4 research outputs found

    Kinerja Pelayanan Mobil Penumpang Umum Kota Semarang pada Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus Trayek C.8

    Get PDF
    Kota Semarang merupakan kota metropolitan yang semakin bertumbuh aktivitas masyarakatnya, hal ini dapat dilihat dari kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan Kota Semarang. Kemacetan tersebut disebabkan oleh menurunnya kinerja ruas jalan yang dipengaruhi oleh peningkatan volume lalu lintas. Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut ialah masyarakat disarankan untuk menggunakan kendaraan publik. Mobil penumpang umum atau disebut juga MPU merupakan salah satu komponen dari sistem transportasi perkotaan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sedikit masyarakat yang memanfaatkan pelayanan moda tersebut dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena berbagai kondisi ketidaknyamanan dalam menggunakan moda MPU terlebih pada saat pandemi covid- 19. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana unjuk kinerja pelayanan MPU trayek C.8 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data yang dilakukan adalah : preferensi masyarakat dalam menggunakan MPU, unjuk kinerja pelayanan MPU yang meliputi : faktor muat, frekuensi, waktu antara, waktu tunggu, waktu perjalanan serta kecepatan menurut World Bank dan Kementrian Perhubungan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui survei yaitu : wawancara dan penilaian unjuk kinerja MPU, sedangkan data sekunder berupa dokumen yang terkait dengan unjuk kinerja MPU di Kota Semarang khususnya trayek C.8. Sampel pada penelitian ini akan ditentukan sesuai dengan jumlah populasi penelitian. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan unjuk kinerja MPU yang kemudian disesuaikan dengan permintaan masyarakat pada masa pandemi covid-19 sehingga semakin banyak masyarakat menggunakan MPU dan akan berdampak signifikan pada permasalahan kemacetan lalu lintas di Kota Semarang

    Peningkatan Kualitas Sumberdaya Konstruksi pada Pembangunan Gedung SD Al Mawaddah Kota Semarang

    Get PDF
    Keberadaan Sekolah Dasar Al Mawaddah sangat dibutuhkan di tengah arus masyarakat moderen dengan memberikan nuansa islam yang Rahmatan Lil Alamin dan terbuka untuk ilmu pengetahuan tingkat dasar, hal ini dibuktikan bahwa semakin tahun peminat yang akan bersekolah di SD tersebut sangat tinggi, dengan adanya kebutuhan yang tinggi maka diperlukan pembangunan gedung supaya untuk memperlancar kegiatan akademik. Pemahaman dalam pelaksanaan konstruksi yang lemah akan berakibat pada kualitas hasil akhir, selain itu tidak adanya gambar acuan yang baku tentang rencana pengembangan gedung akan menimbulkan fenomena tambal sulam yang berdampak pada resiko pekerjaan tidak teratur. Terbatasnya sumber daya manusia bidang konstruksi yang memahami tentang seluk beluk bangunan gedung akan memperbesar alokasi biaya, waktu yang tidak efisien serta kualitas yang kurang baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim menggunakan metode ceramah, dimulai dari kegiatan survei lokasi yang bertujuan untuk mengetahui kondisi existing lokasi pembangunan Gedung SD Al Mawaddah. Setelah dilakukan survei, kegiatan selanjutnya adalah menggambar rencana pengembangan gedung dengan menggunakan AUTO-CAD. Setelah gambar selesai langkah selanjutnya adalah menghitung rencana anggaran biaya.  Tahapan akhir dari kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi atau ceramah teknis yang dihadiri oleh seluruh pihak yang terkait dalam pembangunan gedung SD Al Mawadah. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman atau wawasan seluruh pihak yang terkait lebih khusus kepada pengelola Yayasan Pendidikan Islam Al Mawaddah Semarang untuk menjadikan gambar teknis perencanaan dan rencana anggaran biaya sebagai acuan dalam melakukan pembangunan gedung baru sehingga permasalahan yang sebelumnya terjadi seperti kebutuhan biaya, efisiensi waktu serta mutu yang kurang baik dapat terselesaikan

    Trip Rate Model of Attraction in Higher Education Zone

    Get PDF
    Land use and transportation have a very close relationship. As the first stage in the four-step trip demand model that trip generation can explain the relationship between the two variables. In the analysis of trip generation and attraction it can be predicted how many movements result from a certain land use. One of the land uses that have a fairly high number of perch is in the higher education zone. Sultan Agung Islamic University (Unissula) Semarang is a campus located on Jalan Kaligawe km. 4. The rise arising from the existence of the tertiary education area is a high enough tourist attraction, causing problems such as traffic jams and traffic accidents during busy times morning and evening. This study aims to analyze the trip generation of Unissula Semarang higher education which has a total building area of 102,754.40 m2 with activities in and out of vehicles both two-wheeled and four-wheeled from morning to evening. The approach used in this research is quantitative descriptive. The analytical method used is trip-rate analysis. The results of this study indicate that vehicles entering the type of car experience peak hours at 08.00 - 08.30 as many as 210 pcu / hour while motorbikes at 07.30 - 08.00 as many as 94 pcu / hour. However, cumulatively, the highest trip rate occurred at 07.30-08.00. in the amount of 0.3 pcu / hour. While the provisions of the Institute of Transportation Engineers (ITE) states that the trip rate for tertiary institutions is 0.11 pcu / hour. Thus the need for efforts to distribute vehicles so that the traffic volume density can be decomposed

    Penetapan Sektor Basis Dan Wilayah Pembangunan Kota Semarang Sebelum Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Kota Semarang merupakan sebuah kota yang memiliki indeks pertumbuhan sangat cepat, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Kota Semarang dilihat dari basis ekonomi, mengetahui potensi daerah yang dapat dikembangkan di tiap-tiap kecamatan, mengetahui kecamatan yang dapat dijadikan pusat pertumbuhan, mengetahui kekuatan interaksi antar kecamatan, dan mengetahui berapa banyak wilayah pembangunan dan pusat pertumbuhan di Kota Semarang serta wilayah mana saja yang masuk ke dalamnya. Berikut merupakan peta Administrasi Kota Semarang Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah LQ, Shift-Share, Model Rasio Pertumbuhan, Interaksi Keruangan Model Gravitasi, Analisis Skalogram dan Analisis Indeks Sentralitas. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan sektor Basis di Kota Semarang dengan kontribusi terbesar ialah sektor konstruksi. Tingkat pertumbuhan masing masing sektor dalam PDRB Kota Semarang menurut harga konstan juga menunjukkan pertumbuhan yang progresif (ditunjukkan dengan nilai yang positif pada sektor sekunder dan tersier). Dalam melihat Rasio Pertumbuhan Kota Semarang 15 sektor termasuk dalam kategori 1 yang artinya baik di tingkat Propinsi maupun kota memiliki tingkat pertumbuhan yang dominan, namun ada 1 sektor yaitu pertambangan dan penggalian masuk dalam kategori 2 yang artinya pada tingkat propinsi mengalami pertumbuhan namun pada tingkat kota belum mengalami pertumbuhan yang signifikan. Tingkat Interaksi keruangan yang paling tinggi terdapat pada titik pusat kegiatan di Kota Semarang yaitu daerah Kecamatan Semarang Tengah. Hasil Analisis Skalogram guttmen membagi Kota Semarang kedalam 4 tingkatan /hierarki menurut jenis fasilitas yang tersedia. Dari Hasil Indeks Sentralitas juga menentukan Kota Semarang menjadi 4 orde dengan nilai orde tertinggi berada pada Kecamatan Semarang Tengah
    corecore