87 research outputs found

    Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan Inokulasi Mikroba Rhizosfer

    Get PDF
    Terung (Solanum melongena L.) ialah salah satu produk tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penyebab rendahnya produktivitas tanaman terung ialah penurunan tingkat kesuburan tanah. Oleh karenanya perlu diupayakan untuk meningkatkan produksi terung melalui perbaikan kesuburan tanah. Pemberian pupuk kandang kambing dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan hara. Tujuan dari penelitian ialah mempelajari dan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi mikroba rhizosfer yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang pada Februari hingga Juni 2017. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing, yaitu K1 : 10 ton/ha, K2 : 20 ton/ha, K3 : 30 ton/ha. Faktor kedua adalah jenis dan konsentrasi mikroba rhizosfer, yaitu M0 : tanpa mikroba, M1 : 10 EM4 ml/l, M2 : 15 EM4 ml/l, M3 : 10 PGPR ml/l, M4 : 15 PGPR ml/l. Hasil penelitian  menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan inokulasi mikroba rhizosfer pada peubah luas daun 120 hst. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 dengan konsentrasi PGPR 15 ml l-1 mampu menghasilkan luas daun paling tinggi yaitu 42,64 dm2. Pemberian pupuk kandang 30 ton/ha memberikan hasil yang lebih tinggi pada jumlah buah  dan bobot buah. Pemberian mikroba rhizosfer EM4 dan PGPR dengan dosis 10 ml/l dan 15 ml/l mampu meningkatkan jumlah buah dan bobot buah

    RESPON TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) YANG DITANAM PADA LAHAN SETELAH TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) YANG DIPERLAKUKAN DENGAN APLIKASI BERBAGAI KOMBINASI SUMBER N DAN EM4

    Get PDF
    Potensi produktivitas kubis bunga   (Brassica oleracea var. botrytis L.) di Indonesia mengalami penurunan, hal tersebut dapat diupayakan dengan memperbaiki kesuburan tanah melalui pengurangan aplikasi pupuk anorganik dan penambahan pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh residu berbagai kombinasi sumber N (anorganik-organik) dan EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 hingga Juni 2014 di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang diulang 3 kali. Faktor pertama ialah residu proporsi pupuk N yaitu : 100% urea, 75% urea + 25% kandang kambing, 50% urea + 50% kandang kambing, K3 = 25% urea + 75% kandang kambing. Faktor kedua ialah residu dosis EM4, yaitu : 10, 20 dan 30 liter ha-1. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antar perlakuan dan residu dosis EM4 tidak berpengaruh nyata, sedangkan pada residu proporsi pupuk N anorganik-organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot segar bunga. Residu proporsi pupuk N  (anorganik-organik) menghasilkan bobot bunga lebih besar daripada perlakuan yang hanya dipupuk urea (kontrol). Bobot bunga yang paling besar didapatkan pada perlakuan 25% pupuk urea + 75% pupuk kandang kambing sebesar 32,4 ton ha-1

    Perbedaan Pertumbuhan dan Potensi Hasil 9 Jenis Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.)

    Get PDF
    Kemangi adalah salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Salah satu usaha untuk meningkatkan hasil kemangi adalah menggunakan benih bermutu dari suatu varietas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan potensi hasil 9 jenis tanaman kemangi (Ocimum bacilicum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2018 di Lahan Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Jatikerto,  Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Perlakuan adalah kemangi Komangi (KM 1), kemangi Tidore (KM 2), kemangi Eiffel (KM 3), kemangi Madiun (KM 4), kemangi Kediri (KM 5), kemangi Banyuwangi (KM 6), kemangi Jember (KM 7), kemangi Malang (KM 8), kemangi Bojonegoro (KM 9). Parameter yang diamati ialah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, panjang ruas batang bunga, bulu daun, bentuk daun, warna daun, waktu berbunga, hasil panen, indeks klorofil dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan potensi hasil 9 jenis tanaman kemangi. Kemangi Komangi, Tidore, Eiffel, Madiun, dan Kediri memiliki potensi hasil panen lebih besar. Kemangi Komangi, Tidore dan Kediri memiliki tanaman lebih tinggi. Kemangi Komangi, Tidore, Eiffel dan Kediri memiliki daun lebih panjang dan lebar. Kemangi Eiffel, Banyuwangi dan Jember memiliki ruas batang bunga lebih panjang. Kemangi Tidore, Eiffel, Madiun, Kediri, Jember, Malang dan Bojonegoro memiliki bentuk daun  bulat telur sedangkan kemangi Komangi dan Banyuwangi memiliki bentuk daun bulat panjang. Kemangi Tidore memiliki bulu daun. Kemangi Eiffel, Madiun, Kediri, Banyuwangi, dan Bojonegoro memiliki indeks klorofil lebih besar. Kemangi komangi, Eiffel dan Kediri memiliki kerapatan stomata lebih besar

    Respon Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) terhadap Aplikasi Pupuk Nitrogen dan Pupuk Kandang Kambing

