23 research outputs found

    RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PENGERING BIJI KOPI TENAGA LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA

    Get PDF
    Dewasa ini, sebagian rumah pengolahan produk pertanian di Indonesia masih cenderung menggunakan cara tradisional dalam penerapannya. Pengeringan pada produk merupakan suatu bentuk penanganan pasca panen yang cukup banyak disoroti oleh para pengamat pertanian. Proses pengeringan pada produk pada pertanian umumnya masih menerapkan pengeringan alami, yaitu dengan cara menjemur produk langsung di bawah sinar matahari. Pengeringan dengan cara seperti ini tentunya sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan hanya bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari. Hal ini, tentu saja mengganggu proses pengeringan pada produk dan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat pengering yang mampu menjadi alat alternatif apabila pengeringan alami tidak dapat dilakukan. Pada penelitian ini, dibangun suatu pengering biji kopi dengan bantuan energi listrik, dimana energi listrik ini hasil konversi dari energi surya dengan bantuan Photovoltaic yang disimpan ke baterai terlebih dahulu. Setelah dibangun, alat pengering ini kemudian diuji agar diketahui perubahan kadar air pada biji kopi, energi yang dibutuhkan, hingga efisiensi. Untuk sebagai perbandingan, dilakukan variasi temperatur pada pengujian, yaitu 40°C, 45°C, 50°C. Setelah dilakukan pengujian, dibutuhkan masing – masing 8 jam (40°C); 7 jam (45°C); 6 jam (50°C) untuk menurunkan kadar air 100 gram biji kopi dari 30% hingga kadar air sesuai SNI. Laju pengeringan yang didapat pada setiap pengujian adalah masing-masing sebesar 2,525 gr/jam (40°C), 2,928 gr/jam (45°C), dan 3,433 gr/jam (50°C). Energi listrik yang terpakai pada setiap pengujian adalah masing-masing sebesar 162 Wh (40°C), 151 Wh (45°C), dan 132 Wh (50°C)

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2017

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, kompleksitas operasi, struktur kepemilikan dan leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ukuran perusahaan, kompleksitas operasi, struktur kepemilikan dan leverage berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?â€. Hipotesis yang dikemukakan adalah ukuran perusahaan dan Struktur kepemilikan secara persial berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan sedangkan, kompleksitas operasi dan leverage secara persial berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 perusahaan. Data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2017. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik dengan tingkat signifikansi sebesar 5%.Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan kompleksitas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan sedangkan struktur kepemilikan dan leverage berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Hasil uji secara simultan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, kompleksitas operasi, struktur kepemilikan dan leverage berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil Nagerkerke R Square sebesar 0,318 atau 31,8% artinya masih banyak variabel lain yang dapat mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya menambahkan variabel lain seperti kualitas auditor, dan sebagainya serta menambah periode penelitian. Walaupun ada peraturan mengenai tanggal penyampaian laporan keuangan, namun masih ada perusahaan yang tidak tepat waktu

    PERAN PEMERINTAH PADA PENYALURAN BANTUAN PERLINDUNGAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MENGHADAPI COVID-19 DI KELURAHAN BELAWAN SICANANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Peran Pemerintah pada Penyaluran Bantuan Sosial pelaksaan Program Keluarga Harapan dimasa Covid-19 di Kelurahan Belawan Sicanang dalam mengatasi kemiskinan khususnya kebutuhan Pendidikan, Kesehatan dan menstabilkan Pendapatan keluarga miskin. Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa wawancara, dokumentasi dan hasil penelitian langsung. Informan dipilih dengan sengaja sebagai penerima manfaat PKH. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan Teknik analisis data dengan (1) Teknik reduksi data, (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan. Informan penelitian ini berjumlah tujuh orang. Hasil penelitian bahwa Peran Pemerintah Program Keluarga Harapan sudah cukup tepat sasaran memilih masyarakat yang layak menerima bantuan dengan langsung mendata kerumah masyarakat untuk mensurvei secara jelas tetapi banyak masyarakat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan terlambat mendapatkan haknya berupa uang maupun pangan dikarenakan Pemerintah tidak tepat waktu memberikan informasi pencairan. Jumlah penerima manfaat sudah sesuai dengan bantuan yang didapatkan berupa uang setiap 3 bulan sekali dengan tanggungan keluarga, namun beberapa masyarakat tidak dapat beras dan telur senilai Rp.200.000 setiap bulannya. Pemerintah Kelurahan Belawan Sicanang telah efisien memberikan manfaat dan daya guna Program Keluarga Harapan. Hal ini membuat masyarakat sebagai penerima Program Keluarga Harapan sangat terbantu dalam meningkatkan kesehatan keluarga, meningkatkan pendidikan anak, dan mengurangi biaya keluarga.

