10 research outputs found

    Analisis Kualitas Blade Rotor Turbin Uap dengan Metode NDT Penetrant Testing

    Get PDF
    Turbin Uap banyak digunakan pada Industri bidang pembangkit listrik. Rotor Turbin Uap seringkali mengalami kerusakan dan diperlukan penggantian secara berkala. Pada penelitian ini, dilakukan analisis kualitas Rotor Turbin yang diproduksi dengan mesin CNC 5-Axis oleh PT XYZ sebagai salah satu bentuk Preventive Maintenance. Untuk memastikan Rotor yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi, maka digunakan dua tipe pengujian NDT metode Penetrant Testing Dengan Tipe 1 Fluorescent Dye dan Tipe 2 Visible Dye, Adapun Remover yang digunakan dengan Metode A Water Washable dan Metode B Solvent Removable. Analisis dilakukan pada 35 Blade Rotor yang di inspeksi dalam 1 batch. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan 1 dari 35 Rotor yang menunjukkan nonrelevant indication dan diperlukan tambahan proses mechanical polishing untuk perbaikan yang di akibatkan permukaan yang kasar karena pisau pemotong mesin CNC yang tumpul. Dari hasil pengujian juga didapatkan rekomendasi dari segi lokasi bahwa untuk pengujian dalam ruangan Penetrant Testing Tipe 1 Fluorescent Dye Metode A Water Washable dapat direkomendasikan, dan untuk luar ruangan Penetrant Testing dengan Tipe 2 Visible Dye Metode C Solvent Removable yang dapat direkomendasikan

    Pengembangan Konsep Zero Runoff System (ZROS) untuk Optimalisasi Kadar Air Tanah pada Lahan Perkebunan Non Irigasi

    Get PDF
    AbstractOn non-irrigated farming land, soil water content was difficult to be maintained in field capacity condition. Zero runoff system (ZROS) attempted to utilize runoff and to convert it to backup soil water content using permeation structures. The objectives of this research was to analyze the changing of soil water content before and after ZROS had been applied and to calculate ZROS effectivity towards infiltrating rainfall. In this research, permeation structures in the research field was usingsilt pit and collector canal. The changing of soil water content before and after ZROS application was calculated by water balance model in therooting zone. The simulation result showed that after ZROS had been applied, the decreasing of soil water content in research field were ranging from -0.001 to -0.009 m3/m3, while before ZROS had been appliedit were ranging from -0.01 to -0.024 m3/m3. Besides that, ZROS also capable to increase soil water content in research field for 25.57%. The increasing of this soil water content was caused by ZROS ability that canhold and infiltrate 51.04% from total rainfall occurredeffectively.Keywords: permeation structure, runoff, soil water content, water balance model, zero runoff systemAbstrakPada lahan non irigasi, kadar air tanah sulit dipertahankan pada kondisi kapasitas lapang dan sangat tergantung pada curah hujan. Zero runoff system (ZROS) berupaya memanfaatkan limpasan permukaan dan mengkonversinya menjadi cadangan air tanahdengan menggunakan bangunan resapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kadar air tanah sebelum dan sesudah penerapan ZROS serta menghitung efektifitas ZROS dalam meresapkan air hujan. Pada penelitian ini, bangunan resapan yang digunakan berupa rorak dan saluran pengumpul. Perubahan kadar air tanah yang terjadi sebelum dan sesudah diterapkan ZROS dihitung menggunakan model kesetimbangan air di dalam zona perakaran tanaman. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setelah diterapkan ZROS, penurunan perubahan kadar air tanah berada pada kisaran -0.001 sampai -0.009 m3/m3 sedangkan sebelum ZROS sebesar -0.01 sampai -0.024 m3/m3. Selain itu, ZROS juga mampu meningkatkan kadar air tanah di lokasi penelitian sebesar 25.57%. Kenaikan kadar air tanah ini disebabkan oleh kemampuan ZROS yang secara efektif menampung dan meresapakan 51.04% dari curah hujan yang terjadi selama periode pengukuranKata Kunci : bangunan resapan, kadar air tanah, limpasan permukaan, model kesetimbangan air, zero runoff system.Diterima: 07 Mei 2014; Disetujui: 19 Agustus 201

    Penerapan Zero Runoff System (ZROS) dan Efektivitas Penurunan Limpasan Permukaan Pada Lahan Miring di DAS Cidanau, Banten

    Get PDF
    Runoff is one of flood and erosion causal factor in Indonesia. Runoff occurred when rainfall cannot be infiltrated and flowed on the ground surface. Cidanau watershed has quite high rainfall average (2573 mm/year) so it has high runoff potential. Zero Runoff System (ZROS) is one of water conservation way which can infiltrate runoff to the ground using permeation structures. ZROS’s successful parameter in order to decreasing runoff rate can be observed by the soil water content differences before and after ZROS application. Soil water content estimation was conducted by water balance model with and without runoff and then it is compared with soil water content from measuring. The simulation results indicated that soil water content in the research field before and after ZROS application is 0.476 and 0.569 m3/m3 respectively. The simulation is also conducted for past 10 years (2004-2013) and resulted higher soil water content if ZROS were applied. This results indicates that ZROS capable to decrease and permeate runoff to the ground and then increase soil water content level. Water balance model with and without runoff has coefficient of determination (R2) 0.606. It means that this model could simulate the soil water content differences before and after ZROS application valid relatively

