8,489 research outputs found

    Kepercayaan Diri Dan Prestasi Atlet Tae Kwon Do Daerah Istimewa YOGYAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri denganprestasi atlet Tae Kwon Do DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Dugaan awal yang diajukandalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi atlet TaeKwon Do DIY. Semakin tinggi kepercayaan diri semakin tinggi pula prestasi yang dicapai.Subyek dalam penelitian ini adalah atlet Tae Kwon Do yang menempati juara satu, dua, dantiga dalam kejuaraan daerah Tae Kwon Do DIY yang diadakan di Auditorium UPN Yogyakarta.Skala yang digunakan adalah skala kepercayaan diri berdasarkan aspek yang dikemukukan olehKumara (1987). Prestasi Tae Kwon Do dilihat dari data hasil kejuaraan.Metode analisis data dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSSversi 11 for windows. Teknik analisis menggunakan chi-square yang menunjukkan koefisien chisquare23,847 dengan p = 0,002 (p < 0,01) yang artinya ada hubungan yang signifikan antarakepercayaan diri dengan prestasi atlet Tae Kwon Do DIY. Jadi hipotesis penelitian diterima

    Studies on the Density of Soybean Aphids in Different Cultivars, Planting Dates and Spacings

    Get PDF
    In order to evaluate the fluctuation of the soybean aphid (Aphis glycines Matsumura) population, six leading soybean cultivars were planted on five different planting dates with different plant densities. The survey of aphid population and climate condition was made from June through September in 1978. According to the differences of planting dates and plant density the soybean aphid populations were varied, and varietal response to the aphid was significantly different. Counting of aphid infestation on the top third trifoliate leaf seemed to be efficient for the estimation of soybean aphid population.Originating text in Korean.Citation: Chung, K. H., Kwon, S. H., Lee, Y. I. (1980). Studies on the Density of Soybean Aphids in Different Cultivars, Planting Dates and Spacings. Journal of the Korean Society for Crop Science, 25(3), 35-40

    A new approach to evaluate residual stress using instrumented indentation testing at nano scale

    Get PDF
    In structural integrity, residual stress is one of the major factors affecting structure failure. In particular, tensile residual stress accelerates crack growth and reduces integrity. Hence test methods have been devised that can quantitatively evaluate residual stresses, including X-ray diffraction, hole-drilling, and contour methods. Now a relatively new technique, instrumented indentation testing, can be used to quantitatively evaluate the surface residual stress of a structure semi-nondestructively with mechanical response causing small indents. Many studies have confirmed that indentation load-displacement curves are shifted depending on the residual stress state. For the same indentation depth, a larger indentation load is required for a compressive residual stress state, and a smaller indentation load is required for a tensile residual stress state, in contrast to the stress-free state. Thus, for the same indentation depth, there is a difference in indentation load between the stressed and stress-free states. Kwon and Lee have suggested and verified experimentally that, among the surface residual stress components, a deviatoric stress term parallel to the indentation axis induces a virtual force that affects the plastic deformation occurring during indentation, and consequently also affects the indentation load-displacement curve. [1] In this paper, principle and application for measuring residual stress by IIT at multi-scale will be included. References [1] Y.-H. Lee and D. Kwon, “Estimation of biaxial surface stress by instrumented indentation with sharp indenters”, Acta Materialia 52. 1555-1563, 2004

    Week of May 18, 2020

    Get PDF
    NYMC Launches M.S. in Biomedical Ethics and Humanities Program Albert Kwon, M.D., Joins Team to Develop Alternate Form of Ventilation Amid COVID-19 Crisis Medical Student Ebrahim Afshinnekoo Part of Project to Test NYC Subways for COVID-19 NYMC Hosts Webinar to Address (Re)building Our Community SOM Seeks MMI Interviewershttps://touroscholar.touro.edu/in_touch/1106/thumbnail.jp

    Pemanfaatan Tepung Testis Sapi sebagai Hormon Alami pada Penjantanan Ikan Cupang, Betta Splendens Regan, 1910 [Cow's Testicles Flour AS The Natural Hormone Masculinization Of Siamese Fighting Fish, Betta Splendens Regan, 1910]