    Get PDF
    Kubis bunga merupakan sayuran yang memiliki manfaat baik untuk kesehatan, sehingga permintaannya terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen dan dosis pupuk kandang kambing yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2018 di desa Wonorejo, Poncokusumo, Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas 2 faktor yaitu pupuk nitrogen terdiri dari 4 taraf dan pupuk kandang kambing terdiri dari 3 taraf. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan, serta diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat kering dan bobot massa bunga. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara aplikasi pupuk nitrogen dan pupuk kandang kambing. Pupuk nitrogen hanya berpengaruh pada peningkatan diameter batang, luas daun dan berat kering tanaman. Pupuk nitrogen dengan dosis 180 kg ha-1 mampu menghasilkan berat kering tanaman paling tinggi yaitu 92,74 g per tanaman. Pupuk kandang kambing berpengaruh pada peningkatan pertumbuhan serta hasil tanaman kubis bunga. Pupuk kandang kambing dengan dosis 20 ton ha-1 mampu menghasilkan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun dan bobot massa bunga yaitu sebanyak 36,72 ton ha-1

    Potensi Produksi 8 Aksesi Tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) pada Lahan Percobaan Jatikerto

    Get PDF
    Tanaman kecipir merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis, dikenal masyarakat karena buah mudanya sering dimanfaatkan sebagai sayur. Keistimewaan kecipir dibanding sayuran lainnya adalah seluruh bagian tanaman dapat dikonsumsi dan kaya akan protein. Potensi hasil kecipir diperlukan untuk mendukung pengembangan kecipir untuk masa depan.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mempelajari potensi hasil 8 aksesi kecipir yang diambil dari beberapa daerah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 hingga bulan Desember 2018. Lokasi Penelitian bertempat di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Baris Tunggal, yakni seluruh aksesi kecipir ditanam bersamaan dalam satu lokasi  tanpa ulangan dan ditanam dalam baris tunggal. Analisis Data menggunakan uji F pada taraf 5% menggunakan tabel analisis ragam (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya interaksi maupun pengaruh nyata dari perlakuan. Jika terdapat interaksi atau pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 aksesi kecipir yang ditanam memiliki potensi hasil yang beragam, dimana potensi hasil tertinggi ditunjukkan oleh aksesi Malang (KC1), sedangkan potensi hasil terendah ditunjukkan oleh aksesi Sidoarjo (KC7). Sementara itu, aksesi Malang (KC1) merupakan aksesi terbaik yang dapat dikembangkan pada lahan percobaan Jatikerto

    Aplikasi PGPR dan Pupuk Kandang Sapi pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pemberian PGPR dan dosis pupuk kandang sapi optimum pada tanaman bawang merah yang telah dilakukan di lahan penelitian BPTP Jatim, Karangploso - Malang bulan Maret – Mei 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 adalah konsentrasi PGPR (0; 10; 15 dan 20 ml L-1 air). Faktor 2 adalah dosis pupuk kandang sapi (0; 10 dan 20 ton ha-1). Pengamatan pertumbuhan meliputi peubah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah anakan. Sedangkan pengamatan hasil dan komponen hasil meliputi bobot umbi segar; bobot umbi kering matahari, jumlah umbi per rumpun dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan PGPR dengan dosis pupuk kandang pada semua variabel yang diamati. Perlakuan PGPR konsentrasi 15 ml L-1 menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan konsentrasi 20 ml L-1, akantetapi menunjukkan hasil lebih besar dan berbeda dengan perlakuan konsentrasi lebih rendah. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi 10 ton ha-1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang tidak berbeda dengan dosis 20 ton ha-1, namun menunjukkan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa pupuk kandang sapi

    Pengaruh PGPR dan Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Gelatik (Solanum melongena L.) Varietas Kenari

    Get PDF
    Terung (Solanum melongena L.) merupakan komoditas sayuran penting sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemberian pupuk kandang kambing sebagai bahan organik dapat menyediakan nutrisi pada bakteri yang terkandung di dalam PGPR. Penelitian bertujuan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2018, di kebun percobaan Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (RPT). Petak utama, berbagai dosis pupuk kandang kambing (K) terdiri: 10 ton/ha (K1), 20 ton/ha (K2), dan 30 ton/ha (K3). Anak petak, berbagai konsentrasi PGPR (V) terdiri: tanpa pemberian PGPR (V0), 5 ml/liter (V1), 10 ml/liter (V2), 20 ml/liter (V3). Hasil menunjukkan interaksi perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha dengan kombinasi konsentrasi PGPR 20 ml/liter menghasilkan jumlah daun dan jumlah cabang lebih besar dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Pupuk kandang kambing dosis 20 ton/ha nyata meningkatkan jumlah buah per tanaman, bobot segar buah per tanaman sebesar (477,4 g/tanaman), bobot segar buah per hektar (15,28 ton/ hektar). Konsentrasi PGPR 10 ml/liter nyata mampu meningkatkan jumlah buah dan berat kering tanaman terung gelatik.  Berdasarkan aspek usahatani, secara terpisah perlakuan pupuk kandang kambing dosis 30 ton/ha memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,57% dan konsentrasi PGPR 20 ml/liter memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,67 %. Sedangkan, kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha dengan konsentrasi PGPR 20 ml/liter memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio 1,80%

