89 research outputs found

    MODEL PENGEMBANGAN SILABUS MKU BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF

    Get PDF
    This article aims at describing: (1) the way how to develop syllabus of Indonesian as general subject, (2) the form of Indonesian syllabus, (3) problems arising in the implementation of Indonesian syllabus. Having scrutinized the relevant theories and empirical experiences, it was found some thoughts as follows. First the syllabus can be developed through five stages: (1) surveying the need, (2) itemizing the objectives, (3) selecting the type of syllabus, (4) preparing proto syllabus, and (5) preparing pedagogical aspect. Second, syllabus is arranged in terms of: the name of subject, the code of subject, semester, SKS, the group of subject, rational, competency, material, learning media, evaluation, and learning resources. This syllabus was focused on the ability of using language items in language activities both in oral and written. It was composed according to teaching learning activities and the order of the material. Learning achievement was directed to process, product, and content orientation quantitatively and qualitatively. The order of learning activities was developed from simple items to complicated items. Third, the competence observed was the ability of using Indonesian in written or spoken in terms of grammar, sociolinguistics, and strategy. The test items were in the form of assignments which are expressive-productive in various contexts. Those assignments discussed the usage of Indonesian in real daily life. Kata kunci: model silabus, pendekatan komunikatif, pembelajaran bahasa, pembelaja

    MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PEMBELAJARAN APRESIASI CERITA RAKYAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA WAYANG KANCIL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan pendidikan karakter; (2) mengkaji nilai-nilai cerita rakyat sebagai materi ajar; dan (3) membuat prototipe model pendidikan karakter. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan R D, yang dilaksanakan di 15 SD mulai Mei-Oktober 2014. Subjek penelitian adalah siswa kelas V, guru kelas, dan pengambil kebijakan. Penentuan sampel secara stratified random sampling. Tempat dan peristiwa, informan, cerita rakyat, dan dokumen dijadikan sebagai sumber data.  Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian: (1) Analisis kebutuhan diidentifikasi atas: visi misi sekolah belum menjadi panduan budaya kerja; permasalahan siswa di kelas dipengaruhi kegiatan pembelajaran guru; pendidikan karakter dipengaruhi faktor pembinaan, keteladanan, model, dan pembiasaan; (2) Materi ajar disusun berdasarkan tingkat keterbacaan dan daya pikir siswa; dan (3) Model didesain melalui tahap pengorganisasian nilai-nilai, pengondisian pembelajaran, internalisasi nilai-nilai, dan pengembangan nilai-nilai. Pembelajaran apresiasi cerita rakyat menggunakan media wayang kancil merupakan model pendidikan karakter yang dapat dikembangkan di SD.  This study aims to: (1) analyze the importance of character education; (2) assess the values of folklores as teaching materials; and (3) create a prototype model of character education. This qualitative descriptive study employed a R D approach, which was implemented in 15 elementary schools from May to October 2014. The subjects were students of class V, class teachers, and policy makers. The samples were stratified random sampling. The data sources included a number of places and events, informants, folklores, and documents. The data were collected through observation, interviews and document analysis. Specifically, the analysis employed interactive analysis techniques. The results of the study pointed to the following: (1) needs analysis identified: the school vision and mission have not yet been adopted as guiding principles for creating institutional culture; teachers’ instruction has contributed to creating issues encountered by students in the classroom; character education has been influenced by a number of factors such as coaching, modeling, and habituation; (2) Teaching materials have been prepared based on students’ level of legibility and thinking ability; and (3) The model has been designed by organizing values, conditioning learning atmosphere, internalizing as well as developing values. Appreciation of folklores through the use of puppets (wayang kancil) can thus be adopted as a model to teach character education in primary schools

    PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR: PENELITIAN ETNOGRAFI DI SD NEGERI CEMARA DUA SURAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan proses pembelajaran sastra melalui: (1) model pengembangan silabus pembelajaran, (2) perencanaan pembelajaran berdasarkan dimensi tujuan pembelajaran, bentuk dan prosedur pembelajaran, jenis dan manfaat materi pembelajaran, peran guru dalam pembelajaran, dan peran siswa dalam pembelajaran; dan (3) faktor yang mempengaruhi pembelajaran di kelas dari perspektif teoretik dan perspektif budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode etnografi yang dilakukan di SD Negeri Cemara Dua Surakarta pada siswa kelas 5 tahun 2004-2013. Data bersumber dari peristiwa, informan, dan dokumen. Pengumpulan data melalui cara pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik analisis domain, taksonomi, dan tema. Simpulan: Proses pembelajaran sastra berbasis tematik terpadu dengan pembelajaran keterampilan berbahasa dan unsur kebahasaan dikaji dari: (1) Model silabus yang dikembangkan melalui GBPP kurang diperhatikan karena guru berkiblat pada materi buku pelajaran. Paradigma pembelajaran mempengaruhi jenis silabus yang digunakan. Kurikulum berbasis kompetensi menggunakan silabus tugas. Tugas pada K 2004 dan K 2006 diperoleh melalui tema mengacu mata pelajaran; sedang tugas pada K 2013 diperoleh melalui tema mengacu teks yang mengindikasikan mata pelajaran yang dipadukan; (2) Perencanaan pembelajaran diorganisasikan sistematis dalam RPP, tetapi pencapaian tujuan pembelajarannya bersifat mekanis, prosedur pascamembaca belum memberi pemahaman tugas, fungsi materi untuk mengejar target, guru belum berperan sebagai pembimbing yang baik, dan peran siswa merespons tugas dari guru semata; dan (3) Secara teoretis, pembelajaran sastra dipengaruhi faktor: belum semua siswa aktif mengerjakan tugas, guru kurang memperhatikan waktu pembelajaran, siswa belum memahami tugas, dan dominasi guru menonjol. Dalam perspektif budaya, nilai-nilai budaya Jawa berpengaruh positif dalam pembelajaran sastra di kelas. Namun, nilai-nilai budaya Jawa terkait dengan berbagai faktor yang mempengaruhi perlu redefinisi dan direposisi agar dapat menyelaraskan perkembangan zaman. Kata kunci: pembelajaran sastra, keterampilan berbahasa, apresiasi sastra, unsur kebahasaan,budaya Jawa ABSTRACT The aims of this study are to describe and explain the literature learning process through: (1) the learning syllabus development models, (2) learning plan based on the element of learning objectives, forms and learning procedures, types and benefits of learning materials, teachers and students role during the learning process; and (3) factors that influence learning process in the classroom from the theoretical and Javanese cultural perspectives. This research uses ethnographic methods conducted at Cemara Dua Elementary School Surakarta in 5th grade students during 2004-2013. The data taken from events, informants, and documents. The data were collected through observations, and document analysis. The data were analyzed using domain analysis techniques, taxonomy, and theme. The conclusions are: The thematic-based literature learning process integrated with the learning of language skills and linguistic elements is examined from:(1) the developed syllabus model through GBPP is not given much attention because teachers are oriented towards the materials contained in the textbooks. The learning paradigm influences the types of syllabus used. The competency-based curriculum uses an assignment syllabus. The assignment in Curriculum 2004 and 2006 were obtained through themes that are referring to the subjects; while the assignments in curriculum 2013 were obtained through themes referring to the texts that indicate integrated subjects; (2) The learning plan is organized systematically in the lesson plan (RPP), but the achievement of learning objectives is mechanical, the post-reading procedure has not provided an understanding of the task, the functional of the material to attain the target, the teachers have not acted as a good guide, and the students’ role is to response to the tasks given by the teachers; and (3) theoretically, the literature learning are influenced by several factors: not all the students are actively working on the assignments, the teachers are pay less attention to the learning time, the students have not understand the assignments, and the teachers’ dominance are prominent. In the cultural perspective, Javanese cultural values have a positive effect on the literature learning in classroom. However, the Javanese cultural values related to various influencing factors need to be redefined and repositioned in order to harmonize the development of times. Keywords: literature learning, language skills, literature appreciation, linguistic elements, Javanese cultur

    PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DALAM PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK di SD MUHAMMADIYAH TERPADU PONOROGO

