2 research outputs found

    Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    Kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan kepemimpinan yang melakukan pekerjaan dengan cara yang berbiwaba, memahami kondisi sekolah, memberikan semangat kepada warga sekolah dalam menjalankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengambarkan kepemimpinan kepala sekolah SMPN. Metode pengumpulan data menggunakan data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengambarkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah mendukung aktivitas mendukung semua aktivitas yang dilakukan oleh kepala sekolah, supel mudah menerima pendapat bawahan dan mampu memberikan perubahan di dalam lingkungan sekolah, dengan cara memantau, menilai aktivitas yang dilakukan di sekolah, mampu memberikan perubahan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menjadikan sekolah yang dipimpin menjadi sekolah paporit bahwa warga masayarakat sekitarnya dan kepala sekolah dapat dijadikan teman bagi warga sekolah ketika ada warga sekolah yang menghadapi permasalahan, guru tidak merasa segan atau malu untuk bertanya dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi

    Impresi Psikologi Sosial Terhadap Anak Korban Inses

    No full text
    Penelitian ini fokus pada dampak psikologis pada korban inses. Inses adalah suatu hubungan seksual yang mana pelakunya adalah keluarga korban sendiri dan secara hukum mereka dilarang untuk menikah. Dampak negatif yang dialami oleh korban sangatlah besar, karena mempengaruhi perkembangan kejiwaan korban tersebut. Maka dari itu terdapat impresi psikologi sosial terhadap anak korban inses. Penelitian empiris normatif ini dilakukan dengan menelaah kejadian di Masyarakat dan membandingkan peristiwa itu dengan kaidah-kaidah hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impresi psikologi sosial korban inses juga akan mengalami trauma berkepanjangan yang nantinya akan menyebabkan korban menjadi tipikal anak yang introvert atau anak yang menarik diri, merasa bersalah pada diri sendiri, rendah diri, tidak mau bersosialisasi dan sering menyendiri. Tidak hanya itu nantinya anak tersebut murung, pendiam, stres, dan depresi berat serta sulit diajak komunikasi. Impresi sosial memiliki tipikal yakni anak akan dikucilkan oleh keluarganya, terdiskriminasi oleh masyarakat, kontruksi sosial mengenai keluarga akan rusak, karena masyarakat mengenal hubungan sedarah merupakan suatu kesatuan, akan tetapi jika terjadi kasus inses, maka statusnya menjadi ganda. Hancurnya elemen keluarga juga dapat dipengaruhi oleh kasus inses, stigma masyarakat terhadap pelaku atau korban inses akan buruk.
    corecore