    PENGARUH SUMBER PUPUK NITROGEN DAN WAKTU PEMBERIAN UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Sturt. var. saccharata)

    Get PDF
    Produktivitas jagung manis dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah. Penelitian dengan tujuan untuk memperoleh sumber pupuk N dan waktu pemberian urea yang tepat pada tanaman jagung manis telah dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kromengan, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 10 perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari : P1=100% N Urea diberikan 3 kali dosis 138 kg N/ha; P2=100% N Urea diberikan 3 kali dosis 184 kg N/ha; P3=75% N Urea diberikan 1 kali + 25% N PK dosis 138 kg N/ha; P4=75% N Urea diberikan 2 kali + 25% N PK dosis 138 kg N/ha; P5=75% N Urea diberikan 1 kali + 25% N PK dosis 184 kg N/ha; P6=75% N Urea diberikan 2 kali + 25% N PK dosis 184 kg N/ha; P7=50% N Urea diberikan 1 kali + 50% N PK dosis 138 kg N/ha; P8=50% N Urea diberikan 2 kali + 50% N PK dosis 138 kg N/ha; P9=50% N Urea diberikan 1 kali + 50% N PK dosis 184 kg N/ha; P10=50% N Urea diberikan 2 kali + 50% N PK dosis 184 kg N/ha. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 75% N Urea diberikan 2 kali + 25% N pupuk kandang dosis 184 kg N/ha mampu menghasilkan tongkol berkelobot yang tinggi (29,67 ton/ha), 6,7% lebih tinggi dibandingkan perlakuan 100% N Urea diberikan 3 kali dosis 184 kg N/hayang hanya mampu menghasilkan 27,67 ton/ha. Kata kunci : Jagung Manis, Nitrogen,Urea, Pupuk Kandan

    PENGGUNAAN LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM DAN PUPUK NITROGEN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PAK CHOI (Brassica rapa L.)

    Get PDF
    Peningkatan produksi Pak Choi dapat dilakukan dengan pemupukan. Pupuk dapat berasal dari limbah media jamur tiram dan pupuk nitrogen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah media jamur tiram dan pupuk nitrogen dalam peningkatan produksi tanaman Pak Choi (Brassica rapa L). Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2013 di Desa Kacar Kecamatan Wlingi, Blitar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor 1 dosis limbah media jamur tiram (K), yang terdiri dari : K0 = 0 ton ha-1, K1 = 20 ton ha-1, K2 = 25 ton ha-1, K3 = 30 ton ha-1. Faktor 2 dosis pupuk nitrogen (N), yang terdiri dari : N1 = dosis 0 kg ha-1, N2 = 50 kg ha-1, N3 = 75 kg ha-1, N4 = 100 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antar perlakuan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, bobot segar tanaman, dan bobot kering total tanaman. Aplikasi limbah media jamur tiram sebesar 20 ton ha-1, 25 ton ha-1 dan 30 ton ha-1 yang diberikan dengan pupuk nitrogen 50 kg ha-1 dapat memberikan hasil yang optimal masing – masing sebesar 21,5 ton ha-1, 25,3 ton ha-1 dan 25,5 ton ha-1. Kata kunci: Brassica rapa L, limbah media jamur tiram, pupuk nitrogen, produks

    APLIKASI Trichoderma harzianum TERHADAP HASIL TIGA VARIETAS KENTANG DI DATARAN MEDIUM

    Get PDF
    Faktor kelestarian lingkungan menyebabkan ekstensifikasi lahan pertanian kentang di dataran tinggi tidak dapat dilakukan, sehingga dataran medium menjadi alternatif eksplorasi lahan budidaya kentang. Untuk meningkatkan produktivitas kentang di dataran medium disamping pemilihan bibit yang tepat adalah dengan menggunakan Trichoderma harzianum. Trichoderma harzianum selain berperan antagonis terhadap pathogen, juga berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi auksin dan proses dekomposisi bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Granola, Red Pontiac dan Desiree di dataran medium. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai Oktober 2010 di Desa Ngujung, Bumiaji, Batu. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam kali perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan terdiri dari T0V1 = Granola (Kontrol), T1V1 = Granola dengan Trichoderma harzianum, T0V2 = Red Pontiac (kontrol), T1V2 = Red Pontiac dengan Trichoderma harzianum, T0V3 = Desiree (kontrol) T1V3 = Desiree dengan Trichoderma harzianum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma harzianum memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada pengamatan pertumbuhan tanaman. Trichoderma harzianum meningkatkan hasil panen varietas Granola, namun tidak berbeda nyata pada varietas Red Pontiac dan Desiree. Kata kunci : Granola, Red pontiac, Desiree, Trichoderma harzianum, dataran medium, hasil pane
    corecore