6 research outputs found

    KINERJA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh padat penebaran yang berbeda terhadap laju pertumbuhan benih ikan nila. Penulisan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.   Hipotesis   yang   diuji   adalah   padat   penebaran   yang   berbeda   tidak berpengaruh  nyata  terhadap  pertumbuhan  benih  ikan  nila  dan  padat  penebaran berbeda berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari pada bulan Agustus ‒ September 2020, bertempat di Laboratorium Basah Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian bahwa padat tebar yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap bobot mutlak, laju pertumbuhan bobot harian, laju pertumbuhan panjang harian, dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) terbaik terdapat pada perlakuan A (18 ekor) dengan nilai rata-rata bobot mutlak sebesar 1,81 g, laju pertumbuhan bobot harian  sebesar  4,53%/hari,  laju  pertumbuhan  panjang  harian  sebesar  6,05%/hari dan kelangsungan hidup sebesar 98,15%

    DERAJAT PENETASAN TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DI INKUBASI PADA MEDIA AIR YANG BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media air yang berbeda yaitu air tanah, air gambut, air PDAM, dan air minum isi ulang (Ro) terhadap penetasan telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan, pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020. Tempat pelaksanaan di Laboratorium Basah Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemijahan ikan lele dengan perbandingan 1:1 menghasilkan jumlah pembuahan yang relatif tinggi mencapai 92 %. Presentase penetasan telur lele dumbo (Clarias gariepinus) terdapat pada perlakuan Air tanah (B) yaitu sebesar 69% dengan rata-rata pH sebesar 6,40 ± 0,20; diikuti perlakuan Air PDAM (C) sebesar 66,6% dengan rata-rata pH sebesar 6,43 ± 0,06; perlakuan Air isi Ulang Ro (D) sebesar 65,3% 6,83 dengan rata-rata pH ± 0,15 dan perlakuan Air Gambut (A) sebesar 63,3% dengan rata-rata pH 5,20 ± 0,20. Perlakuan berupa perbedaan media air yang terdiri dari Air Gambut, Air Tanah, Air PDAM dan Air isi ulang Ro yang digunakan untuk penetasan telur ikan lele (Clarias garphineus) menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap persentase telur lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dihasilkan, dikarenakan presentase penetasan pada setiap perlakuan tidak terlalu berbeda jauh (63,3% - 69%) dan nilai Fhitung = 0.264 < Ftabel5% = 5.14, nilai Sig. = 0.774 > α = 0.05, karena nilai Sig. > α atau Fhitung< Ftabel maka disimpulkan bahwa H0 diterima atau ragam tidak berbeda nyata

    KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) YANG DIPELIHARA PADA MEDIA AIR YANG BERBEDA

    Get PDF
    Air merupakan media atau habitat yang paling penting bagi kehidupan ikan gabus. Kualitas air memiliki beberapa parameter yaitu fisika, kimia dan biologi yang berperan dalam penting dalam keberhasilan suatu usaha budidaya. Kendala yang dihadapi yaitu terjadinya penurunan kualitas air sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan meningkatnya angka mortalitas benih ikan gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media air yang berbeda terhadap laju pertumbuhan harian benih ikan gabus (Channa striata).  Ikan uji yang digunakan yaitu ikan gabus berukuran panjang awal (4 – 6,5 cm) dan bobot awal (0,5 – 1,9 g). Sembilan baskom berdiameter (50 cm) sebagai wadah percobaan diisi dengan air gambut (25 L). Ikan ditebar dengan padat tebar yang telah ditentukan yaitu (20 ekor/baskom) dengan tiga ulangan. Pemeliharaan benih ikan gabus pada media air yang berbeda menghasilkan efisiensi pakan, rasio konversi pakan,   tingkat   pertambahan   bobot,   laju   pertumbuhan   bobot,   dan   tingkat kelangsungan hidup yang paling baik serta mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan pemeliharaan

