1,896 research outputs found

    Konsep Perencanaan dan Pengembangan Ruang Bagi Pedagang Kaki Lima Jalan Sabang Kebon Sirih, Jakarta Pusat

    Full text link
    Sektor informal sering dianggap sebagai kelompok yang tidak diharapkan dalam pembangunan kota karena dianggap menyebabkan kemacetan lalu-lintas dan mengganggu pemandangan. Masyarakat di negara sedang berkembang sebagian besar penduduk kotanya justru terdiri dari lapisan masyarakat menengah kebawah yang tidak semuanya dapat terserap dalam sektor formal. Sektor informal memiliki beberapa manfaat yaitu diantaranya tidak tergantung pada sektor formal yang terbatas jumlahnya, mereka (sektor informal) sanggup menghidupi dirinya sendiri, dan sektor informal dapat memberi masukan bagi pemerintah daerah setempat dengan penarikan retribusi serta pungutan jasa parkir bagi pengunjungnya. Aktivitas sektor informal dapat menghidupkan suasana kota baik dikala siang maupun malam hari, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kota yang lain. Kawasan jalan Sabang salah satu daya tariknya adalah sektor informal yaitu pedagang kaki lima. Pola kegiatan yang ditawarkan jalan Sabang salah satunya adalah wisata kuliner kaki lima. Diantara beberapa aspek perencanaan dan pengembangan ruang yang dapat meningkatkan kualitas jalan Sabang salah satunya adalah pedestrian mall. Berdasarkan penelitian beberapa ahli perencanaan dan arsitektur perkotaan pada beberapa kota-kota besar di Eropa, pedestrian mall dapat meningkatkan jumlah pengunjung suatu kawasan sampai 50% dan pedestrian mall juga dapat meningkatkan pendapatan para pedagang eceran dan toko-toko sebesar 25 sampai dengan 40% dengan hasil observasi yaitu orang-orang didalam mobil tidak dapat langsung melihat barang-barang yang ada pada pedagang eceran dan etalase toko

    Perkawinan Adat Merariq Dan Tradisi Selabar Di Masyarakat Suku Sasak

    Full text link
    Merariq sebagai tradisi perkawinan adat di masyarakat suku Sasak ternyata menyimpan potensi konflik yang tidak jarang berakhir dengan sengketa, karena diawali dengan peristiwa memaling atau mencuri atas dasar persetujuan si gadis dari kekuasaan orangtuanya, sebagai wujud sikap ksatria sekaligus bentuk keseriusan si laki-laki untuk menikahi si gadis. Namun di tengah kelemahannya ternyata sistem merariq telah menyediakan sarana alternatif penyelesaian berupa pelaksanaan negosiasi antara perwakilan pihak calon mempelai laki-laki dengan keluarga calon mempelai perempuan yang diistilahkan dengan selabar untuk menyepakati pembayaran ajikrame dan pisuke guna menuju perdamaian para pihak.Merariq is a customary law of marriage in Sasak society, this Merariq turned out to potentially create conflict that is commonly ended up with a dispute. The reason is because it begins with the events of rob (steal) on the consent of the girl approval from the power of her parents. The rob (steal) be done as a form of chivalry of the man's seriousness marrying the girl. But amid that weakness, Merariq has provided an alternative dispute settlement by the process of negotiation between the representatives of the prospective groom to the bride family, which are termed selabar to agree on payment ajikrame and pisuke towards peaceful relationship between the parties

    Pendapatan Masyarakat dari Hutan dan Faktorfaktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhinya: Kasus Desa Penyangga Tnks di Kabupaten Pesisir Selatan

