4 research outputs found

    Implementasi Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika materi Geometri di kelas VI MIN 1 Pamekasan Madura

    Get PDF
    ABSTRAK Pembelajaran abad 21 memerlukan kecakapan siswa yaitu 4C (Critical Thinking-Problem Solving, Creative-Inovative, Communicative dan Collaborative). Kecakapan Berpikir kritis (Critical Thinking) menjadi objek dalam penelitian ini, dimana berpikir kritis merupakan suatu keterampilan yang perlu sebagai upaya dalam penyelesaian sebuah masalah. Oleh karena itu pencapaian kecakapan tersebut maka guru harus mampu memberikan inovasi pembelajaran.. Salah satunya dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Model PBL ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa, sebagai upaya dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, dan proses penilaian dalam implementasi Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika materi geometri kelas VI MIN I Pamekasan Madura. Melalui penelitian menggunakan penelitian kualitatif fenomenolgi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melalui tahap reduksi data, display data, dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa: 1) Perencanaan problem based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI di MIN 1 Pamekasan meliputi empat hal, yaitu pertama, merumuskan Tujuan pembelajaran, kedua, memilih materi pembelajaran, ketiga, menentukan media, dan keempat, membuat scenario/RPP. 2) Proses pelaksanaan problem based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI di MIN 1 Pamekasan ada tiga tahap.(a) Kegiatan Pendahuluan; salam, doa, presensi, apersepsi. (b) Kegiatan Inti; guru memberi stimulus dengan mengajukan pertanyaan, Orientasi masalah disajikan melalui gambar bangun ruang gabungan yang ditampilkan melalui LCD/proyektor, siswa menemukan masalah terkait tidak ketahui cara menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang gabungan, siswa menganalisis masalah, dalam kegiatan ini siswa mencari dan menentukan volume pada bangun ruang gabungan dengan cara mereka sendiri. Pada fase Penemuan dan pelaporan, siswa menemukan cara penyelesaian dalam menentukan volume siswa mencari solusi permasalahan secara mandiri dan kelompok. Selanjutnya, presentasi dalam menentukan volume dari bangun ruang gabungan berdasarkan penugasan yang disajikan dalam bentuk gambar. siswa mampu menyampaikan cara kerja dalam menyelesaikan permasalahan. Siswa melaporkan dan mengomukasikan hasil cara kerja. (c) Kegiatan Penutup; guru dan siswa memberikan kesimpulan, refleksi, guru menagjukan pertanyaan pada siswa terkait materi pembelajaran. Pembelajaran diakhiri dengan salam dan doa. 3) Proses penilaian dalam implementasi problem based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI di MIN 1 Pamekasan meliputi, Tes Lisan, dan Tes Tulis, dimana Penialain dalam pembelajaran ini dilakukan dari melihat aspek pengetahuan dan keterampilan proses. مستخلص البحث يحتاج التعليم في قرن 21 إلى المهارة أو الإتقان الطلاب يعني قدرة على التفكير الإبداعي، قدرة على التفكير النقدي، الإتصالي والتعاوني. وقدرة التفكير النقدي هذا من أغراض هذا البحث. من حيث أن تفكير النقدي هي من أنشطة ضرورية لحل المشكلات. لذالك يجب أن يعطي إبداع التعليم لدى المعلمين لاكتساب هذه المهارة أو القدرة. ومن إحدى الإبداع التعليم هذا بتطبيق النموذج التعليم على حسب حلول المشكلات. يغرض هذا النموذج لتدريب قدرة التفكير النقدي لدى التلاميذ لمحاولة على حل المشكلات. يجري هذا البحث لمعرفة كيف إجراء التصميم، التنفيذ، التقييم وكذلك التطبيق على تعليم تفكير النقدي القائم على حل المشكلات لترقية قدرة التفكير النقدي لدى التلاميذ في تعليم علم الرياضيات لمادة الهندسة فصل الرابع بمدرسة الإبتدائية الحكومية باميكاسان مادورا. أنواع البحث المستخدم في هذا البحث هو البحث النوعي الظواهري. طرق جمع البيانات المستخدم لهذا البحث طريقة المقابلة، الملاحظة والتأريخ والوثائق. وأما تحليل البيانات المستخدم لهذا البحث يعني من خلال تخفيض البيانات، عرض البيانات، تحقيق البيانات والإستخلاص. ويجري تحقيق البيانات في هذا البحث بالتثليث. فنتائج البحث من هذا البحث بأن 1) تصميم تعليم القائم على حل المشكلات لترقية إلى قدرة التفكير النقدي لدى التلاميذ في فصل الرابع بمدرسة الإبتدائية الحكومية 1 باميكاسان مادورا يشمل إلى أربعة أشياء أولا، صياغة أهداف التعليم. ثانيا، يختار مادة التعليم. ثالثا، تحديد الوسائل التعليمية. ورابعا، يصنع تصميم التعليم. 2) يحتوي عملية تنفيذ التعليم قائم على حل المشكلات لترقية إلى قدرة التفكير النقدي لدى التلاميذ في فصل الرابع بمدرسة الإبتدائية الحكومية 1 باميكاسان مادورا إلى ثلاثة مراحل. أ) الأنشطة التمهيدية: يحتوي إلى التحية أو السلام، الدعاء، كشف الغياب، الإدراك. ب) الأنشطة الرئيسية: يعرض المعلم الأسئلة، يتم تقديم التوجيه المشكلة من خلال صورة شكل مركبة الذي يتم عرضها عبر الشاشة، يحدد التلاميذ المشكلة فيما يتعلق بالأشياء الذي لا يعلمون التلاميذ يعني من كيفية تحديد مساحة السطح وحجم الشكل المركبة، يحلل التلاميذ المشكلة، في هذه المرحلة يبحث التلاميذ وكذلك أن يحدد التلاميذ حجم شكل المركبة بطريقة نفسها. وفي مرحلة الاكتشاف والإبلاغ يوجد التلاميذ على الحلول في تحديد الحجم. يبحث التلاميذ الحلول بمفرده والفرقة أيضا. ثم التقديم في تحديد الحجم من شكل مركبة بناء على الواجبات المتوفرة في شكل الصورة. يقدر التلاميذ على العرض الطريقة لحل المشكلات. يبلغ ويعرض التلاميذ النتائج والطريقة عليه. ج) الأنشطة الختامية: يعطي التلاميذ وكذلك المعلم الإختلاص، منعكس، يعرض المعلم الأسئلة نحو التلاميذ فيما يتعلق بمادة التعليم. يختتم التعليم بالتحية أو السلام والدعاء. 3) يحتوي إجراء التقييم في تطبيق التعليم القائم على حل المشكلات لترقية إلى قدرة التفكير النقدي لدى التلاميذ لفصل الرابع بمدرسة الإبتدائية الحكومية 1 باميكاسان مادورا إلى الإختبار الشفوي، الإختبار التحريري. من حيث أن التقييم في هذا التعليم يجري من الناحية المعرفة والمهارة والعملية أو الإجراء. ABSTRACT 21st century learning requires student skills, namely 4C (Critical Thinking-Problem Solving, Creative-Innovative, Communicative and Collaborative). Critical thinking skills are the object of this study, where critical thinking is a necessary skill as an effort to solve a problem. Therefore, to achieve these skills, the teacher must be able to provide learning innovations. One of them is by applying the Problem Based Learning (PBL) model. This PBL model aims to train students' critical thinking skills, as an effort to solve problems in learning. This research was conducted to find out the process of planning, implementing, and evaluating processes in the implementation of Problem Based Learning in improving students' critical thinking skills in learning mathematics material geometry class VI MIN I Pamekasan Madura. Through research using phenomenological qualitative research. The data collection Method is done by using interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and data verification and drawing conclusions. Data validity test was carried out using the triangulation method. The results of this study describe that: 1) Problem based learning planning in improving the critical thinking skills of class VI students at MIN 1 Pamekasan includes four things, namely first, formulating learning objectives, second, selecting learning materials, third, determining the media, and fourth, making scenarios/RPP. 2) The process of implementing problem based learning in improving the critical thinking skills of class VI students at MIN 1 Pamekasan has three stages. (a) Preliminary activities; greetings, prayers, attendance, apperception. (b) Core Activities; the teacher gives stimulus by asking questions, the orientation of the problem is presented through a composite figure displayed on the LCD/projector, students find problems related to not knowing how to determine the surface area and volume of a combined shape, students analyze the problem, In this activity students search for and determine the volume of a combined geometric shape in their own way. In the Discovery and reporting phase, students find solutions in determining the volume of students looking for solutions to problems independently and in groups. Furthermore, the presentation on determining the volume of a combined geometric shape based on the assignment is presented in the form of an image. students are able to convey how to work in solving problems. Students report and communicate the results of work methods. (c) Closing Activities; the teacher and students provide conclusions, reflections, the teacher asks questions to students related to learning material. The lesson ends with greetings and prayers. 3) The assessment process in the implementation of problem based learning in improving the critical thinking skills of class VI students at MIN 1 Pamekasan includes, Oral Tests, and Written Tests, where assessments in this study are carried out from looking at aspects of knowledge and process skills