    PENGGUNAAN HORMON TIROKSIN PADA PAKAN UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian hormon tiroksin pada pakan pelet terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Jurusan Perikanan Universitas Palangka Raya pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (penambahan hormon tiroksin 0,9 mg/kg pakan), perlakuan C (penambahan hormon tiroksin 1,8 mg/kg pakan) dan perlakuan D (penambahan hormon tiroksin 2,7 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon tiroksin berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik masing-masing sebesar  4,0 cm, 6,02 g, dan 4,06 %/hari.  Perlakuan terbaik adalah perlakuan pemberian hormon tiroksin tertinggi dengan dosis 2,7 mg/kg pakan sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan dosis optimal

    SUPLEMENTASI SINBIOTIK DENGAN DOSIS BERBEDA PADA BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.) YANG DIPELIHARA DI KOLAM TANAH

    Get PDF
    Penelitian mengenai suplementasi sinbiotik dari kombinasi antara Lactobacillus cf. plantarum dan madu pada pemeliharaan benih ikan patin (Pangasius sp.) di kolam tanah hingga saat ini belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian menggunakan sinbiotik tersebut perlu dilakukan untuk memperoleh teknis penggunaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis suplementasi sinbiotik yang efektif untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan benih ikan patin yang dipelihara di kolam tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini terdiri atas perlakuan A (kontrol), B (penambahan sinbiotik 0,5 dosis pada pakan), C (penambahan sinbiotik 1 dosis pada pakan), dan D (penambahan sinbiotik 2 dosis pada pakan). Benih ikan patin berukuran 1,13-1,5 g ditebar secara acak ke dalam 12 unit jaring hapa berukuran 1x1x1 m3, yang dipasang dalam kolam tanah dengan jumlah tebar 40 ekor/jaring hapa. Pakan uji untuk perlakuan sinbiotik disiapkan dengan mencampur pakan komersial dengan sinbiotik dan putih telur 2% sebagai perekat, sedangkan pakan kontrol disiapkan dengan mencampur pakan komersial dengan putih telur. Ikan uji dipelihara selama 21 hari dan diberi pakan uji dengan frekuensi 2 kali/hari. Parameter penelitian terdiri atas biomassa panen (Bt), weight gain (Wg), laju pertumbuhan harian (LPH), feed conversion ratio (FCR), efisiensi pakan (EP), dan tingkat kelangsungan hidup (TKH). Pemberian sinbiotik dengan dosis yang terendah dan tertinggi tidak memberikan hasil yang optimum pada pertumbuhan ikan patin. Hasil optimum diperoleh pada perlakuan C.Penelitian mengenai suplementasi sinbiotik dari kombinasi antara Lactobacillus cf. plantarum dan madu pada pemeliharaan benih ikan patin (Pangasius sp.) di kolam tanah hingga saat ini belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian menggunakan sinbiotik tersebut perlu dilakukan untuk memperoleh teknis penggunaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis suplementasi sinbiotik yang efektif untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan benih ikan patin yang dipelihara di kolam tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini terdiri atas perlakuan A (kontrol), B (penambahan sinbiotik 0,5 dosis pada pakan), C (penambahan sinbiotik 1 dosis pada pakan), dan D (penambahan sinbiotik 2 dosis pada pakan). Benih ikan patin berukuran 1,13-1,5 g ditebar secara acak ke dalam 12 unit jaring hapa berukuran 1x1x1 m3, yang dipasang dalam kolam tanah dengan jumlah tebar 40 ekor/jaring hapa. Pakan uji untuk perlakuan sinbiotik disiapkan dengan mencampur pakan komersial dengan sinbiotik dan putih telur 2% sebagai perekat, sedangkan pakan kontrol disiapkan dengan mencampur pakan komersial dengan putih telur. Ikan uji dipelihara selama 21 hari dan diberi pakan uji dengan frekuensi 2 kali/hari. Parameter penelitian terdiri atas biomassa panen (Bt), weight gain (Wg), laju pertumbuhan harian (LPH), feed conversion ratio (FCR), efisiensi pakan (EP), dan tingkat kelangsungan hidup (TKH). Pemberian sinbiotik dengan dosis yang terendah dan tertinggi tidak memberikan hasil yang optimum pada pertumbuhan ikan patin. Hasil optimum diperoleh pada perlakuan C