    Kilasan Kinerja 2016: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

    Get PDF
    Buku ini berisi tentang kilasan program-program prioritas atas kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama periode November 2015 hingga Oktober 2016. keterlibatan dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan keharusan untuk membangun pendidikan dan kebudayaan untuk memastikan terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045

    Pemanfaatan Generator Elektrolyzer Hydrogen Zinc Plate Untuk Sepeda Motor Injection 110 cc

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan eksperimen untuk membuat generator yang menghasilkan gas HHO inovatif sederhana dan mengevaluasi pengaruh penambahan gas HHO terhadap sistem bahan bakar injeksi pada sepeda motor, sebagai peningkat kinerja mesin dan gas buang mesin sepeda motor.  Sel HHO dirancang, dibuat dan dioptimalkan untuk produktivitas gas HHO yang terbuat dari 6 buah plat seng berukuran 90 milimeter x 90 milimeter dengan ketebalan 1milimeter berjarak 3 milimeter, sebagai elektrolyzer pada larutan air 400 cc dengan 5 gram Natrium Hidroksida (NaOH). Terjadi penambahan tenaga maksimum untuk bahan bakar pertamax dengan gas hydrogen sebesar 0,96%, dan polutan emisi gas buang untuk carbonmonoksida pada mesin  berbahan bakar pertamax tanpa hidrogen yaitu 0,08%,  nilai dari mesin  berbahan bakar pertamax  dengan  hidrogen sebesar 0,02%, selisih 0,06%, jauh lebih rendah dan hidrokarbon yang dihasilkan dari pengujian mesin  berbahan bakar pertamax tanpa hidrogen  67 ppm, dengan ambang batas ≤ 200 ppm,  nilai Hidrokarbon pada mesin berbahan bakar pertamax  dengan  hidrogen jauh lebih rendah yaitu sebesar 3 ppm, selisih 64 ppm

    Pengaruh Variasi Ukuran Celah Katup dengan Bahan Bakar Biodiesel (B35) Terhadap Emisi Gas Buang pada Mesin Diesel Tipe FE71PS 3908 cc

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar emisi gas buang dan pengaruh variasi ukuran celah katup dengan bahan bakar biodiesel (B35) terhadap emisi gas buang pada mesin  diesel  tipe  FE71PS  3908  cc.  Penelitian ini merujuk  pada regulasi pemerintah tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N, O. Alat yang digunakan untuk mengukur kadar emisi gas buang adalah smokemeter, proses penelitian ini dilakukan dengan variasi ukuran celah katup masuk 0,30 mm, 0,35 mm, 0,40 mm, 0,45 mm, dan celah katup buang 0,30 mm, 0,35 mm, 0,40 mm, 0,45 mm, dengan akselerasi mesin 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm. Pengujian dilakukan sebanyak 16 kali variasi celah dengan katup bahan bakar biodiesel (B35)  murni  yang  didapat  dari  SPBU  terdekat,  diharapkan  hasil pengujian ini mendekati program pemerintah Indonesia menuju EURO 4 untuk memperoleh kadar emisi gas buang yang sangat rendah serta ramah lingkungan. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data yang telah diperoleh, maka dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan pada ukuran katup masuk 0,40 mm dan katup  buang  0,40  mm  dengan  mesin  2000  rpm  yang  menghasilkan  opasitas sebesar 0,6 %. Untuk ukuran katup masuk 0,40 mm dan celah katup buang 0,40 mm dengan kondisi mesin di rpm 2500 yang menghasilkan opasitas sebesar 1,3 %. Begitupula untuk ukuran katup masuk 0,40 mm dan katup buang 0,30 mm serta ukuran katup masuk 0,40 mm katup buang 0,45 mm dengan rpm 3000 mempunyai kesamaan yang menghasilkan opasitas sebesar 2,6 %

    Pengembangan Konsep Zero Runoff System (ZROS) untuk Optimalisasi Kadar Air Tanah pada Lahan Perkebunan Non Irigasi

    Get PDF
    On non-irrigated farming land, soil water content was difficult to be maintained in field capacity condition. Zero runoff system (ZROS) attempted to utilize runoff and to convert it to backup soil water content using permeation structures. The objectives of this research was to analyze the changing of soil water content before and after ZROS had been applied and to calculate ZROS effectivity towards infiltrating rainfall. In this research, permeation structures in the research field was usingsilt pit and collector canal. The changing of soil water content before and after ZROS application was calculated by water balance model in the rooting zone. The simulation result showed that after ZROS had been applied, the decreasing of soil water content in research field were ranging from -0.001 to -0.009 m3/m3, while before ZROS had been applied it were ranging from -0.01 to -0.024 m3/m3. Besides that, ZROS also capable to increase soil water content in research field for 25.57%. The increasing of this soil water content was caused by ZROS ability that can hold and infiltrate 51.04% from total rainfall occurredeffectively
    corecore