4 research outputs found

    TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM RAHASIA DAGANG DALAM KERJASAMA FRANCHISE RESTO PASTA KANGEN MENURUT UNDANG-UNDANG NO 30 TAHUN 2000 TENTANG RAHASIA DAGANG (Studi di Resto Pasta Kangen Majalengka)

    Get PDF
    Saat ini permasalahan di bidang hak kekayaan intelektual menjadi salah satu permasalahan yang kompleks yang terjadi dalam dunia perdagangan baik nasional maupun internasional. Hal ini ditandai dengan keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut dengan diundangkannya UU No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Bisnis franchise di bidang kuliner  belakangan ini sudah menjadi pilihan bagi seseorang yang ingin membuka suatu usaha dengan praktis dan tinggal menjalankan saja. Banyaknya usaha franchise tentu saja dibarengi dengan usaha menjaga cita rasa dari makanan tersebut, salah satu cara menjaganya dengan melindungi rahasia dagang yang dimiliki. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis bertujuan untuk mengkaji  bagaimana pelaksanaan rahasia dagang dalam kerjasama  Franchise Pasta Kangen dikaitkan dengan UU No 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang, dan mengkaji  upaya perlindungan hukum Pasta Kangen guna untuk memperjelas hubungan hukum antara franchisee dan franchesor agar tidak merugikan salah satu pihak. Adapun teori yang menjadi landasan bagi penulis yaitu Teori Negara Hukum, Teori Hukum Dagang, Teori Perlindungan Hukum, Teori Hak Milik, Teori Kontrak, Teori Perbuatan Melawan Hukum, Teori Kepentingan, dan Teori Perikatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode yuridis-normatif,  penelitian hukum normatif yang merupakan penelitian dengan mengutamakan data kepustakaan yakni data sekunder, primer, tersier

    Pembudidayaan Lele Hemat Air dengan Sistem Bioflok Pada Kolam Terpal, di Kelompok Tani Pucangwolu-Giriwono, Kabupaten Wonogiri

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga di Pucangwolu, Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri dalam pembudidayaan lele dengan sistem bioflok dengan kolam terpal. Keterbatasn lahan dan air irigasi merupakan permasalahan yang dihadapi petani di lokasi kegiatan, terutama pada musim kemarau. Salah satu pilihan agar petani mendapatkan sumber protein serta kesempatan memperoleh pendapatan tambahan adalah membudidayakan lele. Adanya keterbatasan lahan dan air di lingkungan Pucangwolu, maka pemeliharaan lele yang dilakukan pada kolam/bak kecil dari terpal dengan sistem bioflok adalah pilihan yang tepat. Program ini dilakukan dengan metode pelatihan dan percontohan. Pelatihan meliputi cara budidaya lele dengan sistem bioflok, sedangkan percontohan dilakukan dengan pembuatan bak pemeliharaan dari terpal ukuran 1,5 × 1 m. Tiga puluh buah kolam kecil terpal, dipasang pada lima anggota kelompok tani. Sumberdaya probiotik menggunakan limbah organik rumah tangga dan mikroba efektif yang ada di pasaran. Pemeliharaan lele sistem bioflok pada kolam terpal ini juga dikombinasi dengan sayuran akuaponik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan lele dengan sistim bioflok yang hemat lahan dan air. Pada kolam bioflok juga ditanam sayuran kangkung dengan sistem akuaponik. Melalui kegiatan ini, masyarakat telah memiliki kesempatan untuk mendapatkan sumber pangan alternatif dan juga ada harapan tambahan pendapatan baru di sela-sela pekerjaan pokok sebagai petani atau pekerjaan lainny

    Pembudidayaan Lele Hemat Air dengan Sistem Bioflok Pada Kolam Terpal, di Kelompok Tani Pucangwolu-Giriwono, Kabupaten Wonogiri

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga di Pucangwolu, Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri dalam pembudidayaan lele dengan sistem bioflok dengan kolam terpal. Keterbatasn lahan dan air irigasi merupakan permasalahan yang dihadapi petani di lokasi kegiatan, terutama pada musim kemarau. Salah satu pilihan agar petani mendapatkan sumber protein serta kesempatan memperoleh pendapatan tambahan adalah membudidayakan lele. Adanya keterbatasan lahan dan air di lingkungan Pucangwolu, maka pemeliharaan lele yang dilakukan pada kolam/bak kecil dari terpal dengan sistem bioflok adalah pilihan yang tepat. Program ini dilakukan dengan metode pelatihan dan percontohan. Pelatihan meliputi cara budidaya lele dengan sistem bioflok, sedangkan percontohan dilakukan dengan pembuatan bak pemeliharaan dari terpal ukuran 1,5 × 1 m. Tiga puluh buah kolam kecil terpal, dipasang pada lima anggota kelompok tani. Sumberdaya probiotik menggunakan limbah organik rumah tangga dan mikroba efektif yang ada di pasaran. Pemeliharaan lele sistem bioflok pada kolam terpal ini juga dikombinasi dengan sayuran akuaponik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan lele dengan sistim bioflok yang hemat lahan dan air. Pada kolam bioflok juga ditanam sayuran kangkung dengan sistem akuaponik. Melalui kegiatan ini, masyarakat telah memiliki kesempatan untuk mendapatkan sumber pangan alternatif dan juga ada harapan tambahan pendapatan baru di sela-sela pekerjaan pokok sebagai petani atau pekerjaan lainny

    Preliminary Study of the Spring-back/Spring-go Phenomenon in the V-Bending Process Using SGCC Steel Thin Material

    No full text
    This research analyses v-bending results using galvanized SGCC (JIS G 3302) sheet steel. The accuracy of the angle and dimensions of the bending results are the significant elements of the bending process that must be achieved. The bending spring-back/spring-go phenomenon has an impact on bending angle accuracy. If proper parameters are chosen, the spring-tub/spring-go angle should be minimized. This study aimed to see how the proposed v-bending process affected the spring-tub/spring-go angle value. An experimental approach was selected in this study. V-die bending opening, V-die punch angle, V-die punch speed, and bending force are all input parameters for the v-bending process. Meanwhile, in this study, galvanized steel with a thickness of 1.2 mm was used. The results of the ANOVA evaluation showed that the v-die punch speed and bending force are two parameters that affect the response of the variable, with a percentage contribution of 31.0% each. The minimum spring-back angle was found in the second sample, while the minimum spring-go angle was found in the fourth sampl
    corecore