    SUPLEMENTASI EKSTRAK KASAR BONGGOL NANAS (Ananas comosus L) PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN LELE (Clarias sp.) DI KOLAM TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Salah satu kendala dalam budidaya ikan lele (Clarias sp.) adalah efisiensi pakan yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu terobosan dalam budidaya ikan lele guna meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan yang berujung pada peningkatan produksi dan profit usaha budidaya ikan lele. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas terhadap kinerja pertumbuhan ikan lele di kolam tanah gambut tergenang. Pada penelitian ini ekstrak kasar bonggol nanas dicampurkan ke dalam pakan dengan dosis 0 (A), 3 (B), 6 (C), dan 9% (D) dengan ulangan tiga kali. Ikan dengan bobot awal 0,63-0,88 g ditebar secara acak pada 12 hapa berukuran 1 x 1 x 1 m3 yang dipasang pada kolam tanah dengan kepadatan 40 ekor/hapa. Ikan diberi pakan uji secara ad satiation dengan frekuensi dua kali sehari selama 14 hari. Suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas pada dosis 6% (perlakuan C) menunjukkan hasil yang optimal pada kinerja pertumbuhan ikan lele dibanding perlakuan lainnya. Perlakuan C menghasilkan biomassa akhir (203,33 g), laju pertumbuhan (0,32 g/hari), laju pertumbuhan spesifik (13,69 %/hari), dan tingkat kelangsungan hidup (97,5%) yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas juga menunjukkan pengaruh positif pada efisiensi pemanfaatan pakan yang ditunjukkan dengan nilai rasio konversi pakan (0,77) yang lebih rendah dibanding perlakuan lainnya. Suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas dapat menjadi terobosan baru pada pemeliharaan ikan pada kolam tanah gambut mengingat perannya yang signifikan dalam reduksi stress oksidatif selama pemeliharaan ikan.Salah satu kendala dalam budidaya ikan lele (Clarias sp.) adalah efisiensi pakan yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu terobosan dalam budidaya ikan lele guna meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan yang berujung pada peningkatan produksi dan profit usaha budidaya ikan lele. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas terhadap kinerja pertumbuhan ikan lele di kolam tanah gambut tergenang. Pada penelitian ini ekstrak kasar bonggol nanas dicampurkan ke dalam pakan dengan dosis 0 (A), 3 (B), 6 (C), dan 9% (D) dengan ulangan tiga kali. Ikan dengan bobot awal 0,63-0,88 g ditebar secara acak pada 12 hapa berukuran 1 x 1 x 1 m3 yang dipasang pada kolam tanah dengan kepadatan 40 ekor/hapa. Ikan diberi pakan uji secara ad satiation dengan frekuensi dua kali sehari selama 14 hari. Suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas pada dosis 6% (perlakuan C) menunjukkan hasil yang optimal pada kinerja pertumbuhan ikan lele dibanding perlakuan lainnya. Perlakuan C menghasilkan biomassa akhir (203,33 g), laju pertumbuhan (0,32 g/hari), laju pertumbuhan spesifik (13,69 %/hari), dan tingkat kelangsungan hidup (97,5%) yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas juga menunjukkan pengaruh positif pada efisiensi pemanfaatan pakan yang ditunjukkan dengan nilai rasio konversi pakan (0,77) yang lebih rendah dibanding perlakuan lainnya. Suplementasi ekstrak kasar bonggol nanas dapat menjadi terobosan baru pada pemeliharaan ikan pada kolam tanah gambut mengingat perannya yang signifikan dalam reduksi stress oksidatif selama pemeliharaan ikan
    corecore