    Full text link
    Areal Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah penyangga Kabupaten Pesisir Selatan mengalami degradasi hutan tertinggi diantara daerah-daerah penyangga lainnya, yaitu mencapai 1.570 ha atau 34,23% dari luas total degradasi hutan yang terjadi di seluruh kawasan TNKS. Fakta tersebut diduga erat kaitannya dengan kegiatan illegal logging dan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa penyangga. Salah satu pendapatan hutan pada masyarakat desa penyangga diantaranya adalah hasil kayu dari kegiatan illegal logging. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji proporsi pendapatan dari hutan pada masyarakat desa penyangga, serta menganalisis pengaruh fakior-faktor sosial ekonomi rumah tangga terhadap pendapatan hutan. Metode penelitian yang yang digunakan adalah gabungan antara wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat dari kayu balok jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan hasil hutan lainnya. Pendapatan dari hasil kayu (kayu balok) mencapai Rp 282.499,- atau 66,05% dari total pendapatan/bulan. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa faktor Umur Responden dan Jumlah Anggota Rumah Tangga, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan dan penurunan pendapatan masyarakat dari hutan

    Pengaruh Penggunaan Abu Vulkanik Sebagai Filler Terhadap Campuran Aspal Beton Lapis Asphatl Concrete – Wearing Course (Ac-wc)

    Full text link
    Penelitian menggunakan abu vulkanik sebagai filler pada campuran aspal beton untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan abu vulkanik terhadap kuat tekan lapisan aspal beton (AC-WC) yang merupakan salah satu bagian dari lapis perkerasan yang berfungsi sebagai lapis aus yang berhubungan langsung dengan ban kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Stabilitas, Kelelehan, VIM, VMA, VFA, dan MQ pada campuran aspal beton AC-WC yang menggunakan abu vulkanik sebagai bahan pengisi. Pengujian Marshall menggunakan KAO 6,8 % dengan variasi kadar abu vulkanik sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Nilai untuk stabilitas variasi 0% abu vulkanik yaitu 1461,7 kg, untuk variasi 25% yaitu 1356 kg, untuk variasi 50% yaitu 1340 kg, untuk variasi 75% yaitu 1294 kg dan untuk variasi 100% yaitu 1283,67 kg. Dari hasil pengujian ini, dinyatakan bahwa nilai stabilitas campuran aspal beton dengan menggunakan abu vulkanik lebih rendah dibandingkan nilai stabilitas campuran aspal beton tanpa abu vulkanik

    Analisis Pemilihan Metode Cast in Situ Dan Precast Terhadap Biaya Pada Pekerjaan Tempat Duduk Tribun Stadion Utama Jakabaring Palembang

    Full text link
    Cost efficiency has become a major problem in many construction projects, especially on large scale of concrete work. Concrete work can be divided in two types; which are cast-in-situ and precast. However, cost efficiency, by using such method, can be achieved if the concrete work meet these criteria; large scale volume, typically in form and repetitive work needed. This research is aimed to analyze concrete work using cast-in-situ and precast methods based on cost approach. The data of this research was taken from field study based on real condition of the project of the Jakabaring Sport Center Stadium, Palembang, which was focused on the concrete work of sport stadium benches. The research concludes as follows; the overall cost efficiency of the production of precast concrete of Jakabaring Sport Center Stadium, Palembang versus that of cast-in-situ is 18,29% (Rp. 840.217.466,19-). The efficient point achieved when the volume of production of precast concrete is 382,1m3 with cost of Rp. 1.021.630.000,- (27,21% of total cost of precast concrete production cost)

    Analisis Perilaku Keseimbangan Nilai Tukar Riil Di Indonesia

    Full text link
    Tujuan artikel ini adalah untuk membuktikan keterkaitan antara variabel ekonomi fundamental dalam kedua sektor moneter dan nyata, dan Behaviour Equilibrium Exchange Rate (BEER) di Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder (time series) yang bersifat makro dihimpun dari lembaga terkait dengan metode estimasi bulanan dari Januari 2009 sampai Januari 2013. Jumlah sampel yang diestimasi sebanyak 60 data dan model analisis digunakan adalah model BEER. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Behaviour Equilibrium Exchange Rate (BEER) dipengaruhi oleh variabel sektor riil (term of trade, produktivitas, dan risiko) dengan nilai sangat tidak signifikan di level 1,17%, variabel sektor moneter (NFA), dan perbedaan antara suku bunga dalam dan luar negeri yang sangat berpengaruh secara signifikan terhadap BEER di level 90,19%.Kata Kunci: Ekonomi, Fundamental, Riil, Moneter ANALYSIS OF REAL EXCHANGE RATE EQUILIBRIUM IN INDONESIA The purpose of this research is to verify the linkages between the fundamental economic variables in both real and monetary sectors, and the Behaviour Equilibrium Exchange Rate (BEER) in Indonesia. The data analysis used is the secondary data (time series), and the estimated data USAge is the monthly data about the real exchange starting from January 2009 until January 2013. Samples 60 units, and the model of analysis used is the BEER model. The result of this study indicated that the Behaviour Equilibrium Exchange Rate (BEER) is influenced by the real sector variables (the terms of trade, productivity, and risk) with the very unsignificant value at the level of 1,17%, and the monetary sector variables (net foreign assets (NFA), and the difference between domestic and foreign interest rates) which very significantly influenced the BEER at the level of 90,19%

