7 research outputs found

    Utilization of Different Concentration Sugarcane Molasses to the Quality of Goat Feces-Chicken Excreta-Coconut Husk Organic Liquid Fertilizer

    Get PDF
    Indonesia is an agricultural country that certainly has the potential for agricultural waste and by-products. Some of those in Indonesia are livestock manure, coconut husk, and sugarcane molasses. Utilization of this waste is limited, which is causing various environmental problems such as environmental pollution. The study is aimed to determine the quality of organic liquid fertilizer made by raw material from goat feces-chicken excreta-coconut husk with various sugarcane molasses concentrations (P0= 0%; P1= 5%; P3= 15%; P4= 20%; P5= 25%). The fermentation was carried out anaerobically for 21 days. The parameters of temperature, pH, organoleptic (color and odor), levels of C-organic, nitrogen (N) total, phosphorus (P) total, potassium (K) total, and biological tests were observed. Biological tests were conducted in the growth of mung bean (Vigna radiata) and spinach (Amaranthus tricolor). Data were analyzed using one-way ANOVA. Variations in the addition of molasses sugarcane did not affect the liquid fertilizer's temperature and pH during fermentation. However, the treatments had positive effect on organoleptic test, C-organic, N total, P total, K total, and biological tests. The addition of 15% sugarcane molasses (P3) showed a dominating performance toward most of the parameters tested. The P3 treatment produced liquid fertilizer with a pleasant smell, and the contents of C-organic, total N, total P, and total K were 2.12%, 0.25%, 0.13%, and 0.13%,  respectively. and produce spinach as a biological test with plant height, number of leaves, leaf width, stem diameter, and root length were 21.82 cm, 6.66 sheets, 3.59 cm, 4.09 mm, and 14.67 cm, respectively

    The Effect of Young Coconut Husk on the Quality of Goat Manure-Chicken Excreta Bioculture

    Get PDF
    The negative impact of chemical fertilizers use is soil fertility declining. The situation occurs because of biological, physical, and chemical properties of the soil is decreased. Agricultural waste is a large commodity which utilization can still be optimized, for example by using as raw material for organic liquid fertilizer. Agricultural wastes that have good quality as fertilizer include goat manure, chicken excreta, and coconut husk. The utilization of agricultural waste as organic fertilizer is one way of creating sustainable agriculture. This study aims to test the quality of liquid fertilizer (bioculture) of goat manure and chicken excreta by adding various levels of coconut husk. Bioculture is made by anaerobic fermentation for 21 days. The parameters observed included levels of C-organic, N, P, and K bioculture, as well as germination tests to determine the presence of phytotoxins. The data were analyzed using one way ANOVA. The treatment of P5 (5% coconut husk) showed the highest levels of N and P, while the K content was not significantly different from the treatment of P4 (2.5% coconut husk). The germination test showed no phytotoxin activity in bioculture

    Pembuatan Kopi Decaf dalam Kemasan Drip Bag dengan Metode Cold Brew di Rumah Kopi Ibu Bumi Banyuwangi

    Get PDF
    Rumah Kopi Ibu Bumi is a coffee house that processes roasted coffee and coffee brewing products. The method of brewing coffee at Rumah Kopi Ibu Bumi has been less practical, resulting in a thick, concentrated coffee body, relatively expensive products, and can only be enjoyed in one serving. This makes the process of brewing coffee inefficient and less economical. The cold brew method using drip bag coffee allows to solve this problem. This method results in a lower caffeine brew of coffee, can be used for several brews, and the product is more affordable. This program produces decaf coffee packaging products in drip bags that are ready to be marketed. This program was carried out well with the increasing of understanding and skills of business owners and employees in Rumah Kopi Ibu Bumi.Rumah Kopi Ibu Bumi merupakan usaha kopi rumahan yang mengolah kopi sangrai dan produk seduhan kopi. Metode seduhan kopi di Rumah Kopi Ibu Bumi selama ini kurang praktis, menghasilkan body kopi yang tebal, pekat, produk relatif mahal, dan hanya bisa dinikmati dalam satu kali porsi. Hal ini membuat proses menyeduh kopi menjadi tidak efisien waktu dan kurang ekonomis. Metode cold brew menggunakan drip bag coffee memungkinkan untuk mengatasi permasalahan ini. Metode ini menghasilkan seduhan kopi yang lebih rendah kafein, dapat digunakan untuk beberapa kali seduh, dan produk lebih terjangkau. Kegiatan ini menghasilkan produk kemasan kopi decaf dalam drip bag yang siap dipasarkan. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan pemilik usaha dan karyawan Rumah Kopi Ibu Bumi

