5 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pencapaian Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar IPA siswa Sekolah Dasar. Penelitian kauntitatif adalah jenis penelitian yang digunakan dengan bentuk quasy eksperiment design. Desain riset yang digunakan adalah The Non equivalent Control Group Design. Populasi riset ini adalah 5 SD dalam Gugus II Koto Salak yang kemudian diambil sampel dengan teknik cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SDN 02 Koto Salak kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas control yang masing-masing terdiri atas 19 orang. Teknik analisis data dalam riset ini menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas selanjutnya uji-t untuk pengujian hipotesis. Rata-rata pre-test untuk kelompok eksperimen adalah 49,842 dan setelah diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning diperoleh post-test 82,631. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata pretest 53,21 dan post-test setelah dibelajarkan menggunakan pendekatankonvensional 71,105. Setelah dilakukan uji- t diperoleh thitung = 3,8421 dan ttabel = 2,028 dengan taraf nyata 0,05. Dengan demikian thitung = 3,8421 > ttabel = 2,028 maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan model Project Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar IPA siswa Sekolah Dasar dalam model pembelajaran tema Lingkungan Sehat

    Learning Motivation and Computational Thinking Ability of Elementary School Students in Learning Science

    Get PDF
    This research is motivated by the low learning outcomes of students in elementary schools, especially in science learning content. This study aims to: (1) analyze learning motivation and students' computational thinking skills in science learning; (2) knowing the relationship between learning motivation and computational thinking ability. This research method is a mixed method, namely research methods that communicate or combine quantitative methods and qualitative methods to be used together in a research activity. This research was conducted in Cluster II Koto Salak, which consists of five elementary schools and one Islamic elementary school. The number of students in grade V at SDa is 25 students for class A, and 26 students for class B, SD B has 26 students, SD C has 15 students, SD D has 10 students, and MI A has 21 students. So that the total number of research subjects is 123 students, plus 5 school principals, and 6 class teachers. Data collection techniques used are questionnaires, observation, structured interviews, and documentation. The qualitative data analysis technique in this study is to use interactive data analysis, namely (1) data reduction; (2) Data presentation; (3) Drawing conclusions. Quantitative data analysis is the Pearson correlation test using SPSS. The results showed that the learning motivation and computational thinking abilities of students in cluster II Koto Salak were still low, on average, still below 30%. Pearson correlation test results Sig 0.00 <0.05 so that H1 is accepted, meaning that learning motivation and computational thinking ability have a correlation. The form of the correlation is positive with a value of 0.99 which is at the perfect relationship level.Penelitian ini dilator belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa di sekolah dasar, terkhususnya pada muatan pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis motivasi belajar dan kemampuan berpikir komputasi siswa dalam pembelajaran IPA; (2) mengetahui hubungan motivasi belajar dan kemampuan berpikir komputasi. Metode penelitian  ini adalah metode campuran, yaitu metode penelitian metode penelitian yang mengkomunikasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam dalam suatu kegiatan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Gugus II Koto Salak, yang terdiri dari lima sekolah dasar dan satu madrasah ibtidaiyah. Jumlah siswa kelas V di SDa adalah 25 siswa untuk kelas a, dan 26 siswa untuk kelas b, SD b berjumlah 26 siswa, SD c 15 siswa, SD d 10 siswa, dan MIN a 21 siswa. Sehingga jumlah keseleruhan subject penelitian ini adalah 123 orang siswa, ditambah dengan 5 kepala sekolah, dan 6 guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan kuosioner, observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis data interaktif, yaitu (1) Reduksi data; (2) Penyajian data; (3) Penarikan kesimpulan. Analisis data kuantitatif adalah uji korelasi pearson menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan motivasi belajar dan kemampuan berpikir komputasi siswa di gugus II Koto Salak masih rendah rata-rata masih di bawah 30%. Hasil uji korelasi pearson Sig 0,00< 0,05 sehinggan H1 diterima artinya motivasi belajar dan kemampuan berpikir komputasi memiliki korelasi. Bentuk korelasinya  positif denga nilai 0,99 yang berada pada tingkat hubungan sempurna

    URGENSI PERANAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU KELAS UNTUK PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

    Get PDF
    School-Based Management is an autonomous program that provides freedom for school management for residents within the school scope. Improving the quality of schools is the main goal of School Based Management or SBM. However, the success of implementing the mbs INI is influenced by all elements involved in implementing activities at school. The two most influential elements in every activity in the school are the principal and the class teacher in particular. For this reason, this research aims to find out how urgent the role of school principals and class teachers is in the successful implementation of School Based Management (SBM) in elementary schools. This research method is a qualitative research. Data collection techniques used are observation, interviews, and literature review. The data analysis technique used by the researcher is an interactive analysis technique. The results of this research show that the urgency of the role of the principal and class teacher is crucial to the success of SBM implementation. This is because the principal and class teacher play a very broad role in the implementation of all activities within the school. For this reason, good cooperation is needed between school principals and class teachers, as well as collaboration between these two elements and other elements within the school environment such as education staff and students at school. In addition to cooperation, order, discipline, two-way communication, evaluation of school programs, and competency development of teachers and students are also needed to support the successful implementation of SBM

    URGENSI PERANAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU KELAS UNTUK PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

    Get PDF
    School-Based Management is an autonomous program that provides freedom for school management for residents within the school scope. Improving the quality of schools is the main goal of School Based Management or SBM. However, the success of implementing the mbs INI is influenced by all elements involved in implementing activities at school. The two most influential elements in every activity in the school are the principal and the class teacher in particular. For this reason, this research aims to find out how urgent the role of school principals and class teachers is in the successful implementation of School Based Management (SBM) in elementary schools. This research method is a qualitative research. Data collection techniques used are observation, interviews, and literature review. The data analysis technique used by the researcher is an interactive analysis technique. The results of this research show that the urgency of the role of the principal and class teacher is crucial to the success of SBM implementation. This is because the principal and class teacher play a very broad role in the implementation of all activities within the school. For this reason, good cooperation is needed between school principals and class teachers, as well as collaboration between these two elements and other elements within the school environment such as education staff and students at school. In addition to cooperation, order, discipline, two-way communication, evaluation of school programs, and competency development of teachers and students are also needed to support the successful implementation of SBM

    Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kreatifitas Siswa Sekolah Dasar dalam Menyusun Pola Lantai pada Pembelajaran Seni Tari

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pengetahuan dan kreatifitas siswa sekolah dasar dalam menyusun pola lantai dalam seni tari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan kreatifitas siswa di sekolah dasar dalam menyusun pola lantai dalam seni tari dan memberikan solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai. Penelitian dilakukan di SD, dengan subyek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 18 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai umumnya masih rendah. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai diperlukan sistem pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif bergerak, mencoba, dan melakukan eksplorasi. Peneliti memberika formula kreatif untuk meingkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai, yaitu strategi MPPM, yaitu pembelajaran yang diawali denngan kegiatan membaca dan mengamati, pengarahan terbimbing, proyek dan mengevaluasi. Dalam tahap pengarahan terbimbing siswa diberikan panduan bagaimana cara menyusun pola lantai dalam tarian dan rambu apa saja yang harus diperhatikan dalam menyusun pola lantai, seperti kesesuaian dengan tema tari, kostum yang dipakai, gerakan tari, dan pesan tari yang disampaikan kepada penonton
    corecore