    Get PDF
    Kata Kunci: Pembiasaan, Shalat Dhuha, Pembinaan Akhlak. Pembinaan akhlak menjadi sangat penting mengingat perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang diiringi dengan efek negatif yang dibuktikan dengan fenomena-fenomena kesenjangan sosial. Dalam kegiatan belajar mengajar ibadah shalat sangat ditekankan di Lembaga Pendidikan Islam termasuk di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo.Dalam kegiatan belajar mengajar ibadah shalat sangat ditekankan di Lembaga Pendidikan Islam termasuk di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo.Suasana yang sangat kondusif dalam lingkungan sekolah dan kekompakan koordinasi antar guru dalam pengkondisian semua peserta didik dalam menjalankan program shalat dhuha merupakan upaya untuk membentuk akhlak yang baik Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan secara mendalam mengenai program pembiasaan shalat dhuha, kendala yang dihadapi guru dalam pembiasaan shalat dhuha serta dampak yang diperoleh para peserta didik dengan rutin melaksanakan shalat dhuha di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif dengan objek program, kendala serta dampak dari pembiasaan shalat dhuha di SD Muhammadiyah Ponorogo. Berdasarkan jenis data yang dibutuhkan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah perpaduan antara observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang ditemukan adalah 1) Pelaksanaan shalat dhuha di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo di adakan pada jam istirahat pertama yaitu pada pukul 08.30-09.30 dan di bagi menjadi 2 kloter bagian. Shalat dhuha didirikan 4 rakaat dengan suara bacaan yang dikeraskan. 2) Kendala utama yang dihadapi dalam program pembiasaan shalat dhuha adalah tempat yang kurang memadahi untuk dilaksanakan shalat dhuha secara serentak mulai dari kelas 1-6 dan harus di bagi menjadi 2 kloter bagian serta jarak masjid yang lumayan jauh dari sekolah. 3) Dampak yang langsung bisa dilihat dari program shalat dhuha adalah tentang hafalan bacaan shalat para peserta didik, karena shalat dilaksanakan dengan suara bacaan shalat yang dikeraskan

    Nilai-nilai kependidikan agama dalam tradisi Manaqib Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailany di Banaran, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang

    Get PDF
    Popularitas tradisi manaqib di berbagai wilayah Indonesia khususnya Pulau Jawa, sudah dikenal oleh masyarakat secara antusias. Bahkan tradisi ini sering dibacakan pada saat kegiatan-kegiatan keagamaan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap bagaimana pelaksanaan, pemahaman, dan pelestarian nilai-nilai kependidikan agama dalam tradisi manaqib Syaikh ‘Abdul Qa>dir al-Jaila>ny di Banaran, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Oleh karenanya, penelitian ini banyak menggunakan wawancara mendalam (deep interview) untuk menjawab permasalahan-permasalahan di atas. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yakni mencermati proses pelaksanaan, pemahaman, dan pelestarian tradisi manaqib Syaikh ‘Abdul Qa>dir al-Jaila>ny di Banaran, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang. Kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis fungsionalisme. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi manaqib Syaikh ‘Abdul Qa>dir al-Jaila>ny memiliki nilai-nilai kependidikan agama yang sudah menradisi sejak dahulu dan sampai sekarang masih tetap eksis dengan pemahaman masyarakat yang berbeda-beda seperti sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah/ taqarrub ila allah, ukhwah isla>miyah, supaya doanya segera terijabah serta sebagai bentuk ngalap berkah. Pelestarian dalam tradisi ini bermacam-macam, ada yang berbentuk jamaah bulanan ada juga yang berupa acara-acara keagamaan seperti mitoni, slametan kelahiran bayi, walimatul ‘aqi>qah, walimatul ‘ursy dan lain-lain

    PENGEMBANGAN MATERI AJAR MATA KULIAH APRESIASI DRAMA MELALUI PENGGALIAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NASKAH DRAMA PANEMBAHAN RESO KARYA W.S. RENDRA

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe the values of character education to develop teaching and learning materials for Drama course. It is a qualitative descriptive study by using Research and Development design. The data were obtained from the play entitled Panembahan Reso¸ written by W.S. Rendra by looking at the settings, the characters, the plots and some relevant documents. The technique used to collect the data was by document analysis technique. The results of the data analysis using interactive data analysis indicate that the values of character education are reflected throught the characters and their characterization; the values represented include the attitudes of being religious, hard working, peaceful, democratics, caring, fond of reading, responsible, having national spirit and excellence recognition. Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v44i22016p207

    UNSUR-UNSUR DRAMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN FILM DENIAS:SENANDUNG DI ATAS AWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMP

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur dramatis yang membangun film Denias: Senandung di Atas Awan, (2) nilai pendidikan yang terkandung dalam film Denias: Senandung di Atas Awan, dan (3) relevansi film Denias: Senandung di Atas Awan sebagai media pembelajaran sastra Indonesia di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) film Denias: Senandung di Atas Awan memiliki ide cerita yang bagus, menggunakan judul yang bersifat striking statement, memiliki tema sebuah kerja keras dan perjuangan seseorang untuk mendapatkan pendidikan, dibangun di atas alur yang menarik, dan tokoh-tokohnya digambarkan dengan beberapa cara dan mengambil latar hanya di satu tempat yaitu di Papua; (2) nilai pendidikan dalam film Denias: Senandung di Atas Awan, meliputi: (a) nilai religius yang mengajarkan berserah diri kepada Tuhan, sabar dalam menghadapi cobaan, dan senantiasa mengingat Tuhan; (b) nilai moral yang mengajarkan semangat dalam mencapai cita-cita, tidak mudah menyerah, berbakti kepada orang tua, berbudi baik; (c) nilai sosial mengajarkan pentingnya kehidupan berkelompok dalam masyarakat; (d) nilai budaya yang mengajarkan sifat berbudaya seperti menjunjung budaya baik yang berlaku; dan (e) nilai estetis yang mengajarkan untuk menghargai keindahan dari sisi yang berbeda dari Papua; (3) film Denias: Senandung di Atas Awan karya John De Rantau merupakan film yang menarik untuk dijadikan media pembelajaran karena sesuai dengan kriteria media pembelajaran yang baik dan bernilai pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang tepat untuk memperhatikan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Kata kunci: sastra, drama, media pembelajaran, nilai pendidikan, karakte

    PENERAPAN TEKNIK TRANSFORMASI LAGU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA SMA

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis cerita pendek dengan menggunakan teknik transformasi lagu, dan (2) meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek dengan menggunakan teknik transformasi lagu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-10 SMA Negeri 3 Sukoharjo yang terdiri atas 38 siswa. Sumber data penelitian ini berasal dari tempat dan acara, guru dan siswa, dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penugasan. Teknik validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Simpulan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, ada peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis cerita pendek dengan menggunakan teknik transformasi lagu yang ditunjukkan dengan adanya : (a) peningkatan keaktifan siswa dalam merespon selama apersepsi yang diberikan oleh guru, (b) peningkatan keaktifan siswa dalam memerhatikan penjelasan guru, (c) peningkatan minat dan motivasi siswa selama kegiatan belajar-mengajar, (d) peningkatan keaktifan siswa selama kegiatan diskusi, dan (e) peningkatan rasa memiliki dan tanggung jawab siswa terhadap tugas-tugas mereka. Kedua, ada peningkatan kemampuan menulis cerita pendek dengan menggunakan teknik transformasi lagu. Kata kunci: transformasi lagu, pembelajaran, menulis, cerpen, kualita

    Karakteristik dan faktor pemengaruh penggunaan bahasa Indonesia logat Papua di Kabupaten Nabire

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (1) karakteristik bahasa Indonesia logat Papua dan (2) faktor pemengaruh karakteristik bahasa Indonesia logat Papua. Hasil penelitian: (1) Karakteristik bahasa Indonesia logat Papua terdapat pada unsur linguistik dan nonlinguistik. Unsur linguistik meliputi penggantian fonem, penggantian diftong, pelesapan fonem, dan penggunaan intonasi; sedangkan unsur nonlinguistik berupa peristiwa tutur dan paralinguistik; dan (2) Karakteristik bahasa Indonesia logat Papua disebabkan faktor kesatuan administratif, rasa identitas komunitas khusus, tinggal di wilayah geografi yang sama, dan pengalaman sejarah

    Pembelajaran Literasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

    Full text link
    This research aims at describing: (1) the carrying out of literacy teachinglearning; (2) the quality of literacy teaching learning; (3) the obstacles in literacyteaching learning; and (4) the efforts of solving the problems in literacy teachinglearning. The method used is qualitative descriptive method. The sources of data includeplaces and events, informants, and documents. The data collecting technique was conductedthrough observation, interview, and document analysis. Data triangulation,method triangulation, and reviewing informant were used in data validity test. Dataanalysis technique applied interactive analysis model. The research result showed that:(1) learning literacy was conducted through three steps namely planning, implementing,and evaluating; (2) most students achieved the criteria of minimum mastery score, 7.5.Students' daily mean score in reading and writing was 7.5.; (3) the obstacles faced inlearning literacy are (a) teacher and students got difficulties in developing writingactivities; (b) school program of reading and writing fondness didn't run well, (c) media,teaching infrastructure haven't been optimally provided. (4) there were some ways toovercome the problems: (a) giving more assignments on writing especially uprightcontinual handwriting, (b) giving more assignments on reading by providing more booksat school, (c) providing sufficient infrastructure at schools
    • …
    corecore