2 research outputs found

    THE PRACTICE OF EIGHT FAMILY FUNCTIONS: DIFFERENCES BETWEEN RURAL AND URBAN AGING FAMILIES IN INDONESIA

    Get PDF
    The family is essential in improving the older adults’ quality of life, where the family's role can be reflected in the eight family function practices: 1) Religious; 2) Sociocultural; 3) Love; 4) Protection; 5) Reproductive; 6) Socio-education; 7) Economic; and 8) Environmental. This study aimed to determine the differences in family function practices among aging families in rural and urban areas. Data were analyzed using Cross-Tabulation with the Chi-Square and Independent T-test from a sample of 12,391 aging families in the 2019 Program Accountability Performance Survey. The results of the Independent T-test p<0.001 indicate a significant difference in implementing each family function between aging families in urban and rural areas. Despite both regions' low index scores for eight family function practices, aging families in the urban area practice slightly better than aging families in the rural. The characteristics that distinguished the implementation of family functions in urban and rural areas were educational and economic factors. In aging families, economic and love functions are most commonly performed in rural and urban areas, whereas reproductive and educational functions are the least performed. This research suggests intensively socializing about the eight family functions and educating on the importance of reproductive and educational functions in improving the quality of life in aging families

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN FUNGSI KELUARGA DI INDONESIA

    Get PDF
    Pelaksanaan fungsi keluarga yang optimal dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia dan keluarga yang berkualitas. Karakteristik keluarga dapat memengaruhi optimalisasi fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi, pengetahuan, dan akses informasi terhadap fungsi keluarga. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan data sekunder dari Survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional tahun 2017. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan tabulasi silang dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden terbanyak berusia dewasa akhir dan pendidikan sekolah dasar. Fungsi agama, ekonomi dan lingkungan adalah fungsi yang paling banyak diketahui oleh responden, sedangkan proporsi responden terbanyak mengetahui mengenai kependudukan berada kategori tinggi. Temuan menariknya adalah keluarga yang tinggal di perdesaan memiliki fungsi keluarga yang lebih baik dibandingkan dengan yang tinggal di perkotaan. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan fungsi keluarga adalah usia, status perkawinan, status pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan fungsi keluarga, dan akses informasi. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi fungsi keluarga secara intens ke sasaran utama program yaitu keluarga yang tinggal di perkotaan, keluarga pasangan usia muda, dan keluarga dengan tingkat pendidikan rendah.Pelaksanaan fungsi keluarga yang optimal dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia dan keluarga yang berkualitas. Karakteristik keluarga dapat memengaruhi optimalisasi fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi, pengetahuan, dan akses informasi terhadap fungsi keluarga. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan data sekunder dari Survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional tahun 2017. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan tabulasi silang dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden terbanyak berusia dewasa akhir dan pendidikan sekolah dasar. Fungsi agama, ekonomi dan lingkungan adalah fungsi yang paling banyak diketahui oleh responden, sedangkan proporsi responden terbanyak mengetahui mengenai kependudukan berada kategori tinggi. Temuan menariknya adalah keluarga yang tinggal di perdesaan memiliki fungsi keluarga yang lebih baik dibandingkan dengan yang tinggal di perkotaan. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan fungsi keluarga adalah usia, status perkawinan, status pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan fungsi keluarga, dan akses informasi. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi fungsi keluarga secara intens ke sasaran utama program yaitu keluarga yang tinggal di perkotaan, keluarga pasangan usia muda, dan keluarga dengan tingkat pendidikan rendah
    corecore