15 research outputs found

    PEMETAAN SEBARAN INFRASTRUKTUR JALAN DAN TELEKOMUNIKASI KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK                   Pembangunan infrastruktur yang terencana dengan baik dan berkelanjutan dapat terlaksana jika didukung oleh ketersediaan data dan informasi tentang jumlah dan kualitas infrastruktur tersebut. Hal ini harus didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana wilayah yang memadai melalui penyediaan infrastruktur baik fisik maupun non fisik. Penelitian ini menggunakan metode analisis spatial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui survey pengambilan data titik koordinat lokasi infrastruktur menggunakan Global Positioning System (GPS).                 Hasil pemetaan jaringan jalan di Kota Gorontalo pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 181,76 km dengan rincian 13,20 km Jalan Nasional, 36,20 Jalan Provinsi dan 132,36 Jalan Kota. Menara telekomunikasi untuk telepon seluler yang lebih dikenal dengan naman Base Transceiver Station (BTS) di Kota Gorontalo berada pada 33 titik lokasi dengan rincian masing-masing kecamatan : 1) Dumbo Raya 7 BTS;    2) Dungingi 4 BTS; 3) Hulontalangi 3 BTS; 4) Kota Barat 6 BTS; 5) Kota Selatan 1 BTS; 6) Kota Tengah 6 BTS; 7) Kota Timur 3 BTS; 8) Kota Utara 2 BTS; dan  9) Sipatana 1 BTS. Kata Kunci : Infrastruktur, Jalan, Telekomunikas

    PENATAAN JALUR HIJAU JALAN DI KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK Ketersediaan Jalur Hijau Jalan sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau Perkotaan saat penting pada suatu kota. Hal ini dikarenakan pentingnya fungsi Jalur Hijau dalam menambah keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu diperlukan penataan Jalur Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengurangi kesemrawutan di jalan-jalan pada kawasan perkotaan serta memberikan fungsi ekologis dan estetika dalam mengurangi kerusakan lingkungan melalui pencemaran udara yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya kendaraan bermotor di Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola dan karakteristik RTH Jalur Hijau Jalan serta rekomendasi vegetasi yang sesuai pada jalan-jalan utama di Kota Gorontalo. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar atau acuan dalam menata Ruang Terbuka Hijau khususnya Kawasan Jalur Hijau Jalan untuk Perkotaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa jalur hijau jalan yang tersedia saat ini di Kota Gorontalo berada di tepi dan median jalan John Ario Katili sepanjang 2,75 km dan Jalan Jusuf Dali sepanjang 1,74 km. Jalur hijau tepi jalan juga terdapat pada sebagian ruas jalan By Pass sekitar 700 meter. Arahan untuk penataan jalur hijau jalan perkotaan melalui studi kasus pada di Jalan Nani Wartabone dan Jalan Brigjen Piola Isa.   Kata kunci: Penataan, Jalur Hijau, Jalan

    DESAIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DENGAN ‎PENDEKATAN ARSITEKTUR BEHAVIOUR

    Get PDF
    Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran yang ditetapkan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mensyarakatkan bahwa perguruan tinggi yang akan membuka program studi kedokteran wajib membentuk Fakultas Kedokteran. Universitas Negeri Gorontalo sejak tahun 2019 telah resmi membuka program studi kedokteran. Sebagai program studi yang baru terbentuk masih memerlukan banyak sarana dan prasarana termasuk gedung fakultas untuk mendukung proses belajar mengajar di lingkungan program studi kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini disusun yang bertujuan untuk menghasilkan desain gedung Fakultas Kedokteran menggunakan pendekatan arsitektur behavior. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data primer dan sekunder melalui hitungan matematis kebutuhan ruang pengguna bangunan dan proyeksi ke depan yang selanjutnya di analisis dalam bentuk konsep perancangan yang akan menghasilkan desain bagunan Fakultas Kedokteran. Konsep desain dititik beratkan pada fungsi dan perilaku pengguna bangunan yang dikuatkan dengan prinsip behaviour (privacy, personal space, dan teritorialitas)

    PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN DI KAWASAN REST AREA ‎MOLOSIPAT KABUPATEN POHUWATO

    Get PDF
    Rest area merupakan salah satu fasilitas yang mendukung mobilitas bagi pengendara bermotor, namun di Provinsi Gorontalo belum ada Rest Area yang menunjang secara standar yang digunakan oleh pemerintah. Rest area selain fasilitas penunjang mobilitas, juga sebagai tempat beristirahat bagi pengendara untuk memulihkan tenaga dan juga melakukan berbagai aktivitas lainnya, diantaranya makan/minum, beribadah, belanja kebutuhan, dan terutama mengisi bahan bakar kenderaan. Tujuan perancangan Rest Area adalah untuk mendesain kawasan Rest Area dengan fasilitas yang memadai sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pada desain rest area Molosipat merupakan transformasi dari bentuk Burung Maleo dengan susunan ruang dan pola sirkulasi terpusat. Struktur yang digunakan merupakan material beton bertulang dan penambahan secondary skin berbahan Alumunium Composite Panel (ACP) ataupun kayu laminasi

    PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA PERANCANGAN PELABUHAN PENYEBERANGAN KELAS III SALAKAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

    Get PDF
    Pelabuhan sebagai salah satu unsur dalam penyelenggaraan pelayaran memiliki peranan yang sangat penting dan strategis sehingga penyelenggaraannya dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menunjang, menggerakkan dan mendorong pencapaian tujuan nasional.Pelabuhan penyeberangan adalahpelabuhan yang khusus dipergunakan untuk angkutan penyeberangan dengan menggunakan kapal ro-ro. Pelabuhan penyeberangan Salakan merupakan pelabuhan yang terletak di desa Bongganan Kec.Tinangkung Kab.Banggai Kepulauan, dengan tujuan Luwuk Kab.Banggai. Pada perancangan pelabuhan penyeberangan salakan menggunakan penekanan arsitektur modern, hal ini didasari karena gaya arsitektur modern adalah sederhana serta desain lebih menekankan pada fungsi dari bangunan tersebut.Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode deskriptif. dengan menganalisis kondisi lokasi serta mengumpulkan data-data fisik ataupun non fisik. Tujuan perancangan pelabuhan salakan adalah untuk mengatasi persoalan yang ada pada pelabuhan saat ini dan dapat meningkatkan fungsi pelayanan Pelabuhan Salakan sebagai pelabuhan kelas III. manfaat dari perancangan ini adalah tampilan dari terminal pelabuhan yang terlihat lebih modern yang terlihat pada fasad bangunan, trestle dan dermaga sandar kapal
    corecore