    Hubungan Kepuasan Kerja dengan Stres Kerja PT. Pos Indonesia Unit Pengantaran Wilayah Medan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dengan stress kerja pada karyawan PT. Pos Indonesia Unit Pengantaran Wilayah Medan, rumusan masalah yang diajukan adalah Apakah ada hubungan antara kepuasan kerja dengan stress kerja karyawan PT. Pos Indonesia Unit Pengantaran Wilayah Medan dan hipotesisnya adalah ada hubungan negatif antara kepuasan kerja dengan stress kerja karyawan PT. Pos Indonesia Unit Pengantaran Wilayah Medan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 124 karyawan dengan Sampel sebanyak 61 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan product moment Pearson. Model pengumpulan data menggunakan skala, yaitu skala kepuasan kerja dan skala stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan stress kerja dilihat dari nilai pearson correlation sebesar= - 0.277 dengan p= 0.031< 0.050, artinya ada hubungan negatif kepuasan kerja dengan stress kerja, semakin rendah kepuasan kerja maka semakin tinggi stress kerja karyawan PT. Pos Indonesia Unit Pengantaran Wilayah Medan, artinya adalah H0 ditolak dan H1 diterima.This study aims to determine the relationship of job satisfaction with work stress on employees of PT. Pos Indonesia Medan Regional Delivery Unit, the formulation of the problem proposed was whether there was a relationship between job satisfaction and work stress at PT. Pos Indonesia Medan Area Delivery Unit. The population in this study were 124 employees with a sample of 61 employees. The sampling technique used was purposive sampling technique. Data analysis method uses Pearson product moment. The data collection model uses a scale, namely the job satisfaction scale And work stress scale. The results showed that there was a positive and significant relationship between job satisfaction and work stress as seen from the pearson correlation value of = -0.277 with p = 0.031 < 0.050, meaning that there was a negative relationship between job satisfaction and work stress, the lower the job satisfaction, the higher the work stress of employees PT. Pos Indonesia Medan Regional Delivery Unit, meaning that H0 is rejected and H1 is accepted

    PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN LURING DAN DARING KELAS II.B SDIT MULTAZAM PAMEKASAN DI ERA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Abstrak Di era pandemi covid-19 pada saat ini, tidak hanya guru yang berperan dalam pembelajaran siswa di sekolah, peran orang tua sangat diperlukan dalam pembelajaran anak dirumah. Karena pembelajaran disekolah tidak seperti biasanya dan dengan waktu yang terbatas, maka sisanya siswa harus belajar di rumah. Dalam hal ini dibahas lebih mendalam mengenai peran guru dan orang tua dalam membimbing dan mendampingi anak dalam proses pembelajaran baik di sekolah ataupun dirumah. Dalam pembahasan ini ditemukan tugas dan tanggung jawab guru dan orang tua serta wujud kerja sama antara guru dan orang tua dalam membuat karya imajinatif 3 dimensi dari plastisin, dimana merupakan satu hal yang sangat penting, dalam memantau perkembangan siswa belajar dirumah. Guru dan orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mendampingi siswa belajar. Selain mengajar guru menjadi fasilitator dan pembimbing bagi siswa terhadap kepribadiannya disekolah. Orang tua bertugas dan bertanggung jawab menjadi pendamping saat siswa belajar dirumah. Secara daring atau pun luring, guru dan orang tua tetap melalukan pemantauan terhadap proses pembelajaran. Komunikasi antara guru dengan orang tua terjalin dengan baik meski melalui whatsapp grup. &nbsp; Kata Kunci: Peran, Guru, Orang tua, Pembelajaran. &nbsp; Abstract In the current era of the covid-19 pandemic, not only teachers play a role in student learning at school, the role of parents is very much needed in children's learning at home. Because learning at school is not as usual and with limited time, the rest of the students have to study at home. In this case, it is discussed in more depth about the role of teachers and parents in guiding and assisting children in the learning process either at school or at home. In this discussion, it was found the duties and responsibilities of teachers and parents as well as the form of cooperation between teachers and parents in making imaginative 3-dimensional works from plasticine, which is a very important thing, in monitoring the progress of students studying at home. Teachers and parents have their respective duties and responsibilities in assisting students in learning. In addition to teaching, teachers become facilitators and guides for students regarding their personality at school. Parents have the duty and responsibility to be a companion when students study at home. Online or offline, teachers and parents continue to monitor the learning process. Communication between teachers and parents is well established even through whatsapp groups. &nbsp; Keywords: Roles, Teachers, Parents, Learning

    Produksi Media Pembelajaran Berbasis Video pada Siswa Pendidikan Tingkat Dasar

    Get PDF
    Dalam penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pembuatan atu produksi media pembelajaran berbasis multimedia yang diterapkan pada siswa Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Berdasarkan dari beberapa pembahasan yang diperoleh dari beberapa kajian literatur maka, penelitian ini menggunakan penelitian pustaka (library research). Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa, langkah dalam memproduksi media berbasis multimedia difokuskan pada video pembelajaran karena menurut penulis, media video ini lumrah dan banyak digunakan oleh kalangan pendidik disetiap sekolah. Adapun langkah pembuatan atau produksi video pembelajaran terdiri dari 3 tahap, yaitu pertama, pra produksi yang meliputi perencanaan terkaitan ide/gagasan, analisis kebutuhan dan lainnya dan pembuatan naskah. Kedua produksi, yang meliputi pembuatan tim dan pengambilan video, bisa dengan cara melalui zoom, smartphone atau powtoon. Ketiga pada tahap pasca produksi yang meliputi editing video dan lainnya, serta pendistribusian video pembelajaran pada youtube atau media sosial lainny
    corecore