    The Effect of Training and Work Motivation on Operator Performance During the COVID-19 Pandemic

    Get PDF
    This research was conducted on a quay container crane operator at KSO TPK Koja. The quantitative research method was collecting data on 28 questionnaires and using SPSS version 21 applications to analyze data. The study used the validity, reliability, normality and hypothesis test. This study aimed to identify the influence of training and work motivation on operator performance during the COVID-19 pandemic at KSO TPK Koja. The result of this study showed that training and work motivation have a positive influence on operator performance, but training had no significant effect on operator performance. In addition, work motivation had a significant influence on operator performance. Keywords: Training, Work Motivation, Operator Performance, COVID-1

    Ekplorasi Etnomatematika Ulos Tikar-Tikar pada Materi Himpunan

    Get PDF
    The purpose of this study was to explore and find the set material on ulos mats made by ulos craftsmen in Pematangsiantar city which are mostly found as home industries. The research method used in this research is descriptive qualitative with an ethnographic approach. Data obtained by domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study obtained the terms Kasuksak, flies, binoculars, weft thread, throwing thread, wool thread, lotak, Ulos Mats which can be used in mathematics lessons on set material. In conclusion, the exploration of ulos mats provides a fun, new nuanced mathematics learning experience, which students can find in everyday life and invites students to get to know the culture around them.   Keywords: Yarn, Sets, Mathematics, Ulos mat

    MENGGIATKAN LITERASI MATEMATIKA DI SMP HKBP SIDORAME MEDAN BERSAMA MAHASISWA DARI REPUBLIK CEKO

    Get PDF
    Program Kerjasama dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini ditujukan agar dapat menggiatkan literasi matematika bagi siswa–siswi di SMP HKBP Sidorame Medan. Melakukan pendampingan pemberian informasi kepada siswa-siswi maupun guru-guru pentingnya menerapkan literasi sejak dini bagi siswa–siswi SMP mengingat rendahnya keinginan untuk membaca siswa–siswi saat sekarang ini, serta hal ini juga sangat bermanfaat untuk pengembangan pengetahuan di segala lapisan masyarakat. Program Kerjasama Pengabdian Masyarakat ini dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Medan dengan Mahasiswa dari Czech University. Program Kerjasama ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2022 serta berakhir pada tanggal 26 Juli 2022. Tradisi lisan yang masih sangat kuat, pendidikan sekolah yang sistemnya masih belum melakukan aktivitas–aktivitas yang maksimal untuk menggiatkan tradisi literasi matematika kepada siswa–siswinya, addicted–nya dengan pemakaian gadget akibat dari terjadinya pandemi covid-19, merupakan beberapa penyebab rendahnya literasi matematis pada siswa–siswi di Indonesia, dimana hal ini juga terjadi pada siswa-siswi di SMP HKBP Sidorame Medan. Dari beberapa masalah ini dicoba untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan aktivitas berbeda yang belum pernah dilakukan di sekolah tersebut yaitu dengan melibatkan pendampingan beberapa mahasiswa dari Czech University dengan harapan dapat menggugah siswa–siswi dalam meningkatkan keinginannya dalam melakukan literasi. Program Kerjasama ini menjadi salah satu aktivitas penting dalam peningkatan kegiatan literasi matematis di sekolah. Hal positif lain  adalah terdapatnya dalam jumlah yang cukup besar kelompok yang teridentifikasi minim literasi matematis, tidak hanya kelompok siswa-siswi, kelompok guru juga. Maka guru-guru juga harus membuat aktivitas kreatif yang membuat literasi matematis menjadi suatu budaya bagi siswa-siswinya