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Padi Hitam (Oryza sativa L) Lokal Banyuwangi terhadap Aplikasi Beberapa Jenis Pupuk Kandang

    No full text
    Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Beras hitam masih jarang dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat dikarenakan banyak masyarakat yang belum familiar tentang beras hitam, umur tanam padi hitam yang lebih panjang dibandingkan padi putih (bisa mencapai 5-6 bulan), dan produktivitasnya yang lebih rendah dibandingkan padi putih. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuantitas padi hitam adalah dengan pemupukan, baik organik maupun anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan taraf pupuk organik terbaik yang didapatkan dari pupuk kandang untuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil beras hitam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu jenis pupuk kandang dan taraf pupuk kandang. Pupuk kandang yang digunakan yaitu pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan pupuk kandang kambing. Taraf pupuk kandang yang digunakan adalah 0% (0 g), 50% (6,25 g), 100% (12,5 g), 150% (18,75 g), 200% (25 g), dan 250% (31,25 g) dengan tiga ulangan. Perlakuan pupuk kandang kambing sebanyak 18,75 g mampu meningkatkan kandungan klorofil hingga 2,67 mg/g.Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Beras hitam masih jarang dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat dikarenakan banyak masyarakat yang belum familiar tentang beras hitam, umur tanam padi hitam yang lebih panjang dibandingkan padi putih (bisa mencapai 5-6 bulan), dan produktivitasnya yang lebih rendah dibandingkan padi putih. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuantitas padi hitam adalah dengan pemupukan, baik organik maupun anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan taraf pupuk organik terbaik yang didapatkan dari pupuk kandang untuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil beras hitam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu jenis pupuk kandang dan taraf pupuk kandang. Pupuk kandang yang digunakan yaitu pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan pupuk kandang kambing. Taraf pupuk kandang yang digunakan adalah 0% (0 g), 50% (6,25 g), 100% (12,5 g), 150% (18,75 g), 200% (25 g), dan 250% (31,25 g) dengan tiga ulangan. Perlakuan pupuk kandang kambing sebanyak 18,75 g mampu meningkatkan kandungan klorofil hingga 2,67 mg/g

    Karakteristik Pupuk Cair Eco-Enzyme Berbahan Dasar Limbah Sayur Dan Buah Terhadap Kandungan Nutrisi Dan Bahan Organik

    No full text
    Sebanyak 60% sampah yang terbuang di TPA adalah sampah organik, dimana pengelolaan yang buruk dapat menimbulkan banyak masalah. Oleh karena itu perlu suatu langkah memanfaatkan limbah tersebut sebagai produk yang bermanfaat dan mempunyai nilai guna seperti eco-enzyme.  Eco-enzyme merupakan fermentasi limbah organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air yang mengandung berbagai nutrisi penting untuk tanaman seperti N, P, K, dan C-organik. Bentuk eco-enzyme yang berupa cairan membuat aplikasinya sebagai pupuk cair lebih praktis. Pembuatan eco-enzyme sebagai pupuk cair sangat berpeluang untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kombinasi bahan ecoenzim yang menghasilkan nutrisi tinggi sebagai pupuk cair. Rancangan penelitian menggunakan RAL 4 perlakuan (sayur + manggis; sayur + jeruk); sayur + buah naga; sayur) dengan 3 ulangan. Perlakuan kombinasi bahan berpengaruh signifikan terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan sayur + jeruk (P2) memberikan hasil nutrisi terbaik secara keseluruhan
    corecore