moringa Oleifera

    Get PDF
    Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tubuh anak lebih pendek dibandingkan usianya. Stunting pada anak terjadi dikarenakan anak memiliki kekurangan gizi yang terjadi sejak anak berada dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, akan tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting dapat diatasi dengan tanaman daun kelor (moringa oleifera). Metode yang digunakan adalah ceramah atau sosialisasi. Adapun hasil sosialisasi yang dilaksanakan di Desa labuaja, kec. Kahu, Kab. Bone. yaitu memberikan pengetahun yang lebih kepada ibu hamil mengenai tanaman daun kelor dan juga terkait masalah stunting dan bagaimana mengatasi stunting dengan daun kelor atau moringa oleifera. &nbsp

    Pelatihan Pengurus Jenazah di Desa Pattimpa

    Get PDF
    Islam menganjurkan ummatnya untuk selalu mengingat kematian, Islam juga menganjurkan ummatnya untuk menjenguk orang sakit untuk menghibur mereka dan mendoakan mereka. Apabila seorang telah meninggal dunia, hendaklah seorang yang merupakan keluarga yang sesama jenis kelaminnya agar mesti melakukan kewajibannya terhadap jenazah tersebut yaitu yaitu mempersiapkannya, memandikannya dan mengkafani. semua itu adalah perintah agama yang ditujukan kepada umat Islam sebagai kelompok masyarakat. Jika perintah itu telah dipenuhi oleh sebagian dari mereka sebagaimana mestinya, maka kewajiban menunaikan perintah itu berarti telah dilunasinya, kewajiban ini dalam istilah agama disebut fardhu kifayah. Akan sangat disayangkan bagi seluruh anggota kelompok muslim jika tidak ada orang dalam kelompok ini yang cukup mumpuni untuk melakukan fardhu kifayah seputar pemeliharaan jenazah di Desa Pattimpa. Maka dari itu kami selaku Mahasiswa KKN-DIK (kuliah kerja nyata pendidikan) UNIM BONE membuat kegiatan berupa pelatihan mengurus jenazah agar kiranya masyarakat bisa mebantu di kalangan masyarakat itu sendir

    PENINGKATAN MANAGEMEN LABORATORIUM SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PRASARANA PENDIDIKAN YANG AKTIF DAN BERDAYA GUNA DI SMAN 2 BONE

    Get PDF
    The laboratory is a place for monitoring, experimenting, practicing and testing the concept of knowledge and technology. Science laboratory management includes planning, organizing, regulating, recording, maintaining, and funding. The function of the science laboratory to improve the quality of student learning depends on the teacher's view of science and learning. The purpose of the activity is to provide training to teachers and laboratory assistants in high schools. The method in carrying out activities offline is the lecture method and question and answer between the presenters and activity participants. The target of this service activity is a high school biology science teacher. The results of the service are that 70% of the participants strongly agree and 30% of the participants agree that the activities regarding laboratory management are in accordance with their needs. For 65% of participants stated strongly agree and 35% of participants agreed that the delivery of material on laboratory management activities can be understood by participants. For 90% of participants stated strongly agree and 10% of participants agreed that the results of the extension activities can be implemented at school. The conclusion of this activity is that this service activity is very much needed by teachers, especially the head of the laboratory and laboratory assistant in improving their competence

    Al-Islam Learning Development on Local Wisdom based: Efforts to Strengthen the Concept of Indonesian Students Religious Moderation

    Get PDF
    Studies about the integration value of students’ religious moderation have been conducted by many scholars, in fact, there are still limited studies on the relationship between them in the aspect of local wisdom. To fill the gap, this study aims to describe the value of Buginess local wisdom called Mattulu Tellue which can be found in the religious moderation material in Al-Islam learning in the Muhammadiyah University Bone, Indonesia to improve tolerance among students.  This study deploys a qualitative method. This study found that lecturers of Al-Islam learning apply the local wisdom in the planning, implementation, and evaluation of learning to strengthen the value of religious moderation education based on Bugis local wisdom in al-Islam learning. Al-Islam learning with the theme of religious moderation based on the values of Bugis Bone Mattulu Tellue local wisdom has positive impacts on students which can contribute to society, especially in areas that are still full of culture and local wisdom in understanding the value of tolerance in the moderation frame. religious. Therefore, this study gives implications to contribute empirically, contextually, and policy

    Diagnostic Test Instrument of Twi-Tier Multiple Choices To Identify Mathematic Concept Understanding

    Get PDF
    The study aims to produce diagnostic test instrument of two-tier multiple choices to identify the students understanding level of mathematic concept, to examine whether the developed test meets the criteria of good test quality based on its validity, reliability, difficulty level, item discrimination power, and choice effectiveness, and to explain the students‟ concept understanding level identified through the diagnostic test developed. The study used Research and Development as the research method with the Tessmer model which consists of 3 stages, namely: preliminary, self evaluation, and prototyping. The findings showed that there were 47.04% students that were categorized as understanding the concept, there were 12.22% students that got misconception, and there were 40.74% students that did not understand the concept. Based on the whole students‟ mean score, it can be concluded that the students had fair understanding on the concept of the material tested. Based on the understanding indicator of the concept tested, many students did not understand on how to change a representation form to other forms
    corecore