    Full text link
    Ikan Cupang, Betta splendens jantan merupakan ikan hias yang memiliki keindahan warna tubuh serta keunikan bentuk sirip sehingga sangat diminati oleh pecinta ikan hias. Penelitian ini bertujuan melakukan pembalikan kelamin dengan menjantankan ikan cupang yang diproduksi. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu: tahap pertama dengan meren-dam larva ikan cupang berumur empat hari ke dalam larutan tepung testis sapi dengan dosis berbeda, dan tahap ke dua dengan lama perendaman berbeda. Dosis testis yang diuji terdiri atas lima tingkatan yaitu 0 mg L-1, 20 mg L-1, 40 mgL-1 60 mg L-1, dan 80 mg L-1. Lama perendaman yang diuji adalah: 0 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, dan 60 jam. Parameter yang diukur adalah persentase ikan jantan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan berke-lamin jantan tertinggi diperoleh pada dosis 60 mg L-1 dan lama waktu perendaman 24 jam dengan nilai persentasi ber-turut-turut 88,5% dan 87,5%. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa teknologi penjantanan melalui perendaman dalam larutan testis sapi dapat dilakukan pada larva ikan cupang. Teknologi ini mudah dilakukan sehingga pembudidaya dapat menggunakan tepung testis sapi untuk menjantankan ikan cupang produksinya

    Injuries to the Stomatognathic System in Tae-Kwon-Do

    Get PDF
    Martial arts are high-risk sports for injuries to the stomatognathic system, according to the FDI classification. The aim of this investigation was to determine frequency, type and severity of injuries to the stomatognathic system, during Tae-Kwon-Do, and the use of protection devices during training and competitions. This investigation included 43 examinees, 15 female and 28 male, among which were members of the national representatives of the Republic of Croatia. They were required to complete a questionnaire. The result revealed a very low number of injuries, in fact, lack of injuries in the female and male junior categories. In the male junior and both senior categories 134 injuries were reported, 118 or 88% of them were laceration of the lips, cheeks and tongue. Other injuries to the stomatognathic system represent only 16 injuries or 12% of all injuries. The majority of injuries occurred during training (68%), and 32% during competition. Protection devices (helmets) were used during training only by 5 examinees (11.63%), and during competition (100%). Mouthguards of any type were not used by any examinee. Helmets used are obligatory during competition and prevent the occurrence of injuries to the stomatognathic system, and decrease the severity of injury

    KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER BELADIRI TAE KWON DO DI SDIT MUTIARA INSANI JERONAN BROSOT GALUR KULON PROGO

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah pelatih belum mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa putra dan putri peserta ekstrakurikuler beladiri Tae Kwon Do SDIT Mutiara Insani. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi penelitian ini yaitu siswa ekstrakurikuler beladiri tae kwon do di SDIT Mutiara Insani yang berjumlah 43 siswa. Sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria, yaitu: (1) siswa di SDIT Mutiara Insani yang masih aktif mengikuti ekstrakurikuler bela diri Tae Kwon Do, (2) siswa kelas atas di SDIT Mutiara Insani, (3) tidak dalam keadaan sakit. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi adalah berjumlah 25 siswa Instrumen yang digunakan adalah tes TKJI tahun 2010 untuk anak usia 10-12 tahun. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa bahwa kebugaran jasmani siswa putra dan putri peserta ekstrakurikuler beladiri Tae Kwon Do SDIT Mutiara Insani berada pada kategori “kurang sekali” sebesar 0% (0 siswa), kategori “kurang” 0% (0 siswa), kategori “sedang” 56% (14 siswa), kategori “baik” 44% (11 siswa), dan kategori “baik sekali” 0% (0 siswa). Sedangkan berdasarkan nilai rata-rata yaitu 17,2, kebugaran jasmani siswa putra dan putri peserta ekstrakurikuler beladiri Tae Kwon Do SDIT Mutiara Insani sebagian besar masuk dalam kategori „sedang”. Kata kunci: Kebugaran Jasmani, Ekstrakurikuler, Beladiri, Tae Kwon D
    • …
    corecore