    Pengembangan Dan Penerapan Modul Pembelajaran Materi Teori Dasar Bentuk Muka Bumi Untuk Meningkatkan Kognitif Mahasiswa Pendidikan Mipa Fkip Unigha Sigli

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul dan meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa melalui penerapan modul. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yaitu pengembangan modul pembelajaran dan penerapan modul dilakukan dengan metode pre-eksperimen dengan The Randomized Pre-test Post-test, Control Group Design yang dilaksanakan di Prodi Pendidikan MIPA FKIP UNIGHA Sigli, yaitu pada mahasiswa semester ganjil Tahun Akademik 2014/2015 semester III (tiga) dengan jumlah sampel 60 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal dan tes akhir untuk peningkatan kognitif, lembar observasi untuk mengetahui kegiatan dosen dan mahasiswa selama proses belajar mengajar. Data penelitian yang didapatkan dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil uji kelayakan modul oleh pakar Konten 84,10%, pakar penyajian 88,21%, dan pakar bahasa 89,17%. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Peningkatan kognitif mahasiswa berdasarkan ranah kognitif meningkat dengan kategori tinggi pada ranah aplikasi (C3) yaitu 63% dan kategori rendah pada ranah pengetahuan (C1) yaitu 57%. Peningkatan kognitif mahasiswa berdasarkan indikator meningkat pada indikator Mahasiswa mampu memahami konsep getaran yang ditimbulkan dari dalam bumi, merambat dan menyebabkan pergeseran kulit bumi mencapai 70% dengan kategori tinggi

    Batu Kapur Baturaja Sebagai Filler Pada Lapis Asphalt Concrete-binder Course (Ac-bc) Campuran Panas

    Full text link
    Daerah Baturaja merupakan kawasan penghasil batu kapur yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan tersedianya batu kapur yang berlimpah, peneliti mencoba menggunakannya sebagai bahan pengisi (filler) alternatif dalam campuran aspal beton. Tujuan dari pemanfaatan filler batu kapur Baturaja ini untuk meningkatkan kemampuan suatu perkerasan aspal dalam mendukung beban lalu-lintas yang dapat diindikasikan dari properties campuran yang dihasilkan.Penelitian ini menggunakan aspal AC Pen 60/70 produk Pertamina dengan nilai kadar sesuai spesifikasi Bina Marga yaitu 4,5%, 5%, 5,5%, 6% dan 6,5% dan dengan variasi kadar filler 1%, 2% dan 3%, untuk memperoleh komposisi campuran Laston Binder Course (AC – BC) yang paling baik. Pelaksanaan penelitian ini dalam pengujian campuran dilakukan dengan menggunakan metode Maeshall Test. Hasil pengujian Marshall di laboratorium disimpulkan bahwa; pada kadar aspal optimum (KAO) filler batu kapur 3% didapat nilai yang paling bagus yaitu sebesar 5,75 % dengan nilai Stabilitas sebesar 2020 kg, Marshall Quotient (MQ) sebesar 570 kg/mm, Rongga Dalam Agregat (VMA) sebesar 17 %, Rongga Dalam Campuran (VIM) sebesar 3,9 %, Kelelehan (Flow) sebesar 3,63 mm, Rongga Terisi Aspal (VFA) sebesar 77 % dan nilai kepadatan sebesar 2,362 gr/cc. Filler tersebut dapat digunakan sebagai alternatif campuran AC-BC pada perkerasan Laston
    • …
    corecore