    Antimicrobial resistance among migrants in Europe: a systematic review and meta-analysis

    Get PDF
    BACKGROUND: Rates of antimicrobial resistance (AMR) are rising globally and there is concern that increased migration is contributing to the burden of antibiotic resistance in Europe. However, the effect of migration on the burden of AMR in Europe has not yet been comprehensively examined. Therefore, we did a systematic review and meta-analysis to identify and synthesise data for AMR carriage or infection in migrants to Europe to examine differences in patterns of AMR across migrant groups and in different settings. METHODS: For this systematic review and meta-analysis, we searched MEDLINE, Embase, PubMed, and Scopus with no language restrictions from Jan 1, 2000, to Jan 18, 2017, for primary data from observational studies reporting antibacterial resistance in common bacterial pathogens among migrants to 21 European Union-15 and European Economic Area countries. To be eligible for inclusion, studies had to report data on carriage or infection with laboratory-confirmed antibiotic-resistant organisms in migrant populations. We extracted data from eligible studies and assessed quality using piloted, standardised forms. We did not examine drug resistance in tuberculosis and excluded articles solely reporting on this parameter. We also excluded articles in which migrant status was determined by ethnicity, country of birth of participants' parents, or was not defined, and articles in which data were not disaggregated by migrant status. Outcomes were carriage of or infection with antibiotic-resistant organisms. We used random-effects models to calculate the pooled prevalence of each outcome. The study protocol is registered with PROSPERO, number CRD42016043681. FINDINGS: We identified 2274 articles, of which 23 observational studies reporting on antibiotic resistance in 2319 migrants were included. The pooled prevalence of any AMR carriage or AMR infection in migrants was 25·4% (95% CI 19·1-31·8; I2 =98%), including meticillin-resistant Staphylococcus aureus (7·8%, 4·8-10·7; I2 =92%) and antibiotic-resistant Gram-negative bacteria (27·2%, 17·6-36·8; I2 =94%). The pooled prevalence of any AMR carriage or infection was higher in refugees and asylum seekers (33·0%, 18·3-47·6; I2 =98%) than in other migrant groups (6·6%, 1·8-11·3; I2 =92%). The pooled prevalence of antibiotic-resistant organisms was slightly higher in high-migrant community settings (33·1%, 11·1-55·1; I2 =96%) than in migrants in hospitals (24·3%, 16·1-32·6; I2 =98%). We did not find evidence of high rates of transmission of AMR from migrant to host populations. INTERPRETATION: Migrants are exposed to conditions favouring the emergence of drug resistance during transit and in host countries in Europe. Increased antibiotic resistance among refugees and asylum seekers and in high-migrant community settings (such as refugee camps and detention facilities) highlights the need for improved living conditions, access to health care, and initiatives to facilitate detection of and appropriate high-quality treatment for antibiotic-resistant infections during transit and in host countries. Protocols for the prevention and control of infection and for antibiotic surveillance need to be integrated in all aspects of health care, which should be accessible for all migrant groups, and should target determinants of AMR before, during, and after migration. FUNDING: UK National Institute for Health Research Imperial Biomedical Research Centre, Imperial College Healthcare Charity, the Wellcome Trust, and UK National Institute for Health Research Health Protection Research Unit in Healthcare-associated Infections and Antimictobial Resistance at Imperial College London

    Surgical site infection after gastrointestinal surgery in high-income, middle-income, and low-income countries: a prospective, international, multicentre cohort study