368 research outputs found

    PRESERVING VERNACULARS IN INDONESIA: A BILINGUAL VERNACULAR-ENGLISH DICTIONARY APPROACH

    Get PDF
    English learners in Indonesia learn the English language through the Indonesian language, the language oinstruction in the country's education, despite the fact that 80% of the country's population speakvernaculars as mother tongue. The provision of materials for learning, including bilingual dictionaries,therefore follow this convention while bilingual dictionaries accommodating the learners speakingvernaculars natively are barely provided. This condition insists that every Indonesian must comprehend theIndonesian language first to learn English albeit theories on foreign language learning suggest theotherwise. Apart from this, the use of vernaculars of Indonesia itself tends to decline yet the bilinguadictionaries linking the vernaculars with a widely-known language such as English still lack. This articleelaborates the issues of (1) English vocabulary learning and (2) the maintenance of the vernaculars oIndonesia with discussions about Butzkamm's theory and UNESCO's suggestion on foreign languagelearning, Nation's New General Service List as the core of the English vocabulary, and the application otechnology in the lexicography of bilingual dictionary. Choosing Cirebon dialect of Javanese as an example,this article suggests that the provision of a bilingual dictionary functioning as a reference material foEnglish vocabulary learning yet as a documentation of vernacular maintenance is possible

    PERBANDINGAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH MENGGUNAKAN DINDING INTERLOCKING BRICK DAN DINDING BATU BATA MERAH

    Get PDF
    Kemajuan teknologi di bidang konstruksi terus mengalami perkembangan, salah satunya adalah teknologi bahan pengganti batu bata merah yang berfungsi sebagai dinding. Bahan-bahan konstruksi tersebut diantaranya batako, batafoam, bata bertautan dan interlocking brick. Interlocking Brick mulai diperkenalkan oleh Center For Vocational Building Technology (CVBT), penggunaan interlocking brick sebagai struktural mengakibatkan tidak perlu adanya pengeluaran biaya untuk material beton bertulang serta bekisting. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan biaya pembangunan rumah menggunakan batu bata merah sebagai desain awal dan interlocking brick sebagai desain alternatif yang dapat mengurangi untuk pekerjaan beton bertulang seperti kolom, sloof serta ring balk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan analisa harga satuan pekerjaan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 28/PRT/M/2016. Hasil penelitian menunjukkan seluruh biaya untuk desain awal yang menggunakan pasangan batu bata merah dan desain alternatif menggunakan interlocking brick terdapat perbedaan di pekerjaan pemasangan dinding. Rekapitulasi untuk seluruh pekerjaan desain awal menghabiskan biaya sebesar Rp169.290.000,00 sedangkan untuk seluruh pekerjaan desain alternatif menghabiskan biaya Rp117.540.000,00. Maka dapat dilakukan selisih penghematan biaya sebanyak 30,6% dari biaya desain awal atau sebesar Rp51.750.000,00. Berdasarkan hasil perbandingan biaya seluruh pekerjaan, penggunaan interlocking brick sebagai struktural bangunan dan dinding pengisi memberikan manfaat lebih hemat jika dibandingkan dengan desain rangka struktural beton bertulang dengan dinding pengisi batu bata merah

    PERANCANGAN PROTOTYPE PALANG PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) BERBASIS ARDUINO UNO

    Get PDF
    Banda Ace

    GAMBARAN GINGIVITIS REMAJA DENGAN KAJIAN PADA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS) DARUL ULUM BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKNama:Aris MunandarProgram Studi: Pendidikan Dokter GigiFakultas:Kedokteran GigiJudul:Gambaran Gingivitis Remaja dengan Kajian pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Ulum Banda AcehGingivitis merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi kesehatan rongga mulut. Gingivitis merupakan peradangan pada gingiva yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, perdarahan baik saat probing ataupun saat menyikat gigi. Perdarahan merupakan manifestasi yang paling sering terjadi pada jaringan gingiva yang terinflamasi, termasuk pada gingiva. Prevalensi gingivitis meningkat mulai anak-anak hingga remaja. Perubahan hormonal terjadi pada remaja berkaitan dengan pubertas dapat mempengaruhi jaringan pada rongga mulut dan akan memperparah patogenesis penyakit jaringan periodontal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gingivitis pada remaja yang dikaji pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Ulum Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah cross sectional, dengan teknik pengambilan subjek ialah total sampling, sebanyak 103 siswa. Penelitian ini menggunakan Gingival Index (GI) sebagai indikator keparahan gingivitis yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 siswa tidak mengalami gingivitis (18,4%), 72 siswa mengalami gingivitis ringan (69,9%), 12 siswa mengalami gingivitis sedang (11,7%) dan tidak terdapat siswa yang mengalami gingivitis parah (0%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan, dapat disimpulkan bahwa gambaran gingivitis remaja yang dikaji pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Ulum Banda Aceh adalah tinggi sebesar 81,6%.Kata kunci: gingivitis, remaja, pubertas, Gingival Index (GI

    SIMPLE, YET POWERFUL ENGLISH OF MoveOn\u27s CAMPAIGNS

    Get PDF
    Menyampaikan gagasan kepada kelompok Mitra tutur yang berlatar belakang heterogen merupakan sebuah tantangan. MoveOn.org mampu mengatasi tantangan tersebut melalui pemakaian bahasa yang mudah dipahami oleh jutaan pembaca kampanye elektroniknya. Penelitian ini mengkaji karakteristik bahasa Inggris yang digunakan dalam kampanye MoveOn selama periode 25 Januari 20 II hingga 30 Maret 20 II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye MoveOn menggunakan katakata biasa (tanpa muatan politis ataupun bergaya bahasa hiPerbolis) dengan maksud mempertahankan kenetralan, serta menggunakan struktur retorika berpola situasi-problem-solusi untuk mengemas argumen yang mudah diPahami oleh pembacanya. Disimpulkan bahwa MoveOn merancang kampanyekampanyenya untuk membangkitkan dampak persuasif yang dilandasi oleh penalaran. bukan emosi semata-mata
    corecore