1,602 research outputs found

    Urgensi Sistem Pengendalian Intern Bagi Instansi Pemerintah

    Get PDF
    Abstak: Secara umum, Pengendalian Intern merupakan bagian dari masing-masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional Perusahaan atau organisasi tertentu. Sedangkan Sistem Pengendalian Intern merupakan kumpulan dari pengendalian intern yang terintegrasi, berhubungan dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Menurut PP No. 60 tahun 2008 yang dimaksud dengan Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan Perundang-undangan

    Sistem Kompensasi Pns Berbasis Kinerja

    Full text link
    -Human resource occupies a strategic position within an organization , because the human resources directly involved in the management process from the planning stage to the evaluation , therefore the policy in the field of human resources should be directed at improving the welfare of justice , in accordance with the proportion and responsibility of each employee . In achieving the objectives of the organization , human resource potential must be maximized , the achievement of organizational goals depends not only on facilities and pre means but rather depends on the performance of its human resources

    Rancang Bangun Micro Turbin Angin Pembangkit Listrik Untuk Rumah Tinggal Di Daerah Kecepatan Angin Rendah

    Full text link
    Energi angin merupakan salah satu potensi energi terbarukan yang dapat memberikan kontribusiterhadap kebutuhan energi listrik rumah tinggal. Pembangkit energi angin bebas polusi (CO2)maka pembangkit ini dapat menjawab masalah lingkungan hidup dan ketersediaan sumber energysifatnya dapat diperbaharui (renewable) serta penelitian ini mendukung program pemerintah kotaPadang untuk menjadi lumbung energy terbarukan. Tujuan yang ingin dihasilkan adalah dibuatnyasebuah turbin angin dalam kapasitas kecil (micro) yang dapat membantu menyuplai listrik sebuahrumah tinggal dan mampu beroperasi di daerah kecepatan angin rendah kemudian dapat di set uppada atap rumah. Metodologi yang digunakan untuk pencapaian tujuan adalah metodaeksperimental dengan tahap-tahapan sebagai berikut pengambilan data angin lapangan; disainturbin angin; pemilihan bahan; pembuatan turbin angin dan pengujian alat. Kota Padang Sumbartermasuk wilayah yang memiliki kecepatan angin rendah antara 2-6 m/s, maka jenis turbin anginyang cocok adalah turbin angin tipe savonius karena bisa berputar pada kecepatan angin rendah(low wind velocity) dengan putaran awal (starting) dapat terjadi pada kecepatan 2m/s sertakonstruksinya yang sangat sederhana. Disain turbin yang dibuat adalah berbentuk savonius 2 sududengan konstruksi overlap antara kedua sudu dengan tujuan untuk memanfaatkan tekanan anginbalikan dari sudu satu ke sudu kedua dan sebaliknya sehingga dapat meningkatkan putaran rotor.Rancangan turbin savonius di buat 4 tingkat. Bahan yang digunakan untuk sudu turbin adalahaluminium dan jenis poros hollow. Generator yang dipakai adalah generator magnet permanenPanasonic 400watt yang dapat menghasilkan daya pada putaran rendah (150 rpm) ; Untukmeningkatkan rpm yang sampai ke generator digunakan system transmisi sabuk dan pully denganperbandingan transmisi 5:1. Kemudian tipe bearing yang digunakan adalah ball bearingbearing.Dari hasil pengujian didapat daya maksimum yang dihasilkan adalah 7,7watt dengan putaran rotor340rpm dengan kecepatan angin 5,68m/s dan Cp 0.

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Materi Plantae Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Nilai Islam untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMA

    Get PDF
    The development research aims to produce learning materials Plantae such as devices based Guided Inquiry integrated Islamic values to improved understanding of the concept of high school students. Adapted development the procedure development according the Borg and Gall model. The results of the analysis of the learning device shows the value of the average percentage of expert learning device by 98.1%, 86.1% materials experts and teachers of 95.4%. Small groups of test results by 89.8%. The main test was conducted on the experimental class and the control class in high school Annur Bululawang. The results of data analysis using Anacova showed that the understanding of the concept of students in the experimental class is significantly different from the students in the control class. Scores understanding of the concept of students in the experimental class is higher (80.9) than the control group (67.5). The results of this study indicate that the application of Guided Inquiry-based learning device can significantly increase students' understanding of the concept.Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran materi Plantae berbasis Inkuiri Terbimbing terintegrasi nilai Islami dalam peningkatan pemahaman konsep siswa SMA. Prosedur pengembangan mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall. Hasil analisis perangkat pembelajaran menunjukkan nilai persentase rata-rata dari ahli perangkat pembelajaran sebesar 98,1%, ahli materi 86,1%, dan guru sebesar 95,4%. Hasil uji kelompok kecil sebesar 89,8%. Uji coba utama dilakukan pada satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol di SMA Annur Bululawang. Hasil analisis data menggunakan anakova menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa di kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan siswa di kelas kontrol. Skor pemahaman konsep siswa pada kelas ekperimen lebih tinggi (80,9) daripada kelas kontrol (67,5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perangkat pembelajaran berbasis Inkuiri Terbimbing secara signifikan mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa

    Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Dilihat dari Pasal 18 B Ayat 2 UUD 1945

    Get PDF
    The status of Village has still been outside of the government bureucratic-system. It is still being positioned as a community that regulated by State and given the governmental tasks. The Law Number 6/ 2014 regarding The Village not includes it into the local government system. This research was conducted in Wilalung Village. The aim of it was to evaluate whether or not the Village in practice has been currently relevant with Article 18 B Verse (2) of Constitution 1945. The Data were collected through several ways: field observation, in-depth interview, focus group discussion, and literature study. This study found that regulation of Village is on the out side bases of the Article 18 B Verse (2).Therefore, the Village-Administration needs to be restructured and into the local government system

    Antagonisme Sosial, Diskonsensus, dan Rantai Ekuivalensi: Menegaskan Kembali Urgensi Model Demokrasi Agonistik

    Get PDF
    Debates on linkages between democracy and welfare remain fascinating issues in contemporary democracy studies, especially in Indonesia. Howeuer, mainstream studies on such issues were influenced, foremost, by political economy approaches and classic liberalism. Thus, mainstream studies pay less attentions on decontruct both the idea of democrary and welfare and tend to essensialize democracy and welfare. lt also insulate politics from conflict and social antagonisms. Rather than analysing pattern of linkages betwoeen welfare and democracy, this study inquire about \u27welfare\u27 itself –as common goods– is empty/floating signifier and then put emphasis on welfare –as articulatory social practices and discursiae reality– always been produced, presented and represented in and through political process or battle for hegemony. Moreover, whilst this study underline the primacy of political and discursive social practices, it strongly differ from model of deliberative democracy (liberal pluralist) since it re-emphasize agonistic model of democracy, that was introduced by post-marxist or radical pluralist thinkers. Last of all, agonistic model of democracy deem conflict, undecidability and social antagonism as virtue of democracy and main of political life

    Pengaruh Knowledge Infrastructure Capability Dan Knowledge Process Capability Terhadap Product Innovation Dan Firm Performance

    Get PDF
    Abtraksi. Manajemen pengetahuan sebagai sumber utama daya saing sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup Perusahaan dan pengembangan bisnis. Oleh karena itu, manajemen pengetahuan telah menjadi salah satu agenda terdepan di banyak Perusahaan untuk dikembangkan dan dipraktekkan. Manajemen pengetahuan dianggap sebagai strategi bersaing yang bisa memberi banyak keuntungan bagi Perusahaan. Dengan menerapkan manajemen pengetahuan yang baik maka organisasi akan menjadi organisasi pembelajar yang mampu beradaptasi dalam Perubahan melalui inovasi berkelanjutan. Inovasi adalah hasil cerdas pengetahuan sebagai sumber keunggulan bersaing Perusahaan. Saling kait antara knowledge management, inovasi dan kinerja Perusahaan seakan menjadi bahan kajian yang tidak pernah berhenti untuk diteliti. Penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh knowledge infrastructure capability dan knowledge process capability terhadap inovasi produk serta dampaknya pada kinerja Perusahaan. Sampel penelitian adalah Perusahaan sektor manufaktur dan Perusahaan jasa sebanyak 200 Perusahaan. Pengujian hipotesis menggunakan structural equation modeling berbasis partial least square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif signifikan antara knowledge infrastructure capability terhadap knowledge process capability. Knowledge infrastructure capability dan knowledge process capability keduanya juga berpengaruh terhadap inovasi produk dan kinerja Perusahaan. Hasil Penelitian juga menegaskan bahwa ada pengaruh yang positif siknifikan antara inovasi produk terhadap kinerja Perusahaan
    corecore