1 research outputs found

    ANALISIS PENGGUNAAN MODA TRANSPORTASI BAGI PEKERJA KOMUTER (STUDI KASUS KECAMATAN GUNUNG PUTRI)

    Get PDF
    The Gunung Putri District serves as a connecting route between Cileungsi and Cibinong, the administrative center of Bogor Regency. Due to its easy access and relatively affordable housing costs, the majority of the population are commuter workers. However, the availability of adequate public transportation still does not fully support the mobility of the population. This research aims to analyze the choice of transportation mode, characteristics of transportation users, travel characteristics, and facility characteristics for commuter workers in this area. The research method used is a survey through questionnaires distributed to the residents of Gunung Putri Regency. The analysis results show that transportation mode users are in the productive age range, with the majority using public transportation (53.3%). Based on the characteristics of movement, the majority of respondents work as employees (88%), departing between 05:01-06:00 AM, and returning after 06:01 PM. As for facility characteristics, many respondents make two transit stops to switch transportation modes due to the limited available public transportation routes. ABSTRAK Kecamatan Gunung Putri menjadi jalur penghubung antara Cileungsi dengan Cibinong yang merupakan pusat administrasi dari Kabupaten Bogor. Dengan kemudahan akses yang dimiliki dan biaya rumah yang tidak terlalu tinggi, maka mayoritas penduduk merupakan pekerja komuter. Namun kenyataannya, ketersediaan transportasi publik yang mumpuni masih belum sepenuhnya mendukung mobilitas penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dari pemilihan moda, ciri pengguna transportasi, ciri perjalanan dan ciri fasilitas bagi pekerja komuter disini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei melalui kuesioner pada penduduk Kabupaten Gunung Putri. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pengguna moda transportasi berada pada rentang usia produktif, mayoritas menggunakan angkutan publik (53,3%). Sementara itu berdasarkan ciri pergerakan, mayoritas responden bekerja pada bidang sebagai pegawai sebanyak 88%, dengan waktu berangkat pukul 05:01-06:00 WIB dan waktu pulang setelah pukul 18:01 WIB. Sedangkan ciri fasilitas terlihat banyak responden yang melakukan melakukan 2 kali transit untuk berpindah moda transportasi karena terbatasnya trayek angkutan publik yang